
Reinar akhirnya terpaksa meminjamkan pakaiannya pada Erina dan Bella, dan saat mereka bertiga turun ke lantai satu untuk makan bersama. Semua yang melihat pakaian Bella dan Erina, mereka bisa menyebab apa yang baru saja terjadi antara mereka dan Reinar.
Reinar sendiri mencoba bersikap seperti biasanya, tapi kali ini sebelum duduk di tempatnya, dia menyempatkan diri menarikkan tempat duduk untuk Bella dan Erina. Sedangkan keduanya sedikit meringis kesakitan saat duduk.
Sarah yang melihat itu hanya tersenyum karena dirinya tahu apa yang terjadi pada mereka, dan dirinya masih jelas teringat ukuran milik Reinar. Dirinya sebenarnya juga ingin melakukannya, tapi itu belum bisa dilakukan karena masih ada tamu bulanan yang rutin mendatanginya.
‘Aku yakin ini bukan kali pertama mereka melakukannya, tapi kenapa mereka masih terlihat kesakitan? Apa miliknya terlalu besar?’ Wina membatin sambil melihat ke arah Reinar, terutama melihat bagian milik Reinar yang tertutup celana panjang.
Selesai makan Reinar mengatakan kalau hari ini dirinya ingin berkunjung ke rumah orangtua Bella. Mendengar itu Indah tentu ingin ikut, begitu juga dengan Sarah, Wina, Erina dan Eliza. Malvin sendiri tidak bisa ikut karena harus melakukan latihan untuk meningkatkan kekuatan fisiknya.
Pada akhirnya semua wanita ikut, dan kali ini ada supir dari keluarga Bagaskara yang mengemudikan mobil. Ada dua mobil yang bergerak beriringan. Satu mobil berisikan lima orang, dan mobil lainnya berisikan empat orang.
Jarak ke rumah Bella dapat ditempuh dalam satu jam perjalanan, dan setelah satu jam berlalu akhirnya dua mobil sampai di keluarga Dewana yang jika dilihat secara kasat mata kekayaan keluarga Dewana tak jauh beda dari apa yang dimiliki keluarga Bagaskara.
Semua orang keluar dari mobil, dan Indah menjadi sosok yang memimpin rombongan para wanita cantik serta seorang pria tampan berjalan menuju pintu utama rumah keluarga Dewana.
Begitu pintu terbuka, Juan dan Yuna, kedua orangtua Bella membuka lebar kedua matanya melihat sosok Indah di hadapan mereka. Tanpa ada yang menyuruh, keduanya langsung memberi penghormatan, dan mereka baru menurunkan tangan setelah Indah menganggukkan kepala.
“Kalian benar-benar menikah, bahkan memiliki putri secantik Bella. Tak ingin berbasa-basi, kesayanganku menemui kalian adalah untuk melamar putri kalian!” Indah berkata santai tapi tegas.
Kedua orangtua Bella tidak langsung memberi jawaban, mereka justru mengarahkan pandangan ke arah Bella. Melihat Bella tersenyum, keduanya sulit untuk tidak tersenyum.
“Tentu saja aku menerima lamaran Katua.” Yuna berkata sambil memeluk erat tubuh Indah. “Kerua, kamu pergi terlalu lama.” Entah kenapa tiba-tiba Yuna meneteskan air mata.
Juan sendiri yang melihat istrinya seperti itu dia sama sekali tidak terkejut. Dia tahu hubungan Yuna dan Indah, dia juga masih ingat dengan jelas apa yang waktu itu bisa terjadi pada dirinya dan Yuna seandainya Indah dan suaminya tidak datang tepat waktu.
Terjebak di tengah-tengah markas musuh dengan persenjataan senjata semakin menipis. Beruntung mereka memiliki Ketua kelompok seperti Indah dan suaminya, yang rela mendapatkan banyak luka demi menyelamatkan mereka.
__ADS_1
Indah harus kehilangan jari kelingkingnya gara-gara peristiwa yang sebenarnya dimulai dari kecerobohan Juan yang salah memgira arah. Bukannya berjalan keluar meninggalkan markas musuh, dia justru membawa Yuna masuk semakin dalam ke wilayah markas musuh.
“Ketua, sebenarnya aku sudah mendengar semua dari pemimpin tertinggi, tapi aku tidak menyangka jika pria yang dikatakan pemimpin tertinggi adalah putra Ketua.” Jika sebelumnya masih terdapat sedikit keraguan pada Reinar, kini Juan dan Yuna sama sekali tidak ragu membiarkan Reinar memiliki putri mereka.
“Kalau tidak bertemu langsung, mungkin kita masih belum dipertemukan dalam waktu dekat, dan aku sendiri tidak menyangka kalau Bella adalah putri kalian. Ternyata dunia ini memang sangat sempit.” Indah berkata sambil tersenyum.
“Namun tetap saja, putra Ketua sangat luar biasa. Bukan hanya menaklukkan putri kami, tapi dia juga berhasil menaklukkan dua putri pemimpin tertinggi, dan juga Sarah yang selama ini sudah kami anggap sebagai putri sendiri.” Yuna sendiri dibuat terpana saat melihat wajah Reinar.
“Siapa bilang cuma empat? Sepertinya aku lupa memperkenalkan satu lagi menantuku pada kalian.” Selesai berkata Indah segera memperkenalkan Eliza pada Juan dan Yuna. Keduanya seketika jatuh cinta pada Eliza saat melihat keimutannya.
“Mereka berlima adalah paket lengkap.” Yuna mulai menilai kelima calon istri Reinar. Bella dengan kedewasaannya, Sarah dengan keindahan tubuhnya, Erina dengan kecantikan tersembunyi, Wina dengan kepolosannya, dan terakhir Eliza dengan keimutannya.
“Di masa depan mereka berlima adalah wanita yang melengkapi hidup putraku.” Indah tersenyum sambil menatap bergantian kelima calon menantunya.
Setelahnya, Juan dan Yuna mempersilahkan semua orang masuk ke dalam rumah, dan bersama-sama mereka membicarakan rencana pernikahan yang dipastikan berlangsung empat hari lagi.
Selesai membahas soal pernikahan, Juan dan Yuna pada akhirnya menceritakan masa lalu mereka setelah Bella memaksa menceritakan hubungan mereka dan ibunya Reinar.
Setelah saling pandang, Juan memutuskan mewakili istrinya untuk menceritakan masa lalu mereka.
Keduanya dulu sama seperti Indah, mereka bagian dari pasukan elite, dan pada masa itu pasukan super elite belum terbenruk. Juan adalah anggota kelompok suami indah, dan Yuna adalah anggota kelompok Indah, dan juga seorang gadis yang sejak kecil diasuh oleh keluarga Indah.
Juna menceritakan tentang hidupnya dan Yuna yang diselamatkan Indah dan suaminya, dan cerita berakhir saat tiba-tiba Indah menghilang tak lama setelah kematian suaminya yang tentunya adalah ayah Reinar.
Selama Juan bercerita Yuna sama sekali tidak melepas lengan Indah yang di masa lalu sudah dianggapnya sebagai saudara kandung dan sebelum beberapa saat yang lalu bertemu Indah, dia masih mengerahkan orang-orangnya mencari keberadaan Indah.
“Aku tidak menyangka Ayah dan Ibu dulunya adalah anggota pasukan elite.” Bella pernah mendengar rumor itu dari orang-orang, tapi dia baru percaya semua itu bukanlah rumor setelah mendengar cerita ayahnya barusan.
__ADS_1
“Itu sudah masa lalu, dan kami sudah lama keluar dari keanggotaan pasukan elite meski pemimpin tertinggi menawarkan keanggotaan lepas pada kami.” Ungkap Juan.
“Lagian, sudah ada kamu dan calon menantu kami, yang mengantikan posisi kami di keanggotaan pasukan elite.” Yuna berkata sambil mengarahkan pandangan pada Bella.
Bella tidak terkejut mengetahui orangtuanya tahu kalau dirinya bagian dari pasukan elite, meskipun selama ini dirinya senantiasa menutupi identitasnya sebagai anggota pasukan elite dari mereka.
“Urusan pernikahan telah selesai, dan juga tak ada lagi rahasia yang ada antara anak dengan orangtuanya. Kalau begitu, aku ingin kembali bekerja di rumah.” Mendengar Indah mengatakan tentang pekerjaan, Juan dan Yuna penasaran dengan pekerjaan Indah.
“Kapten, perkerjaan apa yang membuat Kapten terlihat kembali bersemangat?” Yuna sangat penasaran dengan pekerjaan Indah.
Indah tersenyum mendengarnya. “Sekarang aku adalah wakil pemimpin tertinggi pasukan elite. Sebenarnya aku tadi ingin mengajak kalian kembali ke pasukan elite dan bekerja bersama denganku, tapi sepertinya kalian sudah tidak tertarik bekerja seperti dulu.”
Mendengar itu, tiba-tiba saja Yuna memegang tangan kanan Indah, sedangkan Juan memegang tangan kirinya. “Kalau Kapten yang menginginkannya, dengan senang hati kami ikut Kapten.” Yuna sangat bersemangat kembali bekerja dengan Indah.
Juan yang memiliki keinginan sama dengan Yuna, dia hanya menganggukkan kepala saat mendengar perkataan Yuna.
“Bukannya kalian sudah menjadi pengusaha sukses, kenapa juga kalian harus kembali ke dunia yang membahayakan nyawa kalian? Bukannya enak menjadi pengusaha dan menjalani hari-hari tenang bersama?” Indah bertanya pada Juan dan Yuna.
“Sebenarnya menjadi pengusaha tidak kalah berbahaya dibandingkan menjadi anggota pasukan elite. Selama ini banyak lawan bisnis yang mencoba mencelakai kami, bahkan mereka tak segan melakukan serangan yang menargetkan data-data penting perusahaan, dan mencoba menghancurkan kami dari dalam.” Juan menghela napas dalam-dalam mengingat seringnya serangan hacker yang menargetkan data penting perusahaannya.
Mendengar masalah yang dimiliki Juan, Reinar melihat celah untuk menjadikan perusahaan Juan sebagai pasar program komputer yang telah dirinya ciptakan.
“Dengan membuktikan kekuatan program ciptaanku di perusahaan paman Juan, itu akan membuka pintu lain untuk memasarkan produk yang dimiliki perusahaanku.” Reinar bergumam sangat lirih, dan hanya dirinya yang mampu mendengar gumamannya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1