Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 64. Membenarkan Perkataan Rita


__ADS_3

“Dia seorang diri melakukan semua ini pada anggota Mafia kelelawar hitam?” Rita hanya bisa menggelengkan kepala melihat apa yang sudah dilakukan Reinar.


“Nyonya, Tuan Reinar ini, kemampuannya sungguh jauh dari perkiraan kita.” Eve, wanita berambut biru benar-benar dibuat terkagum-kagum dengan apa yang baru dilakukan Reinar.


“Sekarang, apa masih ada diantara kalian yang ragu dengan keputusanku menunjuknya sebagai pemimpin baru asosiasi Black Dragon?” Rita bertanya pada Eve, dan tiga orang lainnya yang baru saja datang setelah mendengar adanya keributan di hotel milik Rita.


“Sejak melihat dia berhasil menemukan keberadaan assassin bayangan, keraguan itu telah menghilang dariku.” Eve memberi jawaban.


Tiga orang lainnya telah melihat rekaman kamera CCTV yang menayangkan apa yang baru saja terjadi. Melihat semua itu mereka tak lagi memiliki keraguan pada apa yang menjadi keputusan Rita.


“Dikarenakan kalian semua telah setuju, sekarang aku tinggal menunggu keputusannya, dan semoga saja keputusannya juga membuat Nyonya Indah kembali.”


Rita dulunya adalah orang kepercayaan Indah, dan selalu berada di dekatnya kemanapun wanita itu pergi. Namun, setelah kematian suami Indah yang tak lain adalah kakak kandungnya, dia tidak lagi dapat menghubungi indah, dan bisa dikatakan saat itu dirinya putus hubungan dengannya.


Tak lagi membahas Reinar, mereka semua segera melihat anggota Mafia Black Rose yang sedang melakukan pembersihan hotel dengan dibantu belasan anggota asosiasi Black Dragon.


Tidak terjadi kerusakan berarti pada bangunan hotel, dan semua tamu hotel selamat tanpa ada yang mengalami cidera. Tak banyak tamu hotel yang terkejut dengan apa yang baru saja terjadi karena sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang menggeluti kehidupan dunia bawah.


Hotel milik Rita sebenarnya tidak berfokus atau tidak dikhususkan untuk mereka yang menjalani kehidupan di dunia bawah, tapi kebanyakan tamunya memang berasal dari mereka yang sudah terbiasa dengan darah dan kematian.


“Nyonya, apa sekarang yang harus kita lakukan pada Mafia kelelawar hitam? Apa kita perlu menyerang balik mereka, dan melenyapkan keberadaan mereka dari negeri ini? Kalau Nyonya menyetujuinya, dengan senang hati aku melakukan semua itu.” Eve bertanya pada Rita yang masih melihat tumpukan mayat di depan kedua matanya.


“Kirimkan saja mayat mereka kembali ke markas Mafia kelelawar hitam, dan sertakan ancaman untuk mereka! Jika mereka kembali berulah, baru kita lenyapkan mereka sampai ke akar-akarnya!” Rita mengatakan itu pada Eve, tapi tanpa sepengetahuan Eve, Rita telah mengirim anggota khusus asosiasi Black Dragon untuk melenyapkan para petinggi Mafia kelelawar hitam.

__ADS_1


Eve sendiri hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia menyuruh anggota Mafia Black Rose untuk memasukkan mayat anggota Mafia kelelawar hitam ke dalam mobil box. “Eve, kamu masih belum pengalaman melawan mereka yang lebih senior. Maafkan aku yang berbohong demi melindungi nyawamu.” Rita bergumam lirih.


Suasana hotel kembali normal seperti biasa setelah semua mayat dan darah dibersihkan. Untuk kerusakan akibat baku tempat, semua kerusakan baru diperbaiki di keesokan harinya.


Sementara itu di rumah Reinar, pria itu sedang menemui ibunya bersama dengan Erina. Untuk Eliza dan Cleo, keduanya telah berada di kamar, dan untuk malam ini Cleo terpaksa menginap di rumah Reinar. Reinar tidak mengizinkannya pulang karena hari sudah malam, dan baru saja hujan serta angin turun membuat bahaya melakukan perjalanan saat kondisi seperti saat ini.


“Aku cuma ingin meminta penjelasan tentang ini pada Ibu.” Reinar berkata lembut pada Indah sambil menunjukkan selembae foto pemberian Rita, yang sama sekali tidak membuat terkejut Indah saat melihatnya.


“Rita pasti yang memberikan ini pada kalian, dan seharusnya kalian sudah mendengarkan semua darinya.” Kedua mata Indah fokus melihat foto di tangannya, tapi jelas terlihat sorot matanya sedang tertuju pada foto pria yang sangat dirindukannya.


“Semua yang dikatakan Rita tentang mendiang ayahmu dan aku, itu semua adalah kebenaran, bahkan keberadaan Adhitya, Juan, serta Yuna si foto ini juga merupakan sebuah kebenaran.” Indah membenarkan semua perkataan Rita, meski dirinya tidak tahu apa saja yang dikatakan Rita pada Reinar dan Erina.


“Jadi benar jika Ayah, Ibu, serta Ayah Adhitya dulunya adalah pendiri asosiasi Black Dragon, dan Ayah adalah pemimpin pertama asosiasi itu?” Reinar bertanya untuk memastikan kebenaran dari kenyataan yang belum lama ini diketahui olehnya.


Sekarang Reinar sepenuhnya yaki dengan cerita Rita setelah mendengar apa yang dikatakan ibunya. Meyakini semua itu, Reinar menyodorkan kertas pemberian Rita pada ibunya. “Menurut Ibu, bagaimana jika aku sekarang menduduki tempat yang memang seharusnya menjadi milikku?” Reinar bertanya.


“Dengan kekuatanmu saat ini, aku tidak lagi memiliki alasan untuk mencegahmu melakukan itu. Akan tetapi, jika kamu menjadi pemimpin asosiasi Black Dragon, sepertinya aku juga harus kembali terlibat dalam asosiasi itu.” Indah sebenarnya sudah tidak lagi ingi terlibat dalam masalah yang membahayakan hidupnya, tapi demi membalaskan dendam, dia harus kembali ke tempat yang membahayakan nyawanya.


“Kalau Ibu kembali ke asosiasi Black Dragon, lalu bagaimana dengan status Ibu sebagai wakil pemimpin tertinggi pasukan elite? Apa Ibu ingin mengambil dua peran ini sekaligus?” Kembali Reinar memberikan pertanyaan pada Indah.


“Kedua pekerjaan itu tidak terlalu sulit, dan tidak banyak menyita waktu bersantai yang aku miliki. Jadi, tidak ada salahnya mengerjakan dua pekerjaan sekaligus untuk mengisi waktu luang yang aku miliki.” Indah menjawab pertanyaan sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.


“Kalau Ibu sudah memutuskan seperti itu, aku tidak bisa melarah Ibu untuk tidak melakukannya. Namun, aku baru memberi pernyataan setuju secara resmi setelah acara pernikahanku.” Hari pernikahannya semakin dekat, tentu Reinar ingin lebih dulu fokus pada pernikahannya.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong soal pernikahan, jelaskan padaku siapa wanita cantik yang datang bersama kalian, dan sekarang dia berada di kamar bersama Eliza?” Indah bertanya sambil mengarahkan pandangan pada Reinar dan Erina.


“Dia Cleo, karyawan di kantorku, dan malam ini dia ikut bersama kami ke tempat Nyonya Rita. Untuk identitas lainnya, dia sama seperti Erina, anggota pasukan elite yang membaur di tengah-tengah kehidupan masyarakat kota.” Reinar memberi jawaban.


“Untuk saat ini statusnya memang hanya sebatas karyawan di kantor, tapi sepertinya dia bisa menjadi wanita keenam dalam hidup pria ini.” Erina mengarahkan jari telunjuknya tepat ke wajah Reinar yang hanya bisa membuka lebar kedua matanya karena terkejut dengan apa yang baru didengarnya.


Mendengar itu, Indah segera bertanya pada Reinar, “Apa kamu yakin menambah satu lagi wanita? Apa kamu masih kuat melakukan pertempuran dengan enam wanita?” Indah sangat penasaran dengan jawaban yang diberikan Reinar.


“Ibu, saat iniaku tidak memiliki keinginan menambah satu lagi wanita dalam hidupku, tapi aku tidak tahu tentang apa yang terjadi di masa depan.” Reinar memberi jawaban yang cukup realistis.


“Kalau kamu memiliki keinginan menambah satu lagi wanita, sebenarnya Ibu sama sekali tidak keberatan dengan itu, tapi itu semua harus seizin Erina dan empat yang lainnya. Namun jika benar kamu ingin menambah satu lagi wanita, itu adalah kabar buruk untuk si jomblo.” Indah teringat pria kesepian yang akhir-akhir ini menghabiskan waktu dengan terus berusaha keras meningkatkan kekuatannya.


“Ya, aku baru ingin tentang adik iparku yang akhir-akhir ini jarang bertemu denganku. Aku bahkan lupa seperti apa keadaannya saat ini.” Sibuk dengan urusan kantor dan pernikahan, membuat Reinar sampai lupa dengan keadaan Malvin yang benar-benar jarang bertemu dengannya.


“Keadaan dia sangat baik, bahkan pelatihannya sudah mulai menunjukkan hasil. Awalnya dia yang hanya mampu berlatih selama kurang dari satu jam, sekarang dia melakukan latihan selama dua jam sebelum terkapar karena kelelahan.” Indah tahu keadaan Malvin karena setiap harinya dia melihat pria itu berlatih keras untuk mengejar ketertinggalan kekuatan fisiknya dari yang lain.


Reinar puas mendengar semua itu, dan berpikir ingin memberikan sesuatu pada Malvin sebelum hari pernikahannya yang berlangsung kurang dari tiga hari lagi. “Untuk persiapan pernikahan, apa ibu dan yang lainnya benar-benar tidak membutuhkan bantuan kami?” Reinar bertanya karena seluruh persiapan pernikahan dilakukan oleh ibunya dan seluruh ibu wanitanya.


“Kalian tenang saja, seluruh persiapan hampir selesai, dan tinggal melakukan persiapan akhir. Sebelum hari H semua pasti sudah siap, dan aku pastikan acara kalian berlangsung meriah tanpa ada halangan.” Indah memberi jawaban sesuai fakta yang ada di lapangan.


Reinar dan Erina yang mendengar semua itu tersenyum senang. Meski mereka berdua tidak tahu persiapan seperti apa yang dilakukan oleh ibu mereka, tapi ada keyakinan dalam diri mereka apa yang dilakukan para ibu tidak mungkin mengecewakan anak-anaknya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2