Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 59. Berurusan Dengan Orang Yang Salah


__ADS_3

“Memang benar wanita itu adalah dalang utama dari apa yang baru saja kamu alami, dan bukannya seharusnya kamu sudah tahu identitas asli dari wanita itu?” Adhitya berkata pada Reinar setelah menyambut kedatangan menantunya itu yang datang bersama dua wanita cantik, dan seorang gadis imut.


Reinar menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Adhitya. “Siapa wanita itu aku sangat mengetahuinya, dan masalah antara aku dan dia tidak perlu melibatkan kalian. Aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk membuat perhitungan dengannya.” Reinar percaya diri dapat melakukan itu.


“Ayah dan kalian semua tenang saja, aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang berlebihan pada wanita itu, tapi kalau dia mulai bergerak mengganggu keluargaku, nasib Black Dragon segera menyusul apa yang sudah terjadi pada Red Cobra.” Reinar tidak memberi ampun pada siapapun yang membahayakan keluarganya.


“Aku tidak meragukan kekuatanmu meski hanya seorang diri. Aku justru kasihan pada seorang ibu yang membela kesalahan putranya, dan sekarang dirinya justru berurusan denganmu.” Eliza sangat iba dengan siapapun yang memilih bersinggungan dengan Reinar.


“Aku juga merasakan hal yang sama, tapi untuk wanita yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di kegelapan dunia, sangat wajar baginya tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar.”


Semua orang di tempat itu mengangguk mendengar apa yang baru dikatakan Erina. Seseorang yang telah terjebak dalam gelapnya dunia, dia hanya baik pada orangnya sendiri, dan menganggap musuh pada siapapun yang menyinggung orangnya.


“Lupakan dulu tentang wanita itu, lebih baik sekarang kita membahas bisnis.” Dengan begitu tenang Reinar merubah topik pembicaraan, dan mengarahkan pandangannya pada Adhitya. “Apa kita bisa memulainya sekarang juga?” Reinar bertanya pada Adhitya yang hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Reinar menyiapkan peralatannya dengan dibantu Eliza dan Cleo, sedangkan Adhitya segera memanggil orang-orang kepercayaannya untuk menemani Reinar bermain. Begitu semua siap, permainan pun langsung dimulai.


Orang-orang kepercayaan Adhitya mencoba meretas data perusahaan milik Reinar, sebaliknya, Reinar yang dibantu Eliza dan Cleo, mereka mencoba meretas data perusahaan milik Adhitya.


Kurang dari lima menit Reinar, Eliza dan Cleo dengan mudahnya berhasil meretas data perusahaan milik Adhitya, sedangkan orang-orang kepercayaan Adhitya, mereka masih saja gagal meretas data perusahaan milik Reinar, bahkan saat ini mereka justru mendapatkan serangan balik.


Mereka mulai panik menghadapi serangan balik dari program yang tertanam di sistem keamanan perusahaan milik Reinar. Sementara itu, Reinar yang melihat semua dari awal sampai akhir hanya tersenyum.


Sampai akhirnya lima menit kemudian mereka semua menyerah bersama dengan rusaknya selurub peralatan yang mereka miliki.


Mereka menyerah kalah, dan kekalahan mereka adalah kemenangan untuk Reinar. Dengan demikian, sesuai kesepakatan, Adhitya akhirnya menyepakati kerjasama antara perusahaannya dan perusahaan Reinar.


“Aku tidak menyangkal, program dalam sistem keamanan perusahaan milikku ternyata sangat lemah.” Melihat kecepatan Reinar saat meretas data perusahaannya, Adhitya sadar jika sistem keamanan data perusahaannya masih sangat rapuh.


“Ayah tenang saja, dengan program yang aku rancang dan buat sendiri, sistem keamanan data perusahaan ini bisa berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya.” Reinar tidak segan memuji apa yang dirancang dan dibuat sendiri olehnya.

__ADS_1


Keduanya segera saja menandatangani kontrak kerjasama yang sebelumnya telah disiapkan oleh Reinar. Adhitya hanya membaca poin penting dari kontrak kerjasama. Melihat tidak ada yang membuatnya dirugikan, tanpa berpikir panjang dirinya langsung menandatangani kontrak kerjasama kedua perusahaan.


Begitu kontrak kerjasama selesai di tandatangani. Reinar, Eliza, serta Cleo, mereka melakukan apa yang sebelumnya sudah dilakukan di perusahaan Dewana Grup.


Sedangkan Adhitya dan Erina, dengan setia mereka menyaksikan apa yang dilakukan Reinar dan dua karyawannya dari awal sampai akhir, dan setelah satu jam berlalu akhirnya seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan.


Setelah urusan di perusahaan Adhitya selesai, Reinar pamit undur diri untuk kembali ke perusahaannya. Adhitya tentu memberi izin pada Reinar, tapi tidak dengan Erina. Wanita itu baru mengizinkan Reinar pergi kalau dirinya ikut.


Pada akhirnya, Reinar kembali ke kantor perusahaannya dengan membawa tiga wanita, dan siapapun yang melihatnya pasti iri.


...----------------...


Sampai di kantor perusahaannya, lima karyawannya bersorak senang karena selain berhasil menjalin kerjasama dengan Dewana Grup, perusahaan tempat mereka bekerja juga telah berhasil menjalin kerjasama dengan Bagaskara Grup.


Namun, tak lama kegembiraan mereka tertahan saat melihat sosok wanita yang senantiasa menempel pada Reinar. Mereka mengenali wanita itu, dan mereka juga mengetahui setatus hubungannya dengan Reinar.


Selesai memberi kabar baik pada karyawannya dan masuk kedalam ruang kerja dengan ditemani Erina dan Eliza, Reinar sekarang sudah duduk di tempat kerjanya, dan mulai mencari keberadaan wanita yang ingin mengakhiri hidupnya.


Tak butuh waktu lama dia akhirnya menemukan posisi wanita yang dicarinya, bahkan dirinya mendapatkan nomor HP pribadi wanita itu.


Mengetahui posisi dan nomor HP pribadi wanita itu, langsung saja Reinar mulai melakukan apa yang ingin dilakukannya.


Reinar mengambil HP miliknya, kemudian dia mengirim pesan pribadi ke Rita, wanita berusia empat puluh tahun yang penampilannya masih sangat menarik untuk wanita yang usianya sudah berkepala empat.


“Nyonya Rita, terimakasih untuk hidangan awal yang pagi ini anda kirimkan padaku, tapi mereka masih belum membuatku puas.” Pesan dikirim Reinar, dan hanya dalam hitungan detik Rita membaca pesan itu.


Dari kamera CCTV yang menyorot ke arah wanita itu, dengan jelas Reinar melihat wanita itu terkejut setelah membaca pesan yang dikirim olehnya. “Pasti dia bertanya-tanya dari mana aku mendapatkan nomor HP pribadi yang bahkan suaminya saja tidak mengetahuinya.” Reinar bergumam lirih sambil tersenyum.


Tak butuh waktu lama Reinar menerima balasan pesan dari Rita. “Aku cukup terkejut kamu bisa mengetahui nomor pribadi milikku, tapi apa kamu tidak takut aku mengetahui keberadaanmu dengan menghubungiku menggunakan nomor pribadi?” Sebuah pertanyaan diberikan padanya.

__ADS_1


Mendapatkan pertanyaan seperti itu Reinar hanya tersenyum, kemudian dia membalas. “Kita sama-sama memiliki nomor pribadi masing-masing, dan aku bukanlah tipe pria yang ragu-ragu dalam membalas siapapun yang berani berurusan denganku!”


“Sekalipun Nyonya Rita adalah wanita terhormat, aku tidak memiliki keraguan jika harus menempatkan satu butir peluru di kepala Nyonya yang saat ini sedang menikmati indahnya taman bunga.” Pesan terkirim dan Reinar sangat menikmati ekspresi terkejut yang ditunjukkan Rita setelah membaca pesannya.


Wanita itu melihat sekeliling mencoba mencari keberadaan orang yang sedang berbalas pesan dengannya, tapi yang dirinya lihat saat ini hanyalah orang-orang yang bertugas menjaga keselamatannya.


Rita terlihat mengetikkan sesuatu di layar HP miliknya, dan tak lama Reinar melihat sebuah pesan masuk di HP nya, dan pesan itu datang dari Rita.


“Anak muda, kamu benar-benar penuh kejutan. Keamanan di tempatku sudah sangat ketat, tapi ternyata semua itu belum cukup untuk membuatmu kesulitan menemukan keberadaanku.”


“Kali ini sepertinya aku telah berurusan dengan orang yang salah, dan pantas saja di tua Adhitya tidak keberatan melepas dua putrinya untukmu. Kalau saja aku memiliki seorang putri, aku juga rela memberikan dia padamu.”


Reinar terkekeh mendengar pesan yang dikirim Rita padanya, dan sepertinya permasalahan dirinya dengan wanita itu tidak perlu diselesaikan dengan pertumpahan darah karena dirinya sudah menemukan cara untuk menyelesaikan masalah, sambil mencari keuntungan untuk dirinya.


Memikirkan terjalinnya kerjasama dengan Rita, Reinar kembali menulis pesan untuk wanita itu. “Aku tidak akan mempermasalahkan apa yang terjadi hari ini, dan anggap saja apa yang terjadi pada putramu adalah akibat dari dia telah menyinggung orang yang tak seharusnya dia singgung.”


“Dari pada terus bermusuhan dan aku bisa menjamin Nyonya semakin banyak mendapatkan kerugian, bagaimana kalau kita bekerjasama untuk saling memberi keuntungan?” Pesan dikirim, dan sukses terkirim.


Sementara itu di tempat Rita, wanita itu tersenyum lebar setelah membaca pesan yang dikirim Reinar padanya.


“Apa dia mengira aku peduli dengan anak bodoh itu? Aku jauh lebih peduli dengan keuntungan, dan apa yang baru aku lakukan hanya sekedar untuk menguji kehebatan yang kamu miliki.” Rita bergumam lirih sambil terus menunjukkan senyuman di bibirnya.


‘Ternyata apa yang dimiliki pria itu, seluruhnya menurun padanya. Putramu memiliki masa depan yang lebih cerah darimu, dan aku yakin kamu bahagia di alam sana karena memiliki putra yang sangat luar biasa.’ Rita membatin, lalu dia menulis pesan pada Reinar.


“Malam ini temui aku di holy night hotel, dan kita bisa puas membicarakan apa yang perlu dibicarakan.” Pesan terkirim, kemudian Rita tak lagi melihat HP nya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2