SMA, Tapi Menikah

SMA, Tapi Menikah
Episode 12


__ADS_3

"Kalau ngomong di filter dulu, Kulsum. Jangan asal ngomong aja. Jatuh fitnah namanya jika omongan mu nggak benar" Assagaf menegur.


Kulsum mencibir tidak jelas. Membuat Qonita dan Assagaf menggeleng kepala. Sementara Zulfikar hanya diam, walau dia tak terima apa yang keluar dari mulut Kulsum.


Selalu mendapat nilai A dalam semua SKS yang di ambil, hingga di semester lima, Zul hanya belanja beberapa SKS saja. Peluang besar baginya untuk mencari pekerjaan. Bekerja di Caffee samping kampus, dengan jam kerja yang bisa dikondisikan dengan jam kuliah, tentu Zul menyukai pekerjaan itu.


Dan kini, pria itu di tempat kerja. Melayani pengunjung, dia harus cerdik dan bersikap ramah. Tamu adalah raja, dan dia melayani tamu seperti kata pepatah itu.


"Zul, antar pesanan ini di meja 10 dong. Aku kebelet ni" Annisa, rekan kerja Zul memohon.


"Iya, Nis" Zul mengangguk kecil. Segera membawa pesanan di meja 10.


Berhubung paket Azahra tiba hari ini di alamat baru. Azahra langsung pulang ke rumah setelah dari sekolah. Terlebih lagi Zul berkata bahwa dirinya di tempat kerja dan Kulsum masih ada jadwal kuliah hingga pukul 4 sore.


Saat motor yang dikendarainya memasuki area parkiran rumah, kurir dari J&T berhenti di depan pagar rumah.


"Atas nama Aviola Azahra?" tanya Si Kurir pada Azahra.


"Iya, Pak. Saya sendiri" Zahra menjawab menghampiri kurir.


"Ini paketnya ya, Dek. Total cash on delivery (COD) 1,5 juta"


Azahra mengambil dompet dari dalam tasnya. Segera wanita itu mengeluarkan uang sesuai tagihan belanjaan. "Ini, Pak"


Setelah membayar tagihan, Zahra mengambil beberapa paket atas nama dirinya. Ada tiga paket dari toko yang sama. Dia memang sengaja tidak membeli dalam jumlah yang banyak dalam sekali cek out, karena penjual seperti dirinya suka memanfaatkan potongan ongkir.


Jika ongkos kirim dalam sekali cek out bisa mencapai 500 ribu, sementara 3 kali cek out hanya menghabiskan 300 ribu, kenapa harus sekali cek out? Sementara jumlah pesanan dalam sekali cek out sama dengan jumlah pesanan yang tiga kali cek out, bila digabungkan. Rugi 200 ribu dong, pikir Azahra setiap kali belanja.


Membawa masuk paket di rumah, Zahra meletakkannya di atas meja ruang tamu. Sementara dia masuk ke kamar untuk mengganti pakaian seragamnya. Hanya beberapa menit saja, wanita itu keluar dengan membawa gunting, lakban coklat dan bening, kertas hitam, ponsel juga buku catatan dan pulpen.


Dengan senyum mengembang, ia membuat video unboxing paket. Rasa syukur dipanjatkan olehnya saat isi paket sesuai dengan apa yang dia pesan. Sesudahnya membuat video unboxing, Azahra menempatkan dirinya sebagai model. Dengan berpenampilan cantik, ia mengenakan tote bag lalu mengunggah nya di akun media sosial miliknya.


"Kamu udah di rumah?"


Pesan masuk dari Zul. Segera Azahra membalasnya.

__ADS_1


"Iya, Kak"


"Oh iya, Kak. Aku mau minta izin keluar sebentar, mau ngantar paket di Daya, BTP, PK 7, PK 8, dan di jalan Bung"


Centang dua, namun Zul belum membalasnya. Sementara menunggu balasan, Azahra mengisi paket yang sudah dia packing ke dalam kresek merah besar yang kerap menjadi alat penampung paket saat gadis itu mengantar pesanan.


"Iya, hati-hati di jalan. Jangan ngebut ngebut. Kabari aku kalau pulang malam"


"Oke (Smile senyum)"


Membopong barang jualannya, Zahra meletakkannya di bagian depan motor. Segera wanita itu mengunci pintu rumah sebelum beraktivitas diluar rumah.


Dengan semangat 45, Azahra mendatangi satu alamat ke alamat yang lain. Tanpa mengeluh, ia tetap sabar walau menemukan customer yang salah mengirim alamat. Seperti saat ini, wanita cantik itu tengah berada di PK 8. Tepatnya di bagian ATM BRI.


"Assalamualaikum, Buk. Saya di depan ATM BRI sekarang. Ibu di bagian mana ya?" tanya Zahra lewat panggilan telepon.


"Masih terus terus, Nak. Jika dari depan, lewat lima rumah setelah ATM BRI"


"Oh iya, Buk. Saya kesitu sekarang"


"Maaf ya, Nak. Alamat rumah Ibu nggak terdaftar di Maps jadi Ibu gunakan alamat ATM BRI" ungkap sang Ibu.


"Nggak Papa, Buk. Oh iya, ini paketnya. Total 340 ribu sudah sama ongkir"


Azahra menyodorkan paket yang terbungkus cantik dengan kertas hitam dilapisi lakban bening. Sang Ibu pun mengambilnya dan tak lupa menyerahkan uang sebanyak 350 ribu.


"Ambil saja kembaliannya" ucap sang Ibu.


"Jangan, Buk. Saya punya uang kecil kok, ini ada 10 ribu" Azahra menolak.


"Nggak papa, anggap saja itu rezeki kamu" kata sang Ibu.


Azahra mencium tangan sang customer. "Terima kasih banyak ya, Buk. Saya lanjut mengantar dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab sang Ibu. Kemudian masuk ke dalam rumah setelah Azahra pergi.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang, motor yang dikendarai Azahra kehabisan bahan bakar. Dengan terpaksa, wanita itu menepi dipinggir jalan. Melihat jam dipergelangan tangannya, angka arah jarum jam pendek berada di angka 6.


"Ngapain di sini?"


Tiba tiba Zulfikar datang. Entah dia dari mana, Azahra pun tak tahu. Dilihat dari penampilan pria itu, sepertinya dia sudah pulang kerja. Tapi ... bukannya tempat kerja di samping kampus? Kenapa Zulfikar bisa berada di PK 8.


"Motor aku mogok" ungkap Azahra.


"Ya sudah, kamu pulang naik motor aku aja" Zul menyerahkan kunci motor pada Azahra.


"Nggak perlu, Kak. Lagian SPBU ada di depan" Azahra menolak.


"Ya sudah, kamu naik biar aku antar ke SPBU" titah Zulfikar.


Segera Azahra naik di atas motornya. Dari belakang, Zulfikar membawanya ke SPBU yang jaraknya sekitar 100 meter.


"Sudah selesai mengantar?" tanya Zul.


"Sudah, Kak" jawab Azahra.


Setibanya di SPBU, Zulfikar mengambil alih motor Azahra. Mengantri di belakang para pengguna motor, pria itu sekali kali melihat Azahra yang juga menatapnya. Terbesit rasa kagum pada wanita yang yang kini duduk di atas motornya.


"Andai Kulsum bisa seperti Azahra" batin Zul.


Sambil menunggu Zulfikar, Azahra menyempatkan waktu untuk kembali berbalas pesan dengan teman-temannya di group. Isi teks yang dari Haikal membuat Azahra terkekeh hingga tak menyadari kehadiran Zulfikar.


"Kamu kenapa? Cengar-cengir sendiri, kek orang gila aja" Ucap Zul.


"Teman aku barusan chat. Katanya sih ada yang DM dia, orang itu minta nomor aku. Dia mau ngasih tapi minta izin dulu" ungkap Azahra.


"Cowok apa cewek?" tanya Zul penasaran.


"Cowok lah, Kak. Mana ada cewe mau minta nomor cewek. Nggak ada kerjaan kali" jawab Azahra tertawa.


"Ngasih aja, sempat berjodoh" kata Zul lalu pergi meninggalkan Azahra.

__ADS_1


Azahra mengerutkan keningnya, menatap Zul yang semakin menjauh. "Dasar orang gila!" ketus Azahra.


__ADS_2