Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 28. Tinggal Dibawah Satu Atap Yang Sama


__ADS_3

Reinar dan Erina masuk ke dalam mobil. Tujuan mereka adalah markas besar pasukan elite. Kedatangan mereka ke tempat itu adalah untuk menjemput Bella dan Sarah. Setelah menjemput keduanya, mereka akan langsung menemui Wina di rumah keluarga Bagaskara.


“Aku harap mereka bertiga tidak terlalu terburu-buru mengenai pernikahan karena setidaknya aku ingin memiliki ijazah SMA sebelum memutuskan menikah, dan lagi sebelum menikah aki masih ingin memberi kebahagiaan pada ibuku.” Reinar setidaknya ingin menikah saat berusia 20 tahun, dan itu masih beberapa tahu lagi.


“Aku justru berharap kita cepat menikah, dan secepatnya memberi cucu pada ayah dan ibu kita.” Setelah beberapa saat berpikir, Erina merasa menikah dalam waktu dekat bukan sesuatu yang buruk, kalaupun harus melangkahi ketiga kakaknya, Erina tidak masalah dengan itu karena Wina juga akan melakukan hal yang sama.


“Kalau harus menikah dalam waktu dekat, setidaknya biarkan aku lulus SMA dan memberi kebahagiaan pada ibuku. Kalau dua hal itu telah terpenuhi, kapanpun harus menikahi kalian, aku siap.” Usia dua puluh tahu adalah target awalnya, tapi selama dia sudah lulus dan membahagiakan ibunya, kapan saja dia siap menikahi keempat wanitanya.


“Lulus dari sekolah menengah atas sepertinya bukan sesuatu yang sulit untukmu. Kalau untuk membahagiakan calon ibu mertua, aku dan yang lainnya bisa membantumu mewujudkan semua itu.” Ibu Reinar kelak akan menjadi ibunya, jadi Erina sama sekali tidak keberatan membahagiakan Ibu Reinar, selayaknya dia membahagiakan Ibu kandungnya sendiri, dan dia yakin tiga wanita lainnya juga sepemikiran dengannya.


“Baguslah kalau kalian bisa membantu. Dengan bantuan kalian berempat aku yakin ibuku pasti bahagia, dan setelahnya kita bisa segera menikah.” Kebahagian ibunya adalah nomor satu bagi Reinar, setelah memberi kebahagiaan pada ibunya, dia baru bisa mengejar atau mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri.


“Kalau begitu kita sepakat, begitu kamu lulus sekolah menengah dan berhasil membahagiakan Ibu mertua, kita akan menikah. Aku yakin Bella, Sarah, dan Wina tidak keberatan dengan pernikahan dalam waktu dekat. Bagaimanapun juga mereka pasti tidak mau menjadi nomor dua, tiga, atau empat disaat bisa menjadi nomor satu diwaktu bersamaan.” Erina berkata sambil mengarahan mobilnya menuju parkiran mobil di markas besar pasukan elite.


Reinar hanya menganggukkan kepala mendengar perkataan Erina. Begitu mobil berhenti di parkiran, keduanya langsung keluar kemudian pergi ke asrama yang selama ini ditempati Reinar dan Bella. Sebelum masuk ke kawasan markas besar pasukan elite, sudah ada kamera oengawas yang memastikan identitas Reinar maupun Erina, oleh karena itu keduanya tanpa hambatan dapat memasuki markas besar pasukan elite.

__ADS_1


Reinar dan Erina sekarang sudah berada di kamar Bella, yang kebetulan Sarah sedang berada di kamar Bella. “Aku tidak menyangka kalian ternyata tinggal dalam satu asrama meski di kamar berbeda. Aku jadi iri dengan kalian yang sudah lebih lama tinggal dengan pria itu.” Erina menunjuk Reinar yang duduk agak berjauhan dari ketiga wanitanya.


Bella dan Sarah tersenyum mendengarnya. “Bukannya kamu yang lebih beruntung karena bisa menikmati waktu berdua dengannya selama beberapa hari terakhir? Bukan hanya menikmati waktu berdua di dalam negeri, tapi kalian menikmatinya di luar negeri.” Bella dan Sarah tahu kemana perginya Reinar karena beberapa hari yang lalu Liona datang menemui mereka.


Liona mengatakan pada keduanya kalau Reinar pergi ke Kota Beijing untuk membantu Erina menyelesaikan misi, dan kemungkinan Reinar akan berada di kota itu selama satu minggu. Mendengar waktu satu minggu sempat membuat keduanya kesal, tapi ini baru beberapa hari ternyata Reinar sudah pulang, dan saat ini pria itu sudah berada di hadapan keduanya.


“Aku memang beruntung selama beberapa hari bisa terus berduaan dengannya, tapi setelah ini kita bisa selalu berdekatan dengannya karena mulai hari ini kita semua akan tinggal di bawah atap yang sama.” Erina meminta Bella dan Sarah berkemas karena hari ini mereka akan pindah ke salah satu rumah keluarga Bagaskara, dan di rumah itu sudah ada Wina yang menanti kedatangan mereka.


Sambil berkat Erina menunjukkan pesan yang dikirimkan oleh ibunya. Dalam pesan itu dituliskan kalau rumah kedua keluarga Bagaskara akan menjadi milik Reinar dan keempat istrinya. Bukan hanya rumah, tapi seluruh isi rumah juga telah disiapkan, bahkan sudah tersedia lima mobil untuk kendaraan semua penghuni rumah.


“Aku juga akan berkemas.” Reinar langsung saja pergi meninggalkan kamar Bella dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Barang-barang Reinar tidak terlalu banyak, yang membuatnya tidak membutuhkan banyak waktu untuk berkemas. Sedangkan Bella dan Sarah, barang-barang mereka cukup banyak, tapi dengan bantuan Erina mereka dapat melakukannya dengan cukup cepat, dan setengah jam kemudian mereka semua telah selesai berkemas.


Reinar membantu memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil milik Sarah, begitu juga dengan barang-barang miliknya. Selain Reinar dan keempat wanitanya, ternyata Malvin juga akan tinggal di rumah yang sama karena bagaimanapun juga di adalah adik Sarah, dan tidak mungkin saat kakaknya tinggal di rumah mewah adiknya masih tinggal di asrama markas besar pasukan elite.


Setelah seluruh barang masuk ke dalam mobil, para wanita masuk ke dalam mobil milik Erina. Sedangkan mobil Sarah dikemudikan oleh Malvin, dan Reinar duduk di sebelahnya. “Aku benar-benar tidak menyangka kalau bukan hanya senior Bella dan kakakku, ternyata masih ada dua wanita lainnya, dan mereka adalah Putri keluarga Bagaskara. Entah kenapa tiba-tiba aku sangat iri dengan nasib baikmu.” Malvin hanya iri, dia sama sekali tidak memiliki niatan buruk pada Reinar yang akan segera menjadi kakak iparnya.

__ADS_1


“Mungkin banyak orang termasuk kamu merasa aku sangat beruntung dan iri dengan keberuntunganku karena berhasil mendapatkan empat wanita yang begitu sempurna, tapi aku sendiri merasa keberuntungan itu juga menuntut tanggung jawab besar. Memiliki mereka berempat, membuat aku memiliki tanggung besar karena aku harus bisa melindungi mereka, membahagiakan mereka, dan bersikap adil pada mereka.” Reinar sejenak menjeda perkataannya.


“Bersikap adil dan membahagiakan mereka aku yakin dapat melakukannya, tapi untuk melindungi mereka, aku sangat membutuhkan bantuan orang lain, termasuk bantuanmu. Banyak orang yang menginginkan mereka, termasuk putra seorang Presiden yang sangat terobsesi pada salah satu dari mereka. Berharap dengan orang seperti itu dengan kekuatanku sendiri, tentu sulit bagiku melawan orang seperti itu.” Meskipun memiliki sistem yang membuatnya kebal terhadap hukum, tapi keberadaan sistem tak menjamin dirinya menjadi manusia abadi yang tidak bisa mati.


“Kakak ipar tenang saja, aku Malvin sebagai adik ipar yang baik pasti memberi bantuan semaksimal mungkin untuk melindungi keempat kakak wanita yang cantik-cantik. Sebagai adik yang baik, aku tidak rela jika ada yang ingin menyakiti keempat kakak cantikku.” Malvin berkata sambil menunjukkan senyuman di bibirnya.


Reinar menganggukkan kepala mendengar perkataan yang keluar dari mulut Malvin. “Kamu memang adik ipar yang bisa aku andalkan, dan aku pasti memberikan sesuatu sebagai hadiah begitu kita sampai di rumah baru yang akan kita tempati.” Reinar berencana membeli sesuatu di toko sistem begitu sampai di rumah kedua keluarga Bagaskara. Bukan hanya membeli untuk Malvin, tapi dia juga ingin membeli sesuatu untuk keempat wanitanya.


“Kakak ipar tidak perlu meberi apa-apa padaku. Kakak ipar cukup membahagiakan kakakku, dan aku akan ikut bahagian saat melihat kebahagiaan kakakku.” Malvin sudah kehilangan kedua orangtuanya beberapa tahun yang lalu, dan yang dimilikinya saat ini hanya kakaknya. Oleh karena itu, melihat kakaknya bahagia adalah kebahagiaan tersendiri untuknya.


Reinar tersenyum mendengar semua itu, kemudian dia berkata. “Tanpa ada yang memintanya aku pasti membahagiakan kakakmu, dan untuk apa yang ingin aku berikan padamu akan tetap aku berikan padamu. Percayalah, apa yang akan aku berikan sangatlah berguna untuk dirimu.” Reinar berencana memberikan sesuatu yang dapat melindungi Malvin dari bahaya yang sewaktu-waktu mengancam keselamatannya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2