Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 32. Misi Melindungi Keluarga Bagaskara


__ADS_3

“Kita masih saja gagal melakukan hal buruk pada keluarga orang itu. Putri termudanya yang kita anggap paling lemah, ternyata dia memiliki pelindung yang keberadaannya tidak pernah kita duga. Pemuda yang selalu bersamanya, kemungkinan dialah otak utama dibalik kematian seluruh anggota kita di gunung.” Si nomor dua, pemimpin asosiasi Red Cobra semakin geram karena rencananya untuk menghancurkan keluarga Bagaskara senantiasa gagal.


Terakhir kali dia harus kehilangan banyak anggotanya saat menyusun rencana di gunung. Ingin memanfaatkan kegiatan pembelajaran di luar sekolah yang dilakukan putri termuda keluarga Bagaskara, dia mengirim banyak anggota untuk membunuh gadis itu. Bukannya berhasil, dia justru kehilangan seluruh anggotanya, bahkan tak satupun dari mereka ditemukan dalam keadaan hidup.


“Sudah berkali-kali kita mencoba tapi tetap saja gagal, bahkan kita telah kehilangan banyak anggota hanya untuk pekerjaan yang tidak membuat kita berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Pekerjaan ini murni ambisiku sendiri, tapi aku tidak menyangka kalau menghancurkan keluarga seorang Jenderal bukan sesuatu yang mudah dilakukan!” Dirinya marah, geram, tapi dengan banyaknya kegagalan dan kerugian, dirinya mulai putus asa mewujudkan ambisinya.


Pria bertopeng di hadapannya membuka suara. “Tuan, bagaimana kalau aku yang turun tangan langsung untuk menghancurkan keluarga Bagaskara? Dengan kekuatan dan pengalamanku, aku memiliki keyakinan dapat menghancurkan keluarga Bagaskara, dan semua yang memiliki hubungan dengan mereka!” Dia sangat percaya diri dengan perkataannya.


“Aku memang berpikir mengirim kamu untuk menghancurkan mereka, dan kamu memiliki waktu satu minggu untuk mewujudkan semua yang baru saja kamu katakan padaku! Jika dalam satu minggu kamu belum bisa melakukannya, tanganku sendiri yang akan mengakhiri hidupmu!” Pemimpin asosiasi Red Cobra mengarahkan tatapan mata tajam kearah pria bertopeng yang berada di hadapannya.


“Tuan tenang saja, dalam satu minggu aku pasti dapat menghancurkan keluarga Bagaskara. Kalau perlu, aku akan menggunakan nyawaku sendiri untuk memastikan musnahnya keluarga Bagaskara.” Pria bertopeng sudah sangat berpengalaman dalam melakukan pembantaian keluarga tokoh penting, dan dia yakin dapat memusnahkan keluarga Bagaskara kurang dari satu minggu.


Pria bertopeng segera pergi untuk memulai persiapan rencananya, meninggalkan pemimpin asosiasi bersama dengan seorang wanita yang sejak tadi duduk di pangkuannya. Wanita itu duduk di pangkuan dengan keadaan tanpa busana, dan benda keras sedang bersarang di miliknya.


“Keliatan Bagaskara benar-benar telah membuat aku marah! Namun, sekarang mereka akan menghadapi teror yang sesungguhnya.” pemimpin asosiasi tertawa keras di ruangannya, sambil memainkan dada kembar wanita di pangkuannya yang mulai menggoyangkan pantatnya. Keduanya sama-sama merasakan rasa nikmat, dan suara erangan terdengar saat bersama-sama mereka mencapai puncak kenikmatan.


...----------------...

__ADS_1


Rumah yang ditempati Reinar dan yang lainnya malam ini terasa sangat sepi, hanya terlihat pergerakan dari sepuluh orang yang malam ini mendapat giliran jaga malam. Di saat sebagian besar penghuni rumah terlelap dalam tidur, di dalam rumah terlihat aktivitas disalah satu kamar, tepatnya kamar yang ditempati Reinar. Bukan aktivitas yang terjadi antara pria dan wanita, tapi aktivitas yang terjadi adalah Reinar yang sedang meretas seluruh CCTV yang berjarak lima kilometer dari rumahnya.


“Kalau saja sistem tidak memberikan aku misi ini, aku juga akan tetap melakukannya. Namun aku tidak menyangka, ternyata banyak CCTV yang berada di tempat tersembunyi, dan sangat tepat untuk mengawasi orang-orang yang memiliki gelagat mencurigakan.” Perumahan yang ditempati Reinar banyak dihuni orang-orang penting, wajar saja banyak CCTV tersebar hampir di setiap sudut perumahan.


“Keamanan di perumahan elite memang sangat diperhatikan. Bahkan dalam satu rumah bisa terdapat lima kamera CCTV yang terhubung dengan sistem keamanan perumahan. Selain CCTV yang terhubung ke sistem keamanan, masih terdapat beberapa CCTV milik pribadi yang tersebar di sudut tertentu.” Reinar cukup takjub akan sistem keamanan di perumahan elite.


Setelah berkutat dengan laptopnya selama sepuluh menitan, akhirnya Reinar berhasil meretas seluruh CCTV yang berjarak lima kilometer dari tempat tinggalnya. Dia dapat melihat kegiatan semua orang yang terlihat dari CCTV, bahkan dari kamera CCTV yang terletak di sebuah taman, dirinya dapat melihat sepasang kekasih yang sedang bercinta di salah satu bangku taman.


“Keadaan malam yang sangat sepi dan gelapnya pencahayaan taman, membuat mereka berani melakukan itu di tempat umum. Tubuh wanita itu cukup sempurna, tapi sayangnya dia membiarkan tubuhnya dipakai di sembarangan tempat.” Melihat aktivitas mereka, Reinar tiba-tiba memegangi miliknya yang mengeras. Saat seperti ini entah kenapa dia teringat keindahan tubuh Erina, Bella, dan Sarah.


[Ding... Berhasil meretas seluruh kamera CCTV berjarak lima kilometer dari tempat Tuan berada. Mendapatkan hadiah » 500 Poin sistem, 40 Poin Pengalaman, 10 Poin Pesona, 10 Poin kecerdasan, Lima miliar uang tunai. Seluruh hadiah telah ditambahkan ke status Tuan]


Setelah mendengar suara pemberitahuan dari sistem Reinar merasakan pengetahuannya semakin luas, dan dia merasakan banyak pengetahuan masuk kedalam pikirannya.


“Aku merasa jauh lebih pintar dari sebelumnya setelah poin kecerdasanku menyentuh poin 100. Untuk pesona, sepertinya aku butuh cermin untuk melihat perubahan seperti apa yang terjadi pada wajahku.” Reinar mencari cermin di kamarnya untuk melihat perubahan wajahnya dan penampilannya secara menyeluruh. Menemukan keberadaan cermin besar, Reinar segera melihat perubahan pada dirinya.


“Sial! Bagaimana mungkin ini aku? Aku saja terpesona dengan wajah dan tubuhku sendiri, bagaimana dengan yang lainnya.” Reinar memegamg wajahnya sendiri, sambil melihat otot perut yang bisa membuat banyak wanita tergila-gila saat melihatnya.

__ADS_1


Reinar segera mengabaikan cermin dan penampilannya yang sangat keterlaluan. Kembali ke tempat duduknya dan mematikan laptopnya, Reinar bermaksud tidur karena malam sudah hampir berganti pagi. Namun, belum juga tertidur, suara pemberitahuan dari sistem membuatnya kehilangan rasa kantuk yang sempat dirasakannya.


[Ding... Misi besar terdeteksi. Lindungi keluarga Bagaskara dari salah satu orang kepercayaan pemimpin asosiasi Red Cobra yang memulai pergerakan untuk memusnahkan seluruh anggota keluarga Bagaskara]


[Hadiah misi » 6 kali kenaikan level, 1.000 Poin Pengalaman, 1.000 Poin sistem, Sepuluh triliun uang tunai, Kepercayaan keluarga Bagaskara]


[Kegagalan misi » Kehilangan seluruh anggota keluarga Bagaskara termasuk Erina dan Wina, Level Tuan kembali ke titik 0, Kehilangan seluruh uang dalam rekening]


“Orang itu mulai serius ingin memusnahkan keluarga Bagaskara dengan mengirim salah satu orang kepercayaannya. Meskipun aku tidak tahu seberapa kuat dan seberapa pintar orang itu aku akan melakukan apapun untuk melindungi keluarga calon mertuaku. Kalau perlu, aku rela berkorban nyawa untuk melindungi mereka.”


Malam ini Reinar benar-benar tidak bisa tidur. Dengan poin sistem yang dimilikinya, dia membeli banyak barang yang diperlukan untuk melindungi seluruh anggota keluarga Bagaskara. Mulai dari cincin yang mampu melindungi mereka dari serangan berbagai jenis senjata tajam maupun senjata api, dan gelang yang mampu menawarkan berbagai jenis racun hanya dengan memakainya.


Semua itu Reinar beli dalam jumlah yang tidak sedikit, dan terkejutnya dia semua barang yang dibeli hanya seharga satu poin sistem. “Dengan begini aku bisa menjaga anggota keluarga Bagaskara dari kejauhan. Sekarang aku tinggal memikirkan cara memberikan barang-barang ini pada mereka.”


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2