Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 38. Mengalahkan Seluruh Lawan


__ADS_3

Baru juga kelompok yang hanya berjarak belasan meter dari rumah yang di tempati Wina dan yang lainnya, tiga anggota mereka tiba-tiba jatuh tersungkur dengan darah segar mengalir dari kening ketiganya. Hanya dengan melihat tanpa melakukan pemeriksaan, mereka tahu kalau tiga orang itu mati terkena tembakan, tapi mereka tidak tahu siapa yang melakukan semua itu.


“Semua cari tempat persembunyian!” Pemimpin kelompok berteriak dan semua anggotanya segera mencari tempat persembunyian. Sayangnya ada dua orang yang lambat dalam bergerak, dan keduanya langsung saja mendapatkan hadiah timah panas di kepala dan dada.


Lima orang tumbang tanpa tahu dari arah mana datangnya serangan yang menumbangkan mereka. Tak terdengar desingan suara peluru, yang menunjukkan musuh menggunakan peredam terbaik untuk meredam suara tembakan, tapi peredam seperti apa yang begitu sempurna meredam, bahkan menghilangkan suara tembakan?


Sisa tiga belas orang, yang semuanya bersembunyi diantara celah bangunan. Namun, tanpa mereka sadari, keberadaan mereka semua teramati oleh banyaknya kamera CCTV, dan bukan hal sulit bagi lawan mengakhiri hidup mereka. Apalagi lawan yang mereka hadapi saat ini adalah Reinar, sosok yang cepat dalam bergerak, dan kebal dengan berbagai jenis senjata.


“Apa kita harus bersembunyi seperti ini sambil menunggu datangnya bala bantuan? Kita ini anggota asosiasi pembunuh bayaran yang tugasnya membunuh orang, bukan sekelompok pengecut yang takut dengan kematian! Terus bersembunyi hanya menunjukkan jatidiri kalian sebagai seorang pengecut!”


Tak tahan terus bersembunyi, salah satu anggota kelompok keluar dari persembunyian dan mencoba mencari keberadaan musuh. Baru juga beberapa detik keluar dan belum menemukan apa yang dicarinya, orang itu tumbang dengan dua butir peluru bersarang di dada dan kepalanya.


Anggota yang melihat itu tahu kalau lawan mereka terus melakukan pengawasan, dan tidak lengah dari apa yang harus mereka awasi. Kini hanya tersisa sebelah orang, dan tak satupun dari mereka memiliki keberanian keluar dari tempat persembunyian.


Sementara itu, Reinar dan Malvin yang terus mengawasi musuh, mereka hanya bisa menunjukkan senyuman saat melihat layar HP yang sedang menampilkan wajah-wajah ketakutan musuh mereka.


“Malvin, kamu kembali ke rumah, dan perketat penjagaan rumah! Sebelas orang yang tersisa, biarkan aku sendiri yang membereskan mereka.” Setelah berlarian kesana kemari mengikuti pergerakannya, fisik Malvin yang tak sekuat dirinya sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Melihat itu, Reinar menyuruh Malvin kembali ke rumah berkumpul dengan yang lainnya.


Malvin menuruti apa yang menjadi keinginan Reinar. Dia tahu kapasitas Reinar, dan keberadaannya hanya akan memperlambat pergerakannya.


Setelah kepergian Malvin, dan memastikan pria itu sampai di rumah dalam keadaan selamat, Reinar mulai melakukan pergerakan untuk mengakhiri kelompok terakhir yang berada di area komplek perumahan.


Meskipun jumlah musuh masih cukup banyak, Reinar sama sekali tidak gentar berhadapan dengan mereka. Dengan apa yang dimilikinya, dia percaya diri dapat mengalahkan musuh tanpa membuat dirinya berhasil dicelakai oleh mereka.

__ADS_1


“Sistem, apa tidak ada hadiah tambahan setelah aku membunuh mereka semua selain hadiah dari misi yang sedang aku lakukan?” Reinar bertanya pada sistem saat dia sudah berada di posisi terbaik untuk memulai serangan langsung.


[Ding... Memberitahukan keberadaan misi tersembunyi. Membunuh seluruh anggota asosiasi Red Cobra di area komplek perumahan. Hadiah » 1.000 poin sistem, uang tunai seratus miliar]


Senyum cerah terlihat di wajah Reinar melihat rejeki nomplok di depan mata. “Kalau begini aku semakin bersemangat menghadapi mereka. Dengan seribu poin sistem, aku bisa membeli cukup banyak barang menarik di toko sistem.”


Tak membuang waktu berharganya dan sadar akan keneradaan musuh yang berada di luar area komplek perumahan, Reinar langsung saja melesat maju menyerang musuh yang tak mengira kalau ada serangan cepat dari lawan mereka. Dua orang seketika mati di tangan Reinar, dan sisanya segera pergi menghindar.


Dengan gerakan yang tak dapat dipercaya oleh lawan, menggunakan belati di tangannya Reinar memburu lawan yang lari tunggang langgang mencoba menyelamatkan diri. Mereka sudah berlari secepat mungkin, tapi kecepatan Reinar jauh lebih cepat dari mereka.


Kurang dari lima menit hanya tersisa empat anggota asosiasi Red Cobra yang masih hidup, dan saat ini keempatnya berada di hadapan Reinar. “Apanya yang pembunuh bayaran profesional, kemampuan kalian semua tak ada bedanya dari pembunuh amatir.” Reinar merendahkan kemampuan yang dimiliki anggota asosiasi Red Cobra.


Tak satupun dari mereka membalas apa yang dikatakan Reinar. Keempatnya memang marah atas kata-kata Reinar yang merendahkan mereka, tapi mereka sadar kalau kekuatan lawan, bukanlah kekuatan yang dapat mereka kalahkan.


“Kamu ingin mengetahui siapa aku? Baiklah, aku akan memberi tahu siapa aku, tapi kamu harus membayar dengan nyawa kedua anggotamu.” Dengan gerakan yang begitu cepat Reinar menembak mati dua anggota asosiasi Red Cobra yang berdiri di belakang pemimpin kelompok mereka.


Dua orang yang tersisa semakin takut dengan sosok Reinar, setelah melihat kecepatan dan ketepatannya dalam menggunakan senjata api. Sedangkan Reinar, dia hanya tersenyum melihat ekspresi ketakutan yang ditunjukkan kedua lawannya.


“Bukannya kalian datang untuk memusnahkan siapapun yang memiliki hubungan dengan keluarga Bagaskara? Kebetulan aku memiliki hubungan dengan keluarga Bagaskara meskipun hubungan itu belum diresmikan...”


“Bisa dikatakan aku adalah calon menantu keluarga Bagaskara, dan sudah sewajarnya aku memusnahkan keberadaan kalian yang ingin mencelakai keluarga Bagaskara!” Reinar berkata sambil menunjukkan seringaian menyeramkan di hadapan dua lawan terakhirnya.


Tak tahu harus melakukan apa setelah melihat seringaian Reinar, pemimpin kelompok dan anggotanya yang ahli melakukan peretasan, mereka menembakkan senjata di tangan mereka ke arah Reinar. “Mati... mati... kau harus mati!” Pemimpin kelompok terus menembakkan senjata di tangannya ke arah Reinar.

__ADS_1


Tembakan mereka baru berhenti setelah peluru terakhir ditembakkan tepat ke arah Reinar. Namun, saat mereka mengira lawan telah mati, kenyataan yang terlihat membuat keduanya gemetar dengan rasa takut yang teramat menakutkan.


Dengan mata kepala mereka sendiri, keduanya melihat lawan yang terkena puluhan tembakan masih berdiri tegak, dan tak terlihat tubuhnya mengalami luka meskipun sudah puluhan peluru mengenai tubuhnya.


“Mo... monster! Ka... kau pasti monster, hanya monster yang tidak bisa mati setelah terkena puluhan tembakan.” Menurutnya hanya monster seperti di film-film yang tidak mati setelah terkena tembakan.


“Monster? Bagaimana mungkin pria setampan aku adalah monster? Maaf saja peluru yang kalian tembakkan belum bisa membunuhku karena hari ini bukan hari kematianku...”


“Hari ini adalah hari kematian kalian, dan aku kebetulan orang yang disuruh Dewa Kematian untuk mencabut nyawa kalian!” Melesat dengan kecepatan tinggi sosok Reinar telah berada di belakang kedua lawannya. “Katakan selamat tinggal untuk dunia ini!”


Menggunakan belati di tangannya, tanpa ada perlawanan dari kedua lawannya, dengan begitu mudah Reinar berhasil menghabisi nyawa mereka. Luka lebar di leher mereka, dengan cepat mempertemukan mereka dengan alam kematian.


Baru juga Reinar selesai mengakhiri hidup lawan terakhirnya, dia mendengar kabar baik dari Wina tentang orang-orang di luar area komplek perumahan. Orang-orang di tempat itu berhasil dilumpuhkan anggota pasukan elite lewat serangan cepat yang dipimpin langsung oleh petinggi pasukan elite.


[Ding... Berhasil membunuh tujuh belas anggota asosiasi Red Cobra. Mendapatkan hadiah seratus tujuh puluh miliar uang tunai]


[Ding... Berhasil menyelesaikan misi membunuh seluruh anggota asosiasi Red Cobra di dalam area komplek perumahan. Mendapatkan hadiah 1.000 poin sistem, uang tunai seratus miliar. Seluruh hadiah telah ditambahkan dalam status Tuan]


“Setelah menyelesaikan pekerjaan yang cukup melelahkan, memang sudah sewajarnya mendapatkan hadiah yang sangat memuaskan.” Reinar sudah membayangkan apa saja yang ingin dia beli dengan banyaknya hadiah dari sistem.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2