
“Silahkan Tuan Muda masuk, Tuan Alshan sudah menunggu kedatangan Tuan Muda.” Sekretaris utama pemimpin perusahaan mempersilahkan Reinar dan yang lainnya masuk ke dalam ruang kerja pemimpin perusahaan.
Wanita itu memberikan senyuman pada Reinar, tapi dia kembali menunjukkan wajah kebingungan saat melihat sosok Eliza.
Reinar menganggukkan kepala, kemudian dia memimpin Eliza dan Cleo masuk ke dalam ruang kerja Alshan, pemimpin Wiguna Grup.
Di dalam ruangan sudah menunggu Alshan, pria berusia awal lima puluhan, yang masih terlihat gagah meski usianya tak lagi muda.
Senyum ramah terlihat di wajahnya saat menyambut kedatangan Reinar, tapi senyumnya seketika luntur saat dia melihat sosok wanita di belakang Reinar.
“Anak kurang ajar, beraninya kamu kembali menunjukkan wajah dihadapanku!” Alshan membentak Eliza yang masih bersikap tenang.
Sedangkan Reinar, dia membuka suara setelah Alshan membentak Eliza. “Apa Tuan Alshan ada masalah pribadi dengan calon istriku sampai berani membentaknya di hadapanku?”
Suara Reinar terdengar sangat dingin dan mengintimidasi, membuat Alshan merinding saat mendengar suara yang keluar dari mulut Reinar.
Namun, Keberanian Alshan kembali muncul saat dia mengingat jelas apa yang dikatakan Reinar tentang putrinya.
Putrinya ternyata berhasil menaklukkan pria di hadapannya, yang diketahuinya juga merupakan calon suami dari kedua putri Adhitya.
Mengetshui semua itu, tiba-tiba saja pandangan Alshan pada Eliza mulai melunak, bahkan dia tidak segan menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Apa Tuan Muda Reinar belum mengetahui jika Eliza adalah putriku yang telah lama pergi meninggalkan rumah, dan itu sudah membuatku sangat marah?” Alshan kembali membuka suara.
“Bukannya Eliza terusir dari rumah akibat fitnah tidak mendasar yang dilakukan ibu tirinya? Kenapa Tuan mengatakan kalau dia pergi meninggalkan rumah, seolah kepergiannya adalah keinginan dirinya sendiri?”
Bukannya memberi jawaban dari pertanyaan Alshan, Reinar justru bertanya balik pada pria itu.
“Itu pastinya cerita bohong yang dikarang Eliza. Nyatanya, dia memang pergi meninggalkan rumah setelah semalaman pergi bersama pria padahal usianya saat itu belum genap tiga belas tahun.” Alshan memberi jawaban.
“Tak lama setelah kepergiannya, aku mendapatkan kabar terpercaya kalau malam itu dia telah melakukan hal menjijikkan dengan seorang pria di usia yang masih begitu muda.” Kini Alshan memandang jijik keberadaan Eliza.
__ADS_1
Sedangkan Reinar yang mendengar semuanya, dia hanya terkekeh pelan karena dengan jelas dia melihat milik Eliza masih tersegel, dan selama mencari tahu identitas Eliza dia tidak menemukan adanya jejak kalau Eliza pernah menjalin hubungan seburuk itu dengan seorang pria di usia yang masih sangat muda.
“Tuan Muda, kenapa kamu justru menertawakanku? Aku telah menceritakan semua kebenaran tentangnya, dan sebaiknya Tuan Muda tidak tertipu dengan wajah polosnya!”
Alshan berencana membuat Reinar membenci Eliza, dan setelahnya dia bisa membuat Reinar berhubungan dengan putrinya yang lahir dari hubungan gelapnya sebelum menikahi ibu Eliza.
"Tuan Alshan berkata seolah Tuan adalah yang paling tahu tentang kehidupan Eliza. Namun, pada kenyataannya semua yang Tuan Alshan katakan hanyalah omong kosong karena aku jauh lebih tau seperti apa Eliza dibandingkan Tuan!” Reinar membentak balik Alshan.
Alshan yang mudah termakan emosi, wajahnya mulai menggelap saat ada pria yang jauh lebih muda darinya, berani membentaknya, apa lagi semua itu dilakukan di perusahaannya sendiri.
“Sepertinya kita tidak bisa melanjutkan kerjasama, dan aku pasti membantu menyebar kabar betapa buruknya pelayanan perusahaanmu!”
Alshan mengancam Reinar dengan apa yang baru dikatakannya. Tujuannya tentu dia ingin membuat Reinar memohon padanya, dan setelahnya dirinya bisa mengendalikan pria itu.
Namun, dalam mimpi sekalipun dia tidak mungkin dapat mencapai tujuannya karena Reinar sama sekali tidak peduli dengan ancamannya, bahkan Reinar justru mengancam balik dirinya.
“Apa kamu yakin mengancam calon suamiku dengan cara melakukan itu? Bukannya kamu tahu ke depannya harus berurusan dengan siapa kalau sampai kamu melakukan fitnah tanpa bukti.” Kali ini giliran Eliza yang membuka suara.
“Aku memang tidak tahu apa-apa, tapi setidaknya aku tahu kalau tak lama lagi perusahaan ini akan jatuh ke tanganku, dan yah aku yakin itu bakalan terjadi tak lama lagi.” Senyum terlihat di wajah Eliza saat mengatakan semua itu.
Sedangkan Alshan yang mendengar semua itu, dia terkejut karena Eliza tahu apa yang selama ini dia sembunyikan darinya. “A.. apa yang kamu katakan? Perusahaan ini adalah milikku, hasil kerja kerasku, dan bagaimana mungkin anak tidak berguna sepertimu mengambil alih perusahaan ini?”
“Aku hanya menyampaikan kebenaran fakta yang selama ini kamu sembunyikan dariku!” Eliza mengambil beberapa lembar kertas dari tas kerjanya, dan melemparkan lembaran kertas itu tepat ke wajah Alshan.
“Tuan Alshan, aku juga baru tahu kalau kamu bukanlah ayah kandungku. Ayah kandungku telah meninggal, dan kamu menikahi ibuku saat aku betusia lima bulan.” Eliza mengatakan semua yang selama ini disembunyikan darinya.
“Oh iya, barusan kamu mengatakan kalau aku tidak mungkin mengambil perusahaan ini darimu, tapi kenyataannya aku bisa mengambilnya kapanpun aku mau karena bagaimanapun juga, tujuh puluh persen saham perusahaan ini adalah atas namaku, sementara kamu hanya memiliki sepuluh persen saham perusahaan ini.”
Untuk dua puluh persen saham yang tersisa, ada lima orang yang memilikinya dan mereka adalah orang-orang yang selama ini mendapatkan banyak manfaat dari Alshan, dan tentu mereka berlima memberi dukungan penuh pada orang yang memberi banyak manfaat pada mereka.
Alshan yang mendengar perkataan Eliza dan membaca lembaran kertas yang sebelumnya dilemparkan padanya, sekarang dia tak lagi dapat berkata-kata. Semua yang selama ini disembunyikan telah diketahui Eliza, dan sekarang posisinya sangat terancam.
__ADS_1
“Kamu memang sudah mengetahui segalanya, tapi sekarang usiamu masih terlalu muda untuk memimpin sebuah perusahaan, dan dalam surat kuasa dikatakan kalau hanya aku yang dapat mewakilimu memimpin perusahaan ini sampai kamu cukup umur untuk mengambil posisi pemimpin perusahaan.” Apa yang dikatakan Alshan benar, tapi tidak sepenuhnya benar.
“Memang hanya kamu yang dapat mewakiliku memimpin perusahaan ini, sampai aku cukup umur untuk mengambil alih posisi pemimpin perusahaan. Akan tetapi, seharusnya kamu membaca poin setelahnya!...”
“Poin selanjutnya dikatakan aku bebas mengganti posisimu dengan orang lain saat kamu melakukan sebuah kesalahan yang merugikan aku, dan yang sepertinya ibu sengaja menyisipkan poin ini untuk melindungiku dari orang-orang serakah sepertimu.”
Mendengar itu, Alshan langsung saja membaca ulang surat kuasa yang ditulis langsung oleh ibu Eliza, dan yang berada di tangannya saat ini hanyalah kopian dari surat aslinya.
Membaca ulang, Alshan akhirnya menemukan poin penting yang selama ini tidak diperhatikan olehnya.
‘Sial! Kalau sejak awal aku mengetahui keberadaan poin ini, sejak dulu aku sudah mengakhiri hidupnya!’ Alshan membatin sambil meremas lembaran kertas di tangannya.
Kali ini Alshan benar-benar mati langkah, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini untuk membalikkan keadaan yang jelas sama sekali tidak memberi keuntungan padanya.
“Tuan Alshan yang terhormat, mulai hari ini aku menurunkan posisimu menjadi Direktur Utama di perusahaan ini, untuk posisi Direksi perusahaan, aku berencana memperkenalkannya dalam beberapa hari kedapan.” Sebagai pemilik saham mayoritas bahkan mencapai tujuh puluh persen, Eliza memegang kuasa penuh atas perusahaan Wiguna Grup.
Alshan sama sekali tidak memiliki kuasa melawan keputusan Eliza, tapi dia punya rencana untuk mengakhiri hidup wanita yang selama ini tidak dianggapnya berbahaya.
Namun, setelah apa yang baru saja dilakukan Eliza, kini dirinya tahu kalau wanita yang menurutnya tidak berbahaya, ternyata dia adalah sosok wanita paling berbahaya yang pernah dikenalnya.
“Untuk kerjasama perusahaan Wiguna Grup dengan perusahaan calon suamiku, kerjasama dapat terus berjalan meski tanpa persetujuan darimu!” Posisi Alshan sama sekali tidak terlihat penting di mata Eliza.
“Oh iya, dalam tiga hari segera tinggalkan ruangan ini karena ruangan ini bukan lagi milikmu, dan mulai sekarang tidak ada lagi hubungan ayah dan anak diantara kita!” Selesai mengatakan itu Eliza membawa Reinar dan Cleo pergi meninggalkan Alshan yang langsung murka setelah kepergian mereka.
“Wanita sialan, aku pasti mengakhiri hidupmu dengan tanganku sendiri!” Alshan berseru lantang sambil mengacak-acak meja kerjanya.
Sedangkan wanita yang selama ini menjadi sekretaris utama Alshan, dia hanya tersenyum melihat tingkah bosnya.
“Kamu memang pantas mendapatkan semua ini setelah apa yang kamu lakukan pada teman baikmu, dan jelas orang sepertimu tidak pantas menjadi ayahnya!” Sekretaris utama Alshan adalah sahabat baik ibu Eliza, dan selama ini dia diam-diam menjadi duri dalam kehidupan Alshan.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.