Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 72. Kematian Virgo


__ADS_3

“Kamu tidak perlu mengatakan omong kosong padaku! Namun, terserah juga kamu mengatakan apa karena tak lama lagi kamu bakalan mati!” Virgo masih yakin dapat membunuh Reinar dengan menghancurkan gedung yang selama ini ditempatinya.


Reinar menggelengkan kepalanya mendengar apa yang baru saja dikatakan Virgo.


“Kalau kamu tidak percaya dengan perkataanku, silahkan tekan tombol yang menurutmu dapat meledakkan tempat ini!”


“Dengan senang hati aku melakukannya.” Virgo menekan tombol pemicu ledakan, tapi berkali-kali dia menekan, ledakan yang dia harapkan tidak kunjung terjadi.


Reinar sendiri terkekeh pelan melihat tingkah Virgo yang terus menekan tombol pemicu ledakan, sambil berharap terjadinya ledakan. Namun sayangnya, ledakan itu tidak akan pernah terjadi, dikarenakan seluruh peledak memang sudah berhasil dijinakkan.


“Kau, apa yang telah kau lakukan pada seluruh bom yang sudah aku tanamkan di gedung ini? Jangan katakan kau mengetahui keberadaan seluruh bom yang aku tanam, dan hanya dalam beberapa menit kau telah berhasil menjinakkan semuanya!” Virgo kini mulai ketakutan. Jika sebelumnya dirinya rela mengorbankan nyawa untuk membawa Reinar mati bersamanya, sekarang dirinya yakin kalau satu-satunya orang yang sebentar lagi mati hanya dirinya seorang diri.


“Bukannya tadi aku sudah mengatakan padamu kalau seluruh bom telah berhasil aku jinakkan. Dengan berhasil menjinakkan seluruh bom, tentu aku tahu pasti keberadaan mereka.” Reinar menyeringai, membuat Virgo semakin takut dengan sosoknya.


“Tuan Virgo yang terhormat, aku tidak pernah berbohong dengan kata-kata yang keluar dari mulutku, dan itulah kenyataannya.” Selesai berkata, dengan santainya Reinar melangkahkan kakinya maju mendekati tempat duduk Virgo.


Melihat Reinar semakin mendekat, Virgo mengambil pistolnya, dan mengarahkan tembakan ke arah kepala Reinar. Belasan tembakan melesat tepat ke arah kepala Reinar, tapi tak satupun peluru yang dapat menembua kepala Reinar.


“Masih saja bermain-main dengan senjata mainan, yang jelas tidak berguna untukku. Kalau kamu memiliki senjata yang lebih baik, sebaiknya segera gunakan senjata itu, sebelum aku mendekat dan mengakhiri hidupmu!” Reinar terus saja melangkah maju.


Sekujur tubuh Virgo bergetar bersama keringat dingin yang membasahi tubuhnya saat melihat secara langsung Reinar kebal terhadap peluru. Takut dan frustasi, itulah yang saat ini dirasakan olehnya.


Namun, dengan pengalamannya yang sudah sering berada di situasi hidup dan mati, Virgo dengan cepat menenangkan dirinya, dan kini pandangannya tertuju pada granat yang berada di laci mejanya. Setidaknya ada empat granat, yang bisa dia gunakan untuk mengakhiri hidup Reinar.


Menggerakkan kedua tangannya, Virgo langsung mengambil salah satu granat dan begitu dia menarik pin pengaman granat, dia langsung melemparkan granat di tangannya ke arah Reinar. Bukan hanya satu tapi dia buah granat dia lempar hampir bersamaan, dan dia yakin dia granat itu lebih dari cukup untuk mengakhiri hidup Reinar.


Di saat Virgo yakin dia granat dapat mengakhiri hidup Reinar, orang yang ingin dia akhiri hidupnya justru tersenyum melihat dia granat yang dilempar kepadanya.

__ADS_1


“Boom... Boom...” Dua kali ledakan terjadi di lantai sepuluh gedung tertinggi di pasar gelap, membuat semua pengunjung pasar gelap mengarahkan pandangannya ke tempat itu, dan beberapa orang di sekitar gedung mulai menyingkir menjauhi gedung karena mereka tidak ingin terlibat dalam kekacauan.


“Hahahahaha... akhirnya kau mati, ya kau mati seperti Ayahmu yang bodoh itu, dia sangat bodoh, bahkan karena kebodohannya, dia harus mati di tangan orang-orang yang dipercayainya.”


Virgo sangat yakin Reinar sudah mati di tengah-tengah ledakan yang memporak-porandakan lantai sepuluh gedung tempat tinggalnya. Keyakinan yang begitu besar bahkan membuatnya tanpa sadar mengungkap dalang di balik kematian ayah Reinar.


Namun keyakinan Virgo harus dibayar mahal karena dia benar-benar telah membuat marah sosok yang seharusnya dia jauhi.


“Swusshh...” Angin kencang menyingkirkan debu yang memenuhi lantai sepuluh, membuat Virgo dengan jelas melihat keberadaan sosok yang masih berdiri tegak di tempatnya tanpa mendapatkan luka sedikitpun.


Takut, kali ini Virgi benar-benar ketakutan, dan rasa takutnya kali ini tidak bisa dihilangkan meski dia memiliki banyak pengalaman tentang bagaimana cara menghilangkan rasa takut.


Di tengah ketakutan yang dialami Virgo, tiba-tiba saja sosok Reinar menghilang dari tempatnya, tapi hanya dalam hitungan kurang dari dua detik, sosok Reinar kembali muncul tepat di hadapan Virgo.


“Grep...” Reinar mencengkram erat leher Virgo. “Katakan padaku, siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan ayahku selain kamu!” Reinar memaksa Virgo mengatakan semua yang ingin diketahuinya.


Virgo diam, dia sama sekali tidak memiliki keinginan memberi tahu apa yang ingin diketahui oleh Reinar tentang siapa saja yang terlibat dalam kematian ayahnya.


Meski sudah di cengkram semaki erat, Virgo tetap diam membisu, dan karena tidak sabaran Reinar langsung saja membanting tubuh pria itu. “Arrgghh...” Virgo berteriak kesakitan saat Reinar mematahkan tangan kirinya.


Tak hanya tangan kirinya, tangan kanannya juga mengalami hal yang sama. Namun, semua yang dilakukan Reinar sampai saat ini hanya membuat Virgo berteriak kesakitan, dan tak kunjung membuka suara memberitahu apa yang ingin diketahui Reinar.


Tahu kalau Virgo tetap menutup rapat mulutnya meski nyawanya di ujung tanduk, Reinar tiba-tiba menyeringai mengingat kartu as yang dapat membuat Virgo membuka suara.


“Aku tahu kamu tidak mungkin mengatakan semua padaku meskipun aku memberi siksaan paling menyakitkan padamu!” Reinar berkata pada Virgo yang diam tak berdaya.


Virgo terkekeh sangat pelan di tengah rasa sakitnya, kemudian dia bersuara, “Ka... kalau kau sudah mengetahuinya, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan padaku!”

__ADS_1


Bukannya menuruti apa yang menjadi keinginan Viego, Reinar justru mengambil HP miliknya di saku celana, kemudian dia menunjukkan gambar seorang wanita dan dua bayi lucunya di hadapan Virgo.


“Bukannya wanita di foto ini sangat cantik? Lihat kedua anak ini, mereka tertawa dengan lucunya, dan aku sungguh tega melihat wajah lucu mereka berubah menjadi wajah yang berlumuran darah.” Reinar menyeringai, sedangkan Virgo, dia membuka lebar kedua matanya melihat foto di layar HP Reinar.


Jelas dia tahu siapa wanita itu, dan siapa kedua anak lucu yang dimaksud Reinar. Mereka adalah istri dan putri kembarnya yang baru berusia lima tahun.


“Aku tidak akan membiarkan kau hidup tenang di dunia ini kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka!” Virgo mengancam Reinar meski tahu kalau saat ini dirinya tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi keluarganya.


Reinar tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman yang diberikan Virgo padanya. “Bagaimana kau masih memiliki keberanian mengancamku, sedangkan kamu sudah tidak bisa melakukan apa-apa?”


Virgo terdiam tidak tahu harus mengatakan apa setelah mendengar perkataan Reinar. Dirinya sekarang tidak bisa apa-apa, dan tentu ancamannya hanyalah sebuah omong kosong.


“Sebenarnya aku bisa saja tidak menyentuh mereka, tapi itu tergantung padamu.” Sejenak Reinar diam, tapi tak lama dia kembali berkata. “Katakan semua yang ingin aku ketahui, dan sebagai balasannya aku bisa menjamin keselamatan keluargamu!”


Mendengar itu, Virgo terlihat sedang berpikir, dan jelas terlihat kalau saat ini dia sedang diantara dua pilihan yang sama beratnya.


Mengatakan apa yang ingin diketahui Reinar tentu semua itu dapat membahayakan rekan-rekannya, tapi kalau tidak mengatakan semua itu, dirinya harus rela kehilangan seluruh keluarganya.


Namun tak lama Virgo akhirnya memberi keputusan, dan pada akhirnya dia mengatakan semua yang ingin diketahui Reinar. Dia mengatakan semuanya, dan tak ada satupun yang terlewatkan.


Sementara itu, Reinar yang mendengar seluruh kejadian tentang kematian ayahnya dan siapa saja yang terlibat, dia hanya menyeringai, tapi dalam hati dia berjanji cepat atau lambat akan menuntut balas pada mereka yang telah menyebabkan kematian pada ayahnya.


Selain Virgo yang terlibat langsung sebagai eksekutor yang menghabisi nyawa ayahnya, masih ada lima orang lain yang terlibat dalam perencanaan kematian ayahnya, dan tiga dari mereka merupakan eksekutor sama halnya dengan Virgo.


“Terimakasih sudah mengatakan semua padaku, dan terimapah kematianmu sebagai pelunas nyawa keluargamu!” Reinar langsung saja menusukkan belati tepat ke arah jantung Virgo, dan tak lama pria itu mati setelah kehabisan darah.


“Untuk kalian yang terlibat kematian ayahku, tunggu saja, aku pasti datang sebagai mimpi buruk kalian!” Reinar telah mengetahui identitas mereka, dan tinggal menunggu waktu untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2