Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 39. Rencana Pria Bertopeng


__ADS_3

Di rumah yang ditempati Reinar.


“Hari ini kita memang berhasil menggagalkan rencana besar mereka, tapi aku yakin mereka tak akan tinggal diam setelah kehilangan banyak anggota. Selanjutnya mereka pasti kembali datang dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.” Reinar memiliki keyakinan semua itu benar-benar akan terjadi dalam kurun waktu beberapa hari ke depan.


Bella, Sarah, Wina, Erina, Indah, serta Malvin yang mendengar itu, mereka juga memiliki keyakinan yang sama. Namun, mereka semua masih terlihat tenang meski ancaman bahaya besar sudah menanti di depan mata. Dengan keberadaan Reinar dan benda-benda pemberiannya, mereka berenam yakin, semua bahaya dapat mereka lewati.


...----------------...


Sementara itu, di markas asosiasi Red Cobra, pemimpin asosiasi marah besar saat mendengar kegagalan pria bertopeng menghabisi seluruh anggota keluarga Bagaskara, bahkan hampir seratus anggota asosiasi nya menjadi korban dari kegagalan pria yang sudah menemaninya sejak awal berdirinya asosiasi Red Cobra.


“Jelaskan secara jelas padaku bagaimana kamu bisa mengalami kegagalan dan kehilangan begitu banyak anggota! Apa perumahan itu dijaga ribuan pasukan elite, atau ada seluruh anggota pasukan super elite yang menjaga tempat itu?” Dengan suara meninggi, pemimpin asosiasi bertanya pada pria bertopeng yang berlutut di hadapannya.


“Tuan, di perumahan itu tidak ada ribuan anggota pasukan elite, dan juga hanya terdapat seorang anggota pasukan super elite. Aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu karena bahkan peretas terbaik yang kita miliki tak mampu meretas kamera CCTV di area komplek perumahan.” Pria bertopeng mengatakan apa yang ingin dia katakan.


“Maksudmu bahkan dua peretas terbaik yang kita miliki tidak sanggup meretas kamera CCTV di tempat itu?” Pemimpin asosiasi merasa lawan yang dihadapinya bukanlah sembarangan lawan setelah mendengar perkataan pria bertopeng.


“Mereka sama sekali tidak bisa melakukan peretasan, bahkan berkali-kali peralatan elektronik mereka justru di serang virus saat mencoba melakukan peretasan. Kata mereka, semua itu terjadi karena ada seseorang yang sudah terlebih dulu melakukan peretasan, dan kemampuan orang itu lebih baik dari mereka.”


“Brak!” Pemimpin asosiasi Red Cobra menggebrak meja kerjanya. “Pria sialan! Sepertinya dia tahu kalau aku sangat menginginkan kehancuran keluarganya, dan karena itu dia mengeluarkan kekuatan terbaiknya untuk melindungi keluarganya.”


“Tuan, apa aku perlu mengerahkan anggota khusus untuk melawan orang-orang yang telah dikerahkan orang itu? Hanya mengerahkan anggota biasa, takutnya kita akan semakin banyak kehilangan mereka.” Pria bertopeng memberikan saran pada pemimpin asosiasi.


Pemimpin asosiasi sejenak berpikir, tapi tak lama dia sudah mengambil keputusan. “Kerahkan anggota khusus dan beri aku kabar baik dalam empat hari ke depan! Kalau kali ini masih gagal, sebaiknya kamu maju seorang diri untuk melenyapkan keberadaan keluarga Bagaskara!”

__ADS_1


“Dengan keterampilan yang dimiliki anggota khusus, aku pastikan membawa kabar baik untuk Tuan.” Pria bertopeng sangat yakin dengan anggota khusus asosiasi Red Cobra dirinya dapat melenyapkan keberadaan keluarga Bagaskara.


Pemimpin asosiasi mengangguk pelan. “Pergi dan segera wujudkan kata-katamu padaku!” Pemimpin asosiasi melambaikan tangan kanannya, meminta pria bertopeng untuk segera pergi dari ruangan kerjanya.


Pria bertopeng segera pergi, tapi sorot matanya sempat diarahkan pada wanita cantik yang duduk dipangkuan pemimpin asosiasi. Wanita itu adalah istrinya yang begitu dia cintai, tapi daripada berhubungan dengan dirinya, wanita itu lebih sering berhubungan dengan pemimpin asosiasi, dan sudah tak terhitung berapa kali dirinya melihat mereka melakukan hubungan tubuh.


“Cukup aku bersabar selama ini. Dengan anggota khusus berada di tanganku, bukan hanya keluarga Bagaskara yang akan aku musnahkan, tapi kalian berdua yang terlebih dulu akan aku musnahkan!” Pria bertopeng bergumam lirih sambil berjalan meninggal ruangan pemimpin asosiasi.


Sedangkan pemimpin asosiasi yang ditinggal berduaan dengan wanita cantik di atas pangkuannya, tak satupun dari mereka sadar akan rencana besar yang ingin dilakukan pria yang hatinya telah tersakiti.


Mereka berdua masih saja bermesraan dan tangan-tangan nakal keduanya mulai melucuti pakaian mereka masing-masing. “Biarkan dia yang bersusah-payah mengurusi keluarga Bagaskara. Kita cukup bersenang-senang di tempat ini dan menunggu kabar baik darinya.” Keduanya memulai permainan panas mereka, dan suara penuh kenikmatan mulai terdengar keluar dari mulut mereka.


...----------------...


“Tidak ada pergerakan dari mereka. Aku hanya melihat keberadaan empat anggota asosiasi Red Cobra berada cukup jauh dari area komplek perumahan.” Wina menjawab pertanyaan Reinar tanpa mengalihkan fokusnya dari layar laptopnya.


Mendengar itu, Reinar mengangguk pelan. “Sebaiknya kamu istirahat seperti yang lainnya, dan serahkan pengawasan mereka padaku! Kamu tenang saja, mereka tidak akan bisa meretas balik karena kemampuanku meretas bisa dikatakan setara denganmu.”


Reinar menyalakan laptopnya, dan dia mulai menyerang pertahanan yang dibuat Wina. Kurang dari dua menit pertahanan Wina berhasil dibobol Reinar, dan saat ini Reinar lah yang berkuasa penuh atas seluruh kamera CCTV di area komplek perumahan.


Melihat apa yang dilakukan Reinar, Wina hanya menggelengkan kepalanya, dan segera dia mematikan laptopnya. “Aku tidak tahu lagi apa yang tidak bisa kamu lakukan. Sepertinya, kamu bisa melakukan semua hal yang ada di dunia ini.” Wina berkata sambil menyimpan laptopnya.


Reinar menunjukkan senyuman lembut di wajahnya setelah mendengar perkataan Wina. “Aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan, dan tak semua hal di dunia ini bisa aku lakukan.” Memang tidak semua hal di dunia ini dapat dilakukan olehnya.

__ADS_1


Wina tiba-tiba melingkarkan kedua tangannya di belakang leher Reinar, dan keduanya kini saling berhadap-hadapan. “Semua hal memang tidak bisa kamu lakukan, tapi setidaknya kamu sudah berhasil menaklukkan hatiku.” Wina mengecup singkat bibir Reinar setelah mengatakan semua itu, sebelum dia merendahkan tubuhnya di samping Reinar.


Reinar yang sempat tertegun setelah mendapatkan kecupan singkat di bibirnya, dia hanya bisa tersenyum saat mengingat kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Wina.


“Sepertinya kalian berempat sudah berhasil menaklukkan hatiku, dan aku sendiri tidak tahu apa hanya kalian berempat ke depannya yang mampu menaklukkan hatiku.” Reinar tidak tahu apa hanya mereka berempat yang ke depannya akan menjadi wanitanya.


Mengabaikan semua itu Reinar kembali fokus pada layar laptopnya, dan dia mulai memperluas jangkauan kamera CCTV yang diretas. Setidaknya hampir seluruh kamera CCTV sejauh lima kilometer dari rumahnya berhasil dia retas, dan yah matanya malam ini cukup melihat banyaknya pemandangan indah.


“Malam ini sepertinya mereka belum melakukan pergerakan untuk melakukan serangan selanjutnya, tapi aku tidak tau apa yang akan terjadi di hari esok.” Lin Feng kembali mempersempit area CCTV yang dia retas, dan kembali dia hanya mengawasi area sekitaran komplek perumahan.


Untuk mayat-mayat anggota asosiasi Red Cobra yang siang tadi mati di tangan Reinar dan Malvin, malam ini keberadaan mereka tak lagi terlihat, setelah sore tadi pasukan pembersihan melakukan pembersihan secara menyeluruh. Bahkan dilakukan penyucian di tempat yang menjadi lokasi kematian anggota asosiasi Red Cobra.


Reinar masih mengawasi area sekitar komplek perumahan saat dia tiba-tiba mendengar banyak suara notifikasi sistem, yang menginformasikan hadiah karena berhasil membunuh anggota asosiasi Red Cobra.


Mendengar semua itu tentu saja membuat Reinar bingung karena saat ini dirinya hanya diam di dalam rumah, tapi tiba-tiba saja terdengar banyak notifikasi seperti itu. “Sistem, jelaskan padaku apa yang sebenarnya sedang terjadi? Bagaimana mungkin aku mendapatkan banyak hadiah, sedangkan aku tidak melakukan apa-apa!” Langsung saja dia bertanya pada sistem.


[Ding... Misi tuan adalah membunuh seluruh anggota asosiasi Red Cobra, artinya setiap ada anggota mereka yang mati, Tuan akan mendapatkan hadiah dari kematian anggota mereka, meskipun bukan Tuan yang membunuh mereka secara langsung]


“Aku baru tahu semua itu, tapi apa kira-kira yang membuat ratusan anggota asosiasi Red Cobra mati hanya dalam beberapa menit? Apa mereka sedang terlibat peperangan dengan sesama asosiasi pembunuh bayaran?” Reinar bingung memikirkan apa sebenarnya yang telah terjadi pada organisasi Red Cobra, dan sampai sekarang dia masih terus mendapatkan notifikasi dari sistem.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2