SMA, Tapi Menikah

SMA, Tapi Menikah
Promo "Penyesalan Seorang Suami"


__ADS_3


Jazlyn, namanya sangat singkat namun memiliki arti yang indah. Ya, arti namanya adalah bunga. Dimana bunga selalu memberi wangi walau pada tangan yang menghancurkannya. Jazlyn berencana memasukkan lamaran kerja di Healthy Hospital, kebetulan di sana sedang membuka lowongan pekerjaan untuk Apoteker. Sayangnya, dalam masa pengurusan berkas, Jazlyn diminta pulang oleh Tante nya yang sudah dia anggap sebagai Ibu nya.


Alih-alih mencarikannya pekerjaan, nyatanya mereka meminta Jazyln menjadi pengantin pengganti dipernikahan Elizabet, adik sepupu Jazyln. Ya, Elizabet tidak mau menikah dengan Jhons Herward, karena gadis matre itu akan menikah dengan Alfarro, pria yang telah menghabiskan malam dengannya.


Jhons Herward, seorang dokter yang mewarisi kekayaan orang tuanya. Jhons bekerja di True love hospital, dia di sana sebagai kepala rumah sakit. Jhons dikenal ramah oleh semua orang, namun siapa sangkah, pria yang ramah itu bisa bersikap jahat pada orang yang dia benci.


Beberapa jam yang lalu tepatnya di Hotel mewah Los Angeles, Jazlyn dan Dokter Jhons mengadakan acara pernikahan yang cukup meriah. Dan kini Jhons membawa pergi wanita yang kini menjadi istrinya. Di dalam mobil, Jazyln nampak diam. Menerka nerka apa yang akan terjadi padanya. Dari raut wajah pria yang kini berstatus suaminya, wanita itu sudah yakin, hidupnya akan menderita.


"Semua orang yang terlahir di dunia ini mengalami suka dan duka. Dan aku yakin, suatu hari nanti aku pasti akan bahagia. Mungkin tidak hari ini, tapi kelak" batin Jazyln sembari memejamkan mata.


Suara mencekam membuat Jazyln membuka mata. Menatap hangat pria yang kini menatap tajam padanya.Tanpa diperintah, Jazyl keluar dari mobil. Segera wanita itu mengikuti langkah kaki suaminya.


"Mulai malam ini kamu tidur di sofa karena aku tidak mau berbagi ranjang denganmu" terang Jhons tanpa ekspresi sembari membuka satu persatu kancing bajunya.


Dugaan Jazyln memang tepat sasaran. Sekalipun begitu, dia tidak akan bertanya apa penyebab sikap Jhons berubah. Bukankah kata orang-orang Jhons adalah pria yang sopan dan ramah. Pikir Jazyln. Seperti kata orang, dimana ada ada api, disitu pasti ada pematiknya. Jadi tidak mungkin Jhons bersikap dingin tanpa ada penyebabnya.


"Baik, Tuan" balas Jazyln tak sedikit pun merasa gugup. Namun sekuat apapun dia, dia masih Jazyln yang memiliki nyali yang kecil. Terlebih saat ini Jhons menatap tajam padanya.


Tatapan mencekam sekejap menghilang, berubah menjadi tawa yang menggema. Namun tawa itu tak berlangsung lama. Jhons, pria itu kembali pada wajah datarnya.


"Aku suka kamu yang patut. Kamu tahu kan apa akibat dari menentang perintahku" terang Jhons menekan setiap kata dalam kalimatnya. Tangan kekarnya mencengkram kuat mulut Jazyln.

__ADS_1


Jazyln tak melawan, ia justru memejamkan mata daripada melihat wajah pria bejat yang kini berstatus suaminya itu.


"Apa kamu menginginkan hal lain hingga kau menutup matamu?" Jhons tersenyum miring. "Jangan mimpi!!" tambahnya semakin mempererat cengkramanya.


"Sekarang kamu siapkan air hangat untukku, karena sebentar lagi wanita yang akan bermalam denganku akan datang" titah Jhons sembari mendorong kuat Jazyln.


"B-baik, Tuan" balas Jazyln menahan perih dikedua sudut bibirnya.


Jazyln bergegas ke kamar mandi tanpa mengganti gaun yang dikenakannya. Jujur saja, tak sedikit pun dia merasa sedih atau sakit hati saat pria yang belum lama menjadi suaminya mengatakan hal yang tidak ingin didengar oleh setiap wanita.


Tak membutuhkan waktu lama, air hangat pun telah tersedia. Segera Jazyln ke luar dari kamar mandi menemui pria yang menakutkan itu. Langkah kaki Jazyln terhenti saat melihat Jhons sedang bercumbu mesra dengan wanita lain.


Jhons dan wanita yang entah siapa namanya, mengakhiri kegiatan mereka. "Dia mirip wanita yang meracuni Denta" lirih Vallen.


"Ya, dialah adik dari pembunuh itu. Walau orang-orang ku telah membalasnya tapi rasanya aku belum puas bila membiarkan adiknya hidup bahagia. Aku ingin dia lenyap seperti Zeyln" jelas Jhons


"Lenyap? Apa itu artinya Kak Zeyln di bunuh" tubuh Jazyln seketika lemas mendengar kebenaran yang barusaja ia dengar. Setahu dia, Zeylin bukanlah orang jahat. Membunuh nyamuk pun dia tidak berani apalagi membunuh orang.


Plak!!


Plak!!


Dua tamparan mendarat sempurna dipipi kanan Jazyln.

__ADS_1


"Dia pantas dibunuh! Apa kau tahu kenapa?" Jhons mencengkram kuat mulut Jazyln. "Karena dia yang telah meracuni calon istri juga anakku hingga mati!" seru Jhons mendorong kuat Jazyln.


Jazyln menitikkan air mata. Bukan karena tamparan juga bukan karena melihat suaminya bercumbu mesra dengan wanita lain, melainkan ia menangisi garis tangannya. Ingin rasanya dia berlari ke ujung dunia. Membawa pergi kenyataan pahit yang harus ia terima.


"Sekarang juga kamu ke luar!" seru Jhons.


Jazyln menarik langkah ke luar dari kamar. Dia mulai mengerti satu hal, sikap Jhons yang kasar padanya karena perbuatan dari Zeyln. Lantas, siapakah yang harus bertanggung jawab atas penderitaan Jazyln saat ini. Zeylin, atau Jhons? Tapi, Jazyln mengenal Kakak nya, dia tidak mungkin menjadi psikopat. Mereka pasti salah orang. Pikir Jazyln.


...


Aroma makanan dari arah dapur membangunkan Jhons juga Vallen dari mimpi indah mereka. Segera dua sejoli itu bergegas ke sumber aroma yang berhasil membuat cacing cacing mereka minta diberi makan.


"Tidak sia-sia aku menikahi mu, Jazyln. Ternyata kamu juga pandai memasak. Mulai sekarang kamu yang akan melakukan semua pekerjaan rumah. Untuk pakaian kotor juga piring kotor, kamu bersihkan secara manual. Dan untuk kebersihan ruangan, kamu bisa gunakan alat bantu. Dan kamu harus ingat! Makanan sudah harus ada saat aku pulang kerja dan satu lagi, kamu tidak boleh ke luar apartemen tanpa izin dariku" jelas Jhons. Lalu mengambil tempat di kursi bersama Vallen. Sementara Jazyln hanya berdiri menunggu mereka selesai makan.


Jazyln menelan salivanya yang tercekat, dia juga merasa lapar dan berharap ada sisa makanan. Akan tetapi, semua makanan yang ia masak tak tersisa. Ya, Jhons dan Vallen melahap semua makanan yang ia masak. Usai makan, Jhons dan Vallen masuk ke dalam kamar guna melanjutkan aktivitas mereka yang sempat tertunda.


"Suara itu lagi!" umpat Jazyln saat mendengar Vallen mendesah. "Apa mereka tidak bisa hidup tanpa penyatuan?" tambahnya kemudian, seraya membersihkan meja makan.


Setelah membersihkan dapur dan piring kotor, Jazyln kembali ke sofa untuk beristirahat "James, aku lapar" gumamnya sembari memegang perutnya yang keroncongan. James adalah kekasih Jazyln yang sekarang bertugas di Australia.


"Sepertinya ada ponsel di dalam koperku. Lebih baik aku mengambilnya lalu memesan makanan" lirih Jazyln.


"Hari ini kamu tidak boleh makan! Ingat! TIDAK BOLEH MAKAN!!" ucap Jhons menekan tiga kata terakhirnya.

__ADS_1


__ADS_2