Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 68. Kedatangan Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Belum juga pesta pernikahan berakhir, sekelompok orang tiba-tiba saja ingin menerobos ke aula tempat diadakannya pesta pernikahan Reinar dan kelima istrinya. Setidaknya ada dua puluhan orang yang mencoba menerobos masuk, dan tak satupun dari mereka menggunakan senjata.


“Tanpa undangan kalian semua dilarang memasuki tempat ini! Sebelum terjadi sesuatu pada kalian, sebaiknya kalian segera pergi dari tempat ini!” Salah satu penjaga melarang keras mereka memasuki aula pernikahan.


Selain melarang karena mereka tidak memiliki undangan, penjaga melarang mereka karena jelas terlihat kedatangan mereka memiliki niatan buruk pada acara pesta pernikahan yang sedang berlangsung.


“Apa kamu pikir orang lemah sepertimu membuatku takut? Jangankan satu orang sepertimu, seribu orang sepertimu belum tentu membuatku ketakutan!” Salah satu orang yang datang ternyata Calvin, dan dia datang bersama orang-orang yang cukup memiliki kemampuan.


Meski penjaga tahu identitas Calvin dan di dalam aula terdapat Ayah dan Ibunya, penjaga tetap tidak mengizinkan Calvin masuk karena itu sudah menjadi tugasnya.


“Tuan Muda Calvin, sekalipun kamu putra seorang Presiden, jangan harap aku berbaik hati padamu. Tugasku jelas, melarang orang-orang yang tidak berkepentingan memasuki aula pernikahan!” Tegas penjaga di hadapan Calvin.


Penjaga yang tidak mungkin mampu menahan Calvin dan orang-orangnya seorang diri, dia segera memanggil bala bantuan, dan hanya dalam hitungan detik puluhan orang telah membuat barikade di depan pintu masuk aula.


Calvin sama sekali tidak terintimidasi oleh jumlah penjaga yang saat ini berada di hadapannya, bahkan dia masih bisa menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.


Dua lapisan penjaga saja mudah dilewati berkat bantuan orang-orangnya. Sisa satu lapis penjagaan tentu tidak sulit baginya melewati penjagaan mereka.


Menolehkan kepala melihat dua puluhan orang dibelakangnya. Dengan menganggukkan kepala, Calvin memberi isyarat pada mereka untuk menyerang para penjaga.


“Sekalipun kalian memiliki senjata, tetap saja kalian bukan lawan sepadan untuk orang-orang yang datang bersamaku.” Calvin menyerangai saat orang-orangnya mulai merangsek maju menyerang para penjaga.


Dengan kekuatan besar yang dimiliki oleh orang-orang yang datang bersama Calvin, tentu para penjaga bukan lawan sepadan untuk mereka, dan hanya dalam hitungan detik seluruh penjaga berhasil dilumpuhkan.


Para assassin bayangan belum bergerak karena yang datang adalah putra dari wakil pemimpin mereka, sedangkan mereka belum tahu kalau pesta pernikahan yang sedang berlangsung adalah pesta pernikahan pemimpin baru mereka.


Meninggalkan penjaga yang sudah kehilangan kesadarannya, Calvin menendang pintu aula, membuat pesta yang sedang berlangsung tiba-tiba saja berhenti. “Kalian semua lebih baik menyingkir kalau tidak ingin terluka!” Calvin berteriak sambil berjalan menuju tempat duduk Reinar dan kelima istrinya.


Sejak memasuki aula, sorot mata Calvin telah melihat keberadaan Reinar, dan dia hanya mengarahkan pandangan pada Reinar yang duduk didampingi lima wanita.

__ADS_1


Saat fokus mengarahkan pandangannya pada Reinar dan orang-orang disekelilingnya perlahan menyingkir, Calvin tiba-tiba saja kehilangan sosok Reinar yang tak lagi berada di tempat duduknya.


“Siapa yang mengizinkan orang tidak diundang sepertimu datang ke tempat ini dan mengganggu acara pesta pernikahanku?” Sosok Reinar tiba-tiba saja muncul lima langkah di hadapan Calvin.


Tak hanya Reinar, tapi orang-orang yang dikenali Calvin termasuk Ayah dan Ibunya tiba-tiba saja sudah berjajar rapi di belakang Reinar, dan semua mengarahkan tatapan penuh kebencian padanya.


Seolah tak lagi memiliki rasa takut pada semua orang, Calvin menyeringai dan mengarahkan sorot mata tajam pada Reinar dan semua orang di belakangnya.


Tiba-tiba saja Calvin bertepuk tangan. “Bagus-bagus, ternyata banyak orang berpengaruh yang melindungi keberadaanmu!...”


“Akan tetapi sangat disayangkan, meski banyak orang berpengaruh yang melindungi keberadaanmu, tak satupun dari mereka mampu melindungimu dari kemarahanku!” Calvin percaya orang-orang yang datang bersamanya mampu menyingkirkan sosok Reinar dan semua pelindungnya.


“Kalian maju dan akhiri hidup orang itu untukku!” Calvin menunjuk Reinar dengan jari telunjuk tangannya.


Melihat orang-orang yang bergerak ke arahnya setelah mendengar perintah Calvin, Reinar hanya tersenyum kemudian dia berkata, “Jangan ada yang bergerak! Menghadapi mereka aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk melakukannya.”


Semua orang menganggukkan kepala dan memilih menjaga jarak dari Reinar yang segera saja terkepung dua puluhan orang, yang datang bersama Calvin.


“Apa hanya ini kekuatan yang kalian miliki? Bukannya kalian terlalu lemah?” Reinar mengejek kekuatan orang-orang itu sambil menunjukkan senyuman sinis.


Reinar memukul salah satu orang yang mencoba menyerangnya, satu pukulan Reinar sangat cepat dan tepat mengenai wajah orang itu, cukup satu pukulan untuk membuat orang itu kehilangan kesadarannya.


Melihat salah satu rekan mereka tumbang, bukannya menyerah, mereka justru semakin membabi-buta melakukan serangan kepada Reinar.


Tak ingin memperlama kekacauan di acara pesta pernikahannya, Reinar langsung saja menghajar balik orang-orang yang terus menyerangnya. Pukulan dan tendangan dia lesatkan ke arah mereka.


Gerakan Reinar sangat cepat dan lincah membuat seluruh lawannya tumbang tanpa membuatnya berkeringat.


Tubuh Calvin tiba-tiba saja gemetaran ketakutan melihat orang-orang kuat yang dibawanya berhasil ditumbangkan oleh Reinar dengan begitu mudahnya, dan semua terjadi kurang dari lima menit.

__ADS_1


“Aku sebenarnya tidak lagi ingin memperpanjang permasalahan diantara kita, tapi sepertinya kamu sendiri yang ingin terus membuat masalah denganku.” Reinar melangkah maju mendekati Calvin.


“Jika sebelumnya aku membiarkan kamu pergi tanpa luka yang mengancam nyawa, sekarang jangan berharap kamu bisa pergi tanpa bantuan orang-orang dari rumah sakit!” Reinar mengepalkan kuat tangannya.


Keringat dingin mulai membasahi tubuh Calvin saat Reinar semakin mendekat, dia ingin lari pergi, tapi tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan.


“Ka... kawan, tolong maafkan aku, dan biarkan aku pergi! A... aku berjanji ini terakhir kalinya aku membuat masalah di tempatmu!” Ketakutan, itulah yang saat ini dirasakan Calvin.


“Memaafkan dan membiarkan kamu pergi begitu saja setelah apa yang kamu lakukan di acara pesta pernikahanku? Jujur saja, wanitaku pasti kecewa kalau aku tidak mematahkan tangan atau kakimu sebelum membiarkan kamu pergi!” Reinar bersuara lantang.


Calvin yang tahu kalau dirinya tidak mungkin bisa pergi tanpa luka, dia mulai mengiba pada kedua orangtuanya, tapi keduanya hanya menggelengkan kepala, pertanda mereka tak lagi bisa melakukan apa-apa untuknya.


“Kami sudah tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungimu karena kali ini apa yang kamu lakukan benar-benar sudah melewati batas, dan apapun yang dilakukan nak Reinar padamu itu semua memang pantas kamu dapatkan!” Ayah Calvin berkata.


‘Sial, aku benar-benar sial! Kalau saja aku tahu dia sangat kuat tanpa bantuan siapapun, aku tidak mungkin kembali membuat masalah dengannya setelah sudah payah aku keluar dari penjara.” Calvin membatin, menyesali apa yang sudah dilakukannya.


Calvin mulai pasrah dengan apa yang sebentar lagi terjadi pada dirinya, dan sesaat kemudian suara teriakan kesakitan terdengar dari mulutnya saat Reinar begitu saja mematahkan tangan kiri dan kaki kirinya.


Reinar melakukan semuanya tanpa berkedip, bahkan dia masih memberikan pukulan telak ke dada Calvin setelah mematahkan sebelah tangan dan sebelah kakinya.


Apa yang dilakukannya memang tidak membuat Calvin mati, tapi jika terlalu lama dibiarkan dan tidak segera mendapatkan perawatan, nyawa Calvin benar-benar dalam bahaya.


“Paman, Bibi, maafkan aku yang sedikit kelewatan, tapi semua ini aku rasa layak untuknya!” Tenang Reinar berkata pada kedua orangtua Calvin yang jelas mereka adalah Paman dan Bibinya.


“Nak, apa yang kamu lakukan memang pantas untuknya, dan kami masih beruntung karena kamu tidak langsung mengakhiri hidupnya.” Rita berkata pada Reinar, sedangkan suaminya meminta ajudannya menghubungi rumah sakit terdekat.


“Kali ini aku memang memberinya kesempatan hidup, tapi tidak ada untuk lain kali! Meski aku dan dia masih ada hubungan darah, aku tidak segan untuk mengakhiri hidupnya jika dia kembali berulah!” Reinar sangat serius dengan perkataannya.


Kedua orangtua Calvin hanya mengangguk mendengar semua itu, dan memang jika putra mereka harus berakhir di tangan Reinar karena kesalahan dirinya sendiri. Mereka tidak akan menarun dendam pada Reinar dan anggota keluarganya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2