
[Ding... Mendapatkan uang tunai total 7.900.000.000.000. Seluruh uang tunai telah ditambahkan ke rekening Tuan]
“Tidak melakukan apa-apa tapi aku berhasil mendapatkan uang begitu banyak. Sistem, apa kamu tahu apa yang terjadi dengan asosiasi Red Cobra?” Reinar bertanya pada sistem.
[Ding... Sistem tidak memiliki kewajiban memberitahu Tuan tentang apa yang terjadi pada asosiasi Red Cobra. Kalau Tuan ingin mengetahuinya, sebaiknya Tuan mencari tahu sendiri apa yang terjadi pada mereka]
“Sudah aku duga kamu tidak akan memberitahu padaku apa yang terjadi pada organisasi Red Cobra. Tidak ada jalan lain, aku harus mencari tahu sendiri apa yang terjadi pada mereka.” Reinar mencari tahu letak markas utama asosiasi Red Cobra melalui jaringan internet. Tak butuh waktu lama, dia berhasil mengetahui letak bangunan yang selama ini dijadikan markas asosiasi Red Cobra.
“Markas mereka tidak jauh dari tempat ini. Sepertinya aku masih memiliki harapan mengetahui apa yang terjadi di tempat itu, dengan cara meretas kamera CCTV di bangunan itu.” Mengerahkan seluruh kemampuannya, Reinar mencoba meretas sekuruh kamera CCTV di markas Red Cobra.
“Mereka memasang sistem keamanan berlapis-lapis, tapi bukan hal sulit bagiku menerobos keamanan mereka tanpa di ketahui.” Jika peretas lainnya selalu ketahuan saat bersinggungan dengan sistem keamanan sesuatu yang ingin diretasnya, dengan kemampuannya Reinar membuat dirinya tidak ketahuan saat melakukan peretasan.
“Akhirnya aku terhubung dengan seluruh kamera CCTV di tempat itu, tapi hanya ada enam kamera CCTV yang masih bekerja sedangkan sisanya telah rusak. Mereka sepertinya tidak melakukan perawatan pada sistem keamanannya.” Reinar belum tahu saja kalau kamera CCTV yang rusak merupakan akibat dari pertempuran yang baru terjadi di markas asosiasi Red Cobra.
Empat kamera CCTV tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan dari markas asosiasi Red Cobra. Namun, saat melihat kamera CCTV terakhir, Reinar disuguhi dengan keadaan yang cukup membuat tubuhnya merinding.
Saat ini begitu jelas di layar laptopnya gambaran tumpukan mayat yang jumlahnya mencapai puluhan orang, dan tumpukan mayat itu bukan hanya satu melainkan ada banyak. “Ini, sebenarnya apa yang telah terjadi? Tak ada mayat yang benar-benar utuh, kalaupun ada yang terlihat utuh, di tubuhnya terdapat puluhan luka tembak.”
Hanya dengan melihat Reinar tidak bisa mengetahui apa yang terjadi di tempat itu. Kalau dirinya ingin mengetahui secara pasti apa yang terjadi di tempat itu, tidak ada cara lain selain mendatangi langsung tempat itu.
Namun tentunya malam ini bukan waktu yang tepat untuk mendatangi tempat yang masih dipenuhi mayat, dan penjagaan yang begitu ketat. “Setelah memastikan tidak adanya bahaya di sekitar komplek perumahan ini, tidak ada salahnya besok aku pergi ke markas asosiasi Red Cobra untuk memastikan apa yang sebenarnya sudah terjadi di tempat itu.”
__ADS_1
Lin Feng masih terus melihat gambar di layar laptopnya yang menampilkan kejadian yang sedang terjadi di tempat itu. Sementara itu, Liz dan Zein, dua orang kepercayaan Brandy yang sedang memperkuat sistem keamanan siber di bangunan yang beberapa waktu yang lalu merupakan markas asosiasi Red Cobra, keduanya melihat ada sesuatu yang aneh dengan kamera CCTV di seluruh bangunan.
Mereka merasa hasil dari camera CCTV tidak hanya terhubung dengan layar di hadapan mereka, tapi ada layar lainnya yang dapat melihat gambar yang ditampilkan kamera CCTV. Namun, apapun yang mereka lakukan, mereka tidak bisa menemukan adanya seseorang yang mencoba meretas kamera CCTV.
“Liz, apa kamu merasa jika ada seseorang yang lebih hebat dari kita, dan orang itu sekarang sedang mempermainkan kita?” Zein bertanya pada Liz, gadis berusia lima belas tahun yang sudah terjun ke gelapnya kehidupan dunia karena faktor tuntutan hidup yang semakin keras setiap harinya.
“Bukan sekedar merasa, tapi orang itu memang saat ini sedang menertawakan kita karena sejak tadi, keberadaannya belum juga berhasil kita ketahui.” Lin terus mencari keberadaan orang yang dianggapnya telah meretas seluruh CCTV di bangunan yang ditempatinya.
Zein sendiri juga sedang berusaha keras mencari keberadaan orang itu dengan perangkat elektronika miliknya, tapi dia terlihat lebih tenang dibandingkan Liz yang terlihat sangat serius. “Apa perlu kita melaporkan kejadian ini pada Tuan Brandy?” Kembali Zein bertanya pada Liz.
Gadis itu cepat menggelengkan kepalanya. “Beri aku waktu sepuluh menit untuk mencari keberadaan orang itu! Kalau dalam sepuluh menit aku belum berhasil menemukan keberadaannya, kamu segera laporkan kejadian ini pada Tuan Brandy!” Meski jauh lebih muda, kemampuan Liz berada satu tingkat di atas kemampuan Zein.
Sementara itu, Reinar yang tahu jika ada yang mencoba mencari tahu keberadaannya, dia hanya tersenyum, dan saat posisinya hampir diketahui oleh orang itu dengan gerakan yang begitu cepat dia memutuskan seluruh hubungan dengan markas asosiasi Red Cobra.
Namun, dia akui orang itu memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan dirinya karena dia bisa meretas tanpa terdeteksi sistem keamanan, dan orang itu memutuskan seluruh hubungan tepat waktu sebelum dirinya mengetahui keberadaannya.
“Dia sengaja memberiku harapan, dan setelahnya dia menghancurkan harapan itu dengan begitu mudah. Berhadapan dengan orang seperti itu bukanlah sesuatu yang mudah. Aku masih butuh banyak belajar untuk bisa memberi perlawanan saat dia kembali mencoba meretas keamanan bangunan ini.” Liz bertekad untuk tidak lagi kecolongan.
Mengakhiri malamnya dengan sedikit bermain dengan seseorang yang menjaga sistem keamanan bangunan markas asosiasi Red Cobra, pagi ini Reinar bangun dalam keadaan segar setelah beberapa jam terlelap dalam tidurnya.
Mengawali paginya dengan membersihkan tubuh dan dilanjutkan dengan sarapan bersama, saat ini Reinar kembali disibukkan dengan mengawasi keadaan area komplek perumahan, dan sekitarnya. “Kejadian semalam sepertinya membuat asosiasi Red Cobra untuk sementara waktu berhenti dengan rencana mereka yang ingin memusnahkan keberadaan keluarga Bagaskara.”
__ADS_1
Mencoba kembali meretas kamera CCTV di markas asosiasi Red Cobra, Reinar tidak mendapatkan gambaran apapun dari semua kamera CCTV karena seluruh kamera telah dimatikan. “Mereka sepertinya tidak ingin ada yang tahu apa yang sedang terjadi di tempat itu.”
“Daripada terus mengira-ngira apa yang telah terjadi di tempat itu, lebih baik aku melihat langsung apa sebenarnya yang sudah terjadi di tempat itu.” Reinar segera memakai pakaian yang tidak menghambat gerakannya, kemudian dia izin keluar pada ibu dan para wanitanya dengan alasan ingin olahraga keliling komplek perumahan.
Ibunya dan para wanitanya hari ini akan melakukan perawatan tubuh di rumah bersama dengan keempat calon ibu mertuanya. Jadi tak satupun wanita tertarik berolahraga pagi bersama dengannya.
Dengan kecepatan dan kekuatan fisiknya, Reinar langsung saja berlari menuju bangunan yang selama ini dijadikan markas asosiasi Red Cobra. Jarak dua puluhan kilometer berhasil ditempuhnya kurang dari sepuluh menit.
Reinar berhenti seratus meter dari bangunan lima lantai yang diyakininya sebagai markas asosiasi Red Cobra. Melihat sekeliling, sangat jarang ada orang yang lewat di depan bangunan, meskipun di depan bangunan itu merupakan jalan besar.
“Sepertinya orang-orang tahu betapa berbahayanya asosiasi Red Cobra, sehingga mereka lebih memilih menghindari bangunan yang selama ini dijadikan markas asosiasi Red Cobra.” Jika orang lain takut, Reinar justru penasaran dan mencoba mencari celah untuk memasuki bangunan itu.
Senyum terlihat di bibir Reinar saat melihat bagian belakang bangunan yang sama sekali tidak dijaga. Dengan mata tembus pandang miliknya, bukan hal sulit baginya untuk melihat semua itu.
“Sebaiknya aku tidak membuang-buang waktu dan segera memasuki bangunan itu.” Berlari dengan kecepatan tinggi, Reinar begitu mudah sampai di pintu belakang bangunan yang tidak memiliki penjagaan.
Melihat pintu belakang untuk masuk bangunan tidak terkunci, Reinar langsung masuk ke dalam bangunan, dan hal yang pertama dia lihat begitu masuk adalah keadaan lantai satu bangunan yang rusak serta banyak bekas peluru dimana-mana.
“Semalam pastinya terjadi pertempuran besar di tempat ini. Bukan hanya senjata api, tapi diantara mereka ada yang menggunakan peledak dengan daya ledak cukup untuk membunuh empat sampai delapan orang.” Saat ingin melangkahkan kaki masuk lebih dalam, Reinar mendengar dua orang berjalan ke arahnya. Mengetahui itu, segera saja dia memcari tempat bersembunyi.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.