Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 81. Mengancam Musuh


__ADS_3

Di Markas kelompok Stars Of Darkness.


Berkali-kali Vicky dan Nino mencoba menghubungi anggota mereka yang ditugaskan mengumpulkan informasi di perusahaan Reinar, tapi tak ada satupun anggota yang merespon panggilan mereka.


Setelah lebih dari setengah jam terus mencoba dan tidak membuahkan hasil, mereka mulai merasa sesuatu yang buruk telah terjadi pada anggota, yang mereka tugaskan mengumpulkan informasi di perusahaan Reinar.


Baru juga merasa sesuatu yang buruk telah terjadi, Nino menerima sebuah pesan dari nomor tak dikenal, dan saat membuka pesan dia dapat melihat gambar anggotanya yang ditumpuk menjadi satu.


Tak perlu menebak apa yang terjadi pada mereka, Nino yakin mereka semua telah mati, dan pesan yang diterimanya dikirim oleh sosok yang telah membunuh mereka.


Nino kemudian menunjukkan pesan itu pada Vicky.


Melihat gambar di layar HP Nino, jelas saja Vicky mengerang marah karena apa yang dilihatnya adalah foto anggotanya yang mati dalam keadaan mengenaskan. Bukan hanya satu atau dua mayat, tapi di foto itu terlihat lebih dari dua puluh mayat ditumpuk seperti sampah.


“Orang itu benar-benar menginginkan peperangan terbuka dengan kita! Nino, persiapkan semuanya! Dalam waktu dekat aku ingin bersamaan menghancurkan kedua musuh yang telah memberi banyak kerugian bagi kita,” ujar Vicky.


“Tuan, apa tidak sebaiknya kita terlebih dahulu memperkaya informasi tentang orang ini? Saat ini kita sangat minim informasi tentangnya, dan ini bukan sebuah keuntungan untuk kita. Tanpa informasi, kita tidak tahu seberapa besar kekuatan yang dimiliki olehnya.” Nino khawatir lawannya jauh lebih kuat dari kekuatan yang dimiliki kelompok Stars Of Darkness.


“Di negara ini hanya assosiasi Black Dragon yang kekuatannya melampaui kita. Selain mereka, aku sangat ragu ada kekuatan lain yang mampu melampaui kekuatan kita.” Vicky sangat percaya diri dengan perkataan yang baru keluar dari mulutnya.


“Tuan, tetap saja dia memiliki kekuatan pelindung yang mumpuni karena bagaimanapun juga dia adalah menantu keluarga Bagaskara. Tuan tentunya tahu seperti apa kekuatan yang dimiliki keluarga Bagaskara!” Dari informasi yang didapatkan tentang Reinar, hanya informasi tentang orang itu yang merupakan menantu keluarga Bagaskara, yang dapat diketahui Vicky dan Nino.


“Hanya keluarga Bagaskara, apa juga yang perlu kita takutin dari mereka? Kekuatan yang kita miliki lebih dari cukup untuk menghancurkan keluarga itu. Kalau saja di negara ini tidak ada asosiasi Black Dragon, mungkin sudah sejak lama negara ini jatuh ke tanganku!”


Di mata Vicky, keberadaan keluarga Bagaskara bukanlah sebuah kekuatan yang perlu diwaspadai olehnya.


“Keluarga Bagaskara memang bukan lawan sepadan untuk kita, tapi Tuan apa lupa siapa pemimpin keluarga Bagaskara saat ini?” Nino mengingatkan Vicky siapa sosok yang saat ini menjadi pemimpin keluarga Bagaskara.


“Aku tidak lupa siapa pemimpin keluarga Bagaskara. Meski seorang Jenderal, kekuatannya tetap saja tidak sebanding dengan kita. Namun, lain halnya jika dia mengerahkan kekuatan militer utama negara ini...”

__ADS_1


“Kalau sampai dia mengerahkan kekuatan militer utama negara ini, tentu kita bisa musnah hanya dalam hitungan menit.” Sekuat apapun kelompok Stars Of Darkness, tetap saja sebuah kelompok tidak cukup untuk menandingi kekuatan militer utama sebuah egara, yang masuk dalam jajaran lima belas besar militer terkuat di dunia.


“Itulah yang menjadi ketakutanku. Jika benar orang itu menggunakan kekuatan militer utama negara ini, riwayat kita pasti berakhir saat itu juga. Bagaimanapun juga, kita masih terlalu lemah untuk bersaing dengan kekuatan utama militer negara ini,” ungkap Nino.


Vicky merenungkan apa yang diungkapkan oleh Nino, tapi tak lama dia berkata, “Lalu, apa kamu punya cara yang tepat untuk membalas perbuatannya pada anggota kita?”


“Tuan, terlebih dahulu sebaiknya kita mengumpulkan lebih banyak informasi tentangnya. Sambil mengumpulkan informasi, kita bisa melakukan teror secara terus menerus padanya, dan pada seluruh anggota keluarganya. Dengan memberi teror secara terus-terusan, aku yakin mentalnya akan terganggu, dan begitu informasi terkumpul bersama dengan kejatuhan mental yang dimilikinya. Kita dengan mudah bisa mengakhiri keberadaannya!”


Vicky yang mendengar seluruh perkataan Nino, dirinya merasa semua itu adalah langkah terbaik yang saat ini bisa dilakukan olehnya. Meski membutuhkan banyak waktu, besar kemungkinan langkah itu dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginannya.


“Segera lakukan apa yang ingin kamu lakukan, dan aku hanya ingin mendengar kabar baik darimu tujuh hari dari sekarang!” Tegas Vicky mengatakan semua itu pada Nino.


Nino hanya menganggukkan kepala, kemudian dia segera melakukan apa yang ingin dilakukannya, dan dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membuat kecewa Vicky.


Sementara itu, Reinar yang baru saja pulang ke rumah bersama para istrinya, dia dikejutkan dengan sebuah berita penemuan lebih dari dua puluh mayat tak jauh dari perusahaannya.


“Hah, sebenarnya yang melakukan semua itu adalah para assasin bayangan assosiasi Black Dragon, dan mereka semua yang mati adalah anggota kelompok Stars Of Darkness. Namun, aku tidak menyangka mayat-mayat itu hanya dibiarkan begitu saja,” ungkap Reinar yang disambut senyuman oleh Erina.


“Para assasin bayangan tugasnya hanya membunuh, dan seperti itulah cara anggota assasin bayangan memperlakukan mayat orang-orang yang mati di tangan mereka,” jelas Erina.


“Aku baru tahu kalau seperti itu cara bekerja mereka. Sepertinya aku harus menyiapkan tim pembersih untuk mencegah terulangnya kembali peristiwa seperti,” ungkap Reinar yang tidak ingin adanya jejak tertinggal tiap kali assasin bayangan melakukan pekerjaannya.


Baru juga selesai berkata, Reinar mendapatkan panggilan dari ibunya, yang mengabarkan kalau mobilnya mogok. “Sepertinya aku harus pergi menjemput Ibu dan Malvin.” Reinar berkata pada para istrinya.


Kelima istrinya bersamaa menganggukkan kepala. “Hati-hati di jalan dan cepat pulang!” kata Bella mewakili empat wanita lainnya.


"Aku pasti berhati-hati dan segera pulang. Oh iya, aku pinjam dulu mobilmu.” Reinar meminjam mobil milik Erina karena dirinya belum ada mobil pengganti setelah apa yang terjadi dengan mobilnya. Setidaknya mobil baru baru datang esok hari.


Erina tentu tidak keberatan dan segera memberikan kunci mobilnya pada Reinar. Kali ini Reinar pergi seorang diri, sedangkan kelima istrinya tetap di rumah, menyiapkan makan malam untuk semuanya.

__ADS_1


Mengendarai mobil Erina, Reinar memacu kencang mobil menuju tempat mobil ibunya yang mengalami masalah. Setidaknya butuh lima menit baginya untuk sampai di tempat itu.


Beberapa menit berlalu, Reinar sudah dapat melihat mobil ibunya, dan sosok ibunya serta Malvin saat ini sedang berada di dalam mobil. Di tempat tersembunyi dirinya juga melihat keberadaan belasan assasin bayangan yang memang ditugaskan menjaga ibunya.


Berjarak puluhan meter dari mobil ibunya, tiba-tiba Reinar menghentikan laju mobilnya saat melihat keberadaan beberapa orang bersenjataan lengkap di dalam mobil yang berhenti tak jauh di belakang mobil ibunya.


“Mereka sepertinya berencana meneror ibuku,” gumam lirih Reinar, kemudian dia kembali menjalankan mobil, dan berhenti tepat di depan mobil ibunya.


“Awasi dua mobil di belakang mobil ibuku!” Menggunakan alat komunikasi khusus, Reinar berkomunikasi dengan para assasin bayangan.


Setelah memberi perintah pada assasin bayangan, Reinar dengan santai melenggang keluar dari dalam mobil, kemudian menemui ibunya dan Malvin yang berada di dalam mobil. “Syukur ibu tidak keluar dari mobil, begitu juga denganmu.” Reinar berkata pada ibunya dan juga Malvin begitu membuka pintu mobil, dan melihat keadaan mereka.


“Sejak awal aku sudah mengetahui keberadaan mereka, oleh karena itu ibu memutuskan tetap berada di dalam mobil, meski sebenarnya keberadaan mereka bukanlah sebuah ancaman.” Tenang Indah berkata pada Reinar.


Reinar tersenyum mendengar itu, lalu dia menyuruh Malvin membuka kunci kap mesin mobil. Begitu kunci terbuka, Reinar segera membuka kap penutup mesin, dan memeriksa permasalahan mobil milik ibunya.


Memiliki mata tembus pandang sangat membantu pekerjaannya. Hanya sekali lihat dia dapat melihat apa yang menjadi penyebab masalah mobil. Begitu permasalahan teratasi, mobil kembali nyala dan dan berfungsi normal. “Kalian pergi duluan! Aku masih ada urusan dengan mereka.”


Malvin dan Indah hanya menganggukkan kepalanya, kemudian mobil mereka segera melaju pergi.


Sedangkan Reinar yang tertinggal sendirian, sosoknya menghilang begitu saja dari tempatnya, dan tiba-tiba muncul di samping pintu mobil yang diyakininya merupakan miliki anggota kelompok Stars Of Darkness.


Kaca jendela mobil diketuknya, dan begitu kaca terbuka, Reinar tenang berkata pada orang itu, “Katakan pada tuanmu kalau jangan bermain-main denganku! Kalau dia masih mengusik hidupku, jangan salahkan aku kalau aku mendatanginya sebagai Dewa Kematiannya!”


Selesai berkata sosok Reinar kembali menghilang, membuat semua orang di dalam mobil menggigil ketakutan. “Si.. sial, dia sepertinya bukan manusia!” gumam lirih pengemudi mobil, kemudian dia segera mengemudikan mobilnya kembali ke markas, untuk melaporkan menyampaikan ancaman sosok yang membuatnya ketakutan.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2