
“Jangan buru-buru mempercayai perkatannku! Sebaiknya kalian menanyakan kebenaran pada keluarga kalian.” Rita berkata kemudian tersenyum.
Reinar dan Erina sama-sama menganggukkan kepala, kemudian Reinar berkata, “Untuk saat ini aku tidak bisa memutuskan bisa atau tidaknya menjadi pemimpin baru asosiasi Black Dragon, aku baru bisa memberi jawaban setelah menanyakan kebenaran semuanya pada ibuku.”
“Kamu tidak perlu terburu-buru memberi keputusan karena banyak waktu untuk menentukan keputusan yang tepat.” Rita membalas perkataan Reinar.
Reinar kembali menganggukkan kepalanya kemudian dia memutuskan untuk segera pergi meninggalkan hotel. Namun, belum juga pergi Eliza mengirim sebuah pesan singkat padanya, dalam pesan itu Eliza mengatakan kalau ada pergerakan aneh di sekeliling hotel.
Diwaktu yang sama Rita juga mendapatkan pesan dari penjaga hotel tentang orang-orang aneh yang berada di sekeliling hotel. Holy night hotel adalah hotel milik Rita, jadi sangat wajar jika petugas keamanan hotel yang diwakili pemimpin mereka bisa menghubungi Rita, dan mengatakan keadaan di sekitar hotel.
“Ada teman lama yang ingin membuat masalah denganku, dan sepertinya kalian berdua harus sedikit terlibat dalam masalah malam ini!” Rita berkata sambil mengarahkan pandangan kepada Reinar dan Erina.
“Awalnya aku mengira mereka adalah orang-orang yang berada di bawah perintahmu, tapi melihat tato kelelawar hitam di leher mereka, sepertinya mereka berasal dari kelompok mafia yang mengincar pemimpin Black Rose.”
Rita tersenyum mendengar perkataan Reinar. “Aku cukup terkejut kamu tahu begitu banyak tentangku, bahkan kamu tahu siapa mereka yang saat ini mengepung hotel. Sepertinya kalian sudah banyak persiapan sebelum datang ke tempat ini!”
“Aku tidak melakukan banyak persiapan, bahkan aku lupa membawa persenjataan untuk menghadapi situasi genting.” Benar adanya Reinar datang tanpa membawa senjata, kecuali senjata yang ada di ruang penyimpanan sistem.
Tau maksud perkataan Reinar, Rita menyuruh wanita berambut biru mengambilkan senjata untuk Reinar dan Erina, tapi saat dua senjata disodorkan pada Reinar, pria itu mengatakan kalau dirinya memerlukan dua lagi senjata untuk dua orang lainnya.
Rita tidak keberatan memberikan dua senjata lagi pada Reinar, dan sekarang mereka bersama-sama turun dari lantai tertinggi hotel menuju lantai pertama. Tiga assassin bayangan dan wanita berambut biru sudah lebih dulu turun untuk memastikan keamanan pada Rita.
Petugas keamanan hotel sendiri sudah bersiaga di tempat mereka masing-masing, dan bersiap menghadapi situasi terburuk. Untuk para tamu, mereka sudah diamankan di kamar masing-masing, dan saat keadaan lantai satu sangatlah sepi.
Sampai di lantai satu, Rita ingin membawa Reinar dan Erina menuju jalan evakuasi khusus, tapi Reinar menolak mentah-mentah keinginan Rita. “Ada dua orangku di parkiran, dan aku tidak mungkin meninggalkan mereka!”
Tegas Reinar mengatakan itu pada Rita, lalu dia begitu saja meninggalkan Rita dan berjalan santai menuju parkiran. Erina sendiri senantiasa berada di samping Reinar, dan dia sama sekali tidak memiliki rasa takut karena adanya cincin serta gelang pemberian Reinar.
Sementara itu Rita hanya melihat kepergian mereka dari kejauhan karena petugas keamanan mengatakan adanya penembak jitu di bangunan sebelah, dan tentu penembak jitu ditempatkan untuk mengincar kepala Rita.
__ADS_1
Saat Reinar dan Erina hampir sampai di tempat mobil mereka terparkir, dimana di dalam mobil itu terdapat Eliza dan Cleo, tiba-tiba saja lima orang pria muncul di hadapan mereka sambil menodongkan senjata.
Reinar dan Erina tetap tenang meski lima senjata api mengarah ke arah mereka. Bagi Reinar dan Erina, sebanyak-banyaknya peluru di dalam senjata api kelima orang itu, semua peluru itu sama sekali belum cukup untuk melukai mereka.
“Kalian berdua segera berlutut dan ikuti semua keinginan kami kalau tidak ingin mati!” Salah satu dari lima orang yang menodongkan senjata api memberi perintah yang disertai ancaman pada Reinar dan Erina, tapi kedua orang itu acuh dengan ancamannya.
Kelimanya mengira Reinar dan Erina hanyalah tamu hotel yang ingin pergi meninggalkan hotel. Perkiraan mereka tidak sepenuhnya salah, hanya saja kurang lengkap, dan disitulah kesalahan besar mereka.
Meremehkan Reinar dan Erina adalah sebuah kesalahan, dan akibat terburuknya dari semua itu tentu saja hidup mereka saat ini sedang terancam.
“Maaf saja, aku dan calon istriku sedang buru-buru dan tidak ingin ikut campur dengan urusan kalian! Jadi, sebaiknya kalian segera menyingkir.” Kesempatan, itulah yang saat ini diberikan Reinar pada lima orang di hadapannya.
Bukannya mengindahkan kesempatan yang telah diberikan Reinar, kelima orang itu justru tertawa terbahak-bahak. “Disini hanya kami yang berhak memberi perintah, dan karena kamu tidak mendengarkan perintah kami kematian sangat pantas untukmu!”
Salah satu orang yang menghadang Reinar dan Erina melangkah maju, kemudian dia menempelkan senjata api di tangannya tepat di kening Reinar. “Cantik, kamu tenang saja, begitu pria bodoh ini mati, kamu adalah milikku!” Orang itu masih sempat menggoda Erina saat tanpa sadar dia justru membawa dirinya mendekati Dewa kematiannya.
Sedangkan orang yang mendengar perkataan Erina, dia sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh wanita itu.
Namun, tak lama dia mengerti maksud dari perkataan wanita itu saat rasa sakit di dadanya mulai menjalar ke sekujur tubuhnya, bersamaan dengan datangnya hawa dingin yang menerpa tubuhnya.
Orang yang menodongkan senjata tepat ke kening Reinar tiba-tiba saja roboh, tak lama tubuhnya kejang-kejang, dan setelah itu dia mati dengan tubuh bersimbah darah.
“Erina, pergi ke mobil dan biarkan aku membereskan sisanya!” Reinar berkata lembut pada Erina, kemudian sosoknya melesat maju menyerang empat orang yang masih bingung dengan kematian salah satu rekan mereka.
Di tengah kebingungan mereka, tiba-tiba saja Reinar muncul di hadapan mereka, dan dengan pukulan sepenuh tenaga dia memberikan masing-masing satu pukulan yang mengarah ke dada mereka.
“Kalian tidak perlu bingung dengan kematiannya karena setelah ini, kalian bisa menanyakannya langsung pada orangnya, apa yang menyebabkannya mati!” Reinar berkata setelah memukul keempatnya secara bergantian dan meski itu hanya sekedar pukulan, pukulan itu sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan organ dalam tubuh mereka.
Tak ada kesempatan bagi mereka membalas perkataan Reinar karena kematian lebih dulu mendatangi mereka. “Sepertinya pengganggu lainnya juga ingin menyusul pergi ke alam kematian.” Reinar melihat belasan orang bergerak menuju ke tempatnya.
__ADS_1
Melihat sekeliling, Reinar menemukan kamera CCTV yang mengarah ke tempatnya. “Mereka telah meretas kamera CCTV di tempat ini, oleh karena itu mereka segera mengirim bala bantuan setelah melihat seluruh kejadian di tempat ini.”
“Sudahlah, dikarenakan mereka sudah jauh-jauh datang ke tempat ini, tidak baik bagiku kalau tidak memberi sambutan baik pada mereka! Sebaiknya aku menyambut mereka dengan memberi masing-masing satu tiket menuju alam kematian.”
Reinar menyeringai setelah mengatakan semua itu, kemudian dia mengambil dua pistol yang diberikan Rita padanya. Dengan dua pistol di tangannya, belasan orang yang datang sama sekali bukan masalah untuknya.
Berbeda dengan senjata pemberian sistem yang tidak memiliki batasan jumlah peluru, dua pistol di tangan Reinar saat ini masing-masing terdapat lima belas butir peluru. Meski jumlah peluru tidak banyak, menghitung jumlah musuh yang datang, jumlah itu lebih dari cukup untuk melenyapkan mereka semua.
[Ding... Misi tersembunyi terdeteksi. Bunuh seluruh anggota Mafia Kelelawar Hitam di sekitaran holy night hote]
[Hadiah » 1 kali kenaikan level. 40 poin pengalaman, uang tunai senilai seratus miliar]
[Kegagalan misi » Kematian Tuan dan tiga wanita yang berada di dalam mobil]
[Presentase keberhasilan misi » 100%]
Reinar mendengar suara sistem di kepalanya, tapi suara sistem kali ini terdengar sangat kaku, tidak seperti biasanya.
“Apa kamu sistem?” Dengan rasa penasaran Reinar bertanya.
[Ding... Sistem utama sedang dalam proses peningkatan versi. Bisa dikatakan aku adalah asisten sistem]
Reinar menganggukkan kepala mendengar itu. “Aku tidak menyangka kalau sistem memiliki asisten, tapi dengan keberadaan asisten sistem, setidaknya aku bisa mendapatkan hadiah dari sebuah misi.”
Dengan adanya misi dan hadiah yang menanti di depan mata, Reinar sangat bersemangat menghabisi seluruh anggota Mafia Kelelawar Hitam yang berada di sekitaran holy night hote.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1