
“Sepertinya ibu memang tidak perlu khawatir tentang uang. Kehidupan di kota memang membuatmu banyak mengalami perubahan, tapi setidaknya perubahan itu membuatmu tumbuh menjadi sosok yang jauh lebih baik.” Dengan keahlian Reinar dalam mengumpulkan uang, Indah tidak lagi khawatir tentang keuangan keluarga putranya.
Selesai melepas rindu, Reinar mengantar ibunya pergi ke kamar yang akan ditempatinya, kebetulan kamar itu berada di sebelah kamarnya. “Bagaimana kalau ibu seterusnya tinggal di tempat ini? Aku sekarang bagian dari pasukan elite, tentunya banyak orang-orang jahat diluaran sana yang dapat mengancam keselamatan ibu seandainya mereka tahu identitasku dan keluargaku...”
“Dengan berada di tempat ini aku dapat menjamin keselamatan ibu, dan lagi di tempat ini ibu tidak akan tinggal sendirian. Untuk rumah di kampung halaman, kita bisa merenovasi rumah itu, dan akan menempatinya saat liburan ke tempat itu.” Reinar tidak ingin mengambil resiko membiarkan ibunya seorang diri tinggal di desa. Oleh karena itu dia ingin ibunya tinggal bersamanya.
Tinggal di tempat jauh hanya akan membuat perhatian putranya terbagi-bagi dan itu dapat berdampak buruk untuk pekerjaannya. Tak ingin hal buruk terjadi pada putranya, Indah akhirnya memutuskan mengikuti apa yang disarankan putranya.
Dirinya akan tinggal di ibukota dan tinggal bersama putra dan keempat calon menantunya. Indah belum tahu keberadaan Malvin karena pria itu tidak ikut turun menyambut kedatangannya, pria itu masih di lantai tiga, menikmati hembusan angin sore.
Setelah Indah mengatakan dirinya akan tinggal di ibukota bersamanya, Reinar merasa senang karena dapat berada di dekat ibunya. Melihat ibunya lelah, Reinar membiarkan ibunya istirahat, dan sekarang dia bermaksud menemui keempat wanitanya.
Keempat wanita itu saat ini sedang menyiapkan makan siang. Melihat Reinar berjalan ke arah mereka, Wina menjadi wanita pertama yang datang menyambut kedatangannya, dan mempersilahkan Reinar duduk di salah satu kursi di ruang makan.
Keempatnya menyuruh Reinar menunggu karena mereka sedang bekerjasama menyiapkan makan siang. Mereka terlihat kompak dalam menyiapkan makanan, tapi dari keempatnya Reinar tahu kalau Bella menjadi yang paling ahli soal urusan dapur.
Bella menyiapkan makana utama dengan dibantu Wina. Sedangkan Erina dan Sarah, mereka menyiapkan minuman untuk semua orang, dan setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya semua makanan serta minuman telah tersaji di atas meja makan yang berbentuk memanjang.
Reinar duduk di kursi utama, Erina dan Sarah duduk di sebelah kirinya, sedangkan Bella dan Wina duduk di sebelah kanannya. Tak lama setelah mereka semua duduk, Malvin datang dan duduk di sebelah Sarah. Untuk indah, dia tidak ikut makan siang karena masih istirahat, tapi Bella dan yang lainnya telah menyiapkan menu makanan khusus untuk Indah.
__ADS_1
Semua orang segera makan, dan menghabiskan seluruh makanan di piring mereka. “Setelah makan aku ingin mendiskusikan soal pernikahan dengan kalian semua. Meskipun Erina sudah setuju melakukan pernikahan dalam waktu dekat, tetap saja aku ingin mendapatkan kepastian dari kalian semua.” Reinar berkata pada keempat wanitanya di sela-sela mereka makan.
Bella, Sarah, dan Wina menganggukkan kepalanya. Sedangkan Erina, wanita itu hanya tersenyum sambil menikmati makanannya. Setelah obrolan singkat itu, semua orang kembali fokus dengan makanan masing-masing.
“Kalian sudah menyiapkan banyak makanan, jadi biarkan aku dan Malvin yang bersih-bersih dan merapikan dapur. Sekarang sebaiknya kalian bersantai di ruang keluarga.” Reinar menatap Malvin, melihat pria itu menganggukkan kepala, Reinar tahu pria itu tidak keberatan membantunya bersih-bersih dapur.
Keempat wanita yang sudah selesai makan hanya menganggukkan kepala, dan setelahnya mereka pergi ke ruang keluarga menunggu Reinar selesai bersih-bersih. Smentara itu, Reinar dan Malvin segera mencuci piring dan membereskan kekacauan di dapur. Begitu semua selesai, Malvin kembali ke lantai tiga, sedangkan Reinar pergi menemui keempat wanitanya.
...----------------...
Di ruang keluarga.
Tak lama berpikir, Wina menjadi yang pertama memberi jawaban. “Aku sama sekali tidak masalah dengan pernikahan dalam waktu dekat, dan pernikahan bersama-sama. Bagiku, lebih baik kita semua menikah dalam satu waktu, sehingga tidak akan muncul istilah istri pertama, kedua, ketiga, maupun istri keempat. Selain itu, bukannya kita bisa bersama-sama menikmati malam pertama dengannya? Ya meski aku tahu hanya aku yang belum pernah melakukan itu dengannya.”
Wina telah tahu kalau tiga wanita lainnya pernah melakukan hubungan panas di atas ranjang bersama Reinar, dan dari semua calon istri Reinar hanya dirinya yang belum pernah melakukan itu. Dia tidak mempermasalahkan hal itu karena pada waktunya dia juga akan melakukannya. Namun, meski dia nantinya melakukan itu dengannya, tapi untuk kehamilan semua itu masih harus ditunda. Setidaknya dia ingin hamil setelah dinyatakan lulus dari sekolah menengah atas.
“Hm, bagaimana ya, sebenarnya aku tidak masalah menikah bersama-sama dalam waktu dekat, tapi setidaknya aku harus meminta izin terlebih dulu pada keluargaku, dan kamu harus ikut menemaniku saat meminta izin pada mereka!” Bella berkata sambil mengarahkan pandangan pada Reinar.
"Untuk masalah orangtuamu, kamu tidak perlu khawatir. Ayah dan ibuku telah mengurus semuanya, dan mereka telah menyetujui pernikahan diantara kalian. Namun, mereka tetap ingin bertemu kalian sebelum tiba hari pernikahan.” Wina mengetahui semua itu langsung dari ayah dan ibunya.
__ADS_1
Masalah restu dari orangtua Bella telah teratasi, kini semua orang tinggal menunggu jawaban dari Bella, dan akhirnya wanita itu berkata. “Aku tidak masalah dengan pernikahan dalam waktu dekat, tapi aku masih belum bertemu dengan orang yang mau menjadi wali nikahku!”
“Untuk wali nikah, aku akan meminta kakak pertamaku untuk wali nikahmu menemani Malvin. Kalau kakak pertamaku tidak mau melakukannya, masih banyak anggota keluargaku yang bisa menjadi wali nikah untukmu, kalau memang diperlukan, biar ayahku yang menjadi wali nikahmu!” Erina tidak keberatan jika ayahnya juga menjadi wali nikah untuk Sarah.
Mendengar itu Sarah sangatlah senang, masalah wali pernikahan adalah masalah utamanya saat ingin menikah, dan semua masalah itu terselesaikan setelah mendengar perkataan Erina. “Sepertinya kita semua memang harus menikah dalam waktu dekat.” Senyum terlihat diwajah Sarah saat mengatakan semua itu di hadapan Reinar dan yang lainnya.
“Kalau begitu sudah diputuskan kalian semua sepakat melakukan pernikahan denganku dalam waktu dekat. Meskipun dalam waktu dekat, pernikahan itu mungkin akan berlangsung dua atau tiga minggu lagi karena masih banyak yang harus dipersiapkan sebelum melangsungkan acara pernikahan.” Reinar mengatakan semua itu pada keempat wanitanya.
Keempatnya menganggukkan kepala mendengar apa yang dikatakan Reinar. Persiapan sebelum pernikahan seperti menyiapkan cincin pernikahan dan bangunan untuk prosesi pernikahan memang butuh waktu.
Selain itu, mereka juga masih harus memilih gaun pengantin, dan menyusun siapa saja tamu yang ingin diundang dalam acara pernikahan mereka. Begitu semua itu sudah selesai, barulah mereka bisa melangsungkan acara pernikahan yang akan terdengar sedikit aneh karena pernikahan kali ini melibatkan seorang pria dan empat wanita.
“Untuk izin dari para petinggi, biarkan ayah yang mengizinkan untuk kalian semua. Khusus untukku, izin akan lebih mudah aku dapatkan karena aku hanyalah murid dari sekolah umum.” Wina berkata pada semua orang.
“Dengan begini aku bisa memberikan jawaban sesuai dengan apa yang diinginkan olehnya.” Reinar tidak akan lagi bingung memberi jawaban saat harus bertemu dengan ayah Erina dan Wina. Untuk bertemu dengan keluarga Bella, dia akan bertemu mereka setelah mengumpulkan cukup banyak poin karena ada sedikit hadiah spesial yang ingin diberikannya pada mereka.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1