
Tiba di mall, kedatangan mereka sudah ditunggu Erina dan yang lainnya, yang ternyata mereka sudah lebih dulu sampai karena jarak mereka ke mall lebih dekat dibandingkan jarak dari markas utama pasukan elite ke mall yang mereka tempati.
Mereka semua langsung saja masuk ke dalam mall, dan tujuan pertama mereka adalah toko pakaian. Indah yang didampingi lima gadis cantik, mereka segera memilih berbagai pakaian yang ingin dibeli. Sedangkan Reinar dan Malvin, saat ini mereka fokus memperhatikan sekeliling.
Tak melihat adanya sesuatu yang mencurigakan karena sebenarnya ada pengawal tersembunyi yang berada di beberapa tempat, Reinar dan Malvin memilih pakaian untuk diri mereka sendiri, dan setelah satu jam berlalu semua orang sudah mendapatkan apa yang diinginkan.
Di toko baju Reinar hanya menghabiskan dua ratusan juta untuk baju semua orang. Sekarang para wanita sudah berada di toko tas, dan Reinar bersiso merogoh uang lebih dalam karena harga tas yang mereka pilih tentunya lebih mahal dibandingkan harga baju.
Bertanya pada wanita yang bekerja di toko tas, Reinar tahu kalau tas termurah segera ratusan juta, dan yang termahal seharga beberapa miliar. Mengetahu semua itu, Reinar tidak perlu khawatir kehabisan uang.
“Malvin, beli saja apa yang ingin kamu beli!” Reinar melihat Malvin terus melirik ke arah toko sepatu. Melihat itu dia tahu kalau ada sepatu yang menarik minat Malvin. Tak ingin dikatakan pelit, Reinar membiarkan Malvin membeli apa yang ingin dibelinya.
Dengan ditemani Reinar, Malvin masuk ke toko sepatu dan langsung mengambil sepatu yang diinginkannya. Setelah memilih nomor yang tepat dan kebetulan ada, Reinar langsung membayar sepatu itu untuk Malvin.
Harga sepatu itu puluhan juta, tapi harga tidaklah masalah untuk Reinar yang memiliki triliunan rupiah di rekeningnya.
Reinar dan Malvin kembali ke tempat para wanita, tapi saat melihat sekeliling Reinar melihat dua orang mencurigakan yang terus menatap wanitanya, terutama Sarah dan Bella yang lekukan tubuhnya terlihat jelas, dan sangat menggoda.
“Malvin kamu jaga di sini, aku ada sedikit urusan dengan orang-orang yang memiliki otak kotor!” Reinar segera pergi meninggalkan Malvin, pergi ke arah dua orang yang terlihat asik menggerakkan tangan mereka.
“Mereka sangat menjijikkan. Ini di tempat umum dan mereka melakukan semua itu secara sembunyi-sembunyi.” Dari tempatnya saat ini Reinar tahu apa yang dilakukan kedua pria itu, dan karena tidak ingin turun tangan langsung dia lebih memilih meminta bantuan petugas keamanan yang kebetulan berada tak jauh darinya.
Petugas keamanan yang mendapatkan laporan dari Reinar, mereka yang berjumlah empat orang segera menghampiri dua orang yang masih menggerakkan kedua tangan dengan mata terpejam. Belum juga tuntas dengan apa yang mereka lakukan, mereka tak berkutik saat empat petugas keamanan datang memergoki apa yang sedang mereka lakukan.
Tak bisa menutupi hal menjijikkan yang sedang mereka lakukan, keduanya mencoba memasukkan junior mereka yang sudah menegang maksimal tapi terlihat kecil di mata Reinar yang tak sengaja melihatnya.
__ADS_1
Petugas keamanan yang tak ingi terjadi keributan, mereka segera menyeret kedua orang itu ke pos keamanan, dan setelahnya mereka akan diserahkan pada petugas kepolisian. Bukannya kenikmatan, mereka hanya mendapatkan rasa malu.
“Sepertinya ke depannya aku akan melarang mereka menggunakan pakaian yang terlalu kerat saat keluar dari rumah. Di dalam rumah mereka bebas menggunakan pakaian seperti itu, tapi saat di luar mereka harus menggunakan sesuatu yang lebih tertutup.” Reinar bergumam sambil berjalan ke arah ibu dan para wanitanya.
Reinar menceritakan apa yang baru terjadi pada ibu dan para wanitanya. Mendengar cerita darinya, Sarah dan Bella segera memakai jaket untuk menutupi bagian atas tubuh mereka yang sempat dijadikan obyek fantasi dua orang yang telah diamankan petugas keamanan.
“Lain kali gunakan pakaian yang lebih tertutup saat berada di luar rumah.” Reinar berkata dengan jelas dan dapat di dengar para wanitanya.
...----------------...
Selesai membeli tas yang membuat Reinar kehilangan sepuluh miliar uang dari rekeningnya, sekarang mereka berada di toko perhiasan.
“Sekalian kita bisa memesan cincin untuk acara pernikahan kita.” Sebelum membeli perhiasan yang sudah ada, Reinar melakukan pesanan khusus untuk cincin pernikahannya.
Dia sudah mendiskur semua dengan sistem, dan sistem bisa melakukan semua itu untuknya.
Kali ini bukan empat wanita yang memesan cincin pernikahan, tapi ada lima wanita yang terlihat antusias melakukan pemesanan. “Pernikahan dengan Eliza dalam waktu dekati bukanlah sesuatu yang baik. Bagaimanapun juga dia masih terlalu kecil, dan aku tidak akan tega menyentuhnya di malam setelah acara pernikahan.” Reinar bergumam lirih, tapi Indah di sampingnya dengan jelas mendengar apa yang di gumamkan nya.
“Ibu tidak mungkin mengizinkan kamu menyentuh Eliza setelah hari pernikahan kalian. Setidaknya tunggu dua sampai tiga tahun lagi kalau kamu ingin melakukan itu dengannya. Akan tetapi jika kamu sudah tidak tahan melakukan itu, sebagai suaminya kamu sebenarnya bebas melakukan itu dengannya.” Siapapun tentu tidak bisa melarang kalau mereka sama-sama menginginkannya.
“Ibu tenang saja, aku tidak akan memaksa dia melakukan itu denganku dalam waktu dekat, tapi jika dia yang menginginkannya, aku tentu tidak akan menolak karena bagaimanapun juga sudah kewajibanku memberikan semua itu padanya.” Reinar membalas lalu dia tersenyum.
Indah hanya menganggukkan kepalanya mendengar itu. “Putra kecilku benar-benar sudah dewasa, dan entah kenapa ibu tiba-tiba tidak rela membiarkanmu menjadi milik wanita lain.” Indah berkata sambil memeluk lengan Reinar.
Reinar tersenyum mendengar semua itu. “Ibu adalah wanita pertamaku dan tidak akan pernah ada yang mampu merebut aku dari ibu.” Sebagai seorang ibu, Indah memang wanita pertamanya, dan selamanya akan tetap seperti itu.
__ADS_1
Melihat kelima wanitanya telah selesai melakukan pemesanan dan mengukur lingkar jari mereka, kini giliran Reinar yang mengukur jarinya, sedangkan untuk cincinnya, dia sudah meminta pada para wanitanya untuk memulihkan cincin yang pas digunakan seorang pria.
Selesai memesan cincin dan Reinar memberikan pembayaran separuh harga sebagai persyaratan supaya pesanan bisa dibuat, semua wanita termasuk Indah mulai menyerbu berbagai jenis perhiasan yang harganya setara dengan tas bermerek yang sebelumnya telah mereka beli.
Bella dan Sarah memilih kalung sederhana tapi harganya tidak sesederhana bentuknya. Erina memilih sebuah gelang, begitu juga dengan Wina dan Eliza. Sedangkan Indah, dia membeli berbagai jenis perhiasan, termasuk anting-anting yang langsung dipakainya.
Setelah semua selesai membeli apa yang mereka inginkan, seperti sebelumnya, kini giliran Reinar membayar. Dengan tenang dia menghabiskan puluhan miliar untuk perhiasan para wanitanya, dan juga untuk ibunya.
Sementara itu, Indah dan lima wanita Reinar yang melihat ketenangan Reinar saat menghabiskan uang puluhan miliar untuk mereka, tak satupun dari mereka yang tidak penasaran dengan jumlah uang di tabungan Reinar.
Erina tiba-tiba saja menghampiri Reinar, dan mengambil struk belanja yang berada di tangan Reinar. Kebetulan, selain menunjukkan berapa uang yang dikeluarkan Reinar, di struk itu juga tertuliskan sisa uang di dalam rekeningnya.
Mata Erina terbuka sempurna melihat sisa uang di dalam rekening Reinar. Dia tidak menyangka puluhan miliar yang telah dikeluarkan Reinar, sama sekali tidak berarti saat dia melihat sisa uang di rekeningnya.
Bukan lagi jutaan, atau miliaran, tapi masih tersisa lebih dari lima triliun uang di dalam rekening Reinar, dan yang jelas semua itu adalah uang.
“Sebenarnya uang sebanyak ini kamu dapatkan darimana? Tidak mungkin kalau hanya dengan bermain saham kamu bisa mendapatkan uang sebanyak ini! Apa kamu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum?” Erina bertanya penuh selidik.
Reinar tersenyum mendapatkan pertanyaan seperti itu. “Aku tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum, tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan darimana semua uangku berasal. Tunggu saja, aku pasti menunjukkan padamu dan pada semua darimana aku mendapatkan uang.”
‘Secepatnya aku harus mendirikan sebuah perusahaan.’ Batinnya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1