
Berada di dalam mobil, Reinar melihat statusnya, yang sudah cukup lama tidak dia liat.
[Ding... menampilkan tabel status milik Tuan]
[Sistem] : [ V 0.4]
[Nama] : [Reinar Abimanyu]
[Umur] : [17 Tahun]
[Level] : [ 4 ] nex level [220/500]
[Pekerjaan] : [Assassin » Pelajar » ?]
[Kecerdasan] : [ 90 ] [Di Atas Rata-rata]
[Kekuatan] : [ 100 ] [Max]
[Kecepatan] : [ 100 ] [Lumayan]
[Pertahanan] : [ 90 ] [Lemah]
[Stamina] : [ 90 ] [Max]
[Keberuntungan] : [ 100 ] [Max]
[Pesona] : [ 85 ] [Di Atas Rata-rata]
[Skill] :
[» Ahli Senjata Tingkat Master]
[» Ahli Beladiri Tingkat Master]
[» Ahli Bisnis Tingkat Master]
[» Ahli Komputer Tingkat Master]
__ADS_1
[» Ahli Kedokteran Tingkat Master]
[Poin Sistem] :[ 0 ]
[Kekayaan] : [Rp. 199.677.000.000]
[Aset] :
[» Apartemen di lantai 20 Blue Sky Apartement]
[Ruang Penyimpanan] :
[» 2 Pistol X10]
[Toko SiSistem] :
[» Skill ]
[» Senjata ]
[» Alat Perlindungan Diri]
‘Statusku banyak mengalami peningkatan sejak terakhir kali aku melihatnya. Toko sistem sudah terbuka, tapi aku masih belum tahu apa uang yang aku miliki dapat digunakan membeli barang-barang di toko sistem.’ Reinar membatin sambil melihat tabel status yang hanya dapat terlihat oleh dirinya sendiri.
[Ding... Tuan bisa membeli barang-barang di toko sistem menggunakan poin sistem. Tanpa poin sistem Tuan tidak bisa membeli apapun dari toko sistem]
"Kalau seperti itu, bagaimana caraku mendapatkan poin sistem dan apa uang yang aku miliki dapat dirubah menjadi poin sistem?” Kabar baik tentunya jika uang miliknya dapat dirubah menjadi poin sistem.
[Ding... Sekarang hadiah dari misi yang Tuan kerjakan akan mengikut sertakan hadiah berupa poin sistem. Untuk uang yang Tuan miliki sebenarnya bisa dirubah menjadi poin sistem dan sebaliknya, poin sistem juga bisa dirubah menjadi uang. Satu miliar uang yang Tuan miliki sama dengan satu poin sistem, dan sebaliknya satu poin sistem sama dengan satu miliar mata uang di negara Tuan]
Mendengar itu Reinar tahu seberapa berharganya poin sistem dibandingkan uang yang dimilikinya. “Aku hanya memeliliki kurang dari dua ratus miliar di rekening. Jika ditukar menjadi poin sistem, itu hanya setara seratus sembilan puluhan poin sistem. Sungguh jumlah yang sangat sedikit.”
Reinar segera membuang jauh-jauh rencananya yang ingin menukarkan sejumlah uang miliknya menjadi poin sistem. “Aku sepertinya harus menunda memberikan hadiah untuk mereka sampai aku berhasil mengumpulkan banyak poin sistem.” Hadiah dari toko sistem memang belum bisa dirinya berikan pada mereka, tapi hadiah dari dunia nyata masih dapat dibeli dengan uangnya.
Reinar menghilangkan tabel statusnya dan kembali fokus pada jalanan. Sedangkan Malvin yang duduk di sebelahnya, pria itu fokus mengemudikan mobil menuju rumah milik keluarga Bagaskara. Baru juga menikmati keramaian jalan, Reinar mendengar suara sistem yang menyampaikan misi padanya.
[Ding... Membantu Nenek menyebrang jalan dan menghentikan penjambret yang melarikan diri. Hadiah » 40 poin sistem, 40 poin pengalaman, 10 poin pertahanan, 10 poin stamina. Lokasi misi » lima ratus meter di depan Tuan]
__ADS_1
“Sekarang misi yang diberikan sistem sangat rinci. Bukan hanya hadiah, tapi lokasi misi juga di tunjukkan.” Reinar bergumam lirih. “Malvin, berhentikan mobil di perempatan depan! Entah kenapa aku merasa ada seseorang yang membutuhkan bantuan kita di tempat itu.” Mendengar perintah Reinar, Malvin segera menghentikan mobil begitu bertemu perempatan yang dimaksud Reinar.
“Lokasi misi yang ditunjukkan sistem ternyata sangat tepat.” Reinar segera keluar dari mobil setelah melihat seorang Nenek ingin menyebrang jalan.
“Saatnya menyelesaikan misi dan mendapatkan poin sistem pertamaku.” Reinar membantu Nenek itu menyeberangi jalan, dan begitu si Nenek sudah sampai di sebrang jalan Reinar melihat motor yang melaju kencang ke arahnya dengan dua motor yang mengikuti dari arah belakang.
Dua motor di belakang meneriaki motor di depannya. “Jambret... Jambret...” Mendengar teriakan itu, Reinar tahu kalau motor yang melaju ke arahnya adalah jambret yang harus dirinya hentikan. “Tanpa susah payah mencari, orang yang harus aku cari justru datang menghampiriku.” Tendangan dilakukan Reinar kearah motor penjambret yang melintas di depannya.
Motor milik penjambret jatuh terpelanting, sedangkan dua orang yang mengendarai motor terlempar dari atas motor. Satu orang terluka tapi masih sadar, sedangkan satu orang lainnya mengeluarkan pistol rakitan dan mengarahkannya pada orang-orang di sekitarnya.
Dengan mata tembus pandang Reinar melihat pistol rakitan di tangan orang itu. Mengetahui pistol itu kosong tak terdapat pelurunya, dengan langkah yang begitu tenang dia berjalan mendekati orang itu. “Tembak saja kalau kamu ingin menembakku!” Reinar dengan sadar mengatakan semua itu di hadapan banyak orang.
Semua orang mulai mengkhawatirkan Reinar, termasuk Malvin yang memutuskan keluar dari mobil. Namun selanjutnya apa yang mereka lihat benar-benar membuat lega. Orang itu tidak menembakkan pistol di tangannya pada Reinar, orang itu justru menjatuhkan senjata, dan berlutut di hadapan Reinar.
Di saat orang-orang merasa lega dan Reinar berjalan ke arah penjambret yang telah menjatuhkan pistol di tangannya, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari penjambret satunya yang mengalami luka di bagian kaki dan tangan kirinya.
Arah pistol orang itu memang tertuju pada Reinar, tapi peluru yang keluar dari pistol justru mengenai kepala pria yang berlutut di hadapan Reinar. “Peluru yang begitu lambat tidak mungkin dapat mengenaiku.” Reinar dengan tenang mengatakan itu, kemudian hanya dalam satu kedipan mata dia sudah berada di hadapan penjambret yang masih memegang pistol dengan tangan kanannya.
Dengan gerak yang begitu cepat Reinar merebut pistol rakitan dari penjambret, kemudian dia melumpuhkan orang itu dengan cara menendang kepalanya. Satu penjambret pingsan setelah terkena tendangan Reinar, dan satu lagi penjambret mati dengan luka tembak dikepala yang dilakukan oleh temannya sendiri.
Hanya berselang satu menit setelah Reinar berhasil melumpuhkan penjambret yang menembak sendiri rekannya, polisi datang ke tempat kejadian dan langsung mengamankan dua penjambret. Awalnya salah seorang polisi ingin membawa Reinar ke kantor polisi untuk memberi keterangan tentang apa yang sudah terjadi, dan bagaimana bisa salah satu penjambret mati dengan luka tembak di tangannya.
Namun setelah Reinar menceritakan apa yang terjadi ditambah penjelasan orang-orang di tempat kejadian perkara, polisi itu tidak jadi membawa Reinar, dan pada akhirnya dia hanya mengamankan satu penjambret. Untuk mayat penjambret yang mati oleh rekannya, polisi mengirim orang itu ke rumah sakit untuk menjalani autopsi, sebelum dikirim pulang ke keluarganya.
[Ding... misi telah terselesaikan. Mendapatkan hadiah » 40 poin sistem, 40 poin pengalaman, 10 poin pertahanan, 10 poin stamina]
[Seluruh hadiah telah ditambahkan dalam status Tuan, dan poin sistem dapat Tuan gunakan untuk membeli barang-barang di toko sistem]
“Untuk sekarang aku tidak memiliki keinginan membeli apapun dari toko sistem. Lebih baik aku mengumpulkan lebih banyak poin sistem untuk membeli barang terbaik yang dijual di toko sistem.” Reinar hanya ingin membeli sesuatu yang bagus di toko sistem. Dengan poin sistemnya yang sekarang dia yakin hanya bisa membeli barang receh di toko sistem.
Kembali ke dalam mobil bersama Malvin, Reinar duduk tenang di tempe duduknya, sambil melihat orang-orang disekeliling yang mulai membubarkan diri. Tempat kejadian perkara sendiri sudah dibersihkan, dan arus lalu lintas kembali berjalan seperti seharusnya.
“Aku tidak menyangka laju kecepatan peluru ternyata lebih lambat dari gerakan menghindar yang kakak ipar lakukan. Bahkan kedua mataku tidak bisa mengikuti kecepatan saat kakak ipar menghindari peluru yang ditembakkan orang itu.” Malvin kagum dengan kecepatan yang ditunjukkan Reinar saat menghindari peluru yang jika orang biasa, mungkin orang itu saat ini sudah berpindah alam.
“Sebenarnya aku tidak bergerak cukup cepat. Kebetulan saja gerakan menghindar yang aku lakukan dapat menghindarkanku dari tembakan. Nyawaku selamat, dan justru rekannya yang mati terkena tembakan.” Reinar mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Sejak awal dia tidak menyadari jika penjambret yang terluka juga memiliki pistol rakitan. Gerakan menghindar yang tadi dilakukannya, itu murni gerakan menghindar karena reflek nya yang berasa diatas rata-rata manusia biasa.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.