Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 84. Makan Malam Di Rumah Keluarga Cleo


__ADS_3

Malam ini Reinar, kelima istrinya, Indah dan juga Malvin, mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah keluarga Cleo.


“Apa kita benar-benar harus datang ke rumah Cleo denga tangan kosong? Entah kenapa aku merasa seharusnya kita membawa buah tangan,” kata Reinar sambil fokus mengemudikan mobil.


“Cleo melarang kita membawa apa-apa karena acara makan malam kali ini sebagai ucapan terimakasih keluarganya padamu,” ujar Bella membalas perkataan Reinar.


“Tentu saja aku merasa tidak enak datang tanpa menbawa apa-apa,” kata Reinar.


“Sudahlah, kalau kamu memang ingin memberikan sesuatu pada keluarga Cleo, kamu bisa membelikannya di lain hari. Lagipula, mungkin tak lama lagi kita juga kembali berkunjung ke rumah keluarga Cleo,” ungkap Sarah sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.


Reinar yang tidak terlalu mengerti maksud perkataan Sarah, dia hanya menganggukkan pelan kepalanya.


Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mobil yang dikemudikan supir keluarga Bagaskara yang membawa Indah dan Malvin sampai lebih dulu di rumah keluarga Cleo, dan tepat dibelakangnya menyusul mobil yang dikemudikan Reinar.


‘Penjagaan cukup ketat, tapi masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mencelakai keluarga Cleo.’ Reinar membatin sambil melihat penjagaan di rumah keluarga Cleo.


Setelah melewati pemeriksaan, mobil yang dikemudikan Reinar mendapatkan izin masuk. Berhenti di dekat mobil yang membawa ibunya dan juga Malvin, Reinar menjadi yang pertama keluar, dan baru setelahnya kelima istrinya menyusul keluar.


Melangkah menuju kedua orangtu Cleo, dan juga Cleo yang menunggu di teras rumah. Kali ini bukan Indah yang memimpin rombongan, melainkan Reinar yang memimpin rombongan.


“Selamat datang di kediaman kami, dan silahkan masuk,” kata Nando, ayah Cleo menyambut ramah kedatangan Reinar dan anggota keluarganya.


Mendengarnya, Reinar dan yang lainnya hanya tersenyum, kemudian mereka mengikuti Nando yang berjalan di depan semua orang.


Indah langsung mengakrabkan diri dengan Tyas, ibu Cleo. Sedangkan para wanita, mereka sudah akrab karena sebuah rencana yang sudah mereka susun.


Terus berjalan, Nando mempersilahkan Reinar dan yang lainnya duduk di sofa ruang bersantai, tapi hanya tersisa Reinar dan Malvin yang mengikutinya, sedangkan yang lain, mereka sedang mengakrabkan diri tak jauh dari tempat bersantai.


“Begitulah wanita kalau sudah menemukan topik pembicaraan, mereka bakalan sibuk sendiri dengan dunianya,” kata Nando, kemudian dia mempersilahkan Reinar dan Malvin menikmati camilan serta minuman yang sudah tersaji di atas meja.


Hidangan makan malam saat ini masih ditata di atas meja oleh para pelayan, oleh karena itu sambil menunggu pekerjaan mereka selesai, Nando membawa Reinar dan yang lainnya untuk sejenak bersantai di ruang bersantai. Namun sayangnya hanya para pria yang memiliki waktu bersantai.

__ADS_1


“Paman, bagaimana keadaan Tante? Apa Tante baik-baik saja setelah peristiwa beberapa hari lalu?” tanya Reinar.


“Dia baik-baik saja, dan semua itu berkat pertolonganmu. Aku sendiri tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padanya, kalau kamu waktu itu tidak segera menyelamatkannya. Mereka orang yang nekat, saat terdesak, bisa saja mereka melukainya,” jawab Nando.


Dia sangat bersyukur karena Reinar dan Cleo datang tepat waktu, dan berhasil menyelamatkan Tyas tanpa mengalami luka.


“Syukur kalau Tante baik-baik saja, tapi sepertinya mereka tidak memiliki niatan menyerah setelah kegagalan waktu itu,” ungkap Reinar.


Nando mengangguk karena dirinya memiliki pemikiran yang sama, seperti apa yang dipikirkan oleh Reinar.


“Mereka pasti datang lagi untuk mencelakai keluargaku. Meski begitu, aku tetap harus berterimakasih setelah apa yang kamu lakukan pada istriku, dan aku juga meminta maaf karena mungkin keluargamu juga bakal terlibat masalah dengan mereka!” Nando tulus berterimakasih dan meminta maaf pada Reinar.


“Aku terima ucapan terimakasih Paman, tapi untuk permintaan maaf, aku tidak bisa menerimanya karena cepat atau lambat keluargaku memang harus berurusan dengan mereka!”


“Bahkan, kalau aku tidak terlibat dengan mereka setelah membantu Tante, tetap saja aku harus berurusan dengan mereka,” kata Reinar.


“Mereka adalah kelompok yang telah merencanakan pembunuhan pada ayahku, dan aku belum merasa tenang sebelum membalaskan kematian ayahku pada mereka! Darah dibalas darah, nyawa dibalas nyawa, dan aku pasti bisa memusnahkan mereka semua!” Emosi Reinar sedikit naik saat dia mengingat apa yang dilakukan kelompok Stars Of Darkness pada ayahnya.


“Lalu, apa rencanamu untuk melenyapkan keberadaan mereka? Apa kamu butuh bantuanku? Kalau butuh bantuanku, kita bisa bekerjasama menghancurkan mereka!” kata Nando bersemangat.


“Sebenarnya, selain menghadiri undangan makan malam, kedatanganku malam ini memiliki tujuan lain, yaitu menjalin kerjasama antara keluargaku dan keluarga Paman,” ungkap Reinar.


Senyum terlihat di wajah Nando mendengar itu. “Tentang kerjasama, aku tentu saja setuju melakukan kerjasama dengan keluargmu,” ujar Nando.


Saat mereka ingin melanjutkan pembicaraan, para wanita datang bersamaan dan mereka langsung pergi menuju ruang makan, mengabaikan keberadaan para pria.


Reinar, Malvin, serta Nando yang melihat para wanita sudah berjalan ke ruang makan, ketiganya segera pergi menyusul mereka.


Sampai di ruang makan yang sangat luas, hanya tersisa tiga kursi kosong, yang sengaja disisakan untuk mereka ketiga pri, yang baru saja datang ke ruang makan.


Melihat selurub hidangan sudah tersaji di atas meja, Nando sebagai tuan rumah dan sebagai seorang kepala keluarga, dia langsung saja memulai acara makan malam yang malam ini terasa sangat ramai.

__ADS_1


Acara makan malam tidak berlangsung lama karena semua orang tidak makan banyak saat malam hari. Selesai makan malam bersama, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, yang muat menampung lebih dari tiga puluh orang.


Tyas mengarahkan pandangannya pada Reinar setelah semua orang berkumpul di ruang keluarga. Melihat kesempurnaan pada diri Reinar, Tyas merasa wajar jika pria itu mudah menarik perhatian wanita, dan sampai sekarang dia telah memiliki lima orang istri.


Bahkan putrinya yang biasanya tidak terlalu tertarik dengan pria, setelah kejadian dirinya di sekap, dirinya baru tahu kalau putrinya menyukai sosok pria yang telah menyelamatkan hidupnya.


“Nak Reinar, Tante ingin berterimakasih atas apa yang sudah nak Reinar lakukan di hari itu. Kalau saja Nak Reinar tidak datang tepat waktu, mungkin kita semua tidak bisa berkumpul seperti saat ini,” kata Tyas lalu dia tersenyum lebar.


“Tante tidak perlu meminta maaf karena apa yang aku lakukan memang sudah seharusnya aku lakukan. Aku bisa melakukan semua itu, kalau aku tidak melakukannya, percuma saja aku memiliki kekuatan,” balas Reinar yang ikut menunjukkan senyuman di wajahnya.


“Lagipula, Paman tadi sudah lebih dulu berterimakasih padaku,” lanjutnya.


Mendengar itu Tyas segera mengarahkan pandangan pada suaminya. Melihat suaminya menganggukkan kepala, dia baru yakin kalau Reinar telah menerima ucapan terimakasih dari suaminya.


Tak lagi membahas soal berterimakasih pada Reinar, para wanita kembali terlibat dalam pembicaraan, sedangkan Reinar, Malvin, serta Nando, mereka memilih pergi ke ruangan bersantai, dan kembali melanjutkan pembicaraan yang tadi sempat tertunda.


“Paman, sepulang dari tempat ini aku berencan melihat sosok pemimpin yang memimpin kelompok Stars Of Darkness di negara ini. Tentu aku tidak bisa membawa istri dan ibuku. Jadi, aku harap Paman mau memberi pengawalan ketar pada mereka saat perjalanan pulang!” kata Reinar pada Nando.


“Kamu tenang saja, aku pasti memberi pengawalan ketat pada mereka saat perjalanan pulang. Akan tetapi, apa aku boleh ikut dengan kalian melihat sosok pemimpin mereka? Jujur saja aku sangat pemasaran dengan sosok yang memimpin mereka,” ungkap Nando berharap.


Reinar dan Malvin saling lirik, tapi tak lama keduanya kompak menggelengkan kepala. “Bukannya kami merendahkan kekuatan Paman, tapi kami harus bergerak lincah dan cepat. Oleh karena itu kami tidak mungkin melibatkan Paman saat melihat keberadaan orang itu,” ujar Reinar.


Nando memang bukan anggota polisi dengan perut buncit. Dia adalah seorang Jenderal kepolisian dengan tubuh tegap berotot. Namun tubuh besarnya cukup berpengaruh pada kelincahan dan kecepatannya. Membawa Nando tentu dapat menghambat apa yang ingin dilakukan mereka.


“Kamu benar, gerakanku memang tidak lagi secepat dan selincah dibandingkan di masa lalu, dan keberadaanku nantinya justru dapat menghambat pergerakan kalian...”


“Kalau seperti itu, aku tinggal menunggu kabar baik dari kalian,” kata Nando.


Reinar dan Malvin sama-sama menganggukkan kepalanya. “Paman tenang saja, kami pasti memberikan kabar baik setelah malam ini berlalu, mungkin kabar lebih baik dapat Paman terima seandainya kami mendapatkan foto pemimpin kelompok itu,” kata Reinar.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2