Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 47. Rencana Mendirikan Perusahaan


__ADS_3

Setelah semua orang mendapatkan apa yang ingin mereka miliki, Reinar dan yang saat ini telah sampai di rumah. Jika para wanita sibuk melihat-lihat barang belanjaannya, sedangkan Malvin langsung sibuk dengan waktu tidurnya. Reinar yang sendiri di kamarnya, dia sedang sibuk membuat sebuah program yang mampu melindungi data-data penting dari serangan hacker.


Kurang dari dua jam dia telah menyelesaikan program yang dibuatnya seorang diri dengan memanfaatkan skill komputer tingkat master yang dimilikinya. Program yang dibuatnya dapat melawan berbagai macam serangan hacker maupun serangan virus.


“Perusahaan yang ke depannya aku dirikan berhubungan dengan program ini, tapi terlebih dahulu aku harus mematenkan hak milik program ini atas namaku.” Reinar segera mengurus hak milik program ciptaannya.


Semua hal di zaman ini bisa dilakukan secara online, termasuk pengurus hak milik yang sedang dilakukan Reinar. Semua bisa dilakukan selama dua puluh empat setiap harinya, dan tak butuh waktu lama hak milik program buatannya telah didapatkan. “Saatnya menghasilkan uang yang sebenarnya.”


Reinar masih awam dengan dunia bisnis. Untuk mewujudkan bisnis yang ingin dia rintis, dia membutuhkan orang-orang yang kompeten untuk mewujudkan semuanya. Segera saja dia mencari jaringan pencarian pekerjaan secara online.


Setelah beberapa menit mencari Reinar mendapatkan enam orang kandidat yang segera dia rekrut. “Mereka meminta gaji lima puluh juta setiap bulannya. Kalau kerja mereka memang bagus, dengan senang hati aku memberi gaji dua kali lipat pada mereka.”


Reinar melakukan panggilan video dengan keenam orang yang ingin dia rekrut di waktu bersamaan. Setelah memberitahukan pada mereka tujuan melakukan panggilan video dan menunjukkan sebuah program yang sudah memiliki hak milik atas namanya sendiri, mereka yang kagum dengan program buatan Reinar, dengan senang hati setuju membantu Reinar.


“Kalau kalian semua sudah mengerti, dalam dua hari kita bertemu. Lokasi pertemuan biar aku yang menentukannya. Kemungkinan lokasi pertemuan adalah tempat yang ke depannya akan menjadi tempat kerja kalian.” Setelah satu jam melakukan panggilan telepon, akhirnya semua selesai.


“Sekarang aku tinggal mencari tempat yang strategis untuk menjadi kantor dari perusahaan yang segera aku dirikan. Untuk mengurus berdirinya perusahaan, aku bisa mengurusnya setelah menemukan tempat.” Melalui aplikasi terpercaya, Reinar mencari tempat strategis yang dapat di sewa atau sekalian dia beli.


Kalau ingin membangun dari awal, semua itu membutuhkan banyak waktu, dan dia tidak ingin menghabiskan banyak waktunya untuk sesuatu yang tidak penting.


Senyum Reinar terlihat saat dia menemukan tempat di pusat kota yang sangatlah strategis. Meski tidak dapat membeli tempat itu, setidaknya tempat itu dapat disewa dalam jangka panjang.


“Satu tahun aku harus membayar sepuluh miliar. Jika menyewa lebih dari empat tahun aku bisa mendapat potongan harga sepuluh persen.” Harga sewa tidak masalah bagi Reinar, dan langsung saja dia menyewa tempat itu selama lima tahun.


Proses transaksi berjalan cepat dan besok tempat itu sudah bisa digunakan. “Dari anak desa memjadi pengusaha, sepertinya kisah hidupku pantas ditulis menjadi sebuah novel.” Reinar bergumam lirih, lalu dia menyudahi urusannya dengan layar laptop.

__ADS_1


Sejenak merendahkan tubuhnya, Reinar hampir saja tertidur seandainya Bella tidak masuk kedalam kamarnya, untuk mengajak makan malam bersama dengan yang lainnya. Melihat hanya Bella yang datang, bukannya langsung bangun, Reinar justru menarik wanita itu sampai membuatnya jatuh menindih tubuhnya.


“Aku ingin melakukannya!” Reinar berbisik lirih di dekat telinga Bella, yang seketika membuat wajah wanita itu memerah, semerah tomat yang sudah matang.


“Hari belum terlalu malam, dan lihat pintu kamar belum tertutup.” Bella menunjuk pintu kamar yang terbuka. “Bagaimana kalau kita melakukannya setelah makan malam?” Reinar hampir tidak bisa menahan tawanya melihat Bella yang tiba-tiba saja berubah menjadi wanita polos.


Sambil tersenyum Reinar menganggukkan kepala, kemudian setelah membiarkan Bella kembali berdiri, Reinar bangkit berdiri dan sekarang keduanya saling berhadap-hadapan, dan saat Bella ingin melangkah keluar tiba-tiba saja Reinar menariknya ke dalam pelukannya.


Reinar mencium kening Bella, kemudian dia perlahan melepas pelukannya. “Besok kita temui orangtua kamu untuk membahas acara pernikahan kita.” Reinar berkata, dan Bella membalas dengan anggukan kepala.


Setelahnya mereka bersama-sama keluar kamar, dan berjalan menuju ruang makan dimana di tempat itu semua orang sudah menunggu kedatangan keduanya.


Acara makan malam berlangsung tenang. Semua orang memakan lahap makanan mereka, dan setelah makan malam selesai semua orang berkumpul di ruang keluarga untuk menikmati waktu bersama termasuk Reinar.


Sebenarnya bukan hanya mereka yang masih terjaga. Indah hanya pura-pura tidur, dan dia melihat semua yang dilakukan Reinar dan Bella.


“Mereka sepertinya sudah berencana melakukannya sejak awal, dan sepertinya Bella adalah wanita pertama yang akan memberikan cucu untukku.” Indah bergumam lirih, dan setelahnya dia benar-benar tertidur sambil memeluk tubuh mungil Eliza.


Sementara itu, Reinar dan Bella yang sudah berada di dalam kamar, keduanya sudah berada di atas tempat tidur dengan selimut menutupi tubuh mereka yang sedang saling tindih.


Di dalam selimut, mereka sudah tidak lagi memakai apa-apa, dan saat ini Reinar sedang memainkan lidahnya di puncak dada Bella yang berwarna merah muda. Benda kecil di puncak dada Bella telah mengeras, yang menandakan wanita itu sudah sangat bergairah.


Merasakan bagian bawah milik Bella sudah basah dan becek, Reinar mengarahkan miliknya ke lubang milik Bella yang sudah siap memberi kenikmatan padanya. “Sayang pelan, jangan buru-buru!” Kata Bella dengan suara lirih, kemudian dia menggigit bibir bawahnya saat kepala bawah milik Reinar mulai masuk kedalam lubang kenikmatan miliknya.


Reinar menahan gerakannya sambil mendekatkan wajahnya mendekati wajah Bella. “Maaf, aku tidak bisa pelan.” Reinar langsung saja mendaratkan ciuman panas ke bibir Bella, sedangkan di bawah sana dengan dorongan kuat dia mendorong masuk keseluruhan miliknya ke dalam milik Bella.

__ADS_1


Bella tidak bisa mengeluarkan kata-kata apapun dari mulutnya saat semua itu terjadi karena saat ini bibir Reinar masih menempel di bibirnya.


Wajah Bella menunjukkan kalau dia menahan rasa sakit, tapi tak lama dia sangat menikmati apa yang dilakukan Reinar padanya, dan begitu Reinar melepas ciumannya suara erangan dan dessahan mulai keluar dari mulut Bella.


Mendengar itu Reinar semakin bersemangat melakukan tugasnya memberi memberi kepuasan, dan pada akhirnya beberapa jam di malam itu mereka habiskan untuk mendapatkan berkali-kali puncak kenikmatan sebelum akhirnya keduanya terlelap karena rasa lelah dan puas.


...----------------...


Pagi hari Reinar bangun lebih dulu dari Bella yang masih terlelap dalam tidurnya. Namun, belum juga beranjak dari tempat tidurnya, tiba-tiba Erina masuk ke kamarnya yang pintunya tidak terkunci, dan dengan jelas dia melihat sisa-sisa pertempuran yang berlangsung semalaman.


Erina yang baru masuk melihat Bella masih tertidur pulas dan terlihat lelah. Namun, meskipun terlihat lelah, senyum tipis terlihat di wajah wanita itu yang menunjukkan kalau dirinya sangat puas.


Sedangkan saat mengarahkan pandangannya pada Reinar yang sudah menyibak selimut dan beranjak bangun, Erina seketika tergoda dengan beda panjang, besar, dan berurat yang pagi ini terlihat sudah bangun sempurna.


Tak dapat menahan godaan dari benda yang sudah beberapa kali menyatu dengan tubuhnya di bawah sana, Erina langsung menarik Reinar ke dalam kamar mandi, dan merubah dinginnya air menjadi kehangatan yang membuat tubuh Erina lemas tapi puas.


Hampir satu jam mereka melakukannya di kamar mandi, dan Reinar sangat mendominasi dengan kemenangan empat berbanding satu. Reinar mengeluarkan cukup banyak ke dalam milik Erina, sama persis seperti yang dilakukannya pada Bella semalam.


Tanpa mereka sadari, apa yang mereka lakukan sejak tadi menjadi tontonan gratis untuk Bella yang sebelumnya telah mengunci pintu. Bella sebenarnya tergoda untuk melakukannya lagi, tapi setelah delapan kali takluk di bawah keperkasaan Reinar, dia memutuskan pagi ini hanya sebagai penonton.


Bella masuk ke dalam kamar mandi setelah mereka melakukannya. Ketiganya sama sekali tidak canggung meskipun sama-sama tidak memakai apa-apa, dan pada akhirnya mereka mandi bersama sampai akhirnya Erina dan Bella sadar kalau mereka tidak membawa pakaian ganti. Pakaian Erina basah terkena air, sedangkan pakaian Bella basah terkena air yang keluar dari miliknya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2