Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 55. Diseret Menuju Kantor Polisi


__ADS_3

“Apa kamu berpikir pistol di tanganmu bisa kamu gunakan membunuhku? Jangankan membunuh, pistol di tanganmu sama sekali belum cukup membuatku terluka.” Reinar masih terlihat tenang meski Calvin menodongkan pistol ke arah kepalanya.


“Jangan banyak omong kosong di saat nyawamu berada di tanganku!” Calvin tersenyum, meremehkan Reinar yang tak lagi dapat melawan dirinya.


Akan tetapi tanpa disadari olehnya terdapat lima wanita yang dalam diam menertawakan dirinya. Mereka berlima adalah para wanita Reinar, yang tentu sangat percaya dengan perkataan pria mereka.


“Jangankan pistol, jika ada peluru kendali yang meledak di depannya, bukan sebuah kemustahilan dia dapat bertahan dari semua itu.” Dengan alat-alat luar biasa yang diciptakan Reinar, Bella yakin prianya saat ini tidak berada dalam situasi yang membahayakan nyawanya.


Keempat wanita lainnya memiliki keyakinan yang sama, apalagi Eliza yang pernah melihat secara langsung kehebatan Reinar.


Sementara itu, Reinar berdecih saat Calvin mengatakan nyawanya berada di tangannya. “Kalau kamu yakin pistol di tanganmu dapat membunuhku, kenapa kamu tidak segera melakukannya?” Reinar kembali menunjukkan senyuman di wajahnya usai bertanya.


“Kalau kamu tidak berani melakukannya, bagaimana kalau aku membantumu?” Tiba-tiba saja Reinar membantu Calvin menembakkan satu peluru ke arah kepalanya.


“Door...” Suara tembakan seketika membuat suasana restoran menjadi hening. Semua orang berpikir hidup Reinar telah berakhir dan mulai panik, terlihat hanya lima wanita yang tetap tenang duduk di tempat mereka.


Calvin sendiri yang masih memegang pistol di tangannya, tubuhnya sudah gemeteran dan keringat membanjiri tubuhnya sesaat setelah dirinya mendengar suara tembakan.


“A... aku tidak bermaksud membunuhnya, aku cuma ingin mengancam! Di... dia sendiri yang melakukannya, aku tidak bersalah.” Calvin menjatuhkan pistol di tangannya, dan dia sama sekali tidak memiliki keberanian melihat keadaan Reinar yang masih berdiri tegap di hadapannya.


“Siapa yang terbunuh dan siapa yang terbunuh? Apa aku yang kamu maksud terbunuh oleh peluru ini?” Reinar menunjukkan peluru di tangannya, dan semua orang dapat melihat kalau tak ada darah keluar dari kepala Reinar. Itu menandakan kalau tak pernah ada peluru yang menembus kepalanya.


“Calvin, aku sudah mengatakan dengan sangat jelas padamu, pistol milikmu tidak cukup untuk melukaiku apalagi membunuhku. Pistol ini baru bisa membunuh kalau aku arahkan padamu.” Reinar memungut pistol Calvin yang terjatuh, lalu mengarahkan pistol itu tepat di depan muka Calvin.


“Ka... kau bagaimana bisa masih hidup? Bukannya peluru tadi sudah menembus kepalamu?” Calvin yang kembali memiliki keberanian melihat Reinar, dia dikejutkan dengan keadaan pria itu yang sama sekali tidak terluka.


Akan tetapi saat melihat Reinar, Calvin perlahan melangkah mundur saat melihat Reinar mengarahkan pistol tepat ke depan wajahnya. “Ka... kau, apa yang ingin kau lakukan padaku?”


Mendengar itu Reinar tersenyum. “Kamu ingin menggunakan pistol ini untuk membunuhku, bagaimana kalau sekarang aku balik, aku menggunakan pistol ini untuk membunuhmu?” Tak terlihat keraguan saat Reinar mengatakan itu.

__ADS_1


Wajah Calvin memucat mendengar itu. “Berani membunuhku, apa kau ingin menjadi musuh dari seluruh negara karena membunuh putra seorang Presiden?” Calvin menggunakan statusnya untuk melindungi nyawanya.


Belum sempat Reinar membalas, puluhan anggota pengaman anggota keluarga Presiden memasuki restoran, sambil mengarahkan senjata di tangan mereka ke arah Reinar.


Tak berselang lama, belasan anggota pasukan elite juga memasuki Restoran, dan sebaliknya mereka mengarahkan senjata di tangan mereka ke arah Calvin.


Adhitya dan pemimpin anggota keamanan keluarga Presiden datang tak lama setelah anggota mereka memasuki restoran. “Anak muda, sebaiknya kamu meletakkan pistol di tanganmu, dan menyerahkan diri!” kata pemimpin anggota keamanan keluarga Presiden.


Reinar mengerutkan keningnya mendengar itu, kemudian dia mengarahkan pandangannya ke arah pria yang terlihat sangat arogan dan memandang tinggi jabatan miliknya.


“Menyerahkan diri? Kenapa menantuku harus menyerahkan diri padamu?” Adhitya berteriak lantang, sebelum Reinar sempat membuka suara.


“Jenderal, pemuda itu mengancam keselamatan putra Presiden, tentu kami harus mengamankan dan memberi hukuman yang tepat untuknya.”


Dia datang tanpa lebih dulu melihat langsung siaran langsung yang disaksikan jutaan rakyat, bahkan dia hanya mendengar setengah dari keseluruhan perintah Presiden.


Sementara itu, Adhitya yang mendengar perkataan pemimpin anggota keamanan keluarga Presiden, dia berjalan mendekati orang itu dan mencengkram kuat kerah bajunya.


“Berani menyentuh menantuku, tak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat menyelamatkan hidupmu!” Adhitya berkata dingin di hadapan Sandi, pemimpin anggota keamanan keluarga Presiden.


“Je... Jenderal, aku hanya menjalankan perintah tuan Presiden, kalau Jenderal tidak percaya, silahkan menghubungi tuan Presiden!” Sandi yakin hidupnya tidak bisa terselamatkan kalau berani menyinggung Adhitya, sekalipun dirinya bersembunyi di belakang punggung seorang Presiden.


Adhitya melepaskan cengkraman tangannya, kemudian dia menghubungi Presiden. Tanpa basa-basi dia menanyakan perintah yang diberikan pada Sandi.


Mendapatkan jawaban yang memuakkan, Adhitya memberikan HP nya pada Sandi karena Presiden ingin berbicara dengannya. Sandi mendengar semua perkataan Presiden, dan kali ini dia merasa sangat ceroboh karena tidak mendengar keseluruhan perintah yang diberikan padanya.


Mengembalikan HP milik Adhitya, Sandi meminta maaf pada pria itu, kemudian dia menyuruh anggotanya menyeret paksa Calvin ke kantor polisi terdekat, dan biarkan hukum yang menindak semua kesalahannya.


Sandi juga meminta maaf pada Reinar dan seluruh pengunjung restoran. Ganti rugi kerusakan restoran akan ditanggung ayah Calvin. Reinar sendiri dipastikan mendapatkan kompensasi yang layak, setelah apa yang dilakukan Calvin padanya.

__ADS_1


Setelah itu, Sandi dan anggotanya pergi meninggalkan restoran sedangkan Calvin, dia sudah lebih dulu di seret ke kantor polisi. Untuk anggota keamanan yang sebelumnya di pukuli Reinar, mereka telah pergi dibantu anggota yang datang bersama Sandi.


“Untung saja dia sadar kesalahan anaknya. Kalau dia tidak sadar kesalahan anaknya dan masih membelanya, mungkin malam ini sudah pecah perang yang bertujuan melengserkannya.” Adhitya berkata pada Reinar setelah berada di dekatnya.


Reinar hanya tersenyum mendengar itu, tapi dirinya yakin Adhitya benar-benar dapat melakukan itu karena bagaimanapun juga kekuasaan tertinggi kekuatan militer saat ini berada di tangannya, dan tak satupun orang memiliki kualifikasi untuk merebut kekuasaan itu darinya.


Tak ingin melihat Adhitya berdiri lama di sisinya, Reinar segera saja membawa calon ayah mertuanya ke tempat para wanita yang senantiasa menunggu kedatangannya.


[Ding... Berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Menggagalkan rencana Calvin dan memberinya hukuman. Mendapatkan hadiah » 1000 Poin Pengalaman, 10 Poin Pertahanan, 10 Poin Stamina, Satu kali kenaikan level]


[Ding... Berhasil mencapai level 10. Seluruh batas poin status milik Tuan meningkat. Jika batas awal poin status milik Tuan hanya sampai angka 100, kini batas poin status mencapai angka 200. Batas poin kembali meningkat setelah Tuan mencapai level 20]


[Ding... Sistem mendapatkan bonus satu kali peningkatan versi setelah Tuan mencapai level 10. Proses peningkatan akan berlangsung selama sepuluh hari. Dalam sepuluh hari tabel status Tuan tidak dapat terbuka. Tuan hanya bisa melakukan pembelian di toko sistem]


“I.. ini...” Lin Feng terkejut dengan informasi bertubi-tubi yang disampaikan sistem padanya. Namun, dibalik keterkejutannya dia sangat senang karena levelnya mencapai level 10, dan lagi dirinya mendapatkan bonus peningkatan versi sistem secara gratis.


[Ding... Proses peningkatan versi dimulai dari sekarang. Sampai jumpa sepuluh hari ke depan]


Itu adalah kata-kata terakhir yang didengarnya dari sistem, sebelum keadaan benar-benar menjadi hening.


‘Sepuluh hari bukan waktu yang lama. Meski tidak dapat mengakses status milikku, tapi aku masih beruntung karena dapat membeli barang-barang dari toko sistem.’ Reinar membatin sambil menatap para wanitanya yang saat ini sedang berbicara santai dengan Adhitya.


Empat calon istri Reinar tentu sudah mengenal sosok Adhitya, tapi bagi Eliza ini adalah kali pertama dia bertemu dengan Adhitya, tapi dia sudah mengakrabkan diri dengan Adhitya seperti empat wanita lainnya.


Reinar sendiri tersenyum melihat mereka, dan sejenak dia melupakan keberadaan sistem yang sedang memulai proses peningkatan versi.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2