Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 45. Menjadi Wakil Pemimpin Pasukan Elite


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih, Reinar menemui semua orang yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Ibu dan keempat ibu mertuanya masih sedang melakukan perawatan, sedangkan keempat wanitanya sedang mengakrabkan diri dengan Eliza.


Mereka semua terlihat kompak mengarahkan pandangan pada Reinar saat pria itu berjalan ke arah mereka. Sedangkan Reinar yang mengetahui semua orang mengarahkan pandangan ke padanya, dia hanya tersenyum dan terus saja berjalan lalu duduk nyaman di sebelah Sarah.


“Apa kamu sudah puas bersenang-senang di luar sana tanpa kita? Eliza sudah menceritakan semua, dan kamu terlalu nekad mendatangi tempat itu seorang diri.” Sarah berkata pada Reinar sambil menyuapi pria itu dengan potongan buah apel yang baru saja selesai di potong.


“Aku belum puas sebelum menemukan keberadaan pemimpin asosiasi Red Cobra yang merupakan dalang utama yang ingin memusnahkan keluarga kita.” Reinar membalas setelah mengunyah dan menelan potongan apel di mulutnya.


“Kita bisa bersama-sama mencari keberadaan orang itu, dan jangan lagi melakukan hal berbahaya seorang diri!” Wina berkata pada Reinar.


“Aku melakukan seorang diri karena tidak ingin melibatkan kalian dalam situasi yang berbahaya.” Reinar membalas dan kembali dia memakan potongan buah apel yang disuapkan Sarah.


Mendengar itu tiba-tiba saja Sarah mencubit pinggang Reinar. “Kalau kamu saja tidak ingin kami terlibat dalam situasi berbahaya, apa kamu pikir kami ingin kamu berada dalam situasi berbahaya?” Sarah memberi pertanyaan pada Reinar.


Menoleh melihat satu persatu wajah wanitanya Reinar tahu mereka sangat mengkhawatirkan dirinya. “Aku kali ini salah, maafkan aku dan ke depannya aku tidak akan pergi seorang diri saat melakukan sesuatu yang berbahaya!” Senyum terlihat di bibir Reinar saat mengatakan semua itu pada para wanitanya.


Semua wanitanya mengangguk bersamaan, dan Eliza entah kenapa juga menganggukkan kepalanya. “Kalau kamu berbohong, kamu akan menikmati hukuman paling indah dari kami.” Erina tersenyum saat mengatakan itu, tapi senyum Erina justru terlihat mengerikan bagi Reinar.


‘Nasib buruk pasti mendatangiku kalau aku membohongi mereka. Lebih baik mulai sekarang aku tidak lagi berbohong pada mereka.’ Reinar membatin sambil menunjukkan senyuman kecut di wajahnya.


Semua orang sepertinya telah mengenal baik sosok Eliza, termasuk ibu Reinar dan keempat calon ibu mertuanya. Eliza bahkan saat ini sedang melakukan perawatan tubuh, mengikuti apa yang disarankan keempat wanita Reinar.


Setelah semua wanita selesai perawatan, keempat calon ibu mertua Reinar pamit pulang karena mereka masih memiliki banyak pekerjaan.

__ADS_1


Sementara itu, begitu selesai perawatan, Indah meminta Reinar mengantar nya ke markas utama pasukan elite untuk mengaktifkan kembali keanggotaannya sebagai anggota pasukan elite.


Dengan ditemani Bella yang saat ini mengemudikan mobil, mereka langsung saja pergi menuju markas utama pasukan elite, dan setelah setengah jam berlalu mereka akhirnya sampai di tempat tujuan.


Setelah memarkirkan mobil, mereka langsung saja pergi menuju bangunan utama yang dijadikan tempat bekerja para petinggi pasukan elite. “Apa ibu yakin ingin kembali menjadi anggota pasukan elite seperti di masa lalu?” Reinar bertanya pada ibunya.


Indah yang mendengarnya menganggukkan kepala. “Sebenarnya ibu sudah lama ingin kembali bertugas seperti di masa lalu, tapi baru kali ini ibu memiliki kesempatan mendatangi tempat ini.” Indah memberi jawaban atas pertanyaan Reinar.


Reinar hanya bisa menghela napas pelan mendengar itu karena sebenarnya dirinya lebih setuju jika ibunya tidak lagi terlibat dalam urusan pasukan elite. “Kalau kembali menjadi bagian dari pasukan elite dapat membuat ibu bahagia, aku hanya bisa mendukung apa yang menjadi keinginan ibu.”


“Kamu tenang saja, meski ibu tak lagi muda seperti belasan tahun yang lalu, tapi kalau hanya mengalahkan kemampuan pasukan super elite yang sekarang, kurang dari lima menit ibu yakin dapat melakukan semua itu.” Indah sangat percaya diri dengan perkataannya.


Sementara itu, Reinar dan bela yang mendengar perkataan Indah, keduanya hanya bisa menganggukkan kepala. Mereka belum pernah melihat Indah beraksi, dan belum bisa menyimpulkan untuk percaya atau tidak dengan perkataannya.


...----------------...


Mengetahui pemimpin mereka di masa lalu ingin kembali mengaktifkan keanggotaannya sebagai bagian dari pasukan elite, dengan senang hati mereka melakukannya, dan kurang dari sepuluh menit semua telah selesai.


Bukannya diakui sebagai anggota selayaknya Reinar, Bella, Sarah, serta Malvin, Indah justru mendapatkan kedudukan wakil pemimpin pasukan elite yang selama ini memang sengaja dikosongkan, dan memang hanya Indah yang diperbolehkan menempati posisi itu.


Awaknya Indah menolak karena merasa tidak pantas, tapi saat dia mengatakan ketidak pantasan, semua petinggi pasukan elite merasa diri mereka lebih tidak pantas berada di posisinya saat ini karena mereka dulunya hanyalah bawahan Indah.


Mendengar seluruh petinggi pasukan elite ingin mengundurkan diri karena dirinya merasa tidak pantas menjadi wakil pemimpin mereka, pada akhirnya Indah bersedia menerima jabatan wakil pemimpin, dan keputusannya berhasil membuat semua orang senang.

__ADS_1


Namun, kesenangan tiba-tiba berubah menjadi sebuah keterkejutan saat mereka semua tahu kalau Reinar adalah putra Indah. Sekarang mereka sepertinya tahu kenapa Reinar begitu luar biasa di usia yang sangat muda. Ayah dan ibunya adalah sosok luar biasa, dan sudah sewajarnya seorang anak mewarisi apa yang dimiliki orangtuanya.


Selama ini mereka hanya mengetahui identitas Reinar sebagai putra pasangan petani yang tinggal di desa. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau semua itu hanyalah identitas semu, dan bodohnya mereka tidak menyelidiki identitas itu secara mendetail dengan cara mendatangi langsung ke desa tempat kelahiran Reinar.


Setelah urusan Indah di markas utama pasukan elite selesai, dan dia menerima posisi wakil pemimpin yang mana tugasnya akan disampaikan dalam dua hari lagi. Reinar yang bingung dengan banyaknya uang di rekeningnya, dia mengajak Bella dan ibunya berbelanja. Tak hanya mengajak keduanya, tapi dia juga mengajak yang lainnya.


Reinar menghubungi Erina dan yang lainnya, meminta mereka datang ke mall yang tak begitu jauh dari komplek perumahan. Kebetulan mall itu adalah yang terbesar dan terlengkap yang ada di wilayah selatan ibukota, dan hanya butuh waktu sepuluh menit perjalanan menggunakan mobil untuk sampai lokasi.


“Putra ibu, apa kamu yakin mengajak kami semua berbelanja? Apa uang yang kamu miliki cukup untuk memberi kepuasan pada keinginan wanita untuk berbelanja?” Kalau uang putranya tidak cukup, Indah berencana menggunakan asetnya yang bisa kembali digunakan untuk membahagiakan semua orang yang disayanginya.


“Ibu tenang saja, uang yang aku miliki lebih dari cukup kalau kalian semua ingin membeli seluruh barang di mall.” Dengan santainya Reinar mengatakan itu pada ibunya, dan tentu saja Bella juga mendengarnya.


Keduanya mengernyitkan kening karena mereka benar-benar penasaran dengan asal dari uang yang dimiliki Reinar. “Putraku, katakan sejujurnya pada ibu, sebenarnya dari mana kamu bisa mendapatkan begitu banyak uang?” Indah bertanya dengan diselimuti rasa penasaran.


Reinar kali ini benar-benar bingung harus memberi jawaban seperti apa karena ibunya sendiri menyuruhnya untuk berkata jujur. ‘Aku belum bisa jujur, dan sepertinya aku harus segera mendirikan sebuah perusahaan supaya mereka tidak lagi curiga tentang darimana datangnya uang yang aku miliki.’ Reinar membatin lalu dengan tenang dia memandang ibunya.


“Tidak lah penting aku mendapatkan uang dari mana, yang jelas uang yang aku dapatkan bukan hasil dari pekerjaan yang melanggar hukum, dan saat waktunya tiba aku pasti menceritakan pada kalian darimana semua uangku berasal.” Reinar tidak berbohong pada ibunya. Dia hanya memberi jawaban semata-mata untuk membuat ibunya tidak lagi bertanya lebih jauh tentang darimana dirinya mendapatkan uang.


Indah tidak lagi melanjutkan bertanya karena dia tahu kalau putranya belum ingin menceritakan semua padanya, dan dia tidak ingin memaksanya untuk bercerita. “Semoga dalam waktu dekat kamu segera menceritakan semua pada ibu.”


Reinar merasa tidak enak hati mendengar semua itu, tapi mau bagaimana lagi, demi melindungi keberadaan sistem miliknya, dia tidak memiliki jalan lain selain melakukan semua itu.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2