
Setelah cukup istirahat di malam harinya, pagi ini Reinar telah berada di kantornya, dan baru saja dia menerima data dari orang-orang yang ke depannya menjadi asisten keenam karyawannya. Untuk para wanitanya, mereka baru mulai bekerja beberapa hari setelah hari pernikahan.
Melihat data orang-orang yang ke depannya menjadi asisten karyawannya, Reinar segera saja mengumpulkan identitas lengkap mereka.
Tidak ada masalah dari keseluruhan data orang-orang yang ke depannya juga menjadi karyawannya, meskipun posisi mereka lebih rendah dibandingkan enam orang karyawan yang sudah jauh-jauh hari di rekrut menjadi karyawan perusahaannya.
Dua belas orang yang telah lolos dari penilaiannya, besok mereka sudah mulai dapat bekerja. Namun, Reinar tidak menyangka kalau Cleo memilih dua asisten yang ternyata merupakan asistennya saat bertugas sebagai anggota pasukan super elite.
“Entah kenapa aku merasa perusahanku adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang penuh dengan kejutan.” Reinar tahu identitas seluruh orang yang bekerja untuknya, dan tak satupun dari mereka identitasnya biasa-biasa saja.
Eliza yang kebetulan mendengar semua itu hanya tersenyum, dia sendiri tahu identitas semua karyawan Reinar, setelah Reinar memberitahukan identitas lengkap mereka padanya.
Selain identitas Cleo yang cukup membuatnya terkejut, identitas asli lima orang lainnya juga membuatnya cukup terkejut. Memang mereka bukan bagian dari pasukan elite maupun pasukan super elite, tapi mereka berasal dari keluarga yang tidak bisa dipandang remeh.
Tidak tahu apa yang direncanakan mereka dengan mengikuti pencarian kerja secara online. Namun, selama kinerja mereka memuaskan, tenaga dan pikiran mereka sangat berguna untuk perusahaan yang dimiliki Reinar.
Menyelesaikan urusan karyawannya, Reinar tiba-tiba mengarahkan pandangan pada Eliza. “Mau sampai kapan kamu ingin menutupi identitas kamu dariku? Apa kamu tidak memiliki keinginan langsung menceritakan semuanya padaku?” Reinar bertanya dengan suara lembut pada Eliza.
“Bukannya calon suamiku tercinta sudah mengetahuinya, jadi untuk apa aku menceritakan semua secara langsung, dan lagi keluarga itu memang sudah membuat keberadaanku.” Eliza sama sekali tidak bersedih mengingat keluarganya sendiri tidak menginginkan keberadaannya.
Meski Eliza terlihat biasa-biaaa saja, tapi Reinar jelas melihat ada kemarahan yang terpendam dalam diri Eliza, dan kemarahan itu ditujukan pada keluarga yang telah membuangnya hanya gara-gara fitnah kejam seorang ibu tiri yang menuduhnya ingin mencelakainya.
Bukan hal sulit bagi Reinar mengetahui semua itu selama di sekitarnya ada sambungan jaringan internet, dan sebuah kebetulan perusahaan besar milik ayah Eliza ingin menjalin kerjasama dengan perusahaannya atas rekomendasi dari Adhitya yang merupakan rekan kerja ayah Eliza.
“Kamu tidak perlu menceritakan semua padaku, tapi bagaimana menurutmu tentang salah satu perusahaan yang ingin menjali kerjasama dengan kita? Apa kamu bersedia menemaniku pergi ke perusahaan itu?”
__ADS_1
Eliza tahu perusahaan mana yang dimaksud oleh Reinar karena perusahaan itu adalah milik mendiang ibunya, dan sudah seharusnya perusahaan itu menjadi miliknya.
Saat ini perusahaan itu memang dikelola oleh ayahnya dan mengalami sedikit perkembangan di setiap tahunnya, tapi nama kepemilikan perusahaan itu masih atas nama dirinya, dan saat dirinya sudah cukup berpengalaman memimpin perusahaan Ayahnya wajib menyerahkan semua padanya.
“Tentu aku bersedia pergi menemanimu karena aku ingin melihat keadaan perusahaan yang tak lama lagi menjadi milikku.” Eliza tidak menutupi apapun dari Reinar karena dia merasa tak ada yang bisa ditutupi dari pria sesempurna Reinar.
“Sepertinya mereka tidak akan melanjutkan bekerjasama dengan perusahaan kita setelah melihat keberadaanmu, tapi itu tidak masalah bagiku karena aku sama sekali tidak kekurangan uang.” Reinar sudah mendapatkan banyak keuntungan dari kontrak kerjasama dengan Juan dan Adhitya.
Eliza hanya tersenyum mendengar semua itu, dan pada akhirnya siang ini mereka memutuskan untuk pergi ke perusahaan yang diyakini dapat memberi tontonan menarik untuk mereka.
Setelah percakapan singkat, mereka kembali disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, dan barulah mereka kembali membuka suara saat waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
“Eliza, siang ini kamu ingin makan dimana sebelum kamu membawaku bertemu dengan calon ayah mertua? Katakan saja kamu ingin makan apa, dan aku segera membawamu ke tempat yang menyediakan makanan itu.” Dikarenakan hanya ada Eliza, jadi Reinar hanya makan siang bersamanya.
Belum juga Eliza memberi jawaban, terdengar suara ketukan pintu bersama dengan terdengarnya suara Cleo dari balik pintu yang tertutup.
“Aku tidak keberatan kalau kamu menginginkan itu.” Reinar menatap Cleo. “Cleo, ikut makan siang bersama kami dan katakan apa yang ingin kamu katakan di jalan.” Reinar bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar.
Cleo yang masih dilanda kebingungan dan belum sempat bereaksi, tiba-tiba saja Eliza menyeretnya keluar ruangan mengikuti Reinar yang berada tiga langkah di depannya.
Terus berjalan, mereka akhirnya sampai di parkiran. Sebelum masuh mobil, teringat jika ada yang ingin dibicarakan Cleo pada Reinar, Eliza membiarkan wanita itu duduk di kursi depan bersama Reinar, sedangkan dirinya memilih rebahan di kursi belakang.
Mobil segera melaju meninggalkan parkiran kantor, dengan Reinar berada di belakang kursi kemudi. “Oh iya, tadi apa yang ingin kamu katakan padaku sampai-sampai mendatangi ruang kerjaku saat sudah masuk jam makan siang?” Reinar bertanya.
“Ini tentang perusahaan Wiguna Grup. Mereka mengundang langsung Tuan Muda untuk menandatangani kontrak kerjasama, dengan pihak mereka.” Cleo mengatakan apa yang ingi dia katakan.
__ADS_1
“Sangat kebetulan, sebenarnya tanpa mereka minta, aku sudah berencana langsung datang ke perusahaan Wiguna Grup untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan pihak mereka.” Reinar membalas perkataan Cleo.
“Bagaimana kalau selesai makan siang kita langsung pergi ke tempat mereka? Kebetulan, aku membawa kertas kerjasama yang nantinya harus ditandatangani kedua belah pihak.” Eliza membuka suara tanpa merubah posisinya.
“Aku setuju saja dengan itu. Cleo, segera beritahu mereka perihal kesayanganku ke perusahaan mereka setelah berakhirnya jam makan siang!” Reinar memberi perintah pada Cleo, dan segera saja wanita itu melaksanakan perintahnya.
...----------------...
Selesai makan siang di restoran citarasa barat yang tak begitu jauh dari perusahaan Wiguna Grup, Reinar dan dua wanita yang bersamanya sudah berada di dalam mobil, yang melaju dengan kecepatan sedang menuju tujuan.
Lima menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di parkiran. Meninggalkan parkiran, mereka langsung menuju resepsionis perusahaan Wiguna Grup, dan menjelaskan tujuan kedatangan mereka.
Salah satu resepsionis yang menyambut kedatangan Reinar dan yang lainnya, dia segera menghubungi sekretaris utama pemimpin perusahaan dan mengatakan kalau tamu pemimpin sudah datang.
Tak lama, wanita yang merupakan sekretaris utama pemilik perusahaan datang, dan mengarahkan Reinar dan yang lainnya untuk ikut dengannya menuju ruang kerja pemimpin perusahaan.
Melihat sosok Reinar, wanita itu cukup terpukau dengan ketampanannya. Sebenarnya bukan hanya dirinya yang terpukau, tapi seluruh wanita di perusahaan Wiguna Grup terpukau saat melihat wajah Reinar.
Namun, kerutan terlihat di kening wanita itu saat melihat wajah salah satu wanita yang berjalan di belakang Reinar. Wajah imut wanita itu membuatnya teringat putri pemimpin perusahaan yang beberapa tahun lalu dinyatakan menghilang.
“Dari ekspresi yang ditunjukkannya saat melihatmu, sepertinya dia mengenalimu.” Cleo berbisik di dekat telinga Eliza.
“Itu hanya perasaanmu saja. Lagian, bagaimana mungkin seorang sekretaris perusahaan sebesar ini bisa mengenaliku yang bukan apa-apa.” Eliza menyanggah apa yang dibisikkan Cleo sambil menunjukkan senyuman manis di wajah imutnya.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.