SMA, Tapi Menikah

SMA, Tapi Menikah
Episode 39


__ADS_3

Hari ke enam di Eropa, Azahra memilih Danau Konigssee sebagai tempat wisata hari ini. Danau Konigssee telah dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Konigssee, atau yang  bisa diartikan sebagai “Danau Raja” terletak di dekat Salzburg yang juga merupakan tempat yang cocok untuk aktivitas hiking dan bersepeda karena memiliki jalur dengan ukuran yang cukup luas.


Saat ini, pasangan Azahra dan Zulfikar telah berada di Danau Konigssee. Keduanya tengah berjalan kaki sambil menikmati pemandangan danau konigssee dan pegunungan di sekitarnya yang menakjubkan.


"Tahun depan kita ke sini lagi, bagaimana? Kamu mau nggak?" ucap Zulfikar bertanya. Sorot matanya tak lepas dari keindahan alam yang ada di depan mata.


Azahra yang pada dasarnya menyukai tempat wisata bernuansa alam, tentu wanita itu mengangguk dengan cepat. "Aku mau" responnya segera.


"Ayo kita ke Salzburg. Udah lama aku nggak naik sepeda" ucap Zul mengajak.


"Aku bonceng ya, Sayang" kata Azahra menampilkan sederetan giginya yang rapi.


Zulfikar mengangguk juga tersenyum. Tanpa izin, pria itu melingkarkan tangan di leher jenjang sang istri yang tertutup hijab. Melangkah sambil sekali kali tertawa, keduanya memilih melanjutkan cerita di tempat lain.


Seperti kata Zulfikar, keduanya pergi ke Salzburg. Dan kini, Azahra tengah duduk di atas sepeda sambil memeluk erat pinggang sang suami.

__ADS_1


"Kamu berat bangat, Sayang" ucap Zul seraya mengayuh sepeda.


Tawa Azahra pecah. Wanita itu membenarkan apa yang dikatakan suaminya. Sebelum menikah, berat badan Azahra adalah 48 kg. Saat usia pernikahannya memasuki bulan ke tiga, berat badannya turun hingga 4 kg. Setelah keduanya memutuskan untuk menjadi sahabat, hingga kini mereka memutuskan untuk saling melengkapi, berat badan Azahra naik 10 kg.


"Tapi aku suka, empuk saat dipeluk" tambah Zulfikar tersenyum lebar.


Wajah Azahra memerah bak kepiting rebus. Jika boleh jujur, Azahra bahagia bahkan sangat bahagia bersuamikan Zulfikar yang begitu penyayang. Selain penyayang, Zulfikar juga begitu bertanggung jawab.


Menjelang sore, Azahra mengajak suaminya kembali ke rumah Papa Giman. Setibanya di rumah, dia yang lelah langsung saja merebahkan diri di ranjang. Sementara Zulfikar membersihkan diri terlebih dahulu sebelum dia beristirahat.


"Aku malas jalan" ucap Azahra tanpa membuka mata.


"Mau aku gendong?" tanya Zul menawarkan.


"Nggak perlu, cukup biarkan aku tidur sebentar" ucap Azahra lagi.

__ADS_1


Zul hanya bisa menghelas napas panjang sebelum mengecup pipi istrinya lalu ke ruang utama. Sambil menunggu Azahra bangun tidur, Zul meng scroll unggahan di akun Facebook. Dari sekian banyaknya unggahan yang berseliwerang di Facebook, ada satu unggahan yang membuat Zulfikar menarik senyum. Jari jemarinya pun menekan bagian komentar, lalu dengan ringannya jari kemari itu mengetik sesuatu pada keyboard.


"Masya Allah. Semoga lancar ya, Kul. Selamat untuk kamu dan suami, nggak lama lagi bakalan jadi Mama dan Papa" tulis Zulfikar berkomentar.


"Alhamdulilah. Aku doakan semoga kamu dan Zahra juga cepat diberi titipan. Aamiin" balas Kulsum pada komentar Zulfikar.


Di dalam kamar, Azahra menarik langkah melakukan aktivitas yang sudah seharusnya. Apalagi kalau bukan mandi. Setelah mandi, wanita itu menemui Zulfikar di tempat biasa.


Tanpa izin, Zulfikar yang ingin bermanja, pria itu merebahkan diri di sofa sambil berbantal paha sang istri. Keisengan yang tanpa mengenal waktu, kembali terjadi.


"Sayang, jangan di sini!" ketus Azahra saat tangan nakal Zulfikar menelisik ke dalam baju yang Azahra kenakan saat ini.


"Ya sudah, ayo kita lanjutkan di kamar" ucap Zul tersenyum mesum.


"Apa semua laki-laki seperti Kak Zul? Nafsunya tinggi sekali. Baru juga semalam olahraga, eh, sekarang mau olahraga lagi" batin Azahra.

__ADS_1


__ADS_2