
Setelah menunaikan kewajibannya sebagai suami dan melalui malam penuh keringat bersama Eliza dan Wina, pagi ini Reinar telah bersiap pergi bekerja ke kantor.
Eliza dan Wina izin tidak bekerja, begitu juga dengan Erina yang izin tidak bekerja karena harus menjaga dua wanita yang baru saja resmi menjadi wanita dewasa. Indah juga tidak pergi ke markas pasukan elite, dan hanya Malvin yang pergi seorang diri.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam dan menembus kemacetan di pagi hari, akhirnya Reinar dan kedua istrinya sampai di kantor.
Bella dan Sarah langsung saja pergi ke ruang kerja mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, yang belum selesai di hari sebelumnya. Sedangkan Reinar, dia sedang berkeliling melihat para karyawannya.
Para karyawannya bekerja dengan baik, dan tidak terdengar adanya keluhan dari karyawan yang bekerja untuknya.
Saat Reinar baru mengambil beberapa langkah dari ruang kerja para karyawannya, Cleo tiba-tiba memegang tangannya dan menarik Reinar ke ruangan kosong tak jauh dari ruang kerja para karyawan dan asistennya. Reinar tidak melawan, dia hanya menuruti apa yang diinginkan Cleo.
“Malam ini kamu dan para istrimu harus datang di acara makan malam keluargaku! Tidak ada penolakan karena para istrimu sudah setuju datang.” Jelas Cleo mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Reinar.
“Kalau mereka sudah setuju, mana mungkin aku bisa menolak undanganmu?” ujar Reinar sambil tersenyum.
Cleo mengangguk puas. “Jam tujuh malam kamu dan yang lainnya harus sudah sampai!” kata Cleo kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan Reinar seorang diri.
Melihat wanita yang telah menyeretnya pergi begitu saja setelah mengatakan keinginannya, Reinar hanya menggelengkan kepala, kemudian dia memutuskan pergi ke ruang kerja untuk melanjutkan pekerjaannya.
Saat Reinar sudah berada di ruang kerjanya, tanpa sepengetahuannya, Bella, Sarah, serta Cleo berkumpul di ruangan rapat tapi bukan untuk rapat. Mereka berkumpul untuk mendiskusikan rencana mendekatkan hubungan antara Reinar dan orangtua Cleo.
“Kalian adalah istrinya, tapi kenapa kalian justru ingin suami kalian memiliki istri lainnya? Apa kalian tidak takut kehilangan dia?” tanya Cleo yang tidak mengerti dengan jalan pikiran para istri Reinar.
“Kami justru lebih khawatir saat hanya berlima, kami justru dihadapkan dengan dia yang lagi bersemangat,” ungkap Sarah.
“Meski kami sudah berlima, belum tentu kami dapat memberinya kepuasan yang sesungguhnya,” timpal Bella.
“Memberi kepuasa yang sesungguhnya? Jangan katakan kalau kalian sedang membahas permasalahan ranjang? Sial! Aku ini wanita lajang dan kalian membahas itu denganku, apa kalian ingin membuat aku iri?” tanya Cleo.
“Kami sama sekali tidak memiliki keinginr membuat kamu iri, tapi kami bisa saja berbagi apa yang selama ini kami rasakan saat melakukan itu dengannya, dan kami yakin kamu pasti menyukainya,” kata Bella sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
“Maaf saja, aku tidak ingin melakukan semua itu dengan pria yang tidak memiliki status resmi denganku, dan lagi aku tidak berharap melakukan itu untuk pertamakalinya dengan suami orang lain!” Tegas Cleo memberi pernyataan.
Bella dan Sarah yang mendengar semua itu hanya senyum-senyum, bersamaan dengan itu satu lagi wanita tiba-tiba masuk ruang rapat.
“Bukannya kamu dulu pernah mengatakan dan bersumpah ingin memiliki suami yang sama denganku? Aku dan keempat saudariku sudah memberi izin, dan sekarang tinggal menunggu keputusanmu!” kata Erina, wanita yang baru saja masuk ruang rapat.
“Aku tahu kamu pasti terkejut mendengar ini, tapi itu adalah keputusan kami, dan semua bisa berjalan sesuai keinginan kami selama kamu menyetujuinya,” imbuh Bella.
Cleo berpikir keras menentukan pilihannya. Di satu sisi dia senang karena diam-diam dirinya memang menaruh hati pada Reinar, tapi di lain sisi ada rasa enggan karena dirinya harus berbagi dengan wanita lainnya, dan belum tentu dirinya mendapatkan keadilan sebagai seorang istri.
Tentu yang dia maksud keadilan bukan masalah uang, tapi yang dia maksud berhubungan dengan keadilan urusan ranjang. Masalah uang, dirinya bisa mencukupinya seorang diri, tapi masalah ranjang, dia harus mendapatkan semua itu dengan suaminya.
“Apa yang membuatmu begitu lama berpikir? Apa kamu memikirkan masalah dia mampu atau tidak untuk memenuhi semua kebutuhan kita?”
“Uang bulanan, dia bisa memberikan kita sebanyak yang kita inginkan. Urusan kebutuhan ranjang, keperkasaan yang dimilikinya lebih dari cukup untuk membuat kita berenam merasakan kepuasan, bahkan aku ragu kalau kita berenam cukup untuk menaklukkannya,” kata Bella yang sudah berkali-kali ditaklukkan Reinar.
“Apa dia sekuat itu saat melakukan hubungan di atas ranjang?” Cleo tiba-tiba saja penasaran dengan seberapa tangguh kekuatan yang dimilikin Reinar saat melakukan rutinitas di atas ranjang.
“Wina dan Eliza yang baru memiliki kesempatan melakukan itu dengannya malam tadi, keduanya dibuat tidak berdaya olehnya, bahkan sampai kami berangkat kerja, mereka masih sulit bangkit dari tempat tidur.” Giliran Bella memberi jawaban.
“Bukan hanya kuat, tapi itu sangat besar dan panjang. Awalnya memang sakit, tapi setelahnya hanya rasa nikmat yang di rasa saat benda itu mulai bergerak, dan terus bergerak,” kata Sarah membuat pikiran ketiga wanita yang mendengarnya travelling.
Bella dan Erina jelas membayangkan apa, sedangkan Cleo, dia mulai membayangkan sesuatu yang pernah dilihatnya dalam video yang tak sengaja dia putar.
Menggelengkan kepalanya berkali-kali, Cleo mencoba menghilangkan bayangan aneh yang terus-terusan terbayang dalam pikirannya.
Sampai akhirnya bayangan itu menghilang bersamaan dengan terdengarnya suara cekikikan dari tiga wanita, yang berada dalam satu ruangan dengannya.
“Bagaimana, apa kamu sudah bisa memberi keputusan?” tanya Bella penasaran dengan keputusan Cleo, begitu juga dengan Sarah dan Erina. Mereka sama-sama penasaran dengan keputusan Cleo.
Percaya dengan apa yang dikatakan Bella, Sarah dan juga Erina tentang keperkasaan Reinar, pada akhirnya Cleo setuju untuk menjalin hubungan dengan pria itu.
__ADS_1
“Aku mungkin setuju, tapi bagaimana dengan orangtuaku? Mereka belum tentu setuju aku menjadi istri dari pria yang telah memiliki banyak istri,” ujar Cleo.
“Masalah kedua orangtuamu, serahkan saja masalah itu pada orangtua kami. Akan tetapi, aku merasa tidak sulit membuat mereka setuju, setelah mereka tahu siapa yang telah menyelamatkan ibumu dan nyawamu saat kelompok Stars Of Darkness datang menyerang,” kata Erina.
“Soal orang yang menyelamatkan aku dan ibu, ayahku pernah berjanji padaku kalau dia pasti mengabulkan apapun yang menjadi keinginan, orang yang telah menyelamatkan aku dan ibu,” ujar Cleo setelah mendengarkan perkataan Erina.
“Kalau sudah seperti itu, semakin mudah bagi kita mendapatkan restu dari orang tuamu. Memanfaatkan janji ayahmu, selama dia menginginkanmu menjadi istrinya, ayahmu yang seorang anggota kepolisian, tentu tidak mungkin dia mengingkari janjinya...”
“Mengingkari janji hanya membuatnya kehilangan wibawa, dan dia layak dicemooh banyak orang,” ungkap Sarah mengingat hukum masyarakat yang berlaku di negaranya.
“Aku yakin ayahku tidak mungkin mengingkari janjinya.” Cleo sangat yakin dengan semua itu karena ayahnya selama ini tidak pernah mengingkari janji.
“Namun, aku tidak tahu apa dia menginginkan aku untuk menjadi istrinya. Kalaupun kalian dan aku sama-sama setuju, kalau dia tidak setuju, semua hanya akan berakhir sia-sia,” kata Cleo.
“Dia pasti setuju karena kami merasa dia memiliki perasaan khusus padamu dibandingkan pada karyawan lainnya,” kata Bella menilai perbedaan perlakuan antara Reinar pada Cleo, dan perilaku antara Reinar pada karyawan lainnya.
“Berapa persen kalian yakin dia setuju dengan rencana ini? Kalau keyakinan kalian kurang dari lima puluh persen, sebaiknya kita tidak melanjutkan semua ini!” Cleo berkata tegas pada tiga wanita yang langsung berpikir setelah mendengar perkataannya.
“Aku sendiri memiliki keyakinan lebih dari delapan puluh persen dia setuju. Bagaimana dengan kalian?” tanya Bella sambil mengarahkan pandangan pada Erina dan Sarah.
“Jujur saja, keyakinanku lebih tinggi darimu. Setidaknya aku memiliki keyakinan lebih dari sembilan puluh persen dia setuju dengan rencana ini, dan hanya kemungkinan kecil dia menolaknya,” ungkap Erina.
“Kalau aku, keyakinanku tembus seratus persen, yang artinya dia tidak mungkin tidak setuju dengan rencana ini, bahkan mungkin dia senang dengan rencana kita, rencana para wanita,” kata Sarah sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Kalau kalian yakin, aku hanya bisa mengikuti keyakinan kalian,” balas Cleo.
Dengan adanya kesepakatan diantara mereka, sekarang tinggal menentukan hari yang tepat untuk menyempurnakan rencana mereka.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1