Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 92. Pria Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Selesai menandatangani kontrak kerja dan karena malam ini ada live music di Cafe Black Stars, Margaret membawa Reinar menonton live music sambil menikmati keramaian suasana Cafe yang semakin malam semakin ramai.


Duduk berdua di tempat yang biasanya hanya ditempati seorang diri oleh Margaret, banyak pasang mata yang mengarahkan pandangan mereka pada Reinar, yang terlihat sangat akrab dengan Margaret, bahkan mereka melihat Margaret tak segan merapatkan tubuhnya dengan Reinar.


Reinar yang tentu saja tahu jika banyak orang yang mengarahkan pandangan mereka padanya, dia tetap duduk tenang di tempatnya, mengabaikan pandangan orang-orang, yang dipenuhi rasa iri melihat kedekatannya dengan Margaret.


“Bukannya sebelum malam kamu masih bagian dari kelompok Stars Of Darkness, tapi kenapa aku tidak melihat keberadaan orang-orang dari kelompok itu di tempat ini?” tanya Reinar di dekat telinga Margaret.


Reinar harus berbicara di dekat telinga Margaret karena kalau dia tidak melakukan itu, suaranya tidak bisa didengar karena kerasnya suara musik dan suara sorakan orang-orang yang sedang berjoget.


“Mereka tidak mungkin berani datang ke tempat ini karena aku melarang keras keberadaan mereka di tempat usaha pribadi milikku. Kecuali mereka ingin mencari masalah denganku, tempat ini selalu terbuka untuk mereka,” jawab Margaret yang mendekatkan bibirnya ke dekat telinga Reinar.


Mendengar suara Margaret yang begitu dekat, bersamaan dengan hembusan napas wanita itu yang menerpa lehernya, Reinar merasa kejantanannya tergugah merasakan sensasi yang baru dirasakannya.


Namun dirinya tetap tenang dan mencoba mengabaikan apa yang baru terjadi padanya. Untuk menenangkan dirinya, dia kembali berkata pada Margaret. “Sepertinya kamu bekerja dengan mereka murni karena uang.”


Margaret yang mendengarnya menganggukkan kepala sambil menunjukkan senyuman di bibirnya, sebuah senyuman yang selama ini tidak pernah diperlihatkannya pada orang lain kecuali pada keluarganya.


Mereka yang pertama kalinya melihat senyuman Margaret, tak satupun dari mereka yang tidak terpesona dengan senyumannya.


Senyuman itu sangat mempesona dan mereka ingin melihatnya lagi, tapi sayangnya mereka hanya sekilas melihat senyuman itu karena senyuman Margaret hanya ditujukan pada pria yang duduk bersamanya.


Orang-orang mulai penasaran dengan identitas Reinar, dan mereka mulai menebak-nebak hubungan antara Margaret dan Reinar.

__ADS_1


Termasuk tiga pria yang sejak datang ke Cafe, mereka tak pernah mengalihkan pandangannya dari tempat yang ditempati Margaret dan Reinar. “Tomy, bukannya orangtuamu ingin menjodohkan kamu dengan wanita itu? Tapi lihat, dia saat ini justru duduk bersama pria, dan sepertinya hubungan mereka cukup dekat,” kata Riandi pada Tomi, pria yang duduk tepat disebelahnya.


“Mereka bukan hanya cukup dekat, tapi aku merasa mereka terlihat selayaknya sepasang kekasih, yang sedang menikmati waktu bersama,” timbal Geri, pria yang duduk tepat di hadapan Tomi.


“Kamu benar, sekilas mereka terlihat biasa-biasa saja, tapi lama-lama melihat mereka, sepertinya mereka memang sepasang kekasih, dan sepertinya ayahmu tidak memiliki kesempatan menjadikan dia menjadi salah satu istrimu!” kata Riandi yang membuat wajah Tomi seketika menggelap.


“Apa yang sudah seharusnya menjadi milikku, pasti menjadi milikku! Pria itu tidak layak bersamanya, dan tangan ini yang bakal menyingkirkannya,” kata Tomi sambil bangkit dari tempat duduknya.


“Kalian berdua ikut denganku! Kita lihat bagaimana pria itu menghadapi kedatangan kita,” kata Tomi, lalu dengan ditemani kedua temannya, dia begitu percaya diri mendatangi tempat Margaret. Namun, belum juga sampai, lima penjaga bertubuh besar menghentikan mereka.


“Orang yang tidak berkepentingan dilarang mendekati tempat khusus milik Nona Margaret!” Tegas dan tanpa rasa takut, pemimpin keamanan berkata tepat di hadapan Tomi.


“Sebaiknya kalian minggir! Aku Tomi calon tunangan Margaret ingin bertemu dengannya. Kalau kalian tidak minggir, aku pastikan kalian semua kehilangan pekerjaan!” kata Tomi berteriak, membuat beberapa orang di sekitar segera mengarahkan perhatian mereka padanya.


Bukannya takut dengan ancaman Tomi, pemimpin penjaga keamanan justru menyunggingkan senyuman di wajahnya. “Aku sudah puluhan tahun ikut dengan keluarga Nona Margaret, dan aku adalah orang yang dipercaya Tuan Besar menjaga serta melindungi Nona Margaret...”


‘Sepertinya Nona Margaret dan kekasihnya memiliki hobi yang sama, dan dilihat darimanapun mereka adalah pasangan yang sangat serasi,’ katanya membatin, lelu kembali dia mengarahkan pandangannya pada pria yang mengaku-ngaku sebagai tunangan Margaret, dan ini sudah kesekian kalinya ada pria yang mengaku-ngaku sebagai tunangan Margaret.


“Asal kamu tahu, sebentar lagi keluargaku pasti datang mengunjungi rumah Tuan Besarmu, dan melamar Margaret secara resmi untuk menjadi istriku. Meski semua itu belum terjadi, aku sangat yakin keluarga Tuan Besarmu bakalan menerima lamaran keluargaku,” kata Tomi sangat percaya diri.


Sedangkan pemimpin penjaga yang mendengar semuanya, dia hampir tidak bisa menahan tawanya. “Anak muda, sebaiknya kamu segera pergi dari tempat ini, sebelum kamu semakin malu dengan omong kosong yang keluar dari mulutmu!” katanya mempersilahkan Tomi pergi.


Akan tetapi, Tomi tegas menolak pergi. “Bagaimana aku bisa pergi sedangkan tunanganku sedang bersama pria lain? Sebaiknya kamu menyingkir dan jangan halangi aku memberi pelajaran pada pria tak tahu malu yang begitu bernai mendekati tunanganku!” Tomi mencoba mendorong pemimpin penjaga keamanan.

__ADS_1


Baru juga pemimpin penjaga keamanan ingin memberi pelajaran pada Tomi, dia mendengar suara tegas dari belakangnya. “Siapa yang begitu percaya diri dan tanpa rasa malu mengatakan sebagai tunanganku, bahkan mengatakan keluargaku mau menerima lamaran dari keluarganya? Pria tidak tahu malu, asal kamu tahu, keluargaku tidak pernah ikut campur dalam urusan pribadiku, dan semua yang berhubungan denganku haruslah dengan persetujuan dariku!”


Tegas Margaret mengatakan semua itu tepat di hadapan Tomi, dan semua orang dapat mendengarnya karena bertepatan dengan itu live music sejenak dihentikan.


Tomi yang jelas mendengar perkataan Margaret, bukannya tertunduk malu dan segera pergi, dia justru tersenyum karena dirinya bisa melihat Margaret dari jarak dekat. Akan tetapi senyumnya segera luntur saat dia melihat keberadaan Reinar yang berdiri tepat di sebelah Margaret.


“Kau sebaiknya pergi menjauh dari tunanganku kalau tidak ingin berurusan denganku!” kata Tomi sambil mencoba memegang lengan Margaret, untuk menariknya berdiri di sebelahnya.


Namun, sebuah tangan yang sangat kuat mencengkram lengannya, sebelum tangannya bersentuhan dengan kulit Margaret. “Jauhkan tangan kotormu dari wanitaku, sebelum aku mematahkannya, dan setidaknya butuh waktu cukup lama untuk menyembuhkannya!” kata Reinar dengan tangan kanan mencengkram lengan Tomi.


Cengkraman tangan Reinar sangatlah kuat, membuat Tomi tak bisa menarik tangannya.


"Lepaskan tanganku atau aku mengerahkan orang-orangku untuk menghabisi kamu dan seluruh keliargamu!” kata Tomi mengancam Reinar, tapi sebenarnya dia sama sekali tidak tahu menahu tentang siapa Reinar, dan seperti apa keluarganya.


Sedangkan Margaret yang tahu siapa Tomi dan sedikit tahu seperti apa keluarga Reinar, dia hanya bisa menggelengkan kepala saat Tomi mengancam Reinar. ‘Berurusan dengan pria ini, bukanlah sesuatu yang baik untuk keluarga Mahesa,’ katanya membatin, sedangkan yang dimaksud olehnya dengan keluarga Mahesa, itu adalah keluarga Tomi.


Keluarga Mahesa memang memiliki pengaruh dalam perekonomian negara, tapi pengaruhnya masih berada di bawah keluarga Bagaskara dan keluarga Dewana.


“Apa kau yakin ingin berurusan dengan keluargaku? Kalau kamu yakin ingin berurusan dengan keluargaku, jangan salahkan aku jika dalam satu hari kamu bakalan kehilangan semuanya! Sebaiknya kamu cari tahu dulu siapa yang ingin kamu hadapi, sebelum berkoar-koar ingin menghadapinya!” Reinar mengingatkan Tomi.


“Cih, apa kau pikir aku takut dengan keluargamu? Kamu saja bukanlah orang yang terkenal, jadi bagaimana mungkin aku takut menghadapi keluargamu yang tidak memiliki nama sebesar keluargaku? Sebaiknya kamu segera pulang dan bawa seluruh anggota keluargamu pergi jauh dari negara ini!” Tomi menyeringai setelah selesai mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Reinar.


Reinar yang mendengar itu hanya tersenyum, sedangkan Margaret, wanita itu menghela napas sambil menggelengkan kepala. ‘Tomi, Tomi, kamu sendiri yang membawa keluargamu menuju jalan kehancuran,’ batinnya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2