Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 98. Misi Mudah Hadiah Melimpah


__ADS_3

Reinar dan Malvin mengawal mobil Wulan sampai ke rumahnya, dan kebetulan Sania tinggal di rumah yang sama dengan Wulan, dikarena mereka menempati rumah sewa yang sama.


Memastikan keduanya aman sampai rumah, dan setelah tukar nomor HP dengan mereka. Reinar dan Malvin melakukan perjalanan pulang.


“Kelompok Tubuh Besi, apa menurutmu kita perlu melenyapkan keberadaan mereka sebelum kita berurusan dengan kelompok Stars Of Darkness?” tanya Reinar pada Malvin yang duduk di sebelahnya.


“Semua tergantung pada keputusan kakak ipar. Kalau kakak ipar ingin lebih dulu melenyapkan keberadaan kelompok Tubuh Besi, tentu mereka yang diutamakan, dan juga sebaliknya,” jawab Malvin.


“Akan tetapi, jika ada kesempatan melenyapkan kedua kelompok diwaktu bersamaan, kenapa juga kita harus menghancurkan mereka satu-persatu? Lebih baik sekali tepuk, dua lawan lenyap bersamaan,” lanjutnya.


Memikirkan perkataan Malvin, Reinar jadi terpikirkan tentang mengumpulkan seluruh musuhnya di tempat yang sama, dan melenyapkan keberadaan mereka di waktu bersamaan.


Jika memiliki perencanaan yang tepat, bukan hal sulit untuk melakukan semua itu, dan jika semua itu berhasil dilakukan tentu keuntungan besar baginya karena seluruh musuh dapat dimusnahkan dalam sekali serang.


“Bukan hanya dua kelompok, tapi aku terpikirkan untuk mengumpulkan seluruh musuh ditempat yang sama, dan memusnahkan keberadaan mereka dalam sekali serang,” ungkap Reinar.


Mendengar itu Malvin tiba-tiba saja tersenyum. “Sepertinya kakak ipar sudah memikirkan sebuah cara untuk mengumpulkan mereka semua di dalam satu tempat yang sama, dan melenyapkan dalam sekali serang,” ungkapnya.


“Aku memang sudah memikirkan sebuah cara, tapi butuh beberapa waktu untuk menyempurnakan rencanaku, dan begitu rencanaku sempurna. Barulah kita bakal mulai menjalankan rencana itu, dan keberhasilan rencanaku sangat tergantung pada kerja keras kita,” balas Reinar sambil terus berkonsentrasi mengemudikan mobil.


“Bruum... Bruum... Bruum...” Tiga motor sport tiba-tiba muncul, memotong jalan mobil Reinar, disaat dua orang di dalam mobil sedang berbincang-bincang.


“Sepertinya mereka bagian dari geng motor yang anggotanya menyukai warna cerah, terlihat dari motor dan pakaian mereka yang berwarna cerah,” kata Malvin yang sebenarnya cukup kesal dengan cara mengemudi tiga pengendara motor yang saat ini melaju tak jauh dari mobil Reinar.


Ketiga motor jalan berjajar, seolah jalanan yang luas adalah milik mereka. Jika Malvin melihat mereka adalah sekumpulan geng motor pria penyuka warna cerah, berbeda dengan Reinar yang jelas dapat melihat pengemudi motor semuanya adalah para wanita, dan keberadaan mereka cukup membahayakan karena masing-masing dari mereka menyimpan pistol, di balik jaket yang mereka gunakan.


Tak lama setelah kemunculan tiga motor, belasan motor lainnya muncul dari arah belakang mobil Reinar, dan salah satu motor berjalan sejajar dengan mobil Reinar.


Dengan tangan kirinya, pengendara motor yang jelas kalau dia seorang wanita, dia mengetuk kaca jendela tepat di samping Reinar.


Tanpa rasa takut Reinar menurunkan kaca jendela mobil, sambil memperlambat laju mobilnya. “Lakukan apa yang ingin kalian lakukan! Asalkan tidak merugikan orang lain, aku tidak akan ikut campur dalam permasalahan kalian!...”


Tenang Reiar mengatakan semua itu pada wanita pengendara motor, yang hanya menganggukkan kepala setelah mendengar perkataannya.

__ADS_1


Wanita pengendara motor kembali memacu motornya menyusul teman-temannya setelah mendengar apa yang dikatakan Reinar.


Sesekali dia melihat spion motor, memastikan mobil di belakang tetap berada di belakangnya.


“Tenang dan berbicara langsung ke intinya. Pria yang sangat menarik,” gumam lirih pria itu, dan dari kejauhan di dapat melihat teman-temannya mulai berhenti di depan sebuah bangunan bersamaan dengan terdengarnya suara tembakan.


Melihat teman-temannya mulai membalas tembakan, wanita yang masih berada di atas motor, dia memilih melewati jalan memutar, dan menyerang sisi belakang.


“Bukannya aku meremehkan kemampuannya, menyerang seorang diri pertahan bagian belakang musuh, sebenarnya itu bukan pilihan yang salah, tapi dia sangat ceroboh!...”


Menghentikan mobil tak jauh dari lokasi baku tembak, Reinar segera saja melesat pergi menyusul wanita yang sebelumnya mengetuk kaca jendela mobilnya.


Sebelum pergi, Reinar meminta Malvin membantu para wanita mengalahkan musuh di bagian depan. Sedangkan alasan kenapa Reiar memutuskan memberi bantuan, itu semua karena dia tahu apa yang ada di dalam gedung.


Selain keberadaan beberapa wanita dalam keadaan tanpa busana yang dipaksa melayani belasan pria, di gedung itu Reinar juga menumpulkan tumpukan barang terlarang, yang diyakininya sebagai narkoba.


Melihat semua itu menggunakan mata tembus pandangnya, jelas sebuah kesalahan kalau dirinya hanya berdiam diri, tak memberi bantuan pada para wanita yang sepertinya mereka sedang berusaha membebaskan rekan-rekannya.


Baku tembak di bagian depan bangunan terus terjadi, tapi dengan keberadaan Malvin yang terus menembak musuh tanpa takut mati terkena berondongan peluru tajam yang mengarah padanya, situasi bagian depan mulai dapat dikendalikan oleh Malvin dan para wanita yang jumlahnya lebih dari dua puluh orang.


Jika hanya satu dua orang penjaga, dia memiliki keyakinan dapat mengalahkan mereka, tapi dihadapkan dengan lima orang musuh, dirinya saat ini hanya bisa bertahan dari gempuran mereka.


“Apa kamu butuh bantuanku? Kalau butuh, lima orang itu dapat aku kalahkan dalam hitungan detik,” kata Reinar yang tiba-tiba muncul, dan tentu kemunculannya yang begitu tiba-tiba telah mengejutkan wanita itu.


“Kamu? Kenapa kamu tiba-tiba bisa berada di tempat ini? Bukannya kamu tadi mengatakan tidak ingin ikut campur kalau apa yang aku lakukan tidak membahayakan orang lain, lalu kenapa kamu tiba-tiba berada di tempat ini?” Bukannya memberi jawaban wanita itu justru bertanya banyak pertanyaan pada Reinar.


“Aku tadi memang mengatakan tidak ingin ikut campur selama apa yang kamu lakukan tidak membahayakan orang lain, tapi setelah melihat tujuan kita sama dan sepertinya kamu membutuhkan bantuan, bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri dan membiarkan kamu seorang diri menghadapi mereka berlima?” ungkap Reinar sambil menatap wanita yang wajahnya tertutup sebuah topeng.


“Aku tidak tahu kalau kamu memiliki tujuan yang sama. Kalau sejak awal tahu kita memiliki tujuan yang sama, aku tidak keberatan bekerjasama denganmu,” kata wanita bertopeng yang setelahnya terkejut karena tiba-tiba saja sosok pria di hadapannya menghilang.


Hanya berselang beberapa detik dari menghilangnya pria di hadapannya, wanita itu mendengar suara rintihan kesakitan dari tempat musuh, bersama dengan berhentinya suara tembakan yang sebelumnya ditujukan ke arah tempat keberadaannya.


Tak lama, Reinar muncul menyapa wanita itu, “Mereka sudah aku bereskan, dan sebaiknya kita segera masuk sebelum terlambat! Lebih cepat masuk, lebih cepat kita menyelamatkan mereka yang membutuhkan pertolongan kita.” Reinar lagi-lagi membuat wanita itu terkejut, tapi wanita itu tetap mengikuti Reinar yang mengarahkan langkah kakinya memasuki gedung atau bangunan, yang terdiri dari empat lantai.

__ADS_1


Melangkahkan kaki, wanita bertopeng melihat lima musuh yang mati mengenaskan dengan luka parah di tubuh mereka. Dari luka yang dilihatnya, jelas mereka mati karena pertarungan jarak dekat. ‘Pria ini, sekuat apa dia sebenarnya, sampai membuat mereka semua mati mengenaskan hanya dalam hitungan detik?’ tanyanya membatin.


“Ada dua penjaga di balik pintu, dan mereka siap menyerang!” kata Reinar memberi peringatan, tapi dia tetap melangkah maju meski tahu ada bahaya di balik pintu.


[Ding... Mendeteksi keberadaan misi tersembunyi]


[Memusnahkan anggota geng motor kapak merah yang juga merupakan gembong narkoba]


[Membebaskan para wanita anggota geng motor Night Butterfly]


[Hadiah misi » Lima kali kenaikan level » Skill Menghilang » Kepercayaan pemimpin geng motor Night Butterfly » Uang tunai 100.000.000.000 » 1.000 Poin sistem » 1.000 Poin Pengalaman]


[Kegagalan Misi » Misi seratus persen dapat Tuan Selesaikan, jadi tidak ada kemungkinan kegagalan misi]


Senyum terlihat di bibir Reinar sambil dia membuka pintu gedung, dan melayangkan pukulan secara bergantian pada dua orang yang belum sempat melayangkan serangan padanya. “Dengan hadiah melimpah dari sistem, jelas aku semakin bersemangat mengalahkan kalian semua!” gumam lirihnya sambil terus melangkah maju.


Wanita bertopeng yang mengikuti Reinar, dia kembali dibuat terkejut saat dua musuh tumbang setelah masing-masing dari mereka menerima sebuah pukulan, yang tepat mengenai wajah mereka. Bukan sekedar mengenai, tapi pukulan itu berhasil menghancurkan wajah mereka.


“Aku bisa membayangkan nasibku bisa sama seperti mereka, seandainya pukulannya itu terkena ke wajahku,” gumam lirih wakil bertopeng sambil terus mengikuti langkah kaki Reinar.


Terus melangkahkan kaki memasuki gedung, Reinar dengan mudah mengalahkan orang-orang yang menghadang perjalanannya.


Total sudah puluhan orang yang dikalahkan olehnya, dan setelah beberapa menit berlalu akhirnya dia tiba di lantai tertinggi gedung.


Melihat lima orang di hadapannya yang mengarahkan pistol di tangan mereka ke arahnya, bukannya takut Reinar dengan tenang terus saja melangkahkan kakinya. “Tetap di belakang tubuhku jika kamu ingin tetap hidup!” kata Reinar pada wanita bertopeng yang terus berjalan di balik tubuhnya.


Wanita itu patuh mengikuti apa yang menjadi keinginan Reinar setelah apa yang dilihatnya di sepanjang jalan.


Sedangkan lima orang yang memegang pistol, mereka langsung saja menembaki Reinar, saat melihat pria itu terus melangkah maju, tak takut dengan lima pistol yang mengarah padanya.


Peluru telah ditembakkan, dan seperti biasa tak ada satupun peluru yang dapat menembus tubuh Reinar. Seluruh peluru yang mengarah pada Reinar, semua berubah menjadi debu sebelum menyentuh tubuhnya.


“Kalau hanya ini kemampuan mereka, pantas saja sistem berani mengatakan misi ini pasti dapat aku selesaikan,” gumam lirih Reinar sambil terus melangkahkan kakinya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2