Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 88. Menyatukan Kekuatan Untuk Balas Dendam


__ADS_3

‘Oh, ternyata ada misi seperti ini, dan hadiahnya sangatlah luar biasa. Kalau aku berhasil menyelesaikan misi ini, artinya aku tidak perlu pergi ke dunia lain untuk meningkatkan versi sistem, dan mereka semua bisa memiliki umur panjang sepertiku,’ kata Reinar membatin.


Misi pemberian sistem kali ini benar-benar memberi banyak keuntungan padanya.


‘Menyelesaikan misi dengan menikahi sepuluh wanita. Pria dengan sepuluh wanita? Sial! Apa di pagi harinya aku masih sanggup berdiri setelah menghabiskan malam bersama sepuluh istri? Sepertinya aku harus lebih kuat untuk mengimbangi kekuatan mereka.’ kembali Reinar membatin.


Kembali mengarahkan pandangan pada kelima istrinya, Reinar tiba-tiba saja menunjukkan senyuman penuh arti pada mereka, dan mereka bisa menangkap adanya sesuatu dari senyuman yang ditunjukkan Reinar.


“Aku tahu kamu menginginkan sesuatu dari kami. Katakan saja apa yang menjadi keinginanmu, dan jika mampu kami pasti memberikan apa yang kamu inginkan!” kata Eliza yang sedari tadi hanya diam.


Reinar ragu ingin mengatakan apa yang menjadi keinginannya, tapi dia harus mengatakan apa yang menjadi keinginannya, jika ingin misinya segera terselesaikan.


“Aku tahu keinginanku ini sangatlah egois dan mungkin dapat menyakiti perasaan kalian, tapi aku harus menyampaikan apa yang menjadi keinginanku pada kalian...”


“Sebenarnya dalam hidup ini aku memiliki keinginan memiliki sepuluh orang istri, tapi aku bisa membuang jauh-jauh keinginan itu jika kalian tidak menyetujuinya.” Jika mereka tidak setuju, artinya Reinar harus pergi ke dunia lain.


Kelima istri Reinar mengerutkan keningnya mendengar itu, lalu Erina membuka suara, “Hanya itu yang menjadi keinginan kamu? Kalau hanya itu, tentu saja kamu bisa memilikinya, tapi kamilah yang bakal memilihkan istri-istri baru untukmu!”


“Kamu boleh memiliki sepuluh istri seperti apa yang menjadi keinginanmu, tapi seperti yang dikatakan saudari Erina, kamilah yang berhak menentukan lima istri lainnya. Untuk satu tempat sudah kami berikan pada Cleo, jadi tinggal tersisa empat tempat kosong.” ungkap Wina.


“Aku sudah senang kalian menyetujuinya, lalu tentang kalian yang memulihkan siapa yang bakal menjadi istriku, aku percaya pada pilihan kalian,” kata Reinar.


Setelah mendapat persetujuan dari kelima istrinya dan persyaratan yang tidak membuatnya rugi, Reinar dan kelima istrinya melanjutkan makan mereka.


Sementara itu di markas kelompok Stars Of Darkness.


“Door... Door... Door...” Vicky menembak mati tiga anggotanya yang selamat dari pertempuran di Cafe.


Pagi ini pihak kepolisian membebaskan ketiganya dengan jaminan yang diberikan Vicky. Namun, Vicky sengaja membebaskan ketiganya, hanya untuk membunuh mereka menggunakan tangannya sendiri.

__ADS_1


“Nino, apa kamu sudah mencari tahu siapa orang yang memutar video setelah meretas saluran televisi? Katakan padaku, siapa yang melakukan semua itu!” kata Vicky pada Nico sambil meletakkan pistol di tangannya, di atas meja.


Mendengar itu Nino hanya bisa menggelengkan kepala. “Semua kekuatan yang kita miliki telah aku kerahkan, tapi mereka masih belum bisa menemukan keberadaan orang itu,” kata Nino sambil menunjukkan ekspresi putus asanya.


“Orang ini memang tidak mudah diatasi, tapi saat ini kita harus cepat mengetahui siapa dia dan dimana keberadaannya! Para Menteri terus marah-marah padaku, cepat atau lambat mereka pasti berputar arah dan memusuhi kita,” ujar Vicky.


“Kalau mereka melakukan itu, bukan hanya kita yang hancur, tapi mereka juga hancur bersama dengan kehancuran kita, tapi tentu saja aku tidak menginginkan semua itu terjadi,” lanjut Vicky sambil mengarahkan pandangan pada Nino.


“Tuan, lalu apa yang sekarang harus kita lakukan sampai orang-orang yang kita berhasil menemukan siapa orang itu dan lokasi keberadaannya? Apa kita hanya perlu diam menunggu mereka melakukannya, atau kita melakukan pencarian keberadaan kelompok yang semalam memgacau di Cafe?” tanya Nino.


“Mencari keberadaan mereka sama sulitnya dengan menemukan orang yang memutar video pertemuan semalam, dan kemungkinan mereka berasal dari kelompok yang sama,” balas Vicky.


“Kamera CCTV di Cafe dan di sekitar Cafe telah di rusak, dan semua itu sepertinya ulah mereka,” kata Nino.


“Apa mungkin mereka kelompok yang di bentuk oleh orang itu untuk membalas apa yang telah kita lakukan padanya beberapa hari terakhir?” tanya Vicky.


Nino mengerutkan kening mendengarnya. “Orang itu? Siapa yang Tuan maksud dengan orang itu? Apa maksud Tuan keluarga Nando?” tanya Nino ingin memastikan siapa yang dimaksud Vicky.


Mendengar itu, Nino baru teringat tentang keneradaan Reinar, pria misterius yang telah berkali-kali berhasil menggagalkan banyak upaya kelompok Stars Of Darkness yang ingin membuat dirinya dan keluarganya celaka.


“Tuan, besar kemungkinan orang itulah pemimpin dari kelompok yang semalam telah mengacau di Cafe. Meski tidak terlalu jelas karena minimnya penerangan di sudut ruangan Cafe, semalam aku melihat seseorang yang mirip dengannya, tapi dia tidak melakukan pergerakan yang mencurigakan...”


“Akan tetapi, waktu terjadi kekacauan di Cafe, aku sama sekali tidak melihat keberadaan orang itu, seolah dia menghilang dalam kekacauan,” kata Nino mengatakan apa yang semalam terlihat olehnya.


Mendengar itu, tiba-tiba saja vicky memegang pundak Nino. “Kenapa semalam kamu tidak mengatakan semua itu padaku? Kalau sejak awal kamu mengatakannya padaku, mungkin kita bisa memastikan siapa yang kamu lihat,” kata Vicky tegas.


“Apa Tuan lupa? Bagaimana bisa aku mengatakan apa yang aku lihat, sedangkan Tuan melarang aku mengatakan apapun selama Tuan melakukan pertemuan dengan mereka,” kata Nino mengingatkan perintah yang diberikan Vicky padanya.


Vicky menghembuskan napasnya secara kasar, setelah mendengar perkataan Nino. “Aku melarang kamu bicara supaya urusan dengan mereka cepat selesai, tapi ternyata semua itu justru menjadi bumerang untukku,” ungkapnya sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Jika benar seseorang yang kamu lihat malam tadi adalah orang itu, kita bisa menyimpulkan masalah semalam dan pagi ini adalah ulahnya, dan sepertinya kita harus lebih bersiap berhadapan dengannya yang ternyata cukup memiliki kemampuan merepotkan kita,” katanya pada Nino.


Nino menganggukkan kepalanya. “Tuan, apa perlu kita mengirim anggota untuk mengawasinya?” tanyanya.


“Kirim lima dari seratus anggota terbaik kita untuk mengawasi gerak-gerik orang itu, dan ingatkan pada mereka jika tugasnya hanya mengawasi!” Tegas Vicky berkata.


Mendengarnya, Nino segera undur diri meninggalkan ruang tempat Vicky bekerja dan bersantai dengan para wanitanya, dan segera dia menjalankan perintah Vicky.


...----------------...


Di rumah sederhana pinggiran kota, terlihat lima pria dan tiga wanita sedang berkumpul di ruangan yang selama ini dijadikan sebagai ruang keluarga.


“Tanpa bantuan dua orang itu, mungkin aku dan mereka bertiga tidak bisa berkumpul kembali bersama kalian di tempat ini,” kata Dicky.


“Apa yang kamu katakan benar, tanpa mereka berdua, kita berempat pasti sudah mati di dalam Cafe,” timpal Randy.


“Aku tidak tahu siapa mereka, tapi aku tahu mereka memiliki kekuatan super yang sering muncul dalam adegan film,” ungkap Bima, sambil mengingat kejadian semalam.


“Kebal terhadap peluru. Bukan hanya kebal, tapi peluru yang mengarah pada mereka, semua terhenti sebelum mengenai tubuh mereka,” kata Sean, yang tidak mungkin percaya dengan semua itu kalau tidak melihat sendiri menggunakan mata kepalanya sendiri.


Mereka berempat adalah orang-orang yang semalam terjebak di dalam Cafe bersama Reinar dan Malvin. Untuk tiga orang lainnya, mereka adalah Hans, si sniper, Yeri dan Lisa keduanya seorang hacker, dan mereka adalah yang merusak kamera CCTV di Cafe dan di sekitar Cafe.


Tujuh orang yang disatukan oleh keadaan, setelah sama-sama kehilangan keluarga di tangan kelompok Stars Of Darkness. Ingin membalaskan dendam keluarga, mereka menyatukan kekuatan, dan secara perlahan ingin mengurangi kekuatan yang dimiliki kelompok Stars Of Darkness.


“Apa mungkin kita bisa bekerjasama dengan mereka karena kita dan mereka memiliki musuh yang sama?” tanya Lisa pada yang lainnya.


“Kemungkinan kita bisa bekerjasama dengan mereka, tapi kita harus lebih dulu mengenal siapa mereka, dan darimana asal mereka! Aku tidak ingin kita terburu-buru menjalin kerjasama dengan orang asing, yang mungkin di masa depan justru memberi kerugian besar pada kita!” kata Dicky, pemimpin mereka, sekaligus yang paling dewasa dan paling bijak diantara semua orang.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2