
Pagi hari di sebuah jalan raya yang hanya berjarak satu kilometer dari rumah keluarga Mahesa, tiga orang pria ditemukan tewas di dalam mobil, dan salah satunya adalah Tuan Muda keluarga Mahesa.
Tomi dan kedua sahabatnya ditemukan mati di dalam mobil, dan dugaan sementara mereka mati karena keracunan gas. Namun untuk lebih jelasnya apa penyebab kematian mereka, seluruh mayat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.
Saat kabar kematian Tomi belum sampai ke telinga keluarganya, kabar buruk tentang keluarga Mahesa mulai tersebar di media masa, baik televisi maupun media lainnya.
Berita tentang perselingkuhan ayah Tomi dengan putri pertamanya dan perselingkuhan ibu Tomi dengan salah satu Menteri, kedua kabar sedang panas beredar di media masa.
Kedua berita bukan hanya berita gosip, tapi setiap berita memiliki bukti, bahkan terdapat bukti rekaman video yang memperlihatkan hubungan terlarang yang mereka lakukan. Dengan bukti yang jelas, tak ada yang bisa dilakukan keluarga Mahesa untuk membantah kebenaran dari berita yang sudah dilihat separuh penduduk negeri.
Belum reda berita yang telah mencoreng nama baik keluarga Mahesa, berita lainnya yang berhubungan dengan keluarga Mahesa beredar di media masa. Kali ini media masa memberitakan kasus penggelapan uang dan penyuapan yang dilakukan keluarga Mahesa demi memperlancar usaha mereka.
Kembali berita yang beredar bukannya berita sampah yang tidak menyertakan bukti. Bukti-bukti sangat jelas, dan pihak kepolisian segera menyiapkan anggota untuk meringkuk beberapa anggota keluarga Mahesa yang terlibat dalam kasus penggelapan uang dan penyuapan.
Dua berita buruk telah menghancurkan keluarga Mahesa kurang dari setengah hari, dan berita buruk keluarga Mahesa diakhiri dengan berita duka yang mengabarkan kematian satu-satunya penerus keluarga Mahesa.
Tomi dan kedua temannya mati di dalam mobil, dan setelah dilakukan beberapa kali pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian mereka, pihak kepolisian menyimpulkan kematian mereka karena keracunan gas beracun yang muncul saat mesin mobil mati dan mereka semua tertidur didalam mobil.
Sementara itu, di dalam kamarnya, Margaret yang sejak pagi ini melihat berita yang mengangkat berita panas tentang keluarga Mahesa, dia hanya bisa menggelengkan kepala, melihat kehancuran keluarga Mahesa yang terjadi kurang dari setengah hari.
“Dia benar-benar melakukannya, dan semua ini terlalu mengerikan! Keluarga sebesar keluarga Mahesa dapat dihancurkan olehnya kurang dari setengah hari,” kata Margaret kagum dengan kemampuan Reinar, tapi di sisi lain dia juga takut jika harus bersinggungan dengan orang seperti itu.
Memikirkan semua itu, Margaret merasa sangat beruntung karena telah memilih bekerja untuknya, dan tak lagi melanjutkan kerjasamanya dengan kelompok Stars Of Darkness yang menjadi musuh Reinar.
“Beruntung juga aku dia tidak marah karena tanpa persetujuannya lebih dulu, aku telah memperkenalkannya sebagai kekasih di hadapan banyak orang, dan karena ulahku juga dia harus berurusan dengan keluarga Mahesa,” gumam lirih Margaret mengingat kejadian semalam.
Tak lagi fokus pada berita yang masih membahas kabar terbaru tentang keluarga Mahesa, pagi ini Margaret berencana pergi ke markas kelompok Stars Of Darkness untuk mengakhiri kerjasama dengan mereka.
Tentu dia tidak datang seorang diri. Ayahnya dan beberapa orang kepercayaan ayahnya bakal menemaninya, dan ayah Margaret sangat senang karena pada akhirnya, putrinya tak lagi memiliki hubungan dengan kelompok Stars Of Darkness.
__ADS_1
Sedangkan di rumah keluarga Reinar, siang ini seperti biasanya saat hari libur, Reinar dan seluruh anggota keluarganya sedang menikmati makan siang bersama.
“Keluarga Mahesa sepertinya telah salah menyinggung orang, yang membuat mereka hancur hanya dalam beberapa jam, setelah kemarin mengumumkan pada media masa tentang keuntungan perusahaan mereka, yang melonjak dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Malvin membahas berita yang sedang panas-panasnya.
“Apa kamu tahu siapa sekiranya orang yang telah disinggung oleh keluarga Mahesa?” tanya Reinar pada Malvin sambil menikmati makanannya.
“Seharusnya aku tahu siapa orang yang disinggung keluarga Mahesa, tapi aku belum tahu apa yang telah dilakukan keluarga Mahesa sampai membuat orang itu tersinggung,” kata Malvin menjawab pertanyaan Reinar, sambil menunjukkan senyuman penuh arti di wajahnya, dan semua orang yang melihatnya tahu arti dari senyuman itu.
“Kemungkinan salah satu anggota keluarga itu telah menyinggung seseorang dengan membawa nama keluarga, dan apa yang dilakukannya membuat seseorang itu sangat marah,” kata Reinar tenang, dan masih saja dia melanjutkan makan.
“Kalau sudah bawa-bawa keluarga, memang pantas mereka mendapat kehancuran seperti saat ini, dan sepertinya semua berawal dari Tuan Muda keluarga Mahesa yang pagi ini ditemukan mati bersama kedua temannya,” kata Bella yang juga sudah melihat berita panas tentang keluarga Mahesa.
Semua istri Reinar, Malvin dan Indah, mereka jelas bisa menebak siapa yang begitu mudahnya berhasi menghancurkan keluarga Mahesa, dan semua itu sepertinya berhubungan dengan pertemuan Reinar dan Margaret.
Selesai makan siang bersama, Reinar, kelima istrinya dan juga Indah, mereka pergi ke taman di bagian belakang rumah, sedangkan Malvin, pria itu memilih bermain game di ruang keluarga bersama salah satu penjaga rumah.
“Semalam tidak terjadi apa-apa. Setelah selesai menandatangani kontrak kerja dengannya dan sedikit masalah dengan orang yang identitasnya sudah kalian ketahui, aku langsung pulang,” jawab Reinar.
“Sedikit masalah? Apa dengan sedikit masalah kamu langsung saja menghancurkan keluarganya?” Kali ini giliran Eliza yang memberi pertanyaan pada Reinar.
“Awalnya memang hanya sedikit permasalahan, tapi karena dia mengancam ingin memusnahkan aku dan seluruh anggota keluargaku, tidak mungkin bagiku melepaskan mereka yang dengan beraninya memiliki niatan buruk pasa keluargaku,” ungkap Reinar.
“Apa kamu tidak ingin cerita pada kami tentang sedikit kesalahan yang terjadi antara kamu dia dia, sebelum dia mengancam ingin memusnahkan kamu dan kami semua?” Wina yang diam, dia menjadi wanita selanjutnya yang bertanya pada Reinar.
Sejenak terdiam karena sedang menyusun kata, tak lama Reinar mulai berkata, “Aku bisa mengatakan kalau awalnya dia cemburu karena aku berada di tempat khusus bersama dengan Margaret, yang dianggapnya sebagai tunangan olehnya, padahal tak ada hubungan apapun diantara mereka...”
“Mendatangi tempat kami sambil marah-marah dan terus berkata kalau dirinya adalah tunangan Margaret, tentu Margaret marah dengan ulahnya, kemudian dia membawaku menemui orang itu, dan mengakuiku sebagai kekasihnya di hadapannya...”
“Dari situ dia semakin marah dan mulai mengeluarkan kata-kata hinaan, dan keluarlah kata-kata ancaman yang da tujukan bukan hanya padaku tapi juga pada kalian semua,” kata Reinar mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
Kelima istrinya dan juga Indah kini tahu apa yang menyebabkan Reinar memiliki masalah dengan Tuan Muda keluarga Mahesa, yang pada akhirnya menjadi penyebab utama hancurnya keluarga Mahesa kurang dari setengah hari.
Mengerti semua itu, tiba-tiba saja Erina bertanya pada Reinar, dan pertanyaannya tak berhubungan dengan apa yang terjadi pada keluarga Mahesa, “Apa sekarang kamu dan Margaret itu benar-benar telah menjadi sepasang kekasih?” tanyanya.
“Aku dan dia menjadi sepasang kekasih? Ayolah, itu hanya akal-akalan dia yang ingin menyingkirkan orang itu,” jawab Reinar.
“Sayang kalau itu cuma akal-akalan dia, padahal kalau itu beneran, kami juga tidak memiliki keinginan melarang adanya hubungan diantara kamu dan dia,” balas Erina sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Sudahlah jangan membahas itu untuk saat ini karena saat ini aku hanya ingin menikmati waktu bersantai bersama dengan kalian semua,” kata Reinar sambil merebahkan kepalanya di atas paha ibunya.
Saat Reinar menikmati waktu bersantai bersama keluarganya, dan Margaret yang sedang mengakhiri kerjasama dengan kelompok Stars Of Darkness. Di rumah keluarga Mahesa sedang dilanda kekacauan.
Banyak dari anggota keluarga Mahesa diamankan pihak kepolisian. Harta-harta berharga keluarga Mahesa satu demi satu mulai disita. Nyonya keluarga Mahesa yang harus malu karena terbongkarnya skandal perselingkuhannya.
Sekarang seorang diri wanita itu harus mengurusi keluarga Mahesa karena putra satu-satunya yang dimiliki olehnya telah mati, bahkan prosesi pemakamannya belum dilakukan.
“Kenapa ini semua bisa terjadi di waktu yang bersamaan?” teriak Nyonya Besar keluarga Mahesa di depan mayat putranya.
Kemarin semua masih baik-baik saja, bahkan dirinya masih menikmati hangatnya pelukan seorang Menteri. Namun, pagi ini begitu dia membuka mata, semua telah hancur berantakan.
Skandal perselingkuhannya terbongkar, bersama dengan hubungan terlarang antara suami dan putri pertamanya. Disusul kasus hukum yang menjerat anggota keluarga Mahesa, dan ditutup kabar kematian putranya.
Kini dirinya hanya seorang diri di dalam rumah megah keluarga Mahesa, karena satu-satunya orang yang menemaninya hanyalah mayat putranya, yang seharusnya langsung dikubur begitu diantarkan pihak rumah sakit.
“Pasti ada pengkhianatan di keluarga ini! Ya, pasti ada pengkhianat, dan siapapun itu aku bakal menemukannya lalu aku hancurkan hidupnya... Hahahaha...” Nyonya Besar keluarga Mahesa tiba-tiba tertawa keras, setelah menggumamkan tentang keberadaan pengkhianat di keluarganya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1