
HP milik Reinar tertinggal di dalam mobil dan tentu tidak bisa diselamatkan.
Membiarkan mobil yang kini menjadi tontonan banyak orang, Reinar dan Cleo memilih menaiki taksi untuk melanjutkan perjalanan.
“Apa ayahmu masih bertugas di kepolisian? Lalu bagaimana dengan ibumu, apa pekerjaannya sama seperti ayahmu?” Reinar bertanya pada Cleo.
“Ayahku seorang Jenderal kepolisian, sedangkan ibuku hanya seorang dosen.” Cleo menjawab.
Untuk ayah Cleo, Reinar merasa orang itu bisa menjaga dirinya sendiri. Saat memikirkan ibu Cleo, Reinar tiba-tiba saja merasakan firasat buruk tentang wanita itu.
“Cleo, arahkan taksi ke tempat kerja ibumu! Entah kenapa aku merasakan firasat kurang baik setelah mengingat apa yang baru saja terjadi pada kita.” Reinar berkata tegas pada Cleo yang langsung saja menuruti keinginannya.
Taksi melaju kencang menuju kampus tempat bekerja ibu Cleo. Suasana jalanan siang hari yang lengang membuat mobil taksi melaju kencang tanpa hambatan, dikarenakan dalam situasi darurat, beberapa lampu lalu lintas diterobos, membuat beberapa mobil kepolisian mengikuti tepat di belakang taksi.
“Pak, terus saja melaju ke tujuan! Untuk masalah polisi, biarkan aku yang mengatasi mereka.” Reinar berkata pada supir taksi sambil menunjukkan lencana yang menunjukkan identitasnya sebagai anggota kepolisian.
Melihat lencana yang ditunjukkan Reinar padanya, supir taksi dapat bernapas lega dan penuh ketenangan dia terus saja melaju kencang menuju tujuan yang sudah terlihat di kejauhan.
Tepat dua menit kemudian mereka sampai di tujuan yang sedang dilanda kekacau. Keluar dari mobil, Reinar dan Cleo disambut anggota polisi yang mengikuti mereka. Melihat mereka, Reinar segera menunjukkan lencana miliknya pada mereka. “Situasi darurat, dan beruntung kalian memgikutiku!”
Melihat lencana Reinar dan situasi di sekitar, anggota polisi yang semua ingin menangkap supir taksi, mereka semua mengurungkan niat, dan segera mengamati apa yang sedang terjadi.
“Boom... Boom...” Suara ledakan terdengar membuat suasana kampus semakin kacau. “Kalian amankan tempat ini dan secepatnya minta bala bantuan! Aku dan dia akan masuk ke dalam.”
Mereka yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala, sedangkan Reinar dan Cleo, mereka segera saja memasuki gedung kampus mencari keberadaan Tyas, ibu Cleo.
Menggunakan mata tembus pandang, Reinar dapat melihat keberadaan beberapa mayat di dalam gedung, tapi dia sama sekali tidak melihat keberadaan orang-orang bersenjata yang telah membuat kekacauan.
Semua benar-benar kacau, dan dengan perasaan cemas Reinar dan Cleo terus mencari keberadaan Tyas.
“Cleo, sebaiknya kita pergi ke ruang kerja ibu kamu! Ada kemungkinan dia berada di tempat itu bersama orang-orang yang telah membuat kekacauan di tempat ini.” Reinar berseru pada Cleo yang langsung saja mengarahkan jalan menuju ruang kerja ibunya, yang biasanya digunakan istirahat setelah lelah bekerja.
__ADS_1
Lima menit kemudian, dengan mata tembus pandang Reinar dapat melihat delapan pria bersenjata menyekap seorang wanita di dalam salah satu ruangan. Jika tebakannya benar, wanita itu adalah ibu Cleo, dan orang-orang itu adalah mereka yang telah membuat kekacauan.
Di waktu bersamaan Reinar nyaring mendengar suara ambulance dan mobil kepolisian terus berdatangan ke kampus, dan keberadaan mereka sangatlah membantu untuk mengatasi kekacauan di sisi luar kampus.
Melihat empat orang berjaga di luar ruangan dan empat lainnya berjaga di dalam, Reinar langsung saja menarik Cleo ke tempat persembunyian untuk menghindari kekacauan, yang bisa saja membahayakan nyawa Tyas.
Berada di ruangan tak jauh dari tempat ditahannya Tyas. Reinar dan Cleo terus mengawasi tempat itu.
“Aku bisa menyingkirkan keberadaan empat penjaga di luar, tapi untuk yang ada di dalam, aku masih belum terpikirkan cara membuat mereka keluar!” Lirih Reinar berkata pada Cleo.
“Kamu, bagaimana kamu bisa tahu kalau selain mereka berempat, di dalam ruang kerja ibuku masih ada anggota mereka yang lainnya?” Cleo tentu saja tidak langsung percaya setelah mendengar perkataan Reinar.
“Bukan hanya tahu keberadaan mereka, tapi aku juga tahu kalau kalau bagian bawah dan atas yang kamu gunakan hari ini adalah warna merah, dan aku cukup menyukainya.”
Wajah Cleo seketika memerah mendengar semua itu. Dia marah, tapi dia tahu situasi saat ini. “Begitu semua ini berakhir kamu harus menceritakan semuanya padaku!” Lirih Cleo berkata pada Reinar. ‘Kalau dia benar-benar melihat itu, aku tidak bisa menikah dengan pria lain.’ Cleo membatin.
“Aku hanya akan menceritakan apa yang pantas aku ceritakan. Untuk selebihnya, semua itu adalah rahasiaku.” Reinar berkata tanpa melihat Cleo karena fokusnya saat ini hanya pada empat orang yang berjaga di luar ruang kerja Tyas.
“Bug.. Bug... Bug... Bug...” Masing-masing dari mereka menerima satu pukulan Reinar, yang sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka pingsan dan mengalami luka dalam cukup serius.
“Gerakan kamu terlalu cepat, bahkan aku tidak bisa melihatmu saat bergerak, seolah sosokmu menghilang dari sisiku, dan tiba-tiba muncul di tempat ini.” Cleo berbisik di dekat telinga Reinar, kemudian dia menyingkirkan dua tubuh orang yang telah kehilangan kesadarannya.
Reinar hanya tersenyum kemudian dia menyuruh Cleo kembali ke tempat persembunyian setelah membantu menyingkirkan tubuh empat orang yang berhasil dilumpuhkannya.
Begitu Cleo kembali ke tempat persembunyian, keras Reinar menggedor pintu ruang kerja Tyas, kemudian dia pergi bersembunyi tak jauh dari tempat itu.
Tak lama setelah Reinar menggedor pintu, seseorang membuka pintu dan berjalan keluar. Melihat sekelilingnya tidak ada orang, orang itu terlihat panik dan kembali masuk kedalam ruangan.
Hanya beberapa saat masuk, orang itu kembali keluar tapi dia keluar tak lagi seorang diri. Dia bersama rekannya keluar dan melihat area sekitar.
Memanfaatkan pintu yang terbuka dan hanya tersisa dua orang di dalam ruangan, Reinar langsung saja melesat masuk dan menyerang dua orang di dalam ruangan. Lagi-lagi hanya dengan masing-masing satu pukulan, Reinar berhasil melumpuhkan musuh.
__ADS_1
Merasa dua orang di luar belum sadar dengan apa yang terjadi di dalam ruangan, Reinar pergi keluar dan langsung menyerang dua musuh yang tersisa.
Kekuatan yang dimiliki olehnya sudah di luar nalar kekuatan manusia pada umumnya. Bisa dikatakan saat ini dirinya adalah manusia super, dan bukan hal sulit baginya mengalahkan musuh yang lemah.
Reinar melambaikan tangannya ke arah tempat persembunyian Cleo setelah memastikan tak lagi ada orang-orang yang membahayakan keberadaan mereka.
Cleo yang melihat lambaian tangan Reinar, dia langsung saja keluar dari tempat persembunyian, dan berlari secepat mungkin ke ruang kerja ibunya.
Di dalam ruang kerja ibunya, Cleo melihat dua pria yang telah kehilangan kesadarannya, tapi segera dia mengarahkan fokusnya ke arah wanita yang terikat di kursi dengan mulut tersumpal kain.
Cleo segera membuka kain yang menyumpal wanita itu, dan membuka ikatan yang membuat wanita itu terikat dengan tempat duduknya. “Ibu tenang saja, semua yang berniat buruk pada ibu telah dibereskan!” Cleo memeluk wanita yang baru dia bebaskan, dan wanita itu tak lain adalah ibunya.
Tyas yang mendengar perkataan putrinya hanya mengangguk pelan. Dia masih saja diam, tapi diamnya bukan karena hal buruk yang baru saja terjadi padanya. Diamnya tak lain karena dirinya masih terkejut dengan apa yang baru dilihat oleh kedua matanya sendiri.
“Sayang, apa kamu mengenali pria yang baru menyelamatkan ibu?” Setelah tenang dari keterkejutannya, Tyas langsung saja memberikan pertanyaan pada Cleo.
“Tentu saja aku mengenalinya karena pria itu adalah pemilik perusahaan tempatku bekerja, dan sepertinya aku tahu kenapa Ibu tiba-tiba menanyakannya. Dia memang banyak kelebihan, dan ada satu kelebihan yang membuatnya sangat diuntungkan karena terlahir sebagai seorang pria.”
Cleo kembali teringat kemampuan Reinar yang dapat melihat menembus apapun, dan dirinya telah menuai kerugian besar karena Reinar menggunakan kemampuannya untuk melihat apa yang tak seharusnya dia lihat. ‘Aku akan membuat perhitungan dengannya.’ Cleo membatin.
Tyas menganggukkan kepalanya setelah mendengar identitas pria yang menyelamatkan dirinya, meski dirinya merasa itu bukanlah identitas aslinya.
Beberapa saat kemudian polisi mulai datang mengamankan situasi, bahkan Nando, ayah Cleo datang setelah mendengar hal buruk terjadi di kampus tempat istrinya bekerja.
Sebelumnya Nando sangat khawatir dengan keadaan istrinya, tapi dia bisa bernapas lega setelah melihat istrinya sedang berpelukan hangat dengan putrinya, yang entah sejak kapan gadis kecilnya itu telah sampai di tempat ibunya.
Sementara itu, tanpa sepengetahuan siapapun, Reinar telah keluar dari gedung kampus, meninggal Cleo berkumpul dengan keluarganya. “Kelompok Stars Of Darkness, mereka lebih berbahaya dibandingkan kelompok lain yang pernah aku hadapi.”
Reinar berkata seperti itu setelah melihat sendiri kehancuran yang diciptakan delapan anggota kelompok Stars Of Darkness, di gedung kampus tempat bekerja ibu Cleo.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.