
Reinar dan kelima wanitanya telah sampai di restoran mewah yang terletak tak begitu jauh dari rumah mereka. Ruangan pribadi restoran telah habis dipesan karena mereka datang bertepatan dengan jam makan malam.
Ketika Reinar dan kelima wanitanya ingin keluar mencari restoran lain. Calvin, putra Presiden yang saat ini berkuasa tiba-tiba muncul menghentikan langkah kaki Reinar dan kelima wanitanya.
Selsin Calvin, terdapat dua pria lain dan ada enam wanita yang mana satu pria masing-masing didampingi oleh dua wanita.
Meskipun sudah didampingi dua wanita yang lumayan cantik dengan lekuk tubuh cukup untuk menggoda mata banyak pria, Calvin masih saja mengarahkan pandangannya pada Erina yang sama sekali tidak peduli dengan keberadaannya, bahkan sejak pertama kemunculannya, sekalipun Erina tidak pernah melihat keberadaan Calvin dan orang-orang yang datang bersamanya.
Merasa diacuhkan, Calvin perlahan mendekati Erina dan mencoba memegang lengan tangannya, tapi belum juga berhasil mendekati Erina, Reinar sudah lebih dulu berdiri di depannya, menghentikan apa yang ingin dilakukannya. Melihat sosok Reinar, Calvin tentu mengingatnya karena pria yang sama waktu itu juga menghentikan dirinya saat ingin menyentuh Erina.
Mengingat kejadian waktu itu dan apa yang terjadi saat ini tentu membuat Calvin semakin tidak menyukai keberadaan Reinar, yang senantiasa berada di sekitar Erina.
Tidak seperti sebelumnya dimana dia harus menyerah dan membiarkan Reinar pergi tanpa membalas perbuatannya, kali ini apapun yang terjadi Calvin tidak akan membiarkan Reinar lolos begitu saja darinya.
Memencet alarm bahaya yang terinstal di HP miliknya, tak butuh waktu lama sekelompok pria berpakaian preman datang. Mereka bukanlah preman yang sesungguhnya, tapi mereka adalah pasukan yang bertugas mengawal anggota keluarga Presiden.
“Sebelumnya aku gagal mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi hari ini aku pasti mendapatkan semua yang aku inginkan, ditambah bonus yang kamu bawakan untukku.” Mata nakal Calvin menatap empat wanita Reinar selain Erina.
“Apa kamu tidak takut dengan penilain buruk yang diberikan rakyat padamu jika menggunakan kekerasan untuk mengambil apa yang bukan milikmu?” Meski di hadapkan dengan banyak anggota pasukan pelindung keluarga Presiden, Reinar masih terlihat sangat tenang.
"Aku tidak peduli dengan semua itu karena yang butuh penilaian baik bukan aku, tapi ayahku!” Calvin sama sekali tidak peduli dengan penilaian buruk yang diberikan rakyat padanya.
Sementara itu, Reinar yang mendengar balasan Calvin, dia tersenyum. “Kalau begitu, aku tidak perlu sungkan karena kamu sendiri tidak peduli dengan nama baik putra seorang Presiden.” Kalau harus bertarung, orang-orang yang dibawa Calvin tentu bukan lawan sepadan untuk Reinar.
“Sebaiknya kita mundur dan cari tempat terbaik untuk menonton! Kalau perlu kita terlebih dahulu memesan makanan atau cemilan. Rasanya hambar kalau menonton sesuatu tanpa makanan atau cemilan.” Erina melihat sekeliling, dan setelah menemukan tempat yang pas dia membawa empat saudarinya menuju tempat itu.
__ADS_1
“Kalian tidak perlu ragu, cepat habisi pria itu untukku!” Calvin memberi perintah pada orang-orang yang ikut datang bersamanya.
Mendengarkan perintah Calvin, langsung saja belasan orang yang datang bersamanya maju menyerang Reinar. Pengunjung restoran segera berhamburan keluar, saat kekacauan melanda restoran. Namun tak sedikit yang memilih bertahan, merekam seluruh kejadian yang sedang terjadi.
Belasan orang melawan satu orang yang terlihat jauh lebih muda dari mereka. Pertempuran terlihat tidak adil, tapi tak seorangpun tahu hasil akhir dari pertempuran.
Belasan orang maju bersamaan, tapi mereka melakukan serangan secara bergantian. Cepat dan kuat, serangan mereka membuat merinding siapapun yang melihatnya.
Namun, bagi Reinar yang menghadapi mereka, serangan mereka sama sekali tidak membuat dirinya gentar, bahkan serangan mereka yang terlihat cepat di mata orang lain, baginya serangan mereka sangatlah lambat, dan tidak terlu sulit menghindari seluruh serangan mereka.
Setelah terus-terusan menghindar dan tak melakukan serangan balasan, secara tiba-tiba Reinar merubah kuda-kudanya. Dari posisi bertahan, berubah ke posisi menyerang.
“Sebagai pasukan yang melindungi nyawa keluarga sosok paling penting di negara ini kalian masih terlalu lemah untukku. Butuh satu sepuluh sampai dua puluh tahun lagi bagi kalian untuk sedikit membuat aku kerepotan.” Dengan santainya Reinar mengatakan itu, dan setelahnya dia melakukan serangan balik cepat, dan semua serangan yang dilakukannya tepat sasaran.
“Apa masih ingin berlanjut? Kalau kalian ingin lanjut, aku tidak keberatan membuat masing-masing dari kalian mengalami patah tulang.” Reinar meningkatkan penggunaan kekuatannya, dan dengan mudahnya dia berhasil mematahkan lengan salah satu orang Calvin.
Calvin sendiri yang sejak awal melihat jalannya pertempuran, dia tidak menyangka kalau Reinar sangat kuat. Belasan orang terlatih sama sekali tidak berdaya di hadapannya, mereka justru babak belur, bahkan salah satu dari mereka mengalami patah tulang.
“Berani melukai mereka, kau pasti menerima hukuman berat dari negara!” Calvin membawa hukum negara untuk mengancam Reinar.
Bukannya takut, Reinar justru tersenyum setelah mendengar semua itu, lalu sambil memukuli orang-orang yang menyerangnya dia berkata, “Sebaiknya kamu lihat sekeliling! Mereka sedang menyiarkan kejadian di tempat ini secara langsung, dan apa hukum yang kamu maksud mampu melawan kebenaran yang saat ini sedang dilihat jutaan rakyat negeri ini?”
Melihat sekelilingnya, Calvin baru sadar kalau mereka yang tersisa di dalam restoran sedang melakukan siaran langsung, dan dirinya tidak mampu melakukan apapun untuk menghentikan mereka.
Sementara itu, jutaan orang saat ini sedang melihat kejadian di dalam restoran, dan mereka hanya bisa menyesalkan sifat buruk yang dimiliki oleh putra orang nomor satu, yang selama ini sangat mereka segani.
__ADS_1
“Sudah jelas salah tapi masih saja ingin mencoba membawa masalah ke ranah hukum negara. Sungguh orang yang menjijikkan, sangat berbeda dengan ayahnya yang sangat menjujung tinggi keadilan.” Komentar buruk mulai bermunculan, menghujat sosok Calvin yang dianggap menjijikkan dan membuat buruk citra ayahnya.
“Kalau dia berani membawa kasus yang jelas-jelas semua kesalahan bermula darinya, aku siap menjadi saksi untuk membela pihak yang benar.” Jika Calvin mendapatkan hujatan, sebaliknya Reinar justru mendapat dukungan. Bukan hanya dukungan dari satu orang, tapi ratusan ribu dukungan sudah mengalir padanya.
Di platform siaran online apa yang saat ini terjadi di restoran antara Calvin dan Reinar telah menempati tranding satu, dan jumlah penonton semakin membludak. Bukan ratusan ribu tapi ada jutaan orang yang sedang melihat tayangan langsung salah satu pengunjung restoran.
“Calvin, sebaiknya kamu pergi dari tempat ini sebelum hal buruk terjadi padamu.” Reinar telah mengalahkan belasan orang yang menyerangnya, dan sekarang dia berdiri tegap di hadapan Calvin.
“Aku belum kalah, aku pasti mendapatkan apa yang aku inginkan! Kalau aku tidak bisa mendapatkannya, aku pastikan kamu juga tidak bisa mendapatkannya!” Calvin menarik pistol dari balik punggungnya, dan mengarahkannya ke kepala Reinar.
Melihat kejadian itu, semua orang mulai histeris, bahkan di siaran langsung semua orang mengutuk apa yang dilakukan Calvin. Mereka semua tidak pernah menduga kalau di balik sifat ramah yang selama ini ditunjukkan Calvin di hadapan media, ternyata sifat aslinya sama persis seperti preman.
Ayah Calvin yang diberitahu tentang ulang putranya itu, segera dia memerintahkan anak buahnya untuk meringkus Calvin. Namun, anak buahnya saat ini masih diperjalanan saat dia melihat putranya menodongkan pistol ke pria yang diketahuinya sebagai calon menantu teman baiknya.
“Aku kira dia telah berubah setelah sekian lama tidak berbuat ulah, tapi nyatanya dia semakin menjadi-jadi, bahkan aku sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa memiliki pistol di tangannya!” Ayah Calvin yang seorang Presiden geram dengan apa yang dilakukan putranya.
Di tempat lainnya, Adhitya juga melihat siaran langsung yang menayangkan perselisihan antara putra sahabatnya dan calon menantunya. Marah dan khawatir, itulah saat ini yang dirasakan Adhitya saat melihat adegan di layar HP nya.
“Kalau terjadi apa-apa pada calon menantuku, aku sendiri yang akan meledakkan kepalanya. Jika ayahnya datang untuk menghentikan aku, tangan ini tak akan segan melakukan hal yang sama padanya!” Membawa beberapa orang kepercayaannya, Adhitya secepatnya pergi menuju restoran tempat terjadinya perselisihan Calvin dan Reinar.
Calvin telah mengundang masalah untuk dirinya sendiri, dan dia harus menanggung sendiri apa yang sudah diperbuat.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1