SMA, Tapi Menikah

SMA, Tapi Menikah
Episode 43


__ADS_3

Kesibukan terjadi di rumah Azahra. Mama Aira yang ingin tampil memukau diacara wisuda sang putra, wanita itu menyewa MUA yang profesional untuk mendandani dirinya juga sang menantu, Aviola Azahra.


Pukul delapan pagi, mereka semua naik ke dalam mobil yang akan dikendarai Pak Mo. Setibanya di Hotel Clarion, Azahra diminta Mama Aira untuk mendampingi Zulfikar di dalam, sementara mereka akan menunggu di luar bersama orang-orang yang sanak saudaranya juga wisuda.


Di Hotel Clarion Permata, Mama Aira dan suami bertemu Haikal dan adik kecilnya juga Asna. Mereka pun memilih duduk bersama di luar sambil bercengkrama. Mendengar kabar kehamilan Asna, Mama Aira turut bahagia. Bahkan wanita tua itu sempat memberi nasehat pada Asna juga Haikal.


Sesi acara mulai berlanjut dari satu sesi ke sesi yang lain. Tiba waktunya mengumumkan nama-nama mahasiswa lulusan terbaik. Di mulai dari Fakultas Ilmu Kedokteran dan terakhir Fakultas Sospol. Dari semua fakultas, mahasiswa yang memiliki IPK tertinggi adalah Zulfikar dengan nilai IPK 4,00.


Berkat kerja keras dibarengi doa, Zulfikar mendapatkan beasiswa S2 ke Luar Negeri. Mendengar itu, Zulfikar sangat bahagia, begitu juga dengan Azahra.


Sebagian para wisudawan juga wisudawati mulai meninggalkan kursi masing-masing. Ada dari mereka yang mengambil gambar bersama bahkan ada yang langsung pulang ke indekos. Yang langsung pulang sudah pasti peserta wisuda yang dari kampung, yang kemungkinan besar keluarganya tidak datang.


"Sayang ..." Zulfikar melambaikan tangannya di udara, seulas senyum tersungging manis tat kalah wanita cantik yang berstatus istri tengah berjalan menghampirinya.


"Selamat ya, Sayang" ucap Azahra. Zulfikar mengangguk, kemudian menyerahkan penghargaan yang ia dapatkan pada sang istri.


"Dek, lihat Asna dan Haikal nggak?" tanya Assagaf pada Azahra.


"Sepertinya dia dan Mama Aira lagi bersama. Aku lihat story mereka barusan" jawab Azahra.


Assagaf mengangguk. "Yuk kita samperin mereka" kata Assagaf diangguki oleh Zulfikar, Azahra dan Qonita.

__ADS_1


Setibanya di luar, Zulfikar menghubungi orang tuanya begitu juga dengan Assagaf yang menghubungi adiknya, Haikal. Sementara Qonita hanya diam namun ia berusaha menahan tangis. Bagaimana tidak, sejam yang lalu kabar duka datang dari keluarganya di kampung. Mengatakan pada Qonita bahwa adik sepupu Qonita yang sudah dianggapnya adik kandung sendiri, telah berpulang pada yang Kuasa.


"Kakak kenapa? Apa ada masalah?" tanya Azahra.


"Nggak, nggak ada" jawab Qonita berbohong.


Walau Azahra yakin Qonita menyembunyikan sesuatu, wanita itu memilih berhenti bertanya. "Kak, foto berdua yuk" ajaknya.


Qonita menarik senyum. Seperti kata Azahra, mereka pun mengambil gambar berdua. Setelah mengambil gambar, keduanya mengikuti Zulfikar dan Assagaf yang berada di depan mereka.


"Zul, sepertinya itu Tante" ucap Assagaf menunjuk wanita yang tak lain adalah Mama Aira. Segera mereka menarik langkah menghampiri.


Sore sekitar jam setengah lima, Azahra dan keluarganya tiba di rumah. Lelah, Mama Aira dan Papa Kurniawan juga anak bungsu mereka masuk ke dalam kamar. Begitu juga dengan Zulfikar dan Azahra. Usai membersihkan diri, Zulfikar masih sempat-sempatnya mengajak Azahra olahraga sore. Sebagai istri yang patut pada suami, Azahra pun melayani suaminya.


.


.


Tiba waktunya, Zulfikar harus pergi ke Amerika melanjutkan S2 nya di sana. Dan kini, Azahra tengah menatap suaminya yang bersiap ke Bandara. Netra mata wanita itu mulai berkaca kaca. Rasa tak rela ditinggal pergi mendadak menghampiri.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Zulfikar mengambil tempat di samping sang istri.

__ADS_1


Azahra merubah posisi duduknya, kini wanita itu menghadap sang suami. Tangisnya pun pecah. Melihat Azahra menangis, Zul tak kuasa. Segera pria itu membawa sang istri dalam pelukannya.


Hiks Hiks Hiks ... Hiks ... Hiks ... "Boleh aku ikut?" tanyanya disela sela tangisnya.


Zulfikar melerai pelukannya, perlahan ia menyeka air mata sang istri. "Boleh, kamu boleh ikut" ungkap Zulfikar.


"Tapi aku udah aktif kuliah" lirih Azahra. Netra matanya kembali berkaca-kaca.


Zulfikar menarik senyum. "Kamu bisa cuti. Nanti, kamu nyusul aku di sana" jelasnya.


"Sepertinya aku nggak jadi ikut" ungkap Azahra menyeka air matanya.


Kedua kening Zulfikar menukik naik. "Kenapa?" tanyanya.


"Aku percaya, kamu nggak akan cari istri baru" ucap Azahra dengan jujur.


Zulfikar terkekeh. "Sayang, aku kesana untuk study. Kau harus tahu dan ingat dengan baik, hanya kamu istriku" ucap Zulfikar meyakinkan.


Mata Zulfikar terfokus pada bibir seksi sang istri. Tanpa izin, perlahan Zulfikar mendekati bibir itu lalu menciumnya dengan pelan. Perlahan namun pasti. Ciuman ringan menjadi ciuman panas hingga berakhir pada penyatuan.


Usai melakukan hubungan suami istri, Zulfikar maupun Azahra bergegas membersihkan diri. Hanya beberapa belas menit saja, baik Zul maupun Azahra keluar dari kamar mandi. Segera keduaya mengenakan pakaian masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2