
“Mereka kembali mengirim orang untuk mengawasi kita. Jika hanya mengawasi, biarkan saja mereka melakukan tugasnya, tapi jika mereka melakukan sesuatu selain pengawasan, langsung bereskan keberadaan mereka!” kata Reinar tegas pada salah satu assassin bayangan yang berjaga di sekitaran kantor perusahaannya.
"Baik Tuan Muda, semua akan aku lakukan seperti apa yang menjadi keinginan Tuan Muda,” balasnya kemudian sosoknya menghilangkan bagaikan asap, meninggalkan ruang kerja Reinar.
Reinar cukup kagum dengan keahlian assassin bayangan, yang merupakan salah satu bagian penting dari kelompok Black Dragon yang saat ini berada di bawah kendalinya.
“Kalau saja aku bisa meningkatkan kekuatan mereka, keberadaan mereka bisa menjadi momok berbahaya bagi orang-orang yang menjadi musuhku,” gumam Reinar membayangkan dirinya bisa meningkatkan kekuatan dan kecepatan anggota assassin bayangan.
[Ding... Tuan cukup menyelesaikan misi membangun istana harem untuk dapat memiliki kekuatan meningkatkan kekuatan orang lain]
“Menyelesaikan misi itu bukanlah sesuatu yang sulit, tapi aku harus mematuhi apa yang menjadi keinginan kelima istriku. Akan tetapi, cepat atau lambat aku pasti dapat menyelesaikan misi itu.”
[Ding... Semakin cepat Tuan menyelesaikan misi, semakin cepat Tuan mendapatkan manfaat dari menyelesaikan misi itu, dan aku yakin Tuan bakalan menyukai seluruh manfaat dari penyelesaian misi]
“Hadiah misi memang sangat menggiurkan, dan jalannya misi itu juga memberikan banyak keuntungan padaku. Dilihat dari manapun, misi itu jauh lebih banyak memberiku keuntungan, dibandingkan kerugian.”
Menyelesaikan misi artinya dia bakalan memiliki sepuluh istri. Siapa pria di dunia ini yang tidak senang memiliki sepuluh istri, yang dapat dihup rukun dibawah atap yang sama? Tentu sebagian besar pria senang dengan situasi yang tak lama lagi dapat dirasakan Reinar.
Saat membayangkan keuntungan dari keberhasilan misinya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu, yang di susul terdengarnya suara Cleo, “Apa aku boleh masuk? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu,” kata Cleo di balik pintu yang masih tertutup.
Tentu Reinar mengizinkan Cleo Masuk dan begitu wanita itu duduk di hadapannya, Reinar bertanya pasadanya, “Apa yang ingin kamu bicarakan denganku? Apa ini ada hubungannya dengan urusan prusahaan, atau sama sekali tidak berhubungan dengan urusan perusahaan?” Reinar cukup penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan Cleo.
“Apa yang ingin aku bicarakan sama sekali tidak berhubungan dengan perusahaan, tapi berhubungan dengan hubungan antara kita.” Tegas Cleo mengatakan semua itu pada Reinar, sambil dia menunjukkan sebuah undangan pernikahan padanya.
Reinar melihat undangan pernikahan yang baru diberikan Cleo, dan hanya sekilas membacanya. “Apa hubungannya undangan pernikahan ini dengan hubungan diantara kita? Aku tahu, sepertinya kamu ingin segera melakukan pernikahan denganku,” ungkap Reinar sambil mengarahkan pandangannya pada wajah cantik Cleo.
Mendengar itu Cleo berkata. “Aku ingin kamu menemaniku hadir dalam pernikahan orang itu! Mengenai pernikahan kita, aku menunggu keputusan dari saudari lainnya, tapi itu tidak bakalan lama.”
Reinar membaca lebih rinci undangan pernikahan yang kini berada di tangannya. “Pernikahan mereka berlangsung dua hari lagi, dan entah kenapa aku merasa kamu memiliki hubungan kurang baik dengan kedua mempelai,” kata Reinar sambil melihat ekspresi wajah Cleo.
__ADS_1
“Bukan hanya memiliki hubungan kurang baik, tapi hubunganku dengan mereka sangat tidak baik,” kata Cleo dengan ekspresi malasnya.
“Kalau saja ayahku tidak memaksa aku menghadiri pesta pernikahan mereka, aku juga malas datang. Akan tetapi, demi persahabatan yang sudah terjalin lama antara ayahku dan kedua ayah mereka, mau tidak mau aku harus menghadiri pesta pernikahan mereka,” imbuhnya.
“Baiklah, aku pasti menemanimu datang ke acara pernikahan mereka, tapi apa yang harus aku katakan kalau ada yang bertanya tentang hubungan diantara kita? Apa aku boleh menjawab kalau aku adalah calon suamimu?” tanya Reinar.
“Kalau kamu ingin menjawab seperti itu, aku sama sekali tidak keberatan,” jawab Cleo tanpa banyak berpikir.
“Kalau begitu, dua hari lagi aku yang datang menjemputmu,” kata Reinar yang mendapat balasan anggukan kepala oleh Cleo.
...----------------...
Sore hari saat berada di perjalanan pulang, Reinar yang sedang mengemudikan mobil dengan penumpang adalah kelima istrinya, dia melihat ada dua unit mobil yang terus membuntutinya dari jarak cukup jauh.
Meski jauh, Reinar tahu kedua mobil itu sengaja mengikutinya. Dengan menggunakan mata tembus pandang dan jarak kedua mobil yang tak lebih dari satu kilometer, bukan hal sulit baginya melihat isi di dalam mobil.
“Aku tahu mereka sedang mengikuti kita, tapi selama mereka cuma sekedar mengikuti, lebih baik abaikan keberadaan mereka,” ujar Reinar yang fokus dengan kemudi mobil, yang sedang melaju dalam kecepatan sedang.
Meski tahu sedang diikuti, Reinar masih terlihat tenang dan fokus mengemudi mobil. Bukannya dia tidak khawatir dengan mereka yang mengikutinya, tapi keberadaan assassin bayangan yang mengawasi mereka, membuat Reinar lebih tenang, dan bisa fokus dengan kemudi mobil.
“Menurut kalian, siapa yang sedang mengikuti kita? Apa mungkin mereka bagian dari kelompok Stars Of Darkness?” tanya Wina pada keempat saudarinya.
“Kecurigaanku saat ini hanya pada mereka karena memang saat ini kita hanya sedang berkonflik dengan mereka. Akan tetapi jika ada kelompok lain yang memusuhi kita, kemungkinan mereka masih memiliki hubungan erat dengan kelompok Stars Of Darkness,” kata Bella memberi jawaban.
“Aku setuju dengan itu, tapi rasanya aneh kalau mereka hanya mengikuti kita tanpa melakukan serangan, atau mereka saat ini sedang menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan?” ungkap Sarah sambil melirik spion mobil, melihat dua mobil di belakang.
“Sebenarnya mereka sudah mengawasi kita sejak tiba di kantor pagi ini, dan keberadaan mereka telah diketahui oleh assassin bayangan yang berjaga di sekitaran perusahaan. Melihat mereka yang tidak melakukan pergerakan sejak pagi, sepertinya mereka hanya ditugaskan mengawasi gerak-gerik yang kita lakukan,” kata Reinar pada kelima istrinya.
“Mereka sepertinya memang hanya sedang mengawasi kita,” kata Eliza yang sejak tadi terus mengawasi pergerakan dua mobil di belakang, yang jelas-jelas mereka menjaga jarak aman, dan tak terlihat ingin melakukan pengejaran.
__ADS_1
Reinar terus saja mengemudikan mobilnya, dan hanya sesekali melihat keberadaan dua mobil yang terus mengikuti mobilnya.
‘Kalau mereka berani melakukan serangan saat aku bersama kelima istriku, hari ini juga aku pasti melenyapkan kelompok Stars Of Darkness yang berada di negara ini sampai ke akar-akarnya!’ Reinar membatin dan sedikit menambah kecepatan mobilnya, saat dia melihat jalanan di depannya cukup lengang.
Sepuluh menit berlalu, mobil yang dikemudikan Reinar telah memasuki komplek perumahan, dan tentu dua mobil yang mengikutinya tidak bisa ikut sampai ke dalam.
Sementara itu di dalam salah satu mobil yang baru saja mengikuti mobil yang dikemudikan Reinar, salah satu orang di mobil itu menghubungi Vicky, untuk melaporkan hasil pengamatannya seharian ini.
“Apa yang kamu dapatkan setelah mengawasi mereka seharian penuh?” tanya Vicky begitu panggilan telepon terhubung.
“Tuan, hari ini mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di perusahaan, dan hanya keluar saat makan siang...”
“Ini juga mereka sudah pulang, dan aku tidak menemukan kegiatan mereka yang patut kita curigai,” katanya menjawab pertanyaan Vicky.
"Apa kamu yakin mereka tidak meninggalkan perusahaan saat jam kerja, selain waktu makan siang?” kembali Vicky bertanya.
"Tuan, aku sangat yakin mereka keluar dari kantor perusahaan di jam kerja, hanya saat jam makan siang,” katanya sangat yakin, karena dirinya melihat semuanya secara langsung, menggunakan mata kepalanya sendiri.
Sejenak tak terdengar balasan dari Vicky, tapi tak lama pria itu kembali berkata, “Kalian sebaiknya segera kembali ke markas, dan biarkan anggota lain yang malam ini mengawasi mereka!”
“Baik Tuan.” mengakhiri panggilan telepon dengan Vicky, dia segera mengemudikan mobil kembali ke markas utama, dan satu mobil lainnya mengekor tepat di belakangnya.
Reinar yang mengawasi pergerakan mereka setelah meretas kamera CCTV di dekat terparkirnya mobil mereka, jelas dia melihat dua mobil yang tadi mengikutinya pergi, setelah tak lama berhenti tak jauh dari gerbang masuk kompleks tempat tinggalnya.
“Beruntung mereka hanya melakukan pengintaian. Kalau saja tadi mereka melakukan penyerangan, aku pastikan tak lagi ada hari esok untuk kalian semua,” kata Reinar sambil mematikan laptopnya, kemudian dia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1