Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 70. Memasuki Pasar Gelap


__ADS_3

Reinar memiliki waktu dua hari untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi tentang telompok Tubuh Besi, dibantu anggota asosiasi Black Dragon dan kelompok Mafia Black Rose, dua hari lebih dari cukup untuk mengumpulkan seluruh informasi yang dibutuhkan.


Hari pertama Reinar yang ditemani Malvin dan Erina, mereka pergi ke pasar gelap untuk melih salah satu tempat yang dicurigai sebagai markas kelompok Tubuh Besi. Sebenarnya mereka tidak hanya pergi bertiga, melainkan ada belasan assassin bayangan yang bergerak dalam bayang-bayang.


“Untuk memasuki pasar gelap, kita harus membeli topeng sebagai tiket masuk.” Erina menunjuk keberadaan pedagang topeng.


“Pilih warna yang tidak terlalu mencolok! Warna mencolok sangat tidak cocok dengan tujuan kita.” Reinar berbisik di dekat telinga Erina dan Malvin.


Keduanya menganggukkan kepala, kemudian mereka memilih topeng berwarna hitam dengan garis merah yang menambah misterius identitas mereka begitu menggunakan topeng.


Tiket memasuki pasar gelap tidaklah murah, Lin Feng harus menghabiskan tiga ratus juta uang tunai untuk membeli tiga topeng sebagai tiket memasuki pasar gelap untuk pertama kalinya. Untuk pelanggan tetap pasar gelap, mereka hanya perlu membayar setengah harga.


“Gedung di sisi timur adalah tujuan kita, tapi untuk mencapai tempat itu bukanlah sesuatu yang mudah karena banyaknya penjaga yang menyamar dan membaur dengan pengunjung.” Erina berkata pada Reinar dan Malvin begitu memasuki pasar gelap.


“Kamu tenang saja, untuk membedakan mana pengunjung dan mana penjaga yang sedang menyamar, serahkan itu semua padaku. Dengan keahlianku, bukan hal sulit membedakan pengunjung dan penjaga yang sedang melakukan penyamaran.”


Dengan mata tembus pandang miliknya, Reinar hanya perlu sedikit usaha untuk membedakan mana yang merupakan penjaga, dan mana yang merupakan pengunjung pasar gelap.


Ketiganya berjalan menuju sisi timur dengan Reinar memimpin perjalanan mereka. Saat bertemu penjaga pasar gelap yang sedang menyamar, Reinar memilih menghindari mereka.


Daripada membuat masalah sebelum menemukan apa yang dicarinya, Reinar lebih memilih menghindari keributan, dan setelah menghindari banyak penjaga akhirnya mereka dapat melihat keberadaan gedung yang dicurigai sebagai markas kelompok Tubuh Besi.


Berjarak seratusan meter dari tempat itu, Reinar mencoba melihat bagian dalam gedung menggunakan mata tembus pandang miliknya.


Di dalam gedung terlihat ada puluhan penjaga bahkan ada penjara yang berada di bawah tanah, tapi Reinar tidak melihat adanya petunjuk di tempat itu yang meyakinkan dirinya kalau tempat itu merupakan markas kelompok Tubuh Besi.


Namun, saat melihat lantai paling atas dari gedung sepuluh lantai yang menjadi bangunan tertinggi di pasar gelap, Reinar dapat melihat seseorang yang pernah dia lihat dalam foto, yang ditunjukkan Rita padanya.


“Aku belum yakin seratus persen apa gedung itu merupakan markas mereka, tapi aku menemukan keberadaan salah satu pemimpin mereka di lantai teratas.” Reinar berbisik pada Erina, dan membiarkan Malvin mengawasi keadaan sekitar.


“Kalaupun bukan markas utama, kemungkinan gedung itu adalah salah satu tempat penting yang mereka miliki.” Erina berkata lirih.

__ADS_1


Reinar mengangguk mendengarnya. “Sebaiknya cukup aku sendiri yang memastikannya, dan sebaiknya kamu tetap di tempat ini bersama Malvin.”


“Untuk memastikan keamanan kalian, aku menempatkan beberap assassin bayang di sekitaran tempat ini, dan aku hanya membawa beberapa dari mereka untuk pergi bersamaku.”


Erina menuruti apa yang menjadi keinginan Reinar, dan membiarkan Reinar pergi melakukan apa yang ingin dilakukan olehnya.


Rasa khawatir sebenarnya dirasakan oleh Erina, tapi saat dirinya mengingat seluruh kemampuan luar biasa yang dimiliki Reinar, rasa khawatir perlahan menghilang, dan sekarang dia menunggu kabar baik yang dibawa Reinar saat kembali ke sisinya.


Sementara itu, Reinar yang ditemani tiga assassin bayangan, mereka telah berhasil memasuki gedung sepuluh lantai itu lewat pintu belakang, tentunya setelah melumpuhkan belasan penjaga yang menjaga bagian belakang gedung.


Sebelumnya Reinar telah menggunakan mata tembus pandang miliknya untuk memastikan tidak adanya kamera CCTV di bagian belakang gedung.


Setelah memastikan tidak adanya kamera CCTV di tempat itu, barulah Reinar menerobos tempat itu setelah menyingkirkan belasan penjaga yang setengah dari mereka mati, dan sisanya sekarat.


Memindai keadaan gedung sebelum melakukan pergerakan lebih jauh, Reinar menemukan keberadaan peledak yang terpasang di beberapa tempat.


Melihat keberadaan peledak di beberapa tempat, Reinar menyimpulkan kalau peledak yang dipasang dimaksudkan mengancam musuh saat mereka mencoba menguasai gedung.


“Diantara kalian apa ada yang memiliki keahlian menjinakkan bahan peledak?” Reinar bertanya pada tiga assassin yang ikut bersamanya menyusup ke gedung yang dicurigai sebagai markas kelompok Tubuh Besi.


Ketiganya bersamaan menganggukkan kepala yang menandakan mereka semua memiliki keahlian menjinakkan bahan peledak yang telah dirubah menjadi bom waktu.


“Kalau begitu, sisir seluruh bagian lantai satu dan lantai dua, temukan seluruh bahan peledak yang telah dirakit menjadi bom dan jinakkan! Kalian memiliki tiga puluh menit untuk melakukan semua itu.”


“Untuk para penjaga dan urusan pembuktian tempat ini sebagai markas mereka, biar aku sendiri yang melakukannya.” Reinar hanya mengatakan sekali tentang itu sebelum sosoknya menghilang dari pandangan pra assassin bayangan.


Para assassin bayangan tentu saja terkejut dengan kecepatan yang dimiliki Reinar, dikarenakan kecepatannya jauh lebih cepat dari kecepatan yang dimiliki mereka.


“Pemimpin kita memang luar biasa, kecepatan dan kekuatannya bukanlah sesuatu yang dapat kita imbangi.” Salah satu assassin bayangan berkata, sementara yang lainnya menganggukkan kepala.


Setelahnya mereka tak lagi banyak bicara karena ada pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan. Mencari dan menjinakkan seluruh peledak di lantai satu dan dua, dalam kurun waktu tiga puluh menit.

__ADS_1


Tiga puluh menit sangat cukup untuk mereka melakukan semuanya. Ketiganya berjanji menyelesaikan tugas yang dipercayakan pemimpin asosiasi Black Dragon pada mereka tepat waktu.


Sementara itu, Reinar yang sudah lebih dulu bergerak, berbekal belati kecil di tangan kanannya, dia terus membunuh para penjaga gedung yang banyak ditemuinya tanpa menimbulkan keributan.


“Sudah puluhan penjaga di lantai satu sampai lima mati di tanganku. Semakin ke atas jumlah penjaga semakin banyak, tapi tidak ada perbedaan dengan kemampuan bertarung mereka.”


Reinar bergerak menuju lantai keenam, dan jelas dia melihat dua penjaga berjaga di ujung tangga lantai keenam.


“Dua di ujung tangga, dua berjaga tak jauh dari mereka, dan ada lima ruangan yang masing-masing didalamnya terdapat lima orang bersenjata lengkap.” Reinar melihat keberadaan musuh sambil terus menaiki anak tangga tanpa menimbulkan suara.


Menyimpan belati di tangannya, Reinar memukul bagian belakang kepala dua penjaga yang berjaga di ujung anak tangga lantai keenam, dan apa yang dilakukan berhasil membuat keduanya kehilangan kesadaran.


Tak hanya membuat keduanya pingsan, menggunakan belati yang kembali dia keluarkan, Reinar mengakhiri hidup keduanya, dan sekarang dia berfokus pada oenjaga lainnya serta orang-orang didalam ruangan.


“Jumlah mereka semakin banyak. Meski kekuatan mereka tidak ada bedanya dengan mereka yang berjaga di lantai-lantai sebelumnya, jumlah mereka cukup memperlambat pergerakanku.”


“Kalau sudah begini, tidak ada salahnya aku mulai lebih seriu dalam menghadapi mereka.” Reinar meningkatkan kecepatannya, dua kali lebih cepat dari sebelumnya.


Dengan kecepatannya sekarang, sulit bagia siapapun untuk melihat pergerakannya, bahkan kamera CCTV harus diperlambat berkali-kali hanya untuk melihat pergerakannya.


Sayangnya di seluruh gedung tidak memiliki teknologi kamera CCTV dan tentunya semua itu mempermudah pergerakan Reinar karena dia tidak perlu takut dengan keberadaan kamera CCTV.


Membunuh dua lagi penjaga, Reinar memasuki satu demi satu ruangan, dan membunuh siapapun yang berada di dalam ruangan itu. Meski yang dilakukannya kali ini sedikit membuat keributan, tapi mereka yang berada di lantai tujuh dan seterusnya belum menyadari pergerakannya.


“Sebuah keberuntungan bagiku karena tempat ini tidak memiliki kamera CCTV sebagai pengamanan tambahan. Dengan begini aku bebas melakukan apapun tanpa takut ketahuan oleh mereka yang berada di lantai atas!”


Reinar bergumam lirih kemudian dia segera melanjutkan perjalanan menaiki tangga, menuju lantai selanjutnya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2