Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 33. Mengetahui Fakta Tersembunyi


__ADS_3

Pagi harinya selesai sarapan bersama Reinar membagikan cincin dan gelang yang dia beli dari toko sistem pada ibu, dan para wanitanya. Khusus untuk Bella, Reinar hanya memberinya gelang karena sebelumnya saat masih tinggal di kosan, sebuah cincin sudah pernah dia berikan pada Bella. Bella sendiri tidak iri melihat yang lainnya mendapatkan cincin sedangkan dirinya tidak. Bagaimanapun juga, dirinya sudah mendapatkan benda itu lebih dulu dibandingkan mereka, dan dirinya sudah tahu apa kegunaan dari cincin yang melingkar di jari tangannya, selain untuk memperindah penampilannya.


“Cincin yang aku berikan dapat membuat tubuh kalian kebal terhadap berbagai jenis senjata. Sedangkan gelang itu, gelang itu dapat menawarkan segala jenis racun yang masuk kedalam tubuh kalian. Benda-benda itu dibuat khusus untuk kalian, dan hanya bisa digunakan oleh pemiliknya.” Reinar telah meminta sistem membuat benda-benda yang dia beli dari toko sistem hanya bisa digunakan oleh pemiliknya.


Untuk Malvin, Reinar tidak memberinya cincin, melainkan memberinya sepasang gelang. Gelang di tangan kanan berfungsi selayaknya cincin yang diberikannya pada para wanita, sedangkan gelang si tangan kiri berguna sebagai penawar racun.


Mereka yang menerima benda-benda pemberian Reinar, awalnya mereka tidak percaya dengan kegunaan benda-benda itu.


Namun setelah mendengar kesaksian Bella yang nyawanya pernah diselamatkan cincin pemberian Reinar, mereka mulai percaya meski belum sepenuhnya percaya karena belum membuktikan secara langsung manfaat dari cincin dan gelang pemberian Reinar. “Bagaimana kalau kita langsung membuktikannya di halaman belakang? Kebetulan di halaman belakang ada tempat untuk berlatih.” Mendengar apa yang dikatakan Erina, semua orang segera pergi ke halaman belakang.


“Di tempat ini ada tempat untuk berlatih menembak dan tempat untuk berlatih berbagai jenis senjata.” Baru juga Erina selesai memberi penjelasan, semua orang mendengar suara tembakan yang berasal dari pistol di tangan Indah. Wanita itu terlihat sudah sangat terbiasa memegang senjata. Saat semua melihat target tembak, mereka tercengang melihat peluru tepat mengenai titik tengah target yang berjarak 50 meter.


“Ibu, bagaimana ibu bisa melakukan itu? Apa ibu sebelumnya pernah memegang senjata?” Reinar penasaran dengan keahlian ibunya dalam menggunakan senjata. Melihat postur tubuh ibunya saat memegang senjata dan menggunakannya, Reinar memiliki keyakinan kalau ibunya sudah terbiasa memegang dan menggunakan senjata api.


Sementara itu, Indah yang mendengar pertanyaan Reinar, dia hanya tersenyum sambil meletakkan pistol di tangannya kembali ke tempatnya. “Ayah kamu dulu merupakan anggota terbaik pasukan elite, dan ibu adalah nomor dua setelahnya. Jadi, memegang senjata ataupun menggunakan senjata, itu sudah sangat biasa ibu lakukan.”


“Namun karena sudah belasan tahun tidak memegang atau menggunakan senjata, tangan ini belum terbiasa kembali memegang senjata karena selama belasan tahun ini sudah terbiasa memegang alat berkebun.” Indah kembali memegang senjata dan menembak secara beruntun ke target yang berjarak 50 meter dari tempatnya berdiri. Gerakannya sangat cepat, dan seluruh tembakannya tepat mengenai sasaran tak ada satupun yang meleset.

__ADS_1


Senyum senang terlihat di wajah Indah, sedangkan Reinar dan yang lainnya masih mencoba memulihkan diri dari perasaan terkejut setelah mendengar fakta tersembunyi siapa indah di masa lalu. Wanita yang terlihat selayaknya ibu rumah tangga biasa, siapa yang menyangka kalau wanita itu mantan anggota pasukan elite, dan menempati urutan kedua dibawah anggota terbaik pasukan elite di masanya.


“Aku sepertinya sudah sangat lama mereka bohongin. Setahuku Ayah hanyalah mantan anggota tentara yang berhenti karena cidera di kakinya, sedangkan ibu adalah gadis desa yang jatuh hati pada Ayah. Kenyataannya, mereka adalah mantan anggota pasukan elite, bahkan mereka dua urutan teratas anggota pasukan elite di masanya.” Kalau tidak mendengar sendiri semua itu dari ibunya, Reinar tidak akan mempercayai semua itu.


Sedangkan Erina dan Bella, mereka segera mencari tahu nama ayah dan ibu Reinar di daftar nama anggota pasukan elite. Tak butuh lama mereka menemukan nama keduanya, dan mereka sangat kagum akan pencapaian keduanya selama menjadi anggota pasukan elite. Namun, setelah kematian suaminya, Indah memutuskan berhenti sementara dari keanggotaan pasukan elite, dan pergi ke kampung halamannya bersama putranya. Sejak kembali ke kampung halaman sampai sekarang, Indah belum mencabut izin berhenti sementaranya.


Indah menghampiri Reinar, kemudian dia memberikan pistol di tangannya pada Reinar. “Ibu sebenarnya tidak ingin merahasiakan semua itu padamu, tapi ibu merasa tidak ada gunanya menceritakan semua itu padamu. Namun, sepertinya takdir membuat ibu harus memberitahu semua itu padamu.”


“Kamu sekarang adalah anggota pasukan elite, dan sepertinya ibu sudah harus kembali bertugas untuk menjadi pembina kalian.” Dengan prestasi Indah di masa lalu, dia sangat layak menjadi pimpinan tertinggi di pasukan elite, yang hanya berada satu tingkat di bawah kedudukan calon besannya.


“Aku tidak tau harus senang atau sedih mendengar fakta tentang siapa ibu yang sebenarnya, tapi aku sekarang lebih tenang karena memiliki seorang ibu yang merupakan salah satu anggota terbaik pasukan elite di masa itu. Bakat yang dimiliki ayah dan ibu sepertinya menurun padaku, sehingga aku tidak kesulitan untuk menjadi anggota pasukan elite tingkat S.” Reinar senang mengetahui fakta tentang ibunya, tapi dia juga khawatir akan munculnya musuh-musuh lama ibunya, setelah mereka mendengar ibunya kembali menjadi bagian dari pasukan elite.


“Dengan senang hati aku akan menemani ibu bertemu mereka. Kebetulan aku juga ingin memulihkan identitasku sebagai anggota termuda pasukan elite, meski sekarang aku bukan lagi yang termuda.” Wina memandang Reinar setelah mengatakan itu, dan satu lagi fakta terungkap tentang Wina yang sejak usia 12 tahun telah menjadi anggota pasukan elite meskipun dia bukan anggota lapangan.


Dia bekerja di balik layar, terutama mengawasi pergerakan musuh dengan cara meretas kamera CCTV. Selain meretas CCTV, Wina juga bertugas mengumpulkan informasi tentang keberadaan musuh melalui jejak elektronik yang mereka tinggalkan. Wina adalah yang terbaik di bidangnya, tapi dengan adanya Reinar, dia hanya akan menjadi nomor dua.


“Ternyata kamu juga menyembunyikan semua itu dariku.” Reinar berkata sambil menatap Wina. “Untung saja kalian bukan merahasiakan pria lain di belakangku, kalau ada diantara kalian yang melakukan itu, aku akan mempersilahkan kalian pergi!” Reinar mengatakan semua itu penuh dengan ketegasan.

__ADS_1


Bukannya takut, keempat wanitanya justru menunjukkan senyuman lebar di wajah mereka. “Tidak akan pernah ada pria lain di hidup kami selain kamu.” Kalimat itu lumayan panjang, tapi hebatnya mereka kompak mengatakan itu bersamaan.


Senyum terlihat di bibir Reinar setelah mendengar balasan mereka. “Kalau begitu, bukannya sekarang sudah saatnya kita menguji kegunaan cincin di jari kalian? Malvin, bagaimana jika kamu menjadi yang pertama?” Baru juga selesai berkata, Reinar langsung menembak ke arah Malvin.


“DOOR...” Suara tembakan membuat suasana menjadi hening.


Namun suasana hening karena semua orang terdiam, seketika suasana hening berubah menjadi suasana penuh kekaguman saat mereka melihat peluru yang mengarah pada Malvin, peluru itu tak pernah sampai ke tempat Malvin. Sebuah prisai melindungi pria itu, merubah peluru yang mengarah padanya menjadi butiran debu.


“Sepertinya semua itu belum membuat kalian percaya, kalau begitu aku akan kembali melakukannya.” Tanpa ragu sedikitpun Reinar mengarahkan tembakan pada ibu, keempat wanitanya, dan kembali dia mengarahkan tembakan kepada Malvin. Namun sampai seluru pistol habis, tak satupun peluru yang mengenai tubuh mereka.


“Ba... bagaimana mungkin di dunia ini ada teknologi secanggih ini? Bukan hanya menahan peluru, tapi peluru yang ditembakkan seketika berubah menjadi debu, seolah peluru itu bertemu penghalang yang mampu merubah apapun menjadi debu.” Dari yang sebelumnya setengah percaya, Erina sekarang dibuat kagum oleh fungsi cincin pemberian Reinar.


“Cincin dan gelang spesial seperti milik kalian tidak akan pernah dijumpai di luaran sana karena semua itu murni hasil kerja kerasku, dan aku menciptakan semua itu khusus untuk kalian. Selain untuk kalian, aku juga punya beberapa untuk keluarga kalian. Akan tetapi, aku lebih banyak menciptakan untuk keluarga Bagaskara karena aku merasa ada kekuatan besar yang menginginkan musnahnya keluarga Bagaskara.” Reinar mengatakan semua itu pada mereka untuk menutupi keberadaan sistem.


“Hm, aku tidak tahu kamu mendapatkan informasi itu darimana, tapi memang ada kekuatan besar yang menginginkan musnahnya keluarga Bagaskara.” Erina mengatakan semua itu pada Reinar.


“Aku memiliki banyak cara untuk mengetahui semua itu dan yang jelas aku tahu pasti siapa yang menginginkan musnahnya keluarga Bagaskara...”

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2