
Malam hari di sebuah Cafe, yang terletak di pusat kota.
“Akhirnya kita bisa melihat secara langsung keberadaan mereka, ketua dan wakil ketua kelompok Stars Of Darkness di negara ini,” kata Reinar pada Malvin saat kedua matanya melihat sosok yang ingin dilihatnya.
“Vicky dan Nino, sebuah keberuntungan bagi kita dapat melihat secara langsung keberadaan mereka,” kata Malvin yang malam ini menemani Reinar melihat langsung keberadaan dua sosok paling penting di kelompok Stars Of Darkness di negara I.
Setelah menghadiri makan malam di rumah keluarga Cleo, Reinar dan Malvin langsung pergi ke tempat pertemuan antara beberapa Menteri negara, dengan dua sosok penting kelompok Stars Of Darkness di negara I.
Dengan kemampuan Reinar mengumpulkan data-data penting, dia dapat mengantongi identitas pemimpin serta wakil kelompok Stars Of Darkness di negara I, bahkan dia dapat mengetahui jadwal kegiatan keduanya untuk beberapa hari ke depan.
Malam ini selain ingin melihat keberadaan Vicky dan Nino secara langsung, dia juga ingin mengambil kesempatan mengumpulkan bukti kegiatan para Menteri negara, yang suka dengan kehidupan malam.
Meski bukti yang dikumpulkan tidak cukup untuk memberhentikan mereka, setidaknya bukti dapat mempengaruhi penilaian masarakat pada mereka.
Mereka yang selama ini mendapat penilaian baik dari masarakat meski kinerja mereka yang biasa-biasa saja, mulai hari esok penilaian itu perlahan bakal berubah.
Sedangkan jika ingin membuat mereka kehilangan pekerjaan, Reinar hanya perlu melakukan rencana selanjutnya, dan dia yakin rencananya dapat membuat mereka kehilangan pekerjaan.
Bahkan tak menutup kemungkinan mereka mendapatkan reaksi sangat buruk dari masyarakat, dan semua itu tentu berakibat buruk pada kehidupan mereka juga pada kehidupan anggota keluarga mereka.
“Malvin, siapkan peralatan yang kamu bawa, biar aku yang mengawasi keberadaan mereka! Selain mereka yang berada di dalam, lebih banyak dari mereka melakukan penjagaan di bagian luar,” kata Reinar pada Malvin yang langsung mempersiapkan peralatannya.
Kamera berukuran kecil telah dipersiapkan Malvin. Meski berukuran kecil, gambar yang terekam memiliki kualitas terbaik.
“Beruntung malam ini cukup ramai, jadi kita bisa menyamarkan diri diantara banyaknya pengunjung,” gumam lirih Reinar yang tentunya hanya bisa didengar Malvin yang duduk di hadapannya.
“Kakak ipar, apa kita terus merekam kegiatan mereka, sampai mereka pergi meninggalkan tempat ini?” tanya Malvin pada Reinar.
Mendengar itu Reinar pelan menganggukkan kepala. “Tidak ada gunanya kalau kita hanya setengah merekam kegiatan mereka. Rekaman itu baru berguna saat kita berhasil merekam kegiatan mereka dari awal sampai akhir.
Malvin jelas mendengar semua itu, dan dia hanya menanggapi dengan anggukan kepala. Kembali fokus pada kamera di tangannya, Malvin membiarkan Reinar melihat keadaan sekitar.
“Ternyata bukan para Menteri negara, tapi juga ada beberapa Jenderal dan pejabat militer yang memiliki hubungan dengan kelompok Stars Of Darkness di negara ini. Melihat semua itu, sepertinya kita bakal sedikit kesulitan menghancurkan mereka semua,” kata lirih Reinar.
__ADS_1
“Aku tidak menyantka kalau pengaruh kelompok Stars Of Darkness di negara ini sudah sangat besar, bahkan kekuatan mereka jelas sudah melampaui kekuatan yang berada di tangan seorang pemimpin negara ini,” ujar lirih Malvin sambil menggelengkan kepala.
Reinar sangat setuju dengan semua itu. Dilihat dari sisi manapun, kekuatan pemimpin negara saat ini sangatlah lemah, dan sewaktu-waktu pemimpin negara saat ini bisa kehilangan posisinya.
Dengan sedikit saja tersebar isu yang menjatuhkan namanya, bisa dipastikan dia kehilangan posisinya.
Tanpa adanya dukungan yang kuat, meski saat ini dia pemimpin tertinggi di negara I, sudah beberapa tahun ini keputusannya selalu mendapatkan perlawanan dari mereka yang harusnya tunduk pada keputusannya.
Pada akhirnya, dia hanya diam dan menjadi pemimpin boneka dari mereka yang lebih berkuasa. Meski sesekali memberi perlawanan, tetap saja dia hanyalah pemimpin boneka.
Beberapa menit berlalu, dan akhirnya genap satu jam Reinar dan Malvin berada di Cafe, mengumpulkan bukti untuk menjatuhkan nama orang-orang yang selama ini terlihat peduli pada kehidupan masyarakat.
Melihat orang-orang yang mereka awasi berdiri dan saling berjabat tangan, Reinar dan Malvin tahu pertemuan mereka telah berakhir.
Mengetahui itu, Reinar dan Malvin segera menyudahi pengintaian, dan keduanya mulai menikmati suasana malam Cafe.
Sementara itu, Vicky dan Nino yang telah menyelesaikan urusannya, keduanya bermaksud langsung pergi meninggalkan Cafe.
“Tuan, setidaknya ada enam orang yang membuat kami curiga. Dua orang telah kami amankan, tapi kami tidak menemukan benda-benda mencurigakan dari mereka. Untuk empat orang lainnya, kami sedang melakukan penangkapan pada mereka!”
Baru juga orang itu selesai berkata, terdengar suara tembakan dari ujung ruangan, yang seketika membuat keadaan Cafe menjadi kacau.
Baku tembak terjadi antara empat orang dan orang-orang yang berasal dari kelompok Stars Of Darkness. Dari empat orang itu tidak terlihat keberadaan Reinar maupun Malvin.
Sedangkan Reinar dan Malvin, setelah menyimpan peralatan mereka, keduanya segera menggunakan topeng untuk menyembunyikan identitas, dan langsung saja mereka ikut menyerang orang-orang yang berasal dari kelompok Stars Of Darkness.
Saat keduanya ikut menyerang, semakin banyak orang-orang yang berasal dari kelompok Stars Of Darkness yang tumbang tak bernyawa. Melihat semua itu, Vicky dan Nino tahu keadaan mulai tidak menguntungkan untuk mereka.
Tidak mengetahui secara pasti jumlah musuh, dan berasal dari mana musuh yang dihadapinya. Tak ingin merugi semakin banyak, Vicky segera menarik mundur orang-orangnya, dan bermaksud pergi meninggalkan Cafe.
Vicky dan Nino berhasil keluar dari Cafe, tapi bahaya masih mengancam mereka. Seorang sniper melepaskan tembakan, tapi tembakannya gagal mengenai Vicky karena terhalang salah satu anggota kelompok Stars Of Darkness.
Vicky dan Nino segera mencari tempat perlindungan saat tahu adanya keberadaan sniper, yang dimana tepatnya keberadaannya belum mereka ketahui.
__ADS_1
"Sial! Sepertinya sudah ada yang merencanakan penyergapan malam ini!” keluh Vicky yang masih berada di tempat persembunyiannya.
Sementara itu, di dalam Cafe baku tembak masih terus terjadi. Reinar dan Malvin setidaknya sudah membunuh lebih dari sepuluh orang aggota kelompok Stars Of Darkness.
Sedangkan empat orang lainnya, satu dari mereka mengalami luka tembak di tangan, tapi mereka berhasil membunuh lebih dari sepuluh musuh, yang mereka hadapi.
Masih ada belasan anggota kelompok Stars Of Darkness di dalam Cafe, tapi lebih dari setengah jumlah mereka telah mengalami luka, dan hanya empat orang yang masih dapat melakukan perlawanan.
“Malvin, urus dua orang di sisi kiri, sedangkan sisanya serahkan padaku!” perintah Reinar pada Malvin kemudian keduanya mulai bergerak ke dua arah berbeda.
Malvin bergerak ke arah kiri menyerang dua orang yang masih sanggup memberi perlawanan, sedangkan Reinar, dia bergerak ke kanan menyerang dua musuh yang masih dapat memegang senjata, sekaligus menyerang musuh yang sedang terluka.
Pergerakan keduanya sangat cepat, membuat empat orang yang melihatnya, merasa dua orang itu bukanlah sosok manusia biasa, terutama sosok Reinar yang bergerak bagaikan bayang-bayang.
“Mereka sangat cepat dan akurat dalam melakukan serangan. Jelas mereka bukan bagian dari kita, tapi sepertinya kita dan mereka memiliki musuh yang sama,” kata salah satu dari empat orang yang terus menembaki anggota kelompok Stars Of Darkness.
Peluru yang mereka tembakkan tidak mengenai musuh, tapi tembakan mereka cukup untuk memancing musuh hanya memperhatikan ke arah mereka, dan tidak memperhatikan pergerakan dua orang yang terus bergerak mendekati keberadaan musuh.
“Mereka sepertinya sedang mengalihkan perhatian musuh, dan apa yang mereka lakukan sangat membantu apa yang ingin aku lakukan,” kata Malvin yang saat ini sudah dapat melihat keberadaan musuhnya.
Tak membuat kesempatan mengakhiri hidup musuhnya, Malvin langsung saja melepaskan tembakan beruntun, dan semua tembakannya berhasil mengenai titik vital di tubuh kedua musuhnya.
Di sisi lain Reinar juga berhasil membunuh seluruh musuh, baik yang masih bisa memberi perlawanan, atau mereka yang sudah tidak bisa memberi perlawanan.
Mereka semua telah mati, dan bagian dalam Cafe sudah bersih dari keberadaan anggota kelompok Stars Of Darkness.
“Jumlah mereka yang diluar jauh lebih banyak. Membunuh mereka yang berada di dalam, belum tentu dapat membuat kita mudah keluar dari tempat ini. Setidaknya kita harus membuat celah untuk dapat keluar dan pergi dari tempat ini dengan selamat,” kata Reinar pada Malvin, begitu dia sudah berada di dekat pria itu.
Reinar dan Malvin sama-sama sedang berpikir bagaimana caranya pergi meninggalkan Cafe, dan sesaat mereka melupakan keberadaan kelompok lain yang juga sedang terjebak di tempat yang sama.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1