
Setelah puas melihat-lihat kantor perusahaannya, Reinar dan Eliza kembali ke dalam mobil, dan tujuan mereka sekarang adalah pulang ke rumah.
“Besok kamu kembali temani aku ke tempat ini bertemu mereka yang aku rekrut untuk menjadi karyawan, di perusahaanku.” Setelah pertemuan besok, perusahaan bisa langsung beroperasi, dan perusahaan milik keluarga Dewana menjadi mitra bisnis pertama perusahaan Reinar.
“Apa dengan kita sering pergi berdua tidan membuat yang lainnya curiga?” Eliza mengarahkan pandangan pada Reinar saat menanyakan semua itu padanya.
“Sekali dua kali mereka tidak curiga, tapi setelah berkali-kali mereka pasti curiga. Namun, saat mereka mulai curiga, itu bertepatan perusahanku telah beroperasi, dan aku bisa menunjukkan pada mereka apa yang selama ini sedang kita kerjakan.” Reinar menjawab lalu tersenyum.
“Sebelum bertindak sepertinya kamu sudah memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi.” Eliza cukup kagum dengan perhitungan Reinar sebelum melakukan sesuatu.
“Memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi sebelum mengambil tindakan adalah sesuatu yang penting di lakukan untuk menuai hasil yang baik.”
“Kamu benar, segala tindakan yang ingin dilakukan memang terlebih dahulu harus memperhitungkan kemungkinan yang bisa saja terjadi setelah tindakan itu dilakukan. Namun sayangnya tidak semua orang mau melakukan seperti apa yang kamu lakukan.” Kenyataannya jarang orang yang memperhitungkan kemungkinan apa yang terjadi sebelum melakukan sesuatu di kehidupan mereka.
Reinar sama sekali tidak memiliki keinginan menyanggah perkataan Eliza. Dia sendiri tahu kalau semua orang di zaman ini melakukan segala sesuatu tanpa memperhitungkan apa yang terjadi ke depannya. Pada akhirnya keadaan mobil menjadi hening, bahkan keheningan masih saja terjadi saat mobil telah sampai tujuan.
"Eliza, sepertinya mereka sedang menunggu kepulangan kita.” Reinar mengarahkan pandangan pada keempat wanitanya yang menunggu di depan pintu. “Sebelum terjadinya kerjasama antara perusahaan kita dengan Paman Juan, jangan dulu menceritakan keberadaan perusahaan pada mereka!” Reinar kembali berkata pada Eliza.
“Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Kamu tenang saja, aku tidak mungkin memberitahu mereka tentang perusahaan sebelum kamu mengizinkan mengatakan semua itu pada mereka.” Eliza berkata serius, dan Reinar memegang erat perkataannya.
Setelahnya mereka bersama-sama keluar dari mobil, dan beriringan berjalan menuju empat wanita yang sudah menunggu kedatangan mereka. Sarah, Wina, dan Bella langsung saja membawa Eliza pergi dari sisi Reinar. Sedangkan Erina, dia membawa Reinar menuju lantai tiga yang sore ini dalam keadaan kosong karena semua orang sedang berada di lantai satu. Berada di balkon lantai tiga, Erina merenggangkan kaki dan naik ke pangkuan Reinar yang sedang duduk di kursi santai.
Posisi keduanya saat ini saling berhadap-hadapan, dan ada sesuatu diantara mereka yang seharusnya dapat dengan mudah menyatu seandainya tidak ada berlapis-lapis kain yang menghalangi penyatuan mereka.
“Kemana sebenarnya kamu membawa Eliza pergi, dan apa saja yang dari tadi kamu lakukan dengannya? Jangan-jangan kamu sudah melakukan itu dengannya, dia dia tidak lagi menjadi gadis kecil yang imut?” Erina memberi Reinar beberapa pertanyaan dalam satu waktu.
“Aku hanya pergi jalan-jalan dengannya. Tidak ada hal spesial yang kami lakukan, apalagi sampai melakukan itu dengannya. Aku tahu belum saatnya mengambil itu darinya, tapi setelah resmi menikah, aku juga tidak mungkin menolak jika dia ingin aku mengambil itu darinya. Bagaimanapun juga saat itu statusnya sama dengan kalian, dan artinya aku juga harus memberi perlakuan sama padanya.” Reinar menjawab pertanyaan Erina.
__ADS_1
“Sebenarnya aku tidak tega membayangkan miliknya menyatu dengan milikmu yang sedikit berlebihan ukurannya, tapi kalau kami melarang dia melakukan itu, sama saja kami berperilaku tidak adil padanya karena bagaimanapun juga dia memiliki status yang sama dengan kami yang tentu lebih dewasa darinya.”
“Kamu tenang saja, kalaupun aku harus melakukan itu dengannya dan semua itu atas keinginannya, aku pasti melakukannya sangat pelan, jauh lebih pelan saat pertama kali aku melakukannya denganmu.” Reinar tersenyum saat mengatakan semuanya pada Erina, dan bersamaan dengan itu Reinar melingkarkan tangannya di pinggang Erina.
Tubuh Erina sejenak bergetar saat secara tiba-tiba Reinar melingkarkan tangan di pinggangnya, tapi tak lama dia sudah berhasil mengontrol kembali tubuhnya. “Melakukan di tempat terbuka jauh lebih menarik daripada melakukan secara diam-diam di tempat tertutup.” Erina berbisik lirih di dekat telinga Reinar.
Setelah itu keduanya mulai melakukan rutinitas memburu kenikmatan yang sudah sering mereka lakukan tapi bedanya sekarang mereka melakukannya di tempat teterbuka.
...----------------...
Setelah di malam harinya Reinar menghubungi enam orang calon karyawannya, mengajak mereka bertemu langsung di kantor perusahaan yang telah diberinya nama MSS [Maximum Security System]. Pagi ini dia bersama Eliza bermaksud menemui mereka.
Pagi-pagi sekali keduanya telah berangkat, bahkan mereka tidak ikut dalam acara makan pagi bersama. Selain menemui enam calon karyawan yang hari ini sudah mulai bekerja, rencananya hari ini Reinar dan Eliza juga bertemu dengan Juan untuk membahas kontrak kerjasama.
Mengendarai mobil yang kali ini dikemudikan langsung oleh Reinar, setelah melewati jalanan yang macet meskipun masih cukup pagi, akhirnya mereka sampai di perusahaan.
Memarkirkan mobil di tempat khusus untuk pemilik perusahaan, Reinar dan Eliza dapat melihat enam mobil lain yang datang hampir bersamaan.
Satu persatu calon karyawan yang direkrut Reinar keluar dari mobil. Tiga pria dan tiga wanita, dan penampilan mereka sama persis dengan foto yang dilihat Reinar sebelum memutuskan merekrut mereka.
“Penampilan asli mereka berenam sedikit lebih menarik dari yang terlihat di foto.” Reinar berkata dengan santai, kemudian dia dan Eliza keluar mobil setelah melihat enam orang yang mulai mengakrabkan diri sudah pergi meninggalkan parkiran.
“Dari ketenangan yang mereka miliki, penilaian awalku kamu tidak salah dalam merekrut mereka.” Eliza memberi penilaian kasar tentang enam orang yang telah direkrut Reinar melalui pencarian online.
“Aku merekrut mereka bukan hanya data yang mereka tunjukkan, tapi aku mencari secara mendetail identitas mereka. Setelah melihat identitas lengkap dan riwayat hidup mereka, mereka memanglah orang-orang yang kompeten dala bidangnya masing-masing, dan ada salah satu dari mereka yang cukup membuatku terkejut saat melihat identitasnya secara lengkap.”
Berbisik Reinar mengatakan kalau ada salah satu wanita diantara tiga wanita yang dia rekrut adalah salah satu anggota pasukan super elite sama seperti Erina. Wanita itu bernama Cleo, dan dia dijuluki si iblis wanita dalam keanggotaan pasukan super elite.
__ADS_1
Mendengar itu cukup membuat Eliza terkejut, tapi dia tidak teramat sangat terkejut karena sebelumnya dirinya sudah dibuat sangat terkejut setelah mengetahui identitas calon keempat saudarinya, dan identitas calon ibu mertuanya.
‘Aku berada di sekeliling orang luar biasa, dan yang paling luar biasa diantara mereka adalah calon suamiku.’ Eliza membatin sambil terus berjalan mengikuti Reinar, langkahnya yang lebih pendek membuat Reinar beberapa kali melambatkan langkahnya untuk tetap berada di sebelahnya.
Di perusahaan yang dimiliki Reinar, pagi ini juga sudah terlihat tiga orang security, dan tiga resepsionis. Mereka adalah orang-orang yang diberikan Juan pada Reinar, dan tentunya mereka sudah sangat profesional.
Awalnya beberapa dari mereka menolak dipindah tugaskan ke tempat baru, meskipun tempat baru mereka tidak jauh dari tempat yang lama. Namun setelah Reinar menghubungi mereka semua secara pribadi dan membahas gaji yang diberikan pada mereka, meski masih berat meninggalkan tempat lama, mereka pada akhirnya setuju bekerja bersama Reinar.
Dengan berani menggaji mereka dua kali lebih banyak, mereka semua yakin bos baru mereka jauh lebih luarbiasa, dibandingkan bos lama mereka.
Enam orang sudah menunggu di ruang rapat, sedangkan Reinar masih menyapa tiga resepsionis yang dua diantaranya mimisan saat melihat wajahnya.
Untuk kebersihan, Reinar juga sudah merekrut delapan petugas kebersihan untuk membersihkan seluruh lantai gedung yang dia sewa.
“Semoga kalian betah kerja di tempat ini.” Reinar berkata ramah sambil tersenyum, kemudian dia dan Eliza pergi menuju ruang rapat di lantai tiga.
Sementara itu tiga resepsionis hampir pingsan saat melihat senyuman Reinar. Mereka benar-benar tidak percaya kalau tidak melihatnya secara langsung. Bos baru mereka ternyata masih sangat muda, dan ketampanannya selayaknya Dewa kahyangan yang turun ke bumi.
Sementara itu, berada di dalam lift menuju lantai tiga, Eliza berkata pada Reinar, “Lain kali jangan terlalu banyak senyum di depan wanita kalau kamu tidak ingin menambah wanita lagi dalam hidupmu.”
“Aku sudah biasa tersenyum seperti itu, dan sulit bagiku untuk merubahnya. Soal menambah wanita, aku tidak akan menolak selama kalian menyetujuinya.” Reinar berkata sambil tersenyum.
“Aku setuju saja asalkan kamu adil, dan mampu memberi kepuasan pada seluruh wanitamu!” Tanpa beban Eliza mengatakan semua itu pada Reinar.
“Aku bisa berperilaku adil pada kalian semua. Soal kepuasan, percayalah aku bisa membuat kalian semua puas sampai kesulitan bangun.” Dengan kekuatan melampaui manusia terkuat di bumi, Reinar yakin dirinya lebih dari mampu memberikan kepuasan pada semua wanitanya.
‘Aku adalah pria tangguh yang tidak mungkin gagal memberi kepuasan pada wanita,’ katanya membatin.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.