
Tak sampai satu jam setelah memasuki gedung, Reinar berhasil mengalahkan seluruh anggota geng motor kapak merah.
Dari seluruh anggota geng motor kapak merah, saat ini hanya tersisa pemimpin mereka, yang sudah meringkuk dibawah kaki Reinar.
Sementara itu, wanita bertopeng saat ini sedang membebaskan rekannya, yang hampir saja direnggut kesuciannya oleh anggota geng motor kapak merah.
Beruntung dia dan Reinar datang tepat waktu, sehingga mereka masih tetap memiliki kesucian seorang wanita.
Selesai membebaskan rekannya, wanita bertopeng dan keenam rekannya menghampiri Reinar.
“Tolong izinkan rekanku yang memberikan pelajaran pada pria itu!” pinta wanita bertopeng pada Reinar.
“Lakukan apa yang ingin kalian lakukan,” kata Reinar sambil tersenyum bertepatan dengan datangnya Malvin dan beberapa wanita yang sebelumnya baku tembak dengan anggota geng motor kapak merah, yang berjaga di depan gedung.
Reinar menyingkir dari tubuh pemimpin geng motor kapak merah, dan dia memilih berjalan mendekati Malvin yang sedang mengatur napas karena dia barusan cukup terburu-buru menaiki tangga, menyusul Reinar yang sudah berada di lantai teratas.
Melihat Reinar telah menyingkir, wanita bertopeng membiarkan rekannya melakukan apapun yang mereka inginkan pada pemimpin geng motor kapak merah.
Keenam wanita yang sakit hati dengan perlakukan pemimpin geng motor kapak merah, masing-masing dari mereka mengambil pistol, dan tak banyak berkata salah satu dari mereka menembak arena ************ pemimpin geng motor kapak merah.
Meskipun hanya melihat, Reinar dan Malvin merasakan ngilu di milik mereka, dan keduanya tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya berada di posisi pemimpin geng motor kapak merah. Jelas posisinya bukanlah sesuatu yang diinginkan para pria.
...----------------...
Di luar gedung yang di dalamnya dipenuhi mayat.
“Kalian bisa kembali lebih dulu ke markas! Aku masih ada sedikit urusan dengan mereka,” perintah wanita bertopeng pada rekan-rekannya, yang langsung saja pergi setelah mendengar perintahnya.
Melihat wanita bertopeng sepertinya memiliki urusan pribadi dengan Reinar, Malvin yang peka pada situasi, dia memilih pergi ke tempat memarkir mobil, dan menunggu Reinar di tempat itu.
Wanita itu membuka topengnya saat dia hanya berduaan dengan Reinar. Melihat wajah wanita yang sejak awal pertemuan telah ditutupi topeng, Reinar merasa tidak asing dengan wajah wanita itu, dan entah kenapa dia teringat dengan teman masa kecilnya di desa yang delapan tahun lalu pergi ke kota bersama keluarganya.
“Jihan...” kata Reinar lirih, tapi meski lirih, wanita bertopeng yang telah melepas topengnya, jelas dia mendengar Reinar mengatakan sebuah nama, dan kerutan bisa terlihat di kening wanita itu setelah dia mendengar sebuah nama keluar dari mulut pria di hadapannya.
“Kamu, siapa kamu sebenarnya? Bagaimana kamu bisa tahu nama asliku?” Wanita itu memang Jihan, dan dia penasaran bagaimana bisa pria dihadapannya tau nama aslinya yang selama ini hanya diketahui oleh keluarga serta teman-teman dekatnya.
__ADS_1
Mendengar wanita di hadapannya membenarkan jika dirinya adalah sosok wanita yang dikenalinya, sulit bagi Reinar untuk tidak menunjukkan senyuman bahagia, yang menambah kesempurnaan pesona miliknya.
“Setelah delapan tahun berlalu, sepertinya kamu sudah lupa denga teman masa kecilmu,” jawab Reinar sambil mempertahankan senyuman di wajahnya.
Lama kelamaan melihat senyuman Reinar, dan mendengar jawaban yang diberikan pria itu. Ingatan Jihan tiba-tiba saja membuatnya teringat dengan seseorang di masa lalu, yang memiliki hubungan persahabatan begitu dekat dengan dirinya.
Mengingat kenangan itu, entah kenapa Jihan tiba-tiba tersenyum, tapi air mata mulai mengalir dari ujung kedua matanya, bersama dengan datangnya rasa rindu pada sosok dalam ingatannya.
Namum, dia segera menghapus air matanya, dan mengarahkan pandangannya menatap lekat wajah pria di hadapannya yang masih saja menunjukkan senyuman menawan.
“Berani memukul orang bahkan berani membunuh orang, tapi tetap saja kamu adalah wanita cengeng yang sering meminta gendong saat pulang sekolah,” kata Reinar sambil memyentil kening Jihan.
Mendengar itu, Jihan langsung saja melompat ke pelukan Reinar, dan memeluk erat sosok yang begitu dia rindukan. “Pria jelek, kenapa sekarang kau banyak mengalami perubahan?” tanyanya masih dalam posisi memeluk erat Reinar.
“Apa kamu tidak senang memiliki teman setampan aku? Seharusnya kamu senang karena aku tidak lagi seperti pria dekil yang dulu sering diolok-olok teman satu sekolah, dan membuatmu harus berjuang keras memberi pembelasn padaku,” kata Reinar sambil membalas pelukan Jihan, tapi pelukan mereka tak berlangsung lama, dikarenakan sama-sama canggung.
Mereka bukan lagi anak-anak seperti beberapa tahun yang lalu, dimana mereka bahkan sering mandi bersama di aliran sungai. Sekarang mereka sama-sama telah dewasa, dan ada sensasi lain saat berpelukan sambil mengingat kenangan masa lalu.
Wajah keduanya sama-sama memerah saat mengingat kejadian di masa lalu dan melihat penampilan mereka saat ini yang telah tumbuh dewasa, dan masing-masing memiliki daya tarik sebagai orang dewasa.
“Samar-samar aku mengingat itu, tapi meski belum genap sepuluh, setidaknya aku sudah punya lima,” jawab Reinar dan dia baru ingat tentang impian masa lalunya yang dulu terasa tidak masuk akal.
“Aku tidak menyangka kalau kamu sudah punya lima, tapi aku harus mengingatkan kamu tentang janji lainnya, yang mana kamu berjanji memberikan satu dari sepuluh tempat istrimu padaku!” kata Jihan mengingatkan.
Di kota besar pria memiliki lebih dari sepuluh istri merupakan kewajaran. Asalkan dia memiliki uang, para wanita tidak keberatan menjadi istrinya.
Akan tetapi itu semua tidak berlaku pada wanita yang telah menjadi istri Reinar. Mereka semua setuju menjadi istri Reinar karena cinta, bukan karena uang. Reinar sendiri memiliki prinsip, kalau dia hanya akan menikahi sepuluh wanita, dan semuanya adalah wanita yang benar-benar mencintainya.
Kembali teringat dengan salah satu janjinya pada Jihan, Reinar terpikirkan untuk mengenalkan Jihan pada kelima istrinya, tapi sebelum melakukan itu, dia ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan Jihan selama berada di ibukota.
Dari apa yang diketahui Reinar, keluarga Jihan dulunya adalah pengusaha property, dan keberadaan mereka di desanya saat itu adalah untuk penyembuhan ibu Jihan yang sedang mengalami penyakit berhubungan dengan kesehatan paru-parunya.
Akan tetapi, setelah beberapa tahun berlalu dan putus hubungan, Reinar tidak tahu pasti seperti apa keadaan keluarga Jihan, dan kenapa wanita itu kini justru terlibat dalam gelapnya dunia bawah.
Belum juga Reinar menanyakan keadaan keluarganya, dari kejauhan terdengar suara sirine monil polisi, bergerak cepat ke tempat mereka. “Hubungi aku! Banyak yang ingin aku bicarakan denganmu,” kata Jihan sambil menyerahkan kartu nama pada Reinar, lalu dia begitu saja pergi mengendarai motornya.
__ADS_1
Menyimpan kartu nama pemberian Jihan, Reinar segera pergi ke tempat Malvin memarkirkan mobil.
Malas berhubungan dengan pihak kepolisian, Reinar segera menyuruh Malvin tancap gas, meninggalkan tempat dimana dia kembali dipertemukan dengan teman lamanya, setelah bertahun-tahun tidak bertemu.
“Kakak ipar, apa kamu mengenali wanita tadi? Aku lihat dia tadi memeluk kakak ipar, setelah kakak ipar mengatakan sesuatu padanya,” tanya Malvin penasaran dengan identitas wanita bertopeng.
“Wanita itu Jihan, dia teman masa kecilku sewaktu masih tinggal di desa. Lebih dari delapan tahun yang lalu kami terpisah karena dia ikut orangtuanya kembali ke ibukota, dan setelah sekian lama tidak bertemu hari ini kamu dipertemukan dalam situasi yang tidak terduga,” kata Reinar memberi jawaban.
“Dia sepertinya lupa pada kakak ipar karena banyaknya perubahan yang terjadi pada kakak ipar, dan setelah dia mengetahui identitas kakak ipar langsung saja dia memberikan pelukan persahabatan,” kata Malvin mulai mengerti dengan apa yang baru terjadi setelah mendengar jawaban Reinar.
"Seperti itulah yang terjadi, tapi ada sesuatu yang harus aku bahas dengan kelima istriku, dan ini berhubungan dengannya,” kata Reinar.
“Kalau sudah berhubungan dengan kelima istri kakak ipar, aku sama sekali tidak ingin ikut campur,” kata Malvin yang memang tidak memiliki keinginan ikut campur urusan pribadi antara Reinar dan kelima istrinya. Jika sudah berurusan dengan urusan pribadi, Malvin bakal lebih banyak diam.
Reinar yang mendengar itu hanya tersenyum, tapi tak lama senyumannya semakin lebar setelah mendengar suara sistem.
[Ding... Selamat Tuan telah menyelesaikan misi memusnahkan anggota geng motor kapak merah yang juga merupakan gembong narkoba]
[Ding... Selamat Tuan telah menyelesaikan misi membebaskan para wanita anggota geng motor Night Butterfly]
[Mendapatkan Hadiah » Lima kali kenaikan level » Skill Menghilang » Kepercayaan pemimpin geng motor Night Butterfly » Uang tunai 100.000.000.000 » 1.000 Poin sistem » 1.000 Poin Pengalaman]
‘Benar-benar keuntungan besar setelah menyelesaikan misi yang sangat mudah,’ bayinya.
Sementara itu, di markas geng motor Night Butterfly, Jihan yang sudah berada di ruangannya, dia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah bertemu dengan pria yang sangat dia cintai, tapi dia segera teringat dengan pria yang dijodohkan oleh orangtuanya.
Perjodohan yang membuatnya harus pergi jauh meninggalkan rumahnya, dan menjadikan dirinya sebagai pemimpin geng motor Night Butterfly.
“Semenjak mereka menjalin hubungan baik dengan kelompok Tubuh Besi dan kelompok Stars Of Darkness, dan ingin menjodohkan aku dengan salah satu putra pemimpin kelompok Tubuh Besi. Aku sudah memutuskan meninggalkan mereka dan memulai hidup baru...”
“Mereka telah banyak berubah, dan aku tak ingin lagi mengenali mereka,” kata Jihan yang menyimpan api amarah pada kedua orangtuanya, yang mana saat ini kedua orangtuanya memiliki hubungan erat dengan dua kelompok dunia bawah, yang sering merugikan masyarakat kalangan bawah.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1