
Di kantor perusahaan Reinar.
“Kenapa kemarin kamu pergi begitu saja setelah menyelamatkan ibuku? Apa kamu tidak ingin memberi kesempatan kami berterimakasih padamu?” tanya Cleo.
Sebelumnya Reinar mengira Cleo izin tidak masuk bekerja selama beberapa hari setelah peristiwa yang terjadi pada ibunya, tapi nyatanya pagi ini Cleo justru lebih dulu datang dibandingkan dirinya.
“Bukannya aku tidak ingin memberi kalian kesempatan berterimakasih, tapi aku sengaja pergi duluan untuk menghindari sorotan kamera para wartawan.” Reinar menjelaskan alasan utama pergi lebih dulu setelah melakukan penyelamatan.
Mendengar itu, Cleo merasa alasan Reiar sangat masuk akal. Sebagai pemilik perusahaan yang sedang berkembang, tidak baik baginya menunjukkan wajah di depan banyak wartawan.
“Kalau memang itu alasanmu, aku bisa menerimanya, tapi kamu tidak boleh menolak undangan makan malam sebagai ungkapan terimakasih keluargaku!” Tegas Cleo mengatakan semua itu.
“Kalau hanya aku yang diundang, tentu aku tidak bisa menghadiri undangan itu.” Reinar mencoba menolak undangan dengan alasan masuk akal.
“Aku sudah tahu kamu tidak mungkin datang seorang diri, jadi aku juga mengundang ibu dan kelima istrimu, ditambah satu pria yang tinggal satu atap denganmu,” jelas Cleo yang sudah mengundang secara resmi seluruh anggota keluarga Reinar.
“Baiklah, aku dengan senang hati datang memenuhi undangan keluargamu.” Mendengar perkataan Cleo, sulit bagi Reinar untuk menolak undangan itu.
“Satu lagi, Ayahku telah menyiagakan orang-orang pilihan untuk menjaga perusahaan ini karena ada kemungkinan, perusahaan ini yang selanjutnya menjadi incaran mereka,” ungkap Cleo.
“Sebenarnya ayahmu tidak perlu melakukan semua itu karena aku sudah mengantisipasi serangan mereka. Selain meningkatkan penjagaan, ada beberapa orang yang menjaga tempat ini dari balik bayang-bayang.” Selain keberadaan penjaga, Reinar juga menempatkan assassin bayangan di beberapa titik.
Bukan hanya di perusahaannya, tapi assassin bayangan juga dia tempatkan untuk menjaga rumah, dan mengawal ibunya serta Malvin yang hari ini bekerja di markas pasukan elit.
“Pantas saja tadi aku melihat banyak penjaga di sekitar perusahaan, ternyata kamu sudah bergerak lebih cepat dari perkiraanku.” Cleo memuji Reinar yang sangat cepat dalam mengambil sebuah keputusan.
"Apa yang kamu lihat adalah mereka yang terlihat. Sedangkan yang tak terlihat, jumlah mereka lebih banyak lagi.” Reinar menempatkan assassin bayangan lebih banyak di sekitar perusahaannya, dibandingkan jumlah penjaga biasa.
“Kalau seperti itu, sebaiknya aku menyuruh mereka mundur daripada terjadi kesalahpahaman dengan orang-orangmu!”
__ADS_1
Cleo segera menyuruh mundur orang-orang yang ditugaskan ayahnya membantu mengamankan perusahaan Reinar.
Sedangkan Reinar, dia hanya mengangguk, kemudian dia berkata. “Aku kira kamu mau mengambil libur setelah kejadian kemarin, tapi karena kamu sudah berada di tempat ini, kamu bisa kembali bekerja seperti biasa.”
“Apa yang terjadi kemarin sudah hal biasa bagi keluargaku setelah berurusan dengan mereka. Jadi, untuk apa juga aku mengambil hari libur untuk sesuatu yang sering terjadi?” Cleo berjalan menuju pintu keluar ruang kerja Reinar.
“Namun, tanpa bantuanmu, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada keluargaku,” kata Cleo kemudian dia keluar meninggalkan ruang kerja Reinar.
Reinar sendiri yang mendengar itu hanya tersenyum sesaat, kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Semua karyawan di perusahaan Reinar kembali bekerja seperti hari-hari biasanya, meski di tengah ancaman serangan kelompok Stars Of Darkness, yang sewaktu-waktu bisa saja datang menyerang perusahaan.
Sementara itu, pemimpin kelompok Stars Of Darkness di negara I, dia baru saja mendapatkan hasil penyelidikan anak buahnya tentang perusahaan tempat bekerja putri dari seseorang yang teramat sangat dirinya benci.
Hasil dari penyelidikan hanya menampilkan identitas pemilik perusahaan yang diketahui secara umum, sedangkan untik identitas lainnya yang lebih rinci, semua identitas sangat terlindungi, bahkan hacker terbaik kelompok Stars Of Darkness tidak bisa mengungkap identitasnya secara lengkap.
Vicky, pemimpin kelompok Stars Of Darkness di negara I mengerutkan kening, melihat banyaknya identitas rahasia yang dimiliki pemilik perusahaan tempat bekerja wanita yang menjadi incarannya.
“Tuan, orang-orang pusat yang aku mintain tolong mengungkap identitasnya, mereka memutuskan menyerah, dan menyarankan untuk tidak dulu bersinggungan dengan orang ini sebelum identitas lengkapnya terungkap,” Kata Nino, tangan kanan Vicky.
"Aku memang tidak ingin bersinggungan langsung dengannya untuk saat ini, tapi sepertinya kita telah lebih dulu menyinggungnya.”
Vicky menunjukkan gambar mobil terbakar, kemudian dia berkata, “Wanita itu kemarin di mobil ini bersama dengan seorang pria, dan diketahui mereka baru saja menemui seorang klien perusahaan. Aku mengira pria itu adalah pemilik perusahaan, dan sepertinya ada hubungan khusus diantara mereka.”
“Tuan, kalau benar pria itu adalah orang yang identitasnya sedang kita selidiki, kemungkinan cepat atau lambat dia pasti menuntut balas pada kita.”
Baru juga Nino selesai berkata, salah satu anggota kelompok Stars Of Darkness di negara I, yang bertugas memperkuat sistem keamanan kumpulan informasi penting kelompok Stars Of Darkness, dia melaporkan kalau seseorang telah berhasil meretas dan mengambil alih seluruh informasi penting yang berkaitan dengan kelompok Stars Of Darkness di negara I.
Vicky menggebrak mejanya marah mendengarkan kabar buruk yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
__ADS_1
Selama ini tidak ada yang berhasil mengusik sistem keamanan miliknya, tapi hari ini ada seseorang yang berhasil melakukan semua itu.
“Katakan padaku, siapa yang telah berani terang-terangan ingin menjadi musuhku?” Vicky berteriak pada orang yang berdiri tepat di sebelah Nino.
“Tuan, aku tidak tahu siapa yang melakukannya, tapi setelah dia mendapatkan apa yang diinginkannya, dia mengirimkan pesan singkat padaku.” Orang itu menunjukkan layar HP miliknya yang berisi pesan pada Vicky.
“Ini hanya sekedar peringatan awal karena kamu dan kelompok Stars Of Darkness sudah berani mengusik kehidupanku. Ini belum berakhir, dan tunggu kejutan selanjutnya dariku...”
Bunyi pesan pertama yang dikirimkan pada salah satu anggota kepercayaan Vicky. Menggeser layar HP, Vicky mulai membaca pesan kedua dari orang yang sama.
“Vicky, aku tahu itu nama pemimpin kalian, bahkan aku tahu tentang putri kecilnya dan kedua istrinya. Kemarin mobilku meledak, entah apa hari ini yang akan aku ledakkan untuk membalas peristiwa kemarin...”
Selesai membaca ancaman dalam wujud pesan, Vicky melempar HP ditangannya pada Nino. “Di bahkan mengetahui identitasku, dan hari ini dia ingin meledakkan sesuatu yang berhubungan denganku, untuk membalas apa yang kemarin terjadi pada mobilnya.”
Nino membaca dua pesan yang sebelumnya dibaca Vicky. Selesai membaca pesan, jelas dirinya mengetahui siapa sosok yang telah mengirimkan sebuah pesan ancaman.
“Tuan, apa perlu kita menambah jumlah anggota untuk memberi keamanan lebih pada Nyonya dan Nona Muda?” Nino bertanya pada Vicky yang saat ini sedang menundukkan kepala.
“Kirim seratus anggota untuk menjaga istri dan anakku! Mereka harus melakukan segalanya untuk melindungi istri dan anakku. Kalau terjadi apa-apa pada mereka, yakinlah nyawa mereka tidak cukup untuk membayarnya!” Tegas Vicky memberi jawaban.
Nino seger mengeluarkan HP miliknya dari saku, dan dia menghubungi seseorang. “Kirim seratus anggota khusus untuk melindungi Nyonya dan Nona Muda! Jangan membuat kesalahan sekecil apapun jika masih menyanyangi nyawa kalian!”
Kembali memasukkan HP nya ke saku celana setelah selesai menghubungi seseorang, Nino berkata pada Vicky, “Tuan, apa tidak sebaiknya kita mengirim orang untuk diam-diam melenyapkannya, sebelum dia berbuat macam-macam pada kita?”
“Kirim anggota elite untuk mengamati perusahaannya! Cari celah di perusahaan itu yang bisa kita manfaatkan untuk menyingkirkannya! Persetan dengan orang-orang pusat yang tidak tahu situasi di tempat ini. Aku pasti membunuh orang itu, tak peduli dengan identitasnya!”
Vicky bertekad menghabisi Reinar, dan menentang perintah pusat untuk tidak dulu bersinggungan dengannya.
“Dengan wanita itu memiliki hubungan khusus dengannya, sulit bagiku untuk tidak bersinggungan secara langsung dengannya,” ungkap Vicky yang berkeyakinan adanya hubungan antara Reinar dan wanita yang ingin dilenyapkan keberadaannya.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.