Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 53. Rencana Bulan Madu


__ADS_3

“Kalian sebenarnya dari mana?” Wina bertanya pada Reinar dan Eliza begitu keduanya sampai di rumah.


“Kami baru saja menandatangani kontrak kerja dengan Paman Juan, dan sejak kemarin Eliza bekerja sebagai asisten pribadiku karena dia ingin memiliki penghasilan sendiri.” Perusahaannya sudah beroperasi, oleh karena itu dirinya tidak segan membahas perusahaannya di hadapan Wina dan yang lain.


“Kalau memang seperti itu, kenapa kalian tidak mengatakan pada kami sejak awal? Kenapa juga harus pergi secara sembunyi-sembunyi?” Kali ini Bella yang bertanya.


“Kami tidak pergi secara sembunyi-sembunyi. Kemarin kita pergi setelah mendapatkan izin, sedangkan hari ini kami pergi saat kalian semua masih tertidur.” Tidak ada yang salah dari jawaban Reinar karena seperti itulah kenyataannya.


Bella dan tiga wanita lainnya menghela napas pelan setelah mendengar jawaban Lin Feng. “Bagaimana jika kami ikut bekerja di perusahaanmu?” Tiba-tiba saja Sarah memiliki pemikiran ikut bekerja di tempat Reinar.


“Aku bisa saja memberi pekerjaan pada kalian, tapi aku masih belum tahu posisi yang tepat untuk kalian karena posisi yang ada semuanya sudah terisi.” Reinar berkata pada keempat wanitanya.


“Bagaimana dengan posisi bagian keuangan? Aku yakin posisi itu masih kosong.” Erina menatap lekat kedua mata Reinar setelah mengatakan itu.


Berpikir sejenak, Reinar memang masih belum memiliki orang-orang yang kompeten untuk mengatur keuangan perusahaannya, dan dia membutuhkan orang-orang komoeten di bidang itu untuk melakukannya.


“Bagian itu memang masih kosong, tapi apa diantara kalian ada yang bisa melakukannya?” Mendengar perkataan Reinar, Erina dan Bella bersamaan mengangkat tangan.


"Aku bisa melakukannya karena aku memiliki sedikit pengalaman di posisi itu setelah pernah beberapa bulan berlatih di perusahaan ayahku.” Erina pernah bekerja di perusahaan ayahnya, dan pengalamannya lebih dari cukup.


Bella sendiri juga pernah melakukan apa yang seperti dilakukan Erina, dan semua itu dilakukannya di perusahaan ayahnya. Meski pengalamannya tak sebanyak pengalaman Erina, dia bisa mengemban tugasnya dengan cukup baik.


Sementara itu, Reinar yang melihat dua wanitanya bersamaan mengangkat tangan, pada akhirnya dia memberikan posisi itu pada Erina, dan Bella bertugas membantu Erina.


“Beri aku waktu sampai setelah pernikahan, dan aku pasti menemukan posisi yang tepat untuk kalian.” Reinar berkata pada Wina dan Sarah yang belum mendapatkan pekerjaan darinya.


Wina dan Sarah menganggukkan kepala sambil tersenyum. Mereka tidak ingin memaksa, dan memilih menunggu bukti dari apa yang baru dikatakan Reinar.


“Lebih baik sekarang kita pergi melihat baju pernikahan yang sudah dipilihkan orangtua kita!” Reinar dan kelima calon istrinya belum pernah melihat baju pernikahan mereka karena seluruhnya dipilihkan langsung oleh para orangtua.

__ADS_1


Semua menganggukkan kepala mendengar itu, kemudian mereka segera bersiap. Untuk Indah dan Malvin mereka tidak ikut pergi. Indah sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Malvin masih terus mencoba meningkatkan kekuatan fisiknya.


Setelah tiga puluh menit menunggu kelima wanitanya bersiap, akhirnya saat ini mereka sudah berada di mobil yang sama dengan Reinar sebagai pengemudi mobil.


“Setelah menikah, apa kalian tidak memiliki rencana bulan madu?” Reinar bertanya pada kelima wanitanya sambil terus fokus mengemudikan mobil yang melaju dengan kecepatan cukup kencang.


“Aku tidak memiliki rencana bulan madu kemana-mana, aku ikut saja pada keputusan yang diambil suamiku.” Eliza adalah wanita pertama yang memberi jawaban atas pertanyaan Reinar.


“Kalau aku sebenarnya ingin menikmati hari-hari indah itu di luar negeri, tapi menikmatinya di dalam negeri juga tidak masalah, asalkan tempat itu indah dan berkesan.” Kali ini Wina yang memberi jawaban atas pertanyaan Reinar.


“Bulan madu ya, aku tidak terpikirkan tentang itu. Bagiku setelah menikah ya sudah, artinya aku memiliki suami, dan harus melayani apa yang diinginkan oleh suamiku.” Erina memberi jawaban sambil menunjukkan senyuman pada Reinar.


“Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang memiliki keindahan panorama alam dengan suhu yang tak sepanas ibukota?” Bella justru bertanya balik pada semua orang.


“Daripada pergi keluar negeri atau pergi ke tempat yang jauh, aku lebih setuju dengan Bella. Kita bisa menemukan tempat seperti itu hanya dengan pergi ke wilayah pinggiran kota, dan tentu itu tak terlalu jauh dari ibukota.” Sarah setuju dengan rencana Bella.


“Kalau kamu sendiri ingin membawa kami bulan madu ke tempat seperti apa?” Tiba-tiba saja Eliza menanyakan pertanyaan yang sama sekali tidak ingin didengarkan oleh Reinar.


“Sebenarnya aku ingin membawa kalian menikmati keindahan desa tempat aku dibesarkan, tapi mengingat tempat itu sangat terpencil, aku tidak yakin kalian setuju dengan rencanaku.”


Selain membawa wanitanya bulan madu ke desa tempat dirinya di besarkan, Reinar juga ingin membawa mereka ke tempat peristirahatan terakhir ayahnya, dan mengenalkan mereka pada ayahnya.


“Aku tidak keberatan dengan itu. Jujur saja aku cukup penasaran dengan keadaan desa tempat kamu dibesarkan.” Erina setuju dengan rencana Reinar.


“Kebetulan tempat itu sesuai dengan apa yang aku inginkan, jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak setuju dengan rencanamu.” Bella berkata sambil menunjukkan senyuman di wajahnya yang terlihat dari kaca tengah.


“Tempat itu sepertinya dapat memberi banyak kesan berharga, jadi aku setuju dengan rencanamu.” Wina ikut menyetujui rencana Reinar.


Sarah dan Eliza hanya mengangguk-angguk kan kepala mereka, yang menandakan mereka juga setuju dengan rencana Reinar. Sementara itu, Reinar yang tahu seluruh wanitanya setuju dengan rencananya, tentu saja dia senang dengan keputusan mereka.

__ADS_1


“Kalau begitu sudah diputuskan, tempat bulan madu kita adalah desa tempat aku dibesarkan.” Sebenarnya Reinar sudah beberapa tahun tidak melihat tempat itu, dan harapannya tempat itu tidak terlalu banyak mengalami perubahan.


Hari pernikahan sudah di tentukan, tempat bulan madu juga telah ditetapkan. Sekarang mereka tinggal melihat seperti apa pakaian yang dipersiapkan, untuk acara pernikahan mereka.


Sampai di tujuan, ternyata Liona, ibu Erina sudah menunggu kedatangan mereka, dan ternyata tempat mereka memesan pakaian adalah di tempat teman baik Liona yang sering menerima pesanan dari para pejabat negara.


Semua orang segera saja melihat pakaian pernikahan, yang dipesan dan didesain khusus untuk acara pernikahan mereka.


Mereka cukup puas melihat desain pakaian, tapi masih ada sedikit keluhan saat pakaian mereka coba. Ada yang merasa masing terlalu longgar, tapi ada yang merasa kesempitan. Bella dan Sarah dengan dada besarnya, mereka masih kurang nyaman dengan pakaian yang terlalu sempit di bagian aset berharga mereka.


Reinar sendiri yang tidak ingin melihat tuhub wanitanya terekspos, dia menyuruh perancang pakaian melonggarkan pakaian para wanitanya di beberapa tempat.


“Jangan terlalu memperlihatkan keindahan tubuh mereka karena keindahan itu bukan untuk dinikmati orang lain, tapi semua itu hanya untuk aku nikmati!” Reinar berkata tegas pada perancang busana.


Perancang busana yang menerima komplain segera memberbsiki rancangannya, dan setelah dua jam berlalu semua pakaian sudah sesuai seperti keinginan Reinar dan para wanitanya.


Seluruh pakaian segera dibungkus rapi dan hari ini juga seluruh pakaian bisa dibawa pulang. Untuk pakaian para orangtua, besok adalah giliran mereka melihat dan mencoba pakaian khusus, yang dirancang untuk mereka.


Setelah semua urusan yang berhubungan dengan pakaian pernikahan selesai, Reinar memutuskan pergi makan malam bersama para wanitanya karena kebetulan hari sudah malam.


“Apa Ibu ingin makan malam bersama kami?” Erina bertanya pada Liona yang dari awal sampai akhir senantiasa menemani mereka.


"Aku masih ada sedikit urusan, jadi tidak bisa makan malam bersama kalian.” Liona menjeda perkataannya, kemudian dia mengarahkan pandangan pada Reinar. “Jaga mereka, terutama Eliza yang paling muda!” Liona berkata pada Reinar, dan setelahnya dia pergi mengendarai mobilnya.


Reinar belum sempat memberi jawaban, tapi tanpa disuruh oleh Liona, tentu dia rela melakukan apapun untuk melindungi kelima wanitanya, bahkan nyawanya rela dikorbankan demi keselamatan mereka.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2