Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 51. Menandatangani Kontrak Kerja


__ADS_3

Reinar dan Eliza telah sampai di ruang rapat. Asha, Cleo, Fany, Axel, Evan, dan Kai menyambut antusias kedatangan mereka.


Mereka sudah melihat langsung sosok Reinar saat melakukan video call, tapi melihat langsung membuat mereka tahu arti dari kesempurnaan ketampanan seorang pria, bahkan tiga pria yang tidak bisa dikatakan jelek, mereka terpesona dengan ketampanan Reinar. Pria saja terpesona bagaimana dengan para wanita?


Asha dan Fany benar-benar terpesona saat bertemu langsung dengan pria yang kedepannya menjadi bos mereka. Sedangkan Cleo, dia bersikap biasa saja meski terlihat adanya rona merah tipis di wajahnya. ‘Pantas daja Erina lebih memilih dia dibandingkan putra seorang Presiden. Dilihat dari manapun juga, dia lebih baik dibandingkan dengan pria itu.’ Cleo membatin.


“Aku telah menjelaskan semua pada kalian tentang pekerjaan dan gaji bulanan serta beberapa tunjangan. Hari ini aku hanya ingin melihat keputusan kalian.” Reinar sejenak diam, kemudian dia memandang Eliza. “Berikan kertas kontrak pada mereka, dan biarkan mereka membaca ulang kontrak kerja sebelum menandatanganinya!” Reinar berkata lembut pada Eliza.


Eliza menganggukkan kepala, kemudian dia memberikan kertas kontrak sesuai nama yang tertera. Enam orang menerima kertas kontrak mereka, dan membaca keseluruhan yang tertulis dalam kertas kontrak. Yakin tidak ada masalah dengan kontrak mereka, hampir bersamaan mereka menandatangani kontrak kerja, yang diberikan Reinar pada mereka.


Senyum lebar terlihat di bibir Reinar setelah melihat semua orang bersedia menandatangani kontrak. “Selamat bergabung, dan kalian resmi menjadi perusahaan ini. Ke depannya aku mengharapkan kerja keras kalian untuk membesarkan perusahaan ini.” Reinar mengulurkan tangan, menyalami mereka satu-persatu.


“Hari ini juga kalian mulai bekerja. Ruang kerja untuk kalian sudah aku persiapkan, dan jika masih ada yang kurang kalian bisa langsung mengatakannya padaku atau pada asisten pribadiku.” Reinar memperkenalkan Eliza sebagai asisten pribadinya di hadapan keenam karyawan barunya.


“Untuk hari ini cukup sekian, dan kalian bisa pergi melihat-lihat tempat yang kedepannya menjadi tempat kita bekerja.” Mendengar perkataan Reinar, lima orang secara teratur meninggalkan ruang rapat, menyisakan Cleo yang mengarahkan pandangan pada Reinar.


“Apa perlu menyelidiki status karyawan sampai mendetail, bahkan hal paling rahasia juga haru siketahui?” Beberapa waktu lalu ada yang berhasil menembus keamanan data dirinya yang sangat dirahasiakan, dan Cleo yakin orang itu adalah Reinar, bos barunya.


“Aku hanya melakukan apa yang memang harus aku lakukan.” Reinar tenang menjawab pertanyaan Cleo.


“Sekarang kamu sudah tahu semua tentangku, apa kamu tetap membiarkan aku bekerja untukmu dengan resiko besar disaat musuhku selama ini mengetahui identitas asliku?” Kembali Cleo memberi pertanyaan pada Reinar.

__ADS_1


“Kamu cukup bekerja dengan baik, dan jangan lupa meminta izin resmi saat harus mengerjakan misi penting. Untuk resiko, aku sudah terlalu sering berhadapan dengan segala jenis resiko. Bagaimanapun juga, kamu tentu tahu siapa salah satu wanitaku.” Reinar merasa Cleo tahu tentang hubungan dirinya dan Erina.


“Aku bisa bekerja dengan baik dan membantumu membesarkan perusahaan ini, tapi aku tidak ingin kamu menyalahkan aku saat resiko besar yang aku maksudkan mendatangimu.” Cleo belum tahu identitas Reinar sebagai anggota pasukan elite, oleh karena itu dia hanya menganggap Reinar pria biasa yang hidup di dunia bisnis.


“Kamu tenang saja, aku tidak mungkin menyalahkanmu tentang apa yang terjadi di masa depan.” Reinar menunjukkan senyumnya, dan saat ingin melanjutkan perkataannya tiba-tiba saja salah satu resepsionis masuk ke ruang rapat mengatakan kedatangan Juan.


Reinar meminta resepsionis mempersilahkan Juan masuk dan langsung menuju ruang rapat. “Kebetulan kamu masih berada di tempat ini. Jadi, kamu bisa menemaniku bertemu dengan client pertama kita.” Reinar berkata pada Cleo yang masih duduk di tempatnya.


Cleo menganggukkan kepalanya sambil memikirkan sosok pengusaha kelas menengah yang memiliki nama Juan, tapi dia tak kunjung menemukannya. ‘Setauku hanya Juan Dewana pengusaha yang memiliki nama Juan, tapi dia pembisnis ulung dengan nama besar. Tentu tidak mungkin baginya menjalin kerjasama dengan perusahaan yang baru saja berdiri.’ Cleo membatin.


Cleo penasaran dengan client pertama perusahaan tempatnya bekerja. Namun dia tidak berharap banyak jika client pertama itu adalah pemilik perusahaan besar, dia memiliki keyakinan jika client pertama hanyalah pengusaha kelas menengah.


Akan tetapi keyakinan Cleo terbantahkan saat sosok Juan Dewana memasuki ruang rapat sambil menunjukkan senyuman lebar di wajahnya. Sosok yang sebelumnya dirasanya mustahil menjadi client pertama perusahaan tempatnya bekerja, sekarang sosok itu benar-benar muncul di hadapannya, dan dia terlihat sangat akrab dengan Reinar maupun Eliza.


Juan dengan ramah mengulurkan tangannya, sedangkan Cleo, dengan masih menyisakan perasaan terkejutnya, dia menyambut uluran tangan Juan. “Lakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin, dan jangan membuatku kecewa!” Tegas Juan mengatakan itu pada Cleo.


“Saya pasti melakukan yang terbaik untuk Tuan Juan.” Cleo membalas penuh keyakinan.


“Baiklah kalau begini bukannya kita tinggal menandatangani kontrak kerja?” Juan mengarahkan pandangan pada Reinar. Sementara itu, Reinar yang dipandang Juan, dia hanya tersenyum sambil menyodorkan kontrak kerja jangka pantang antara perusahaannya dengan perusahaan keluarga Dewana.


Begitu kontrak selesai di tanda tangani, Juan tidak langsung pergi, dia masih duduk di tempatnya dan membuka suara. “Dalam waktu singkat kamu berhasil membuat perusahaan yang memiliki masa depan cerah. Jika aku puas dengan program keamanan ciptaanmu, dengan senang hati aku merekomendasikan perusahaan lain untuk memakai jasa program keamanan dari perusahaanmu.”

__ADS_1


Perkataan Juan adalah angin segar untuk Reinar. Jika benar Juan melakukan itu, tentu nama perusahaannya segera terkenal, dan bisa bersaing dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama.


“Aku tidak mungkin membuat Tuan kecewa. Program keamanan yang aku ciptakan memiliki sistem yang dapat melindungi, sekaligus memberi serangan balik pada program lain yang mencoba mengakses data secara ilegal.”


“Selain gagal mendapatkan apa yang diinginkan, aku bisa memastikan mereka mengalami kerugian yang tidak sedikit karena perlawanan balik yang dilakukan sistem dalam program ciptaanku, mampu merusak peralatan elektronik yang mereka gunakan untuk melakukan pencurian data.”


Juan yang mendengar itu merasa apa yang dibutuhkannya dapat dia dapatkan dari perusahaan yang dimiliki oleh calon menantunya.


“Apa perusahaanmu hanya menjual produk program keamanan?” Juan bertanya pada Reinar.


“Tentu saja tidak. Aku sedang menyiapkan produk lain untuk segera aku pasarkan dalam waktu dekat.”


Reinar terpikirkan tentang aplikasi yang dapat mendeteksi adanya niatan buruk dari seseorang. Dia sudah membuat rancangr awal, dan tinggal melakukan uji coba. Untuk menyempurnakannya, dia baru bisa melakukan itu setelah acara pernikahannya.


“Apa kamu perlu dana tambahan untuk mengembangkan perusahaan ini? Kalau memang perlu, aku bisa memberi pinjaman dana segar untukmu.” Ke depannya Reinar adalah menantunya dan tentu dia tidak keberatan meminjamkan uang padanya.


“Untuk pendanaan, untuk saat ini aku sama sekali tidak kekurangan. Apalagi setelah dana kontrak kerja dapat dicairkan, tentunya dana perusahaan sudah lebih dari cukup untuk digunakan menciptakan beberapa produk baru.” Reinar percaya diri dengan modal yang ada di rekeningnya.


“Aku mulai tidak sabar menunggu kejutan dari produk baru yang dikeluarkan perusahaanmu, tapi aku lebih tidak sabar melihat kinerja program yang telah aku sewa dengan biaya yang tidak sedikit.” Juan berkata sambil tersenyum.


Sementara itu, saat Juan dan Reinar asik membicarakan tentang pekerjaan, Eliza dan Cleo hanya duduk diam di tempat mereka, memposisikan diri sebagai penonton. ‘Pria kalau sudah membahas bisnis bisa melupakan apa saja yang ada di dekat mereka.’ Eliza membatin, dan kebetulan Cleo juga membatin hal yang sama.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2