Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 95. Bertemu Mantan Teman Satu Kelas


__ADS_3

Kehancuran keluarga Mahesa yang terjadi begitu cepat dan meninggalkan skandal besar yang masih panas dibicarakan oleh masyarakat di segala tingkatan, membuat orang-orang yang memiliki kekuasaan mulai bertanya-tanya, siapa sekiranya orang yang telah membawa kehancuran pada keluarga Mahesa.


Sebisa mungkin mereka harus menghindari orang yang telah menyebabkan kehancuran pada keluarga Mahesa, jika tidak ingin apa yang terjadi pada keluarga Mahesa, juga terjadi pada keluarga mereka. Jika bisa menghindar, kenapa juga harus terperosok di lubang yang sama.


Selain mencoba menghindar, mereka juga mencoba mencari tahu, siapa sebenarnya yang membongkar semua skandal keluarga Mahesa. Jika orang itu hanyalah orang biasa, tak sulit bagi mereka untuk menyingkirkannya.


Akan tetapi lain haknya jika orang itu memiliki kekuasaan, mereka tidak perlu ragu menariknya ke dalam lingkaran hubungan baik, dan menjadikannya sebagai salah satu rekanan kerja.


Namun jika orang itu menolak menjadi rekan dan memilih berdiri sendiri, sebisa mungkin mereka bekerjasama, menghancurkan setiap usaha yang dimiliki oleh orang itu, kalau perlu mereka bisa bekerjasama untuk menghancurkannya.


Dapat dikatakan mereka memang memiliki ketakutan pada orang yang menyebabkan kehancuran pada keluarga Huang, tapi mereka dengan tangan terbuka menerima keberadaan orang itu, jika dia memiliki kekuasaan, dan ingin menjadi bagian dari mereka.


Namun, jika orang itu memiliki kekuasaan tapi tidak memiliki keinginan bekerjasama, mereka bisa melakukan kerjasama menghancurkan orang itu, menyingkirkan keberadaannya dari persaingan orang-orang yang memiliki kekuasaan.


Sementara itu, disaat dunia atas, dunia para pengusaha sedang dihebohkan dengan kehancuran keluarga Mahesa. Di dunia baha, dunia gelap yang penuh denga kejahatan, salah satu kelompok dunia bawah dikejutkan dengan pemutusan kerjasama oleh salah satu anggota penting dalam kelompok mereka.


“Nino, apa kamu tahu alasan sebenarnya kenapa begitu tiba-tiba Margaret memutuskan seluruh kerjasama dengan kita, bahkan dia mengembalikan uang bayarannya?” tanya Vicky pada Nino, setelah kemarin Margaret dan ayahnya mendatangi markas kelompok Stars Of Darkness, untuk memberi pernyataan kalau Margaret tak lagi menjalin kerjasama dengan kelompok Stars Of Darkness.


“Tuan, aku tidak tau pasti alasan dia tiba-tiba memutuskan kerjasama dengan kita, tapi aku merasa ini ada hubungannya dengan pria itu,” kata Nino memberi jawaban.


“Pria itu? Siapa pria yang kamu maksud? Apa mungkin pria yang kamu maksud adalah pria yang menjadi target kita karena seringnya dia menggagalkan rencana, yang sudah kita susun?” tanya Vicky dengan rasa penasarannya.


Mendengar itu Nino cepat menganggukkan kepalanya. “Kemungkinan besar memang karena pria itu lah yang menyebabkan dia memutuskan kerjasama dengan kita, tapi tidak menutup kemungkinan semua itu terjadi karena paksaan dari ayahnya, yang pada akhirnya berhasil memaksanya memutuskan kerjasama dengan kita,” ungkap Nino.


“Dari apa yang kamu katakan, dua kemungkinan itu sangatlah masuk akal, tapi aku masih tidak mengerti hubungan pria itu dengan Margaret yang tiba-tiba memutuskan hubungan kerja dengan kita,” kata Vicky.

__ADS_1


“Bukannya kemarin Margaret mencoba menembus sistem keamanan pria itu tapi gagal. Mungkin saja kegagal itu, membuat identitas Margaret ketahuan, dan pria itu secara menemui Margaret...”


“Ada kemungkinan Margaret lebih tertarik menjalin kerjasama dengan orang itu, dan pada akhirnya dia memilih mengakhiri hubungan kerja dengan kita. Bagaimanapun juga dia pasti lebih tertarik bekerjasama dengan orang yang satu profesi dengannya,” ujar Nino.


“Jika apa yang kamu katakan benar dan memang pria itu yang menyebabkan Margaret memutuskan kerjasama dengan kita, aku pastikan orang itu hancur dengan tanganku sendiri!” kata Vicky penuh amarah, sambil mengepalkan erat tangannya.


“Kemungkinan Margaret cepat atau lambat pasti bergabung dengan perusahaan pria itu. Dengan bergabungnya Margaret, apa Tuan masih berpikir untuk bersinggungan dengannya?” tanya Nino sekaligus memberi peringatan pada Vicky.


“Sial!... Tanpa Margaret saja kita sudah dibuat kewalahan olehnya. Ditambah jika benar Margaret bergabung dengannya, bisa dipastikan kita semakin sulit menyingkirkannya, bahkan kecil kemungkinan kita dapat melakukan itu,” kata Vicky sambil mencoba menenangkan dirinya.


Kelompok Reinar memiliki kelebihan yang tidak dimiliki olehnya, dan keunggulan itu semakin nyata jika benar Margaret bergabung dengan mereka. Bergabungnya Margaret yang mengetahui kelemahan kelompok Stars Of Darkness, semakin membuat unggul posisi Reinar.


“Nino, sepertinya sudah saatnya kita memanfaatkan kekuatan para Menteri untuk melawan pria itu. Jika mereka menolak memberi bantuan pada kita, ancam mereka dengan rahasia, yang selama ini mereka kira tidak ada yang mengetahuinya!” Perintah Vicky pada Nino, yang tentunya pria itu tahu apa yang harus dilakukannya.


“Cepat lakukan seperti apa yang aku perintahkan, dan secepatnya aku ingin menerima kabar baik darimu!” kata Vicky lalu dia menyuruh Nino keluar dari ruangannya karena dia ingin bersenang-senang dengan para wanita, yang sudah berada di dalam ruangannya.


“Kalian harus memberi kepuasan padaku kalau ingin mendapatkan bayaran lebih!”


Mendengar itu, tiga wanita di ruangan Vicky langsung saja melucuti seluruh pakaian mereka, dan bekerjasama memberi pelayanan terbaik pada Vicky yang senantiasa memberi bayaran lebih, saat mereka berhasil memberi kepuasan padanya.


Sementara itu, Reinar yang siang ini tidak memiliki kegiatan sedangkan kelima istrinya sibuk belajar membuat kuar dengan para ibu-ibu yang hari ini berkumpul di rumahnya, bersama dengan Malvin dia memutuskan pergi melihat keramaian kota di akhir pekan.


Meski banyak penduduk kota yang memilih liburan keluar kota, tapi keadaan kota masih sangat ramai, terutama keadaan mall paling besar di kota yang siang ini dipenuhi banyak pengunjung.


Semua orang menikmati hari liburnya, termasuk beberapa murid sekolah, yang dulu merupakan teman satu kelas Reinar. Akan tetapi karena sudah lama tidak bertemu dan banyaknya perubahan pada diri Reinar, tak satupun dari mereka menyadari keberadaan Reinar.

__ADS_1


“Mereka dulu adalah teman-teman satu kelasku, yang memiliki hubungan tidak begitu baik denganku. Setelah sekian lama tidak bertemu, wajar jika mereka lupa denganku,” kata Reinar pada Malvin yang duduk di sebelahnya, sambil menikmati makanan yang baru diantar oleh pelayan.


Reinar dan Malvin saat ini di restoran yang terletak di mall terbesar, yang berada di pusat kota. Tak jauh dari meja yang mereka tempati, di tempat itu terdapat pemuda dan pemudi yang dulunya merupakan teman satu kelas Reinar, dan jelas mereka telah melupakan keberadaan pria itu.


“Meski hanya sekali, aku dapat mengingat wajah-wajah mereka, tapi anehnya kenapa mereka dengan mudahnya melupakan wajahmu, padahal mereka cukup lama menjadi teman satu kelasmu?” ungkap Malvin yang belum tahu secara rinci kehidupan Reinar sebelum dia mendapatkan kekuatan sistem.


“Panjang jika aku ceritakan kehidupan sekolahku, sebelum aku memiliki hubungan khusus dengan Bella,” kata Reinar.


“Meski ceritanya panjang, setidaknya pasti ada diantara mereka yang memiliki kesan baik saat menjadi teman satu kelasmu, tapi setelah aku lihat-lihat, tak satupun dari mereka yang menyadari keberadaanmu di tempat ini, meski mereka sering curi-curi pandang kearah kita,” ungkap Malvin sadar jika mantan teman satu kelas Reinar sering mencuri pandang ke arahnya, maupun ke arah Reinar.


Mendengar itu Reinar hanya mengangkat kedua bahunya, tapi tiba-tiba saja mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan sosok wanita yang mereka kenali, dan sebelumnya wanita ini berada diantara mantan teman satu kelas Reinar. Wanita itu tidak datang seorang diri, melainkan dia datang bersama salah satu murid wanita, teman satu kelas Reinar.


Kedua wanita yang baru datang adalah Wulan, seorang guru dan Sania yang merupakan salah satu mantan teman satu kelas Reinar, yang dulunya berperilaku cukup baik pada pria itu.


“Aku tidak menyangka dapat kembali bertemu denganmu setelah terakhir kali bertemu saat berlangsungnya perkemahan di gunung, dan kamu sepertinya pria yang waktu itu,” kata Wulan yang dengan mudah mengenali Reinar, dan dia masih jelas mengingat sosok Malvin yang saat itu ikut dalam perkemahan karena sedang melakukan tugas pengawalan pada Wina.


“Aku juga tidak menyangka jika Bu Wulan masih ingat padaku, sedangkan tak satupun dari mereka yang sering bersamaku ingat siapa aku,” kata Reinar sambil mengarahkan pandangan pada mantan teman satu kelasnya, yang hanya dibalas senyuman oleh Wulan.


Pada akhirnya makan siang Reinar dan Malvin ditemani dua sosok wanita cantik, tapi di tengah-tengah acara makan siang, Reinar dan Wulan jelas melihat adanya ketertarikan antara Malvin dan Sania.


Tak ingin berkomentar, Reinar dan Wulan hanya tersenyum sambil terus melanjutkan memakan makanan pesanan mereka.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2