Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 52. Kehebatan Sistem Kebal Hukum


__ADS_3

Juan telah pergi meninggalkan perusahaan Reinar, dan saat ini semua orang di perusahaan sedang disibukkan dengan pekerjaa mereka masing-masing termasuk Reinar.


Pagi berganti dan sekarang tiba waktu makan siang. Semua orang beristirahat, dan sejenak menunda pekerjaan. Dikarenakan belum ada kantin di perusahaan, semua karyawan terpaksa memesan makanan secara online. Semua memesan makanan tiga puluh menit sebelum jam istirahat, dan saat tiba jam istirahat seluruh pesanan makanan mereka telah datang.


“Hari ini pekerjaan memang tidak terlalu berat, tapi hari-hari ke depan pekerjaan kalian pasti jauh lebih berat dibandingkan hari ini. Untuk meringankan pekerjaan, aku mengizinkan masing-masing dari kalian memiliki dua asisten pribadi, dan kalian bisa merekomendasikan padaku siapa-siapa saja yang ingin kalian jadikan sebagai asisten pribadi.”


Semua mendengar apa yang dikatakan Reinar. Mereka senang karena diizinkan memiliki asisten, yang tentunya dapat meringankan pekerjaan mereka, tapi mereka harus mencari sosok yang tepat untuk dijadikan asisten.


“Hari ini aku tidak bisa menemani kalian sampai jam kerja berakhir karena ada banyak hal yang harus aku urus di luar jam kerja.”


Sore ini Reinar harus mengambil pakaian pengantinnya, dan tentu dia harus pergi bersama Eliza serta empat wanita lainnya.


“Cleo, besok kamu ikut denganku bertemu dengan Tuan Juan di kantornya untuk melakukan apa yang menjadi pekerjaan kita. Untuk yang lainnya, lakukan apa yang menjadi pekerjaan kalian!” Selesai berkata dan melihat Cleo menganggukkan kepala, Reinar pergi meninggalkan perusahaan, dan tentu Eliza ikut dengannya.


“Cleo, sepertinya hubunganmu cukup baik dengan bos, dan aku merasa kamu sudah mengenalnya sebelum resmi menjadi karyawan di perusahaan ini.” Asha berkata pada Cleo yang duduk di sebelahnya sambil menikmati makan siangnya.


“Aku tidak mengenalnya sebelum dihubungi waktu dia mencari karyawan baru, tapi aku cukup kenal baik dengan salah satu wanitanya.” Cleo tentu mengenal Erina yang dalam pasukan super elite merupakan saingan terberatnya.


Mendengar Cleo mengatakan mengenali salah satu wanita Reinar, semua yang mendengar itu menyimpulkan kalau bos mereka memiliki lebih dari satu wanita.


“Sangat wajar pria tampan kaya raya memiliki banyak wanita. Aku sendiri tidak akan menolak kalau bos ingin menjadikanku sebagai wanitanya yang kesekian.” Fany cukup cantik untuk ukuran wanita, tapi dia masih kalah jika dibandingkan dengan para wanita Reinar.


Semua orang menggelengkan kepala mendengar perkataan Fany. Sementara itu, Fany hanya terkekeh setelah melihat semua orang menggelengkan kepala. “Takdir seseorang tidak ada yang mengetahuinya. Jika kelak di masa depan aku benar-benar menjadi salah satu wanita milik bos, aku harap kalian semua tidak ada yang iri!”

__ADS_1


Tak ada yang menganggap serius perkataan Fany. Semua orang tetap saja sibuk dengan makanan mereka, dan begitu selesai makan mereka kembali bekerja. Reinar sebagai bos bebas menentukan jam kerjanya, tapi mereka harus bekerja sesuai kontrak. Namun, mereka cukup senang dengan jam kerja yang ditetapkan Reinar karena mereka dapat pulang lebih dulu dibandingkan karyawan yang bekerja di tempat lain.


Sementara itu, Reinar yang mengendarai mobilnya pulang bersama Eliza, perjalanan pulangnya terganggu setelah sebuah motor tiba-tiba saja terjatuh di depan mobilnya.


Pengendara motor dan penumpangnya tidak mengalami luka serius dan sudah dapat kembali bangkit, tapi kejadian aneh terjadi saat pengendara motor tiba-tiba saja menggedor mobil Reinar.


“Keluar, jangan kabur! Berani berbuat harus berani tanggungjawab!” Suara teriakan pengendara motor jelas terdengar oleh Reinar dan Eliza yang ada di dalam mobil, keduanya sama-sama mengerutkan kening mendengar teriakan pengendara motor.


Reinar tanpa rasa takut maupun khwatir keluar dari mobil karena dia tahu ada percobaan penipuan yang sedang dilakukan pengendara motor.


“Katakan, aku harus tanggung jawab apa?” Baru juga Reinar berkata pada pengendara motor di hadapannya, tiba-tiba datang empat orang yang seolah-olah melihat kejadian dari awal sampai saat ini.


“Kami melihat semua kejadian saat mobil mas melaju ugal-ugalan, dan hampir menyerempet motor bapak ini. Mobil mas nya memang tidak jadi menyerempet, tapi gara-gara menghindar bapak ini dan putranya jatuh.” Salah satu orang yang baru datang mengatakan sesuatu yang jelas omong kosong karena Reinar sendiri mengemudi cukup pelan, sebab dia sedang ingin menikmati perjalanan.


“Mas tidak perlu banyak bicara, atau kami perlu memanggil polisi untuk datang ke tempat ini? Daripada berurusan dengan polisi dan mas tentu tetap menjadi pihak yang salah, sebaiknya mas memberi kompensasi pada bapak ini!”


“Oh iya, kalian tidak perlu repot-repot memanggil polisi karena polisi yang ingin kalian panggil sudah ada di hadapan kalian.” Reinar menunjukkan identitasnya sebagai anggota polisi, yang seketika membuat ciut nyali orang-orang yang mengelilinginya.


“Kebetulan juga ada beberapa kamera CCTV yang mengarah ke tempat ini, jadi sekalian kita bisa membuktikan siapa yang salah, dan siapa yang benar.” Reinar menunjuk tiga kamera CCTV yang mengarah ke tempatnya.


“Akan tetapi, kalau kalian ingin memperpanjang masalah ini, dengan senang hati aku mengikuti permainan kalian.” Senyum terlihat di wajah Reinar saat mengatakan itu, tapi matanya fokus melihat dua orang yang bersamaan menarik keluar senjata api dari balik punggung mereka.


Belum juga keduanya berhasil menarik keluar senjata api dari balik punggung, tiba-tiba saja pandangan mereka menjadi gelap karena Reinar lebih dulu mendaratkan pukulan ke bagian belakang leher mereka.

__ADS_1


“Kalian ini, gagal menipu sekarang ingin merampok. Ruangan penjara yang dingin memang tepat untuk orang-orang seperti kalian!” Hanya dalam hitungan detik, empat orang lainnya berhasil dibuat pingsan oleh Reinar.


Selesai membuat pingsan orang-orang yang memiliki niatan buruk padanya, Reinar menyuruh Eliza menghubungi pihak kepolisian, sedangkan dirinya mengamankan senjata yang dimiliki oleh mereka. Empat senjata api, dan dua pisau lipat berhasil diamankan dari enam orang yang terkapar di pinggir jalan.


Tak sampai sepuluh menit polisi datang dan mengamankan mereka. Senjata yang sebelumnya diamankan oleh Reinar, semua diberikan pada pihak kepolisian sebagai barang bukti. Untuk barang bukti tambahan, Reinar meminta pihak kepolisian memeriksa kamera CCTV.


Selesai urusan dengan pihak kepolisian, Reinar kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan. Jarak menuju rumah masih lumayan jauh, dan Reinar kembali tidak terburu-buru memacu kecepatan mobilnya.


"Aku tidak menyangka banyak identitas yang kamu miliki. Selain anggota pasukan elite, ternyata kamu juga anggota kepolisian khusus.” Eliza melihat identitas kepolisian yang tadi sempat ditunjukkan Reinar pada para penjahat yang ingin melakukan penipuan, sekaligus perampokan.


“Sebenarnya aku bukan anggota kepolisian, dan kartu Identitas yang aku tunjukkan itu palsu.” Reinar tidak tahu saja kalau identitasnya asli, dan namanya sudah tercantum dalam anggota kepolisian.


Eliza yang tidak percaya identitas itu palsu, dia meminta Reinar memperlihatkan kartu identitas kepolisiannya tadi pada dirinya. Melihat sendiri kartu Identitas kepolisian milik Reinar, sangat jelas itu identitas asli, dan bohong jika itu palsu.


“Jelas-jelas ini asli, bagaimana bisa kamu mengatakan identitaa ini sebagai kebohongan?” Menggunakan ID di identitas kepolisian milik Reinar, bukan hal sulit bagi Eliza membuktikan kebenaran identitas Reinar sebagai anggota kepolisian.


[Ding... Tuan, identitas kepolisian yang Tuan miliki bukanlah identitas palsu. Sistem telah mengatur Tuan sebagai anggota kepolisian karena ke depannya identitas anggota kepolisian sangatlah berguna untuk Tuan]


Mendengar itu Reinar hanya bisa menghela napas, kemudian dia berkata pada Eliza, “Sebisa mungkin rahasiakan ini dari yang lainnya!”


Mendengarnya, Eliza buru-buru menganggukkan kepala. “Rahasia aman asalkan kamu berjanji padaku, setelah malam pengantin kamu harus melakukan itu denganku!”


Reinar tahu apa yang dimaksudkan Eliza. Meski berat dan bakalan diomeli yang lainnya, pada akhirnya Reinar berjanji melakukan itu dengannya di malam setelah pernikahan. Semua itu dilakukan supaya Eliza menjaga rahasia kalau dirinya merupakan anggota kepolisian.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2