
Beberapa menit sebelum Reinar mendapatkan notifikasi tentang kematian ratusan anggota asosiasi Red Cobra, di markas organisasi Red Cobra sedang terjadi baku tembak antara orang-orang yang dipimpin pria bertopeng, dengan orang-orang yang melakukan penjagaan di markas asosiasi.
Pemimpin asosiasi yang sedang bersenang-senang di ruangannya, dikejutkan dengan suara tembakan yang terdengar di gerbang markas asosiasi miliknya. Tak lama, salah satu anggota asosiasi yang berjaga di luar ruangannya memberi laporan tentang adanya serangan dari sekelompok orang, dan orang-orang itu telah berhasil menerobos masuk gerbang markas asosiasi.
Pemimpin asosiasi segera merapikan pakaian nya, kemudian di dia berjalan keluar dari ruangannya. “Siapa yang terang-terangan ingin berperang denganku? Apa mereka memiliki sembilan nyawa sampai berani datang dan menyerang markas organisasi Red Cobra? Panggil topeng hitam, suruh dia secepatnya menyelesaikan masalah di luar!” Pemimpin organisasi berteriak di depan anggota asosiasi yang sepertinya masih ada yang ingin disampaikan olehnya.
“Tuan, sebenarnya yang menyerang markas adalah orang-orang kita sendiri. Sebagian besar mereka berasal sapi anggota khusus, dan mereka dipimpin langsung oleh wakil pemimpin.” Mendengar kata wakil pemimpin, pemimpin asosiasi seketika tahu siapa yang melakukan penyerangan markas asosiasinya.
Hanya satu alasan orang itu melakukan pengkhianatan, dan dirinya sangat mengetahui alasan itu. “Aku tidak tahu kalau dia benar-benar mencintai wanita itu sampai rela mengkhianatiku. Hanya wanita malam tapi ternyata sudah berhasil mendapatkan hatinya.” Pemimpin asosiasi sadar dengan kesalahannya, tapi dia sama sekali tidak menyesal karena harus diakuinya wanita itu sangat pintar memberi kepuasan padanya.
"Kalau dia ingin berperang, dengan senang hati aku menunjukkan apa itu yang dinamakan perang yang sesungguhnya.” Pemimpin asosiasi mengambil senjata di kamarnya, kemudian dia memimpin anggotanya melawan para pengkhianat.
Sementara itu, wanita yang menjadi rebutan diantara pemimpin dan wakil pemimpin asosiasi Red Cobra, senyuman kemenangan terlihat di wajahnya saat melihat terjadinya Perang saudara di markas utama asosiasi Red Cobra.
“Rencana berhasil dengan sempurna. Sudah saatnya aku pergi dari tempat ini dan melaporkan kejadian di tempat ini pada Tuan.” Memakai kembali pakaiannya yang sempat dia lepas, wanita itu segera pergi meninggalkan markas asosiasi Red Cobra melalui pintu belakang.
Memiliki akses seluruh pintu di markas utama asosiasi Red Cobra, membuatnya bebas memasuki seluruh ruangan yang ada di markas asosiasi, bahkan dia memiliki akses memasuki ruangan harta yang seharusnya hanya bisa diakses oleh pemimpin asosiasi.
Setelah berhasil keluar dari markas utama asosiasi Red Cobra, dia pergi menuju jalanan yang cukup jauh dari tempat yang saat ini masih di penuhi suara tembakan. “Jemput aku di tempat biasa!” Dia menghubungi seseorang untuk menjemputnya.
__ADS_1
Hanya menunggu selama lima menit, sebuah mobil sport berhenti di depan wanita itu. Pria tampan di dalam mobil membuka kaca jendela mobil, “Cepat masuk dan berikan aku kabar baik tentang apa yang sedang terjadi di tempat itu.” Tempat yang dimaksud pria itu adalah markas asosiasi Red Cobra.
Wanita itu masuk ke dalam mobil, kemudian dia mulai menceritakan apa yang sedang terjadi di markas asosiasi Red Cobra. Semua dia ceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Sedangkan pria yang mendengar ceritanya, dia terlihat sangat puas mengetahui apa yang terjadi di markas asosiasi Red Cobra.
“Kerjamu sangat memuaskan. Setelah istirahat selama beberapa hari, segera temui aku untuk mengetahui tugas kamu yang selanjutnya, sekalian aku ingin memberi bonus yang tidak kecil untukmu.” Pria itu segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah mengatakan semua itu pada wanita di sebelahnya.
Di markas asosiasi Red Cobra keadaan semakin mencekam. Ratusan orang telah mati, dan ratusan orang lainnya terluka serta beberapa dalam keadaan sekarat. Meski sudah banyak yang mati, pertempuran belum ada tanda-tanda akan berakhir.
“Dia merekrut sebagian besar anggota khusus yang membuat dia cukup kuat meski jumlah orang di sisinya tak sebanyak jumlah orang di sisiku.” Pemimpin asosiasi sadar kalau dirinya hanya unggul dalam jumlah, tapi kalah dalam hal kekuatan.
Suara tembakan terus terdengar bersama dengan anggota asosiasi yang bertumbangan. Di sisi pemimpin asosiasi setidaknya sudah kehilangan lebih dari tiga ratus anggota, sedangkan di sisi wakil pemimpin, dia baru kehilangan lima puluh anggota, dan puluhan lainnya dalam keadaan sekarat.
“Bastian, apa kamu yakin mau melanjutkan pertempuran ini dan menjadikan malam ini sebagai akhir dari asosiasi Red Cobra?” Brandy, pria bertopeng, sekaligus wakil pemimpin asosiasi Red Cobra bertanya pada Bastian, pemimpin asosiasi Red Cobra yang selalu mendapatkan julukan si nomor dua.
“Malam ini bukanlah akhir dari asosiasi Red Cobra, tapi aku pastikan malam ini adalah akhir dari hidupmu dan orang-orang yang pergi mengkhianatiku! Aku sendiri yang akan memastikan kematian kalian semua!” Bastian kembali mengisi senjatanya dengan peluru, dan menembakkan peluru-peluru tajam ke arah musuhnya.
Tentu saja anggota Brandy tidak tinggal diam mendapatkan serangan dari Bastian. Mereka membalas serangan dengan menggunakan seluruh senjata yang ada di tangan, bahkan salah satu anggota yang berdiri di kubu Bastian mengeluarkan sebuah pelontar granat untuk menambah besar data hancur serangan yang dilakukan ke kubu Bastian.
Segera saja granat dilontarkan ke arah anggota Bastian, dan meledakkan mereka yang berada di sekitaran sumber ledakan. Lima orang mati hanya dengan satu granat, dan jumlah kematian semakin banyak dari kubu Bastian saat lawan terus-terusan melontarkan granat.
__ADS_1
Melihat jumlah granat yang dimiliki pihak lawan, kubu Bastian yakin kalau mereka sudah merencanakan serangan ini sejak jauh-jauh hari. Terbukti mereka lebih siap dengan berbagai jenis persenjataan yang dimiliki.
“Sebaiknya kita mundur meninggalkan markas! Melakukan pertempuran dengan mereka yang lebih siap, tentu kita akan menderita kekalahan.” Bastian perlahan menarik mundur anggotanya. Dia sadar kalau persenjataannya tidak mungkin dapat mengalahkan Brandy dan anggotanya.
Sementara itu, Brandy yang sadar kalau Bastian menarik mundur anggotanya dan bertujuan pergi melarikan diri, dia segera memberi perintah lanjutan pada anggotanya. “Bunuh sebanyak-banyaknya anggota yang masih setia pada Bastian! Membiarkan mereka pergi sama saja memberi mereka kesempatan membalas dendam di masa depan.”
“Door... Door... Boom... Boom...” Suara tembakan dan ledakan granat mewarnai mundurnya anggota Bastian. Mereka yang beruntung masih dapat selamat dari tembakan dan ledakan granat. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki keberuntungan, mereka sudah mati terkena ledakan maupun tembakan.
“Hahahaha... Teruslah kabur selayaknya pengecut! Bastian, kamu dan anggotamu yang tersisa hanya sekumpulan pengecut dan sampai kapanpun kalian tidak akan bisa mengambil tempat ini dari kami! Dan malam ini aku umumkan asosiasi Red Cobra telah berakhir!” Brandy berteriak dengan suara lantang setelah berhasil membunuh banyak anggota Bastian, dan hanya menyisakan segelintir orang yang berhasil pergi melarikan diri bersama Bastian.
Bastian yang lari kocar-kacir meninggal markas yang kini diambil alih oleh Brandy, dia sempat mendengar apa yang diteriakkan pria itu. “Asosiasi Red Cobra belum berakhir, aku pasti kembali untuk mengambil apa yang sudah seharusnya hanya menjadi milikku!” Brandy bergumam sambil terus melanjutkan langkah kakinya.
Sementara itu Brandy yang sudah berhasil mengambil alih markas milik Bastian, dia segera mencari keberadaan istrinya. Namun, setelah mencari ke seluruh ruangan, dia tidak menemukan keberadaan wanita itu, dan itu membuatnya semakin marah pada Bastian karena dia yakin wanitanya telah disembunyikan oleh pria itu.
“Tunggu saja, begitu aku berhasil menemukanmu, tanganku ini yang akan mengambil nyawamu, dan saat itu juga aku akan mengambil apa yang sudah seharusnya menjadi milikku.” Brandy menyuruh beberapa anggotanya untuk mencari keberadaan Bastian, dan sisanya melakukan pembersihan di markas yang sebenarnya sudah tidak layak dihuni setelah terjadinya pertempuran beberapa waktu yang lalu.
Melihat banyaknya anggotanya yang ikut mati bersama anggota kubu Bastian, Brandy hanya bisa menghela napas panjang. “Aku akan melakukan perekrutan pada mereka yang memiliki kemampuan, dan mendirikan asosiasi pembunuh bayaran yang jauh lebih baik daripada asosiasi Red Cobra.”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.