Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 49. Melihat Bangunan Perusahaan


__ADS_3

Pada akhirnya Juan dan Yuna kembali menjadi bagian dari pasukan elite, tapi mereka hanya menerima pekerjaan yang diberikan oleh Indah.


Meskipun nantinya mereka diberi tugas langsung oleh pemimpin tertinggi pasukan elite, mereka tidak memiliki keinginan mengerjakannya, dan dengan tegas keduanya mengatakan hanya bersedia melakukan tugas yang diberikan Indah.


Setelah Juan dan Yuna resmi kembali menjadi anggota pasukan elite, Reinar meninggalkan para wanita menghabiskan waktu bersama, sedangkan dirinya membicarakan masalah perusahaan bersama Juan.


Reinar menceritakan pada Juan tentang program miliknya yang dapat menjadi solusi dari perusahaannya. Namun, jika Juan menginginkan program itu, dia harus bekerjasama dalam waktu jangka panjang dengan perusahaan Reinar.


Mendengarkan seluruh penjelasan Reinar tentang program yang dikembangkannya, Juan merasa program Reinar adalah solusi terbaik untuk perusahaannya, dan dia segera menyiapkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Reinar.


“Paman, aku masih punya satu permintaan sebelum kerjasama terjalin.” Juan hanya mengangguk. “Untuk sementara Paman harus merahasiakan keberadaan perusahaanku pada mereka.” Reinar menunjuk para wanitanya.


“Kamu tenang saja, rahasia ini aman di tangan Paman.” Juan melakukan gerakan tangan di depan bibir seolah dia mengunci mulutnya menggunakan gembok. Setelahnya keduanya terlibat obrolan santai, dan keduanya sepakat untuk bertemu sehari sebelum hari pernikahan untuk menandatangani kontrak kerja sama.


Waktu menunjukkan pukul sebelas siang saat Reinar dan yang lainnya meninggalkan rumah Dewana. Namun, Reinar tidak ikut pulang bersama yang lainnya, dan kali ini hanya Eliza yang ikut dengannya.


Tidak ada yang keberatan dengan Reinar yang hanya pergi bersama Eliza. “Ingat, jangan melakukan apapun pada Eliza! Dia masih terlalu kecil untuk melakukan itu.” Indah berbisik di dekat telinga Reinar sebelum membiarkan Reinar dan Eliza pergi.


Reinar hanya menganggukkan kepala, dan begitu saja masuk kedalam mobil yang didalamnya sudah menunggu Eliza dan seorang sopir. Begitu Reinar masuk, mobil segera melaju meninggalkan kediaman Dewana, tapi dia tidak tahu harus pergi kemana.


“Paman, antarkan kamu ke tempat ini!” Reinar menunjukkan alamat di layar HP nya pada supir yang segera putar arah karena arah yang ditujunya saat ini berlawanan dengan alamat yang ditunjukkan Reinar.


Mobil melaju cepat menuju alamat yang ditunjukkan Reinar. “Sebenarnya kita mau pergi kemana?” Eliza bertanya pada Reinar karena dia sangat penasaran dengan tempat yang menjadi tujuan Reinar.

__ADS_1


“Aku ingin menunjukkan padamu gedung yang telah aku sewa untuk perusahaan yang segera aku dirikan. Semalam aku sudah menyewa gedung itu, serta membeli barang-barang, dan menyewa beberapa orang untuk menata barang-barang di tempat itu. Kemungkinan, mereka hampir selesai melakukan penataan seperti yang aku inginkan.” Reinar menjawab pertanyaan Eliza tanpa ada yang ditutupinya.


“Mendirikan perusahaan baru? Aku penasaran perusahaan seperti apa yang didirikan manusi setengah Dewa sepertimu.” Melihat apa yang bisa dilakukan Reinar, Eliza menganggap prianya itu sebagai manusia setengah Dewa.


Reinar sendiri yang baru pertama kali mendapatkan panggilan seperti itu dari Eliza sama sekali tidak keberatan, dengan apa yang dimilikinya, panggilan itu sangat tepat untuknya.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mobil yang membawa Reinar dan Juan sampai di tujuan. “Paman, aku juga berharap Paman bisa merahasiakan semua ini dari mereka, biarkan semua ini menjadi kejutan setelah pernikahan.”


“Tuan Muda tenang saja, rahasia aman di tangan saya.” Mendengar balasan dari supir yang bekerja pada keluarga Bagaskara, Reinar hanya tersenyum dan setelahnya dia bersama Eliza bersama-sama keluar dari mobil.


Kedatangan Reinar dan Eliza disambut langsung oleh pemilik gedung, yang mengantar keduanya melihat-lihat keadaan gedung yang terlihat masih belum lama ini selesai di bangun. Harga sewa memang mahal, tapi sesuai dengan apa yang didapatkan.


Selesai berkeliling dan memastikan semua barang yang dia beli sudah tertata di tempatnya, Reinar membawa Eliza menuju ruangannya, sedangkan pemilik gedung telah pergi meninggalkan gedung yang beberapa tahun kedepan menjadi tempat beroperasinya perusahaan Reinar.


“Aku sudah merekrut beberapa karyawan terbaik, tapi kedepannya aku masih membutuhkan beberapa orang sebagai karyawanku. Untuk keamanan perusahaan, aku juga tidak sembarangan menerima orang tanpa pengalaman menjadi petugas keamanan. Membayar mahal orang-orang yang sudah berpengalaman jauh lebih baik dibandingkan menggaji murah orang-orang yang tidak memiliki pengalaman.”


Untuk keamanan perusahaannya Reinar berencana meminta bantuan Juan. Bagaimanapun juga Juan jauh lebih berpengalaman dalam dunia bisnis dibandingkan dirinya, dan seharusnya dia memiliki kenalan orang-orang yang dapat dipercaya dalam bidang pengamanan bangunan.


“Bagaimana kalau kamu juga merekrutku sebagai karyawan? Dari semua wanitamu hanya aku yang tidak memiliki penghasilan, dan aku juga tidak memiliki keluarga yang memberiku uang. Dengan bekerja setidaknya aku bisa menghasilkan uang untuk diriku sendiri.” Eliza berharap Reinar memberinya pekerjaan.


“Kalau kamu membutuhkan uang, aku bisa memberimu, tapi kalau kamu ingin bekerja, bagaimana kalau kamu bekerja sebagai asisten pribadiku, dan kedepannya kamu bisa menjadi wakilku?” Reinar bertanya pada Eliza.


Tak ingin membuang-buang kesempatan, Eliza langsung saja menganggukkan kepala. “Sebagai seorang suami kamu memang memiliki kewajiban memberi nafkah padaku, tapi aku tetap saja ingin menghasilkan uang diriku sendiri.”

__ADS_1


Reinar menganggukkan kepala. “Kalau begitu aku segera menyiapkan kontrak kerja untukmu, dan besok tugas pertamamu menemani aku bertemu dengan para karyawan baru!” Reinar langsung saja memberitahu Eliza tentang tugas pertamanya.


Eliza menyetujui tugas yang diberikan Reinar. “Berikan aku gaji sesuai besaran gaji karyawan di perusahaanmu, dan jangan membedakan perlakuan antara aku dengan karyawan lainnya. Di luar jam kerja nantinya aku memang istrimu, tapi di tempat kerja aku tetaplah karyawanmu.”


Eliza tidak ingin melihat adanya kecemburuan diantara karyawan dengan dirinya, oleh karena itu dia meminta Reinar memperlakukan dirinya sama seperti karyawan lain saat jam kerja, dan kembali menjadi sepasang suami istri begitu jam kerja berakhir.


Reinar sama sekali tidak keberatan dengan apa yang menjadi keinginan Eliza. Sejak awal dia memang ingin memberi perlakuan sama antara Eliza dan semua karyawannya. Namun untuk gaji, Reinar yang awalnya ingin memberi gaji lebih pada Eliza, akhirnya dia mengurungkan keinginannya.


“Sudah saatnya kita pulang. Terlalu lama pergi hanya membuat mereka yang dirumah curiga dengan apa saja yang kita lakukan di luar rumah. Aku tidak ingin mereka berpikiran kalau aku sudah melakukan itu denganmu.” Reinar berkata sambil bangkit dari tempat duduknya.


“Sebenarnya aku juga tidak menolak kalau kamu ingin melakukannya, tapi aku tidak ingin buru-buru hamil.”


Kerutan terlihat di kening Reinar mendengar perkataan Eliza yang menurutnya begitu berani.


Perkataan itu adalah kode keras kalau dirinya dapat melakukan pada gadis imut di depannya, tapi Reinar segera menggelengkan kepala saat mengingat usia Eliza. Sebenarnya tidak ada hukum yang dapat melarang dirinya melakukan itu pada Eliza, tapi dia tidak ingin menyiksa Eliza dengan ukuran miliknya.


“Aku pasti melakukan itu denganmu, tapi tidak sekarang atau dalam waktu dekat. Setidaknya aku ingin ini tumbuh sedikit lebih besar, tapi kalau kamu memang ingin melakukannya, aku sarankan untuk tidak menjerit saat nanti aku melakukannya.” Reinar berkata sambil melangkah mendekati Eliza, dan begitu dia berhadap-hadapan dengannya, sebuah kecupan singkat dia daratkan ke kening Eliza.


Wajah Eliza bersemu merah saat Reinar mencium keningnya, tapi dia dapat merasakan tubuhnya menghangat hanya dengan sebuah ciuman singkat di keningnya. ‘Apa aku terlalu cepat jika menginginkan dia melakukan itu dengannya?’ Tanyanya membatin.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2