Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 75. Menjadi Sosok Iblis Kematian


__ADS_3

Pagi yang indah menyapa Reinar dan keluarga besarnya yang saat ini sedang menikmati makan pagi bersama. Dengan menu sederhana, mereka sangat menikmati acara makan pagi bersama, sebelum akhirnya acara mereka terganggu dengan datangnya salah satu penjaga yang mengabarkan kedatangan Ibu Negara.


“Apa Ibu sudah menceritakan semua kejadian itu padanya sampai pagi-pagi seperti ini dia datang mengunjungi rumah kita?” Reinar bertanya pada ibunya yang segera menghabiskan sisa makanan di piringnya, dan jelas terlihat kalau dia ingin segera bertemu dengan Rita.


“Dia adalah orang yang bisa dipercaya, jadi aku sudah menceritakan semua padanya. Namun, untuk kedatangannya yang begitu tiba-tiba, aku sama sekali tidak tahu apa yang menjadi tujuannya.” Indah memang menceritakan semua pada Rita, tapi drinya tidak tahu tujuan wanita itu pagi-pagi datang berkunjung.


Reinar hanya mengangguk mendengar itu, kemudian dia membiarkan ibunya menemui Rita, sedangkan dirinya dan yang lainnya kembali melanjutkan makan.


“Apa yang membuatmu pagi-pagi seperti ini datang memgunjungiku? Apa kamu memiliki informasi tentang apa yang semalam aku ceritakan padamu?” Indah bertanya pada Rita begitu dia menemui wanita itu yang menunggu kedatangannya di ruang tamu.


“Aku ingin menyampaikan sedikit informasi tentang mereka, tapi sebaiknya kita membicarakan semua ini dengan yang lainnya.” Rita ingin menyampaikan informasi yang dia miliki bukan hanya dengan Indah, tapi dia juga ingin menyampaikan semua itu pada Reinar dan yang lainnya.


Mendengar itu Indah hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia membawa Rita menuju ruang makan tempat Reinar dan yang lainnya berada.


Indah mempersilahkan Rita duduk di dekatnya, berhadapan langsung dengan Reinar yang baru saja menghabiskan seluruh makanannya.


Reinar menawari Rita makan, tapi dengan lembut wanita itu menolaknya dengan alasan dirinya sudah menikmati makan pagi di istana negara bersama sang suami.


“Rita, sekarang kamu bisa menyampaikan informasi apa saja yang ingin kamu sampaikan pada kami!” Indah mempersilahkan Rita menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.


Mengangguk sekali, Rita mulai berkata, “Selain melibatkan orang nomor dua di negara ini, beberapa pembantu pemerintahan, serta mantan anggota asosiasi Black Dragon, peristiwa itu juga melibatkan orang penting lainnya, tapi aku belum tahu pasti apa sebenarnya yang menjadi tujuan utama mereka melakukan semua itu!”


Setelah menyelesaikan perkataannya, Rita memberi selebaran kertas pada Reinar dan yang lainnya. Setidaknya satu orang menerima sepuluh lembar kertas, dan setiap kertas menampilkan wajah orang yang berbeda-beda.


“Mereka adalah orang-orang yang terlibat dalam perencanaan pembunuhan.” Rita membagi lagi masing-masing empat lembar kertas pada semua orang. “Sedangkan mereka berempat, mereka adalah para eksekutor.”


“Dari empat eksekutor, satu dari mereka dikabarkan mati di tempat kerjanya, jadi hanya tersisa tiga dari mereka. Sedangkan untuk sepuluh orang perencana, tiga dari mereka mati karena faktor usia, jadi masih tersisa tujuh orang.”


“Tujuh orang tersisa adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan, bahkan suamiku bukan lawan sepadan untuk mereka.”


Rita mengakhiri semua perkataannya, sedangkan Reinar dan yang lainnya, selain fokus mendengar perkataan Rita, mereka semua juga fokus memandangi wajah orang-orang yang ke depannya dipastikan menjadi musuh mereka.

__ADS_1


“Tiga orang eksekutor adalah mantan anggota asosiasi Black Dragon, begitu juga dengan Virgo, salah satu eksekutor yang dikabarkan mati, tapi aku sendiri belum bisa memastikan kebenaran dari kabar itu.” Kembali Rita membuka suara.


“Aku bisa memastikan kabar itu benar karena aku sendiri yang mengakhiri hidupnya.” Begitu santai Reinar mengatakan semua itu pada Rita dan yang lainnya.


Malvin dan Erina tentu saja tidak terkejut karena sedari awal mereka sudah mengetahuinya. Sedangkan untuk yang lainnya, tentu saja mereka terkejut dengan fakta kalau Reinar adalah sosok dibalik kematian Virgo, salah satu pemimpin kelompok Tubuh Besi.


Semalam Reinar hanya menyampaikan informasi yang keseluruhannya dia dapatkannya dari pasar gelap, dan sama sekali dia tidak menyinggung kematian Virgo yang nyatanya mati ditangannya.


“Jadi, alasan utama semalam kamu membawa belasan assassin bayangan adalah untuk menyerang markas mereka yang berada di pasar gelap?” Dengan rasa penasarannya, Rita melayangkan pertanyaan pada Reinar.


“Semua itu tidak sepenuhnya benar karena hanya tiga assassin bayangan yang membantuku menerobos masuk ke markas mereka...”


“Sedangkan sisanya, mereka aku tugaskan melindungi Erina dan Malvin, dan sebenarnya semua informasi yang kuberikan pada kalian aku mendapatkan semua informasi itu dari Virgo.” Reinar mengungkap kebenaran tentang kematian Virgo dan darimana dia mendapatkan informasi yang keberadaannya sangatlah penting.


“Aku tidak menyangka hanya kamu dan tiga orang assassin bayangan bisa menerobos markas mereka yang dijaga ketat, bahkan kamu berhasil mengakhiri hidup Virgo tanpa mengalami luka. Meski Virgo yang terlemah diantara mereka, aku sendiri pasti kesulitan berhadapan seorang diri dengannya.” Rita kagum dengan apa yang dilakukan Reinar.


“Dia memang lemah dan hanya mengandalkan persenjataan di sekelilingnya, dan karena itu membunuhnya bukanlah sesuatu yang sulit.” Tanpa persenjataan di sekitarnya, mungkin hanya otaknya yang berguna.


“Namun, kekuatan tiga eksekutor yang tersisa, jauh lebih besar dibandingkan apa yang dimiliki Virgo, dan konon katanya ada orang-orang khusus yang memberikan perlindungan pada mereka.” Rita mengatakan apa yang dia ketahui.


“Jika mereka saja memiliki penjagaan khusus, bagaimana dengan tujuh orang yang merencanakan pembunuhan pada ayah mertua? Aku merasa mereka jauh lebih sulit diatasi dibandingkan tiga orang eksekutor.” Wina membuka suara menimpali perkataan Rita.


“Mengatasi mereka memang sulit, tapi bukan berarti kita tidak memiliki kesempatan memberi mereka apa yang pantas mereka dapatkan! Selama ada aku, tidak akan ada tempat aman untuk mereka.” Reinar serius dengan perkataannya.


Semua orang tahu seberapa mengerikan kekuatan yang dimiliki Reinar, tapi mereka cemas dengan hukum negara yang bisa saja menjerat Reinar kalau apa yang dilakukannya terbongkar.


“Ibu yakin kamu memiliki kemampuan untuk melakukan itu, tapi hukum di negara ini adalah ancaman terbesar untukmu. Mereka memang orang salah yang layak mendapatkan hukuman, tapi membunuh mereka tanpa bukti, bisa membuatmu mendapatkan hukuman terberat di negara ini...”


“Jika ada yang dapat mengungkap perbuatanmu pada mereka, bisa saja hukuman mati di berikan padamu, dan kami semua tidak ingin semua itu terjadi padamu.” Indah menyampaikan ketakutannya, dan dia tidak berharap semua itu terjadi pada putranya.


Bukannya merenungkan perkataan ibunya, Reinar justru menyunggingkan senyuman di wajahnya. “Ibu dan kalian semua tenang saja, tak ada hukum yang dapat membuat aku mendekam ke dalam jeruji besi, apalagi memberi hukuman mati padaku. Aku tidak perlu memberitahu apa yang membuatku yakin semua itu tidak akan terjadi padaku karena pada akhirnya, semua itu memang tidak akan pernah terjadi padaku.”

__ADS_1


Perkataan Reinar terasa begitu meyakinkan bagi mereka yang mendengarnya, tapi mereka benar-benar tidak tahu apa yang membuat Reinar begitu yakin tidak ada hukum yang mampu membuatnya mendekam ke balik jeruji besi penjara.


“Kalian semua percaya saja padaku, cepat atau lambat kita pasti berhasil membuat mereka merasakan apa yang seharusnya mereka rasakan. Untuk hukum di negara ini, bagiku semua hukum hanyalah kebohongan, dan sebuah kebohongan tidak akan pernah berlaku untukku.” Reinar menutup perkataannya dengan menunjukkan senyuman di wajahnya.


“Sekalipun hukum tidak berlaku padamu, kami tetap tidak ingin membiarkanmu melakukan semuanya sendirian.” Kali ini giliran Eliza yang membuka suara.


Empat wanita lainnya sangat setuju dengan apa yang dikatakan Eliza, dan pada akhirnya Reinar memutuskan mengikutsertakan mereka semua dalam rencananya. Namun, untuk menghabisi orang-orang yang telibat dalam kematian ayahnya, Reinar akan melakukan semua itu seorang diri.


“Sepertinya cuma itu yang saat ini dapat aku sampaikan pada kalian, dan aku sudah harus kembali ketugas utamaku sebagai seorang Ibu Negara.” Rita segera pamit meninggalkan rumah keluarga Reinar karena hari ini banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Sedangkan untuk Reinar dan yang lainnya, mereka kembali beraktivitas seperti hari-hari biasa. Untuk bulan madu yang direncanakan, mereka baru melakukannya setelah masalah kematian ayah Reinar terselesaikan. Tidak ada yang kecewa dengan tertundanya rencana bulan madu karena mereka semua ingin menikmati bulan madu dengan tenang.


Hari ini Reinar masuk kerja seperti biasa, bedanya kali ini dia ditemani kelima istrinya, yang mulai hari ini mereka mulai bekerja di perusahaannya.


Sedangkan Indah dan Malvin, hari ini mereka pergi ke markas pasukan elite untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang secepatnya harus mereka selesaikan.


Semua kegiatan mereka berjalan lancar, bahkan Reinar hari ini menandatangani beberapa kontrak kerjasama dengan beberapa perusahaan yang tertarik dengan program keamanan yang dikelola perusahaannya.


Keuntungan besar mulai mengalir ke perusahaan Reinar, dan ke depannya keuntungan yang lebih besar bisa saja didapatkan Reinar setelah beberapa aplikasi buatannya tersebar luas ke pasaran.


Jangankan miliaran, dalam satu bulan Reinar ingin perusahaannya memiliki keuntungan bersih lebih dari satu triliun.


“Perusahaan berkembang ke titik yang lebih baik. Kalau semua ini terus berlanjut, dalam satu tahun mungkin perusahaan ini sudah dapat disetarakan dengan sepuluh perusahaan besar negeri ini. Namun, sebelum mencapai titik itu, terlebih dahulu aku harus membereskan mereka yang telah merencanakan pembunuhan kejam pada ayahku.”


“Nyawa dibalas nyawa, dan mereka semua akan membayar kematian ayahku dengan nyawa mereka sendiri!”


Tekad Reinar sudah bulat, dan dia akan memastikan semua orang yang terlibat dalam kematian ayahnya mendapatkan ganjaran sesuai dengan perbuatan mereka.


“Jika aku harus menjadi iblis untuk membalaskan dendam ayahku, aku rela menjadi iblis, dan tentu aku akan menjadi iblis kematian untuk mereka!” Reinar menyeringai, walau hanya sekilas, bisa dipastikan semua orang gemetar ketakutan saat melihatnya yang sedang menyeringai.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2