
Di Cafe Black Stars.
Banyak orang yang mendengar perkataan Tomi, dan mereka mengakui kalau nama besar keluarga Tomi, bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan oleh siapapun.
Akan tetapi, mereka juga mengakui kalau nama besar keluarga Tomi belum sebesar nama besar keluarga Margaret, dan bukan sesuatu yang baik bagi Tomi jika dia menyinggung Margaret melalui kekasihnya. Namun, mereka masih belum yakin jika pria di hadapan Tomi benar-benar kekasih Margaret.
Pria di hadapan Tomi terlihat biasa saja dari cara berpakaiannya, tapi saat dilihat dari postur tubuh dan wajah, apa yang dimiliki Tomi tentu kalah jauh dari pria itu. Untuk mereka para wanita yang memandang pria dari fisik dan penampilan, tentu mereka lebih memilih pria di hadapan Tomi, dibandingkan pria manapun yang ada di Cafe.
“Aku tidak memiliki niatan membawa keluargaku pergi jauh dari tempat ini. Jadi, apapun yang kamu lakukan, keluargaku bakalan tetap berada di negara ini. Sebenarnya keluargaku bukannya tidak memiliki nama, tapi kamu saja yang belum mengetahuinya,” kata Reinar sambil menunjukkan senyuman tipis di wajahnya.
Orang-orang yang mendengar perkataan Reinar, mereka mencoba menerka-nerka dari mana asal pria itu. Sedangkan Tomi dan kedua temannya, mereka masih saja menunjukkan senyuman meremehkan Reinar, dan tidak mencoba mencari tahu identitas asli dari pria di hadapan mereka.
“Tomi dan kalian berdua, cukup sampai di sini kalian membuat keributan di tempatku! Jika masih menyanyangi nyawa kalian, sebaiknya segera pergi dari tempat ini, dan mulai hari ini kalian bertiga dilarang memasuki Cafe Black Star!” kata Margaret tegas, membuat Tomi segera mengarahkan pandangan padanya.
Para penjaga Cafe datang dari berbagai arah, berkumpul di sekitaran Tomi dan kedua temannya, dan begitu ada perintah dari Margaret mereka siap menyeret ketiganya keluar Cafe.
“Sayang, apa kamu bermaksud mengusir calon suamimu? Ayolah, bukannya seharusnya dia yang kamu usir, kenapa kamu justru mengusirku?” tanya Tomi pada Margaret sambil menggunakan tangan kanannya menunjuk-nunjuk tepat di depan wajah Reinar.
“Tomi, sekali lagi aku perjelas, aku bukan calon istrimu, dan aku bisa memastikan keluargaku tidak menerima lamaran keluargamu. Jadi, jelas diantara kita tidak ada hubungan apapun, dan aku hanya menjalin hubungan dengannya,” kata Margaret dan dihadapan banyak orang, tak ragu dia mendaratkan sebuah ciuman ke pipi Reinar.
“Dia adalah kekasihku, dan dia satu-satunya kekasihku. Tak mungkin ada yang dapat menggantikannya, termasuk pria manja seperti dirimu,” kata Margaret sambil menarik tangan Reinar yang mencengkram tangan Tomi, lalu dia segera memeluk lengan Reinar.
Reinar tersenyum mendapat perlakuan selayaknya seorang kekasih dari Margaret. Sedangkan Tomi, wajah pria itu sudah menggelap karena marah melihat apa yang dilakukan Margaret tepat di depan wajahnya.
Tomi yang tangannya telah terbebas, dia mencoba menyerang Reinar dengan segenap kekuatannya, tapi belum juga serangannya mengenai Reinar, sebuah tendangan menghantam tubuhnya, membuatnya terpental mundur, menghantam meja yang penuh dengan minuman.
__ADS_1
Kedua teman Tomi yang melihat kejadian buruk menimpa teman mereka, segera saja mereka menghampiri Tomi yang sedang meringkuk menahan rasa sakit. Tomi memang tidak mengalami luka parah, tapi setidaknya ada beberapa tulang rusuknya yang retak akibat tendangan, yang dilakukan oleh Reinar.
Bangkit dengan dibantu kedua tangannya, sambil menahan rasa sakit, Tomi berkata pada Reinar, “Malam ini kau berhasil membuatku terluka, tapi tunggu hari esok, dan aku pasti membalas rasa sakit ini bukan hanya padamu tapi pada seluruh keluargamu!”
“Itu juga kalau ada hari esok untukmu. Bagaimana kalau malam ini hidupmu berakhir dan tak lagi bertemu hari esok? Bukannya kamu tidak bisa melakukan apapun padaku dan pada keluargaku?” ungkap Reinar sambil menjentikkan jarinya.
Assassin bayangan yang keberadaannya sangat ditakuti oleh siapapun yang melihat keberadaan mereka, tiba-tiba saja sepuluh sosok assassin bayangan muncul, setelah terdengar suara jentikan jari Reinar.
Mengabaikan keberadaan orang-orang yang melihat kedatangan mereka, sepuluh orang anggota assassin bayangan segera menghampiri Reinar, dan mereka berlutut di hadapannya.
“Pemimpin, kami datang dan siap menerima tugas apapu yang pemimpin berikan pada kami!” kata salah satu assassin bayangan dengan begitu tenang, tapi terlihat banyak orang tidak tenang setelah mendengar perkataannya, termasuk Tomi dan kedua temannya.
Ketiganya mulai was-was dengan identitas Reinar, dan mereka bertanya-tanya dalam hati kenapa anggota assassin bayangan berlutut dan memanggi pria itu sebagai pemimpin?
Meski banyak kasus pembunuhan yang kemungkinan dilakukan oleh anggota assassin bayangan, tapi tanpa adanya bukti yang membuktikan mereka sebagai pelaku pembunuhan, pihak kepolisian tidak bisa menangkap anggota assassin bayangan.
“Kawal ketiga orang itu keluar dari tempat ini dan sisanya terserah kalian ingin melakukan apa pada mereka!” Reinar berbisik pada anggota assassin bayangan yang tepat berada di hadapannya, dan hanya Margaret yang mendengar bisikan itu selain sosok yang dibisikin langsung oleh Reinar.
Sepulun anggota assassin bayangan yang telah mendapatkan perintah, sosok mereka kembali menghilang, dan membuat banyak orang bertanya-tanya tentang tugas apa yang diberikan Reinar pada para assassin bayangan.
Sementara itu, Tomi dan kedua temannya yang tak lagi melihat keberadaan para assassin bayangan, mereka segera pergi meninggalkan Cafe Black Stars, dan tujuan mereka adalah pergi ke tempat parkiran mobil.
Sedangkan di dalam Cafe, Margaret meminta semua orang melanjutkan apa yang sebelumnya mereka lakukan, dan untuk bekas kekacauan para pelayan segera melakukan pembersihan.
Melihat keadaan Cafe sudah kembali normal, Margaret membawa Reinar kembali ke tempat duduk mereka, dan menikmati minuman dan cemilan yang tadi belum sempat mereka nikmati.
__ADS_1
Margaret yang tidak bisa menahan rasa penasarannya tentang hubungan Reinar dengan para anggota assassin bayangan, pada akhirnya dia memutuskan bertanya, “Sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dan para assassin bayangan, sampai mereka memanggilmu pemimpin?”
Mendengar itu, Reinar dengan santainya menjawab, “Aku adalah pemimpin tertinggi dari asosiasi Black Dragon, jadi wajar jika para assassin bayangan memanggilku pemimpin.” Reinar mengatakan semua itu penuh ketenangan, sedangkan Margaret yang mendengarnya, dia sangat terkejut.
Setelah beberapa waktu tenggelam dalam keterkejutan, Margaret mulai tenang, dan kembali dia membuka suara, “Aku tidak menyangka kamu pemimpin tertinggi asosiasi yang paling ditakutin di negeri ini. Nasib buruk sepertinya segera menghampiri Tomi dan keluarganya karena dengan begitu berani mereka mengancam keluargamu.”
“Sebenarnya aku tidak ingin berurusan dengannya kalau dia hanya menyinggungku, tapi karena dia mengancam keluargaku, tentu aku tidak begitu saja melepaskannya, dan aku cukup membuktikan ancaman yang aku berikan padanya,” kata Reinar tenang sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
Margaret yang melihat senyuman Reinar dari jarak yang begitu dekat, sulit baginya untuk menolak pesona yang dimiliki oleh Reinar. Namun, dia segera dadar jika pria itu telah memiliki lima istri, dan mustahil baginya untuk menjadi bagian dari mereka.
“Malam ini sepertinya cukup sampai di sini, dan sampai jumpa dia hari lagi saat kamu mulai bekerja untukku.” Reinar kembali tersenyum sebelum pergi meninggalkan Margaret, yang tentunya wanita itu tidak menghalang-halangi kepergian Reinar.
Setelah kepergian Reinar, tak lagi terlihat wajah lembut dan penuh senyuman yang sebelumnya ditunjukkan Margaret pada Reinar. Kembali dia menjadi wanita dingin, yang acuh dengan keberadaan orang-orang di sekitarnya. Melihat itu, mereka sebelumnya yang melihat kebersamaan Margaret dan Reinar, sekarang mereka tahu kalau Margaret hanya bersikap lembut dan memberi banyak senyuman pada Reinar.
“Sepertinya pria barusan memang kekasih Nona Muda, dan hanya pada pria itu yang mampu membuat Nona Muda menunjukkan sisi lain dirinya, yang selama ini belum pernah kita lihat,” kata pemimpin keamanan Cafe pada rekannya.
“Mengenai pria itu adalah kekasih Nona Muda, aku sudah meyakini itu saat Nona Muda melakukan pertemuan dengan pria itu di ruang pribadinya, tapi sampai sekarang aku masih penasaran dengan identitas pria itu, dan kenapa para assassin bayangan memanggilnya pemimpin?” tanya rekan pemimpin keamanan Cafe.
“Ini kali pertama aku melihat wajah pria itu secara langsung, tapi entah kenapa aku seperti pernah melihat wajahnya, dan itu belum lama ini aku melihatnya. Coba saja lampu Cafe sedikit lebih terang dan aku jelas melihat wajahnya, mungkin saja aku langsung bisa mengenalinya,” ungkap pemimpin keamanan Cafe.
“Aku sendiri juga merasa pernah melihat wajah pria itu belum lama ini, tapi jujur aku juga lupa dimana melihatnya,” balas rekannya, kemudian mereka kembali ke pekerjaan masing-masing.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1