
Di markas kelompok Stars Of Darkness.
“Seharian mereka tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan, bahkan saat ini mereka semua hanya berdiam diri di dalam komplek perumahan,” kata Vicky pada Nino, tapi saat ini mereka tidak hanya berdua, ada sosok Margaret yang baru saja kembali dari perjalanan ke luar negeri.
Margaret sendiri adalah salah satu orang kepercayaan Vicky, tapi wanita itu lebih menyukai uang daripada kesetiaan. Selama ada uang, dia pastinya setia. Tanpa uang, sewaktu-waktu dia bisa menjadi pengkhianat. Banyak cara sudah dilakukan Vicky untuk membuat Margaret sepenuhnya setia padanya.
Semua rencana yang dilakukannya selalu mememui kegagalan, bahkan rencana terakhir dimana dia berencana memiliki tubuh Margaret harus berakhir tragis baginya, dikarenakan dirinya harus kehilangan dua jari tangannya di tangan ayah dari Margaret yang bukan berasal dari kalangan biasa.
“Aku hanya pergi kurang dari satu bulan, tapi keadaan kalian sudah terlihat sangat menyedihkan. Sepertinya kalian hanya menjadi singa tak bertaring tanpa aku yang senantiasa memberi bantuan berharga pada kalian,” kata Margaret menyombongkan dirinya.
Mendengar semua itu Vicky dan Nino tentu saja kesal, tapi apa yang dikatakan Margaret bisa dikatakan sebuah kebenaran, dan mereka saat ini memang memerlukan bantuannya. “Kalau kamu memang bisa memberi bantuan pada kami, bantu kami dan aku bakal memberi banyak hadiah padamu!” ujar Vicky sambil mengarahkan pandangan pada Margaret.
“Katakan, siapa yang menjadi musuh kalian, dan apa saja yang sudah kalian lakukan untuk mengalahkan orang itu? Aku penasaran, siapa yang kali ini membuat kalian begitu frustasi, dan putus asa,” kata Margaret sambil menunjukkan senyuman remeh yang ditujukan pada Vicky dan Nino.
Mengabaikan senyuman Margaret, Nino mewakili Vicky menceritakan siapa sosok yang saat ini menjadi musuh mereka. Bukan keluarga Cleo yang diceritakan Nino, melainkan dia memilih menceritakan semua tentang Reinar dan apa saja yang sudah dilakukannya.
Selama beberapa menit Nino terus bercerita tanpa henti tentang kerugian akibat memusuhi orang bernama Reinar, dan di akhirat cerita dia menunjukkan foto Reinar pada Margaret, yang membuat wanita itu mengerutkan keningnya saat melihat foto Reinar.
"Dia tampan, muda dan menjanjikan, sangat cocok jika pria ini menjadi milikku, tapi sayangnya aku dan dia berdiri di sisi bersebrangan, dan dia cukup kuat dengan memiliki lima orang istri,” kata Margaret memberi penilaian pada penampilan Reinar.
Duduk di tempat yang biasa dia gunakan untuk bekerja, Margaret membuka laptopnya, dan dia segera mengumpulkan seluruh informasi tentang Reinar.
Semua keahliannya dikerahkan untuk mengumpulkan informasi tentang Reinar, yang gagal didapatkan Vicky dan Nino. Tiga puluh menit berlalu, Margaret hampir membuka pengaman yang mengamankan data pribadi Reinar, tapi tiba-tiba saja sistem keamanan data diri Reinar menguat, sepuluh kali lebih kuat dari sebelumnya.
__ADS_1
Melihat sistem keamanan data diri menguat, Margaret tahu jika ada yang merespon serangannya, tapi dia tidak menyangka jika respon yang diberikan sangatlah luar biasa, dan dia mengakui kemampuan seseorang yang saat ini menjadi lawannya.
Tak mungkin menang dengan menggunakan peralatannya saat ini, Margaret memilih berhenti, dan dia baru kembali melanjutkannya begitu berada di rumahnya. “Pantas saja kalian putus asa menghadapi orang ini, ternyata dia memiliki kemampuan, dan aku harus mengerahkan semua yang aku miliki untuk melawannya.”
Selesai mengatakan semua itu pada Vicky dan Nino, Margaret begitu saja pergi meninggalkan mereka. Pergi dengan senyuman di wajahnya, Margaret seperti menemukan lawan yang selama ini keberadaannya sangat dinantikan olehnya.
“Apa menurut Tuan, Nona Margaret mampu melakukannya?” Tanya Nino pada Vicky begitu Margaret pergi jauh meninggalkan ruangan yang mereka tempati.
“Selama ini tidak ada yang tidak mungkin dilakukan olehnya. Aku memiliki keyakinan dia bisa melakukannya, tapi jika saja tidak bisa melakukannya, entah siapa yang dapat melakukannya. Reinar ini, dia sepertinya memiliki banyak orang hebat di sekitarnya,” kata Vicky yang tidak tahu harus melakukan apa seandainya Margaret gagal dengan pekerjaannya.
Sementara itu, Reinar yang baru saja meningkatkan sistem keamanan pelindung data dirinya dan orang-orang yang memiliki hubungan dengannya, saat ini dia sedang menantikan serangan balik dari seseorang yang hampir saja mampu menerobos sistem keamanannya.
“Setelah sekian lama, akhirnya ada yang hampir bisa menerobos sistem keamanan ciptaanku, tapi tetap saja tidak semudah itu dapat menerobos dan mengetahui apa yang tak seharusnya diketahui olehnya,” gumam Reinar sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya.
Margaret yang berada di dalam mobil, dia tidak tahu jika ada yang mengirim virus pada perangkat elektronik miliknya, yang saat ini dalam keadaan stanby. Dia baru tahu jika ada virus yang menyerang, saat keluar asap dari laptop yang berada di sampingnya.
Melihat adanya bahaya yang mengancam dirinya, Margaret langsung menginjak dalam pedal rem mobil, membuka kaca jendela di sampingnya, dan membuang jauh-jauh laptop miliknya yang terus mengeluarkan asap. Tak lama setelah dilempar keluar, api mulai muncul dan membakar laptopnya.
“Orang ini tidak bisa diajak main-main. Sebentar saja aku lengah, serangan baliknya sangat mematikan,” katanya.
Ada rasa cemas dan takut saat dirinya harus berurusan dengan sosok yang begitu mengerikan, tapi dirinya juga merasa tertantang melawan orang itu.
Menarik napas panjang, Margaret mencoba menenangkan dirinya, dan begitu tenang dia kembali melanjutkan perjalanan. Akan tetapi, baru juga berjalan, dia harus kembali menepi karena ada sebuah pesan yang masuk ke HP nya.
__ADS_1
Jarang ada orang yang mengetahui nomor HP nya, bahkan Vicky dan Nino tidak mengetahuinya. Biasanya jika ada yang mengirim pesan, itu hanya dilakukan oleh keluarganya, dan biasanya pesan yang dirinya terima merupakan pesan kabar buruk.
“Kabar buruk apa lagi yang sekarang ingin mereka beritahukan padaku? Kalau hanya kabar sampah, mereka benar-benar mempermainkan aku,” gumamnya sambil mengeluarkan HP dari tas kecilnya, kemudian dia mulai membaca pesan yang ternyata bukan dari keluarga, ataupun dari orang yang dikenalinya.
“Nona Margaret, apa Nona senang dengan sedikit hadiah yang aku berikan? Kalau Nona senang, tentu aku sangat bahagia, dan hadiah yang jauh lebih berharga segera aku kirim jika Nona masih ikut campur dalam urusanku dengan kelompok Stars Of Darkness.” Bunyi pesan yang dikirim nomor tidak di kenal.
Mata Margaret membulat sempurna setelah dia selesai membaca pesan di HP nya.
“Begitu cepat dia mengetahui seluruh identitasku yang selama ini tidak ada satu oeangpun yang bisa melakukannya, orang ini, dia sangat berbahaya!” gumam lirih Margaret sambil tetap mengarahkan pandangan kedua matanya pada layar HP di tangannya.
Satu lagi pesan masuk, dan pesan itu berasal dari nomor yang sama. Dengan tangan gemetaran dan rasa takut yang baru pertama dirasakan olehnya, Margaret membuka pesan, dan secara perlahan mulai membaca isi di dalam pesan.
“Sebaiknya Nona Margaret cepat pulang dan jangan berhenti di tempat sepi terlalu lama! Mobil mewah terparkir di tempat sepi, keberadaan mobil Nona dapat memancing datangnya para penjahat, dan tentu aku tidak bisa menolong karena jarak tempat Nona jauh dariku!”
Daripada pesan ancaman, pesan itu lebih seperti pesan peringatan, yang membuat Margaret segera mengarahkan pandangan ke sekeliling, dan di sebuah tiang lampu jalanan dia melihat keberadaan kamera CCTV yang mengarah tepat ke arah mobilnya.
Sebuah pesan kembali masuk, dan buru-buru Margaret membacanya, “Wajah Nona sangatlah cantik, lebih cantik dari yang ada di foto identitas Nona. Coba Nona tersenyum ke arah kamera supaya aku dapat menikmati keindahan senyuman Nona,” bunyi pesan yang entah kenapa membuat wajah Margaret tiba-tiba saja merona merah.
Tak ingin menunjukkan wajahnya yang merona merah pada kamera CCTV, Margaret langsung saja tancap gas, meninggalkan jalanan sepi yang menurutnya memang berbahaya jika terlalu lama berada di tempat itu.
Saat mobilnya sudah tidak berada di tempat sepi, tiba-tiba saja Margaret tersenyum. “Baru kali ini ada orang yang memberi ancaman, tapi terasa seperti sedang memberi perhatian padaku,” gumamnya lirih sambil terus fokus mengemudikan mobilnya.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.