SMA, Tapi Menikah

SMA, Tapi Menikah
Episode 45


__ADS_3

Di kampus, Azahra memiliki teman baru, namanya Dina Aprilia G. G berasal dari Kalimantan Selatan. Di Sulsel, wanita cantik itu tinggal di Perintis KM 9, tepatnya Pondok MB 2, pondokan mewah yang biaya tagihannya 1 juta perbulan. Usai menerima materi di jam pertama, Azahra mengajak G ke Toko sekalian akan memperkenalkan dia pada Asna.


"Ini Toko kamu?" tanya G menatap ruko berlantai dua dengan ukuran yang cukup luas.


"Iya. Ayo masuk, Din. Ada sahabat aku di dalam" kata Azahra yang langsung diiyakan oleh G.


Azahra dan G mengucap salam sebelum masuk. Asna yang sementara menyaksikan siaran televisi, spontan menolah ke sumber suara seraya menjawab salam.


"Beb, kenalin ini teman baru aku di Kampus" kata Azahra pada Asna.


Asna mengulas senyum, lalu mengulurkan tangan pada G. "Asna Ariana, kamu bisa memanggilku Asna"


G menyambut uluran tangan Asna. "Dina Aprilia G, kamu bisa memanggilku Diana atau G"


Baru beberapa menit berkenalan, Asna dan G mulai terlihat akrab. Ketiga wanita itupun menyaksikan siaran televisi bersama. Ditengah seriusnya Azahra, ponsel wanita itu berdering. Dan lagi-lagi panggilan dari Mama Aira. Azahra segera menekan icon hijau lalu menempelkan benda pipi itu pada telinganya.


"Sayang, coba kamu buka akun Instagram mu. Zul DM Mama terus ni, dia nanyain kamu. Katanya kamu nggak balas DM darinya"


Azahra baru ingat, pagi tadi saat dia dilanda api cemburu, dengan kesal dia menghapus aplikasi Instagram nya. "Alhamdulilah ... Makasih infonya ya, Mah. Love you"


Terdengar Mama Aira menghela napas lega. Tadinya wanita itu merasa kesal, kesal di teror sang putra. Bagaimana tidak, Zul tak henti hentinya mengirim pesan pada sang Mama.


Kembali ke Toko, Azahra segera mendownload aplikasi Instagram. Mendengar cerita dari Mama Aira, Azahra sangat bahagia. Nyatanya, Zul tidak melupakannya. Setelah terdownload, Azahra mulai masuk ke akunnya. Seulas senyum tersungging manis di wajah cantik yang terpahat sempurna itu.


"Ya Allah, ternyata Kak Zul DM aku sejak semalam" gumam Azahra pelan.


Membaca ketikan tangan suaminya, Azahra dibuat tersenyum olehnya. Sungguh, Zulfikar begitu mencemaskan dirinya. Senyum manis itu mengundang rasa penasaran Asna dan juga G.


"Suami kamu ya?" tanya G menatap tanya Azahra.

__ADS_1


Azahra mengangguk. Ekspresinya kali ini tak lagi seperti semalam juga pagi tadi. Kini, dia nampak begitu bahagia.


"Enak kamu, dihubungin ama suami. La aku, udah sebulan suamiku di Paris namun tak sekalipun dia menghubungiku. Malahan, dia mengunggah foto mesranya bersama wanita lain, katanya sih itu adik sepupunya. Jujur, aku cemburu dan ingin marah. Tapi aku sadar diri, dia nggak cinta sama aku, dia cintanya sama adik sepupunya itu" ungkap G menceritakan sedikit kisahnya.


"As, kamu harus bersyukur. Bahkan perbanyak syukur. Kamu dinikahi pria yang mencintaimu, yang menjadikanmu ratu dalam bahliga rumah tangga yang kalian bina" tambahnya.


"G, kamu yang sabar ya. Aku doakan, semoga suami kamu segera menyadari kesalahannya" ucap Asna mengelus pelan bahu G.


"Iya, G. Suami aku juga dulunya punya kekasih, berkat kesabaranku, Allah menjauhkan dia dari kekasihnya lalu mendekatkan dia denganku. Allah itu maha membolak balikan hati, G" timpal Azahra.


G mengangguk paham. Namun netra matanya mulai berkaca-kaca. Mengingat dirinya mendapati sang suami bercumbu mesra dengan selingkuhannya, hati G teriris, sakit namun tak berdarah.


Hari berganti malam, malam berganti minggu, bahkan bulan. Kini, waktu telah menunjukan pukul 8 malam. Di kamar, tepatnya di lantai dua Toko, Azahra menatap kalender yang kini ia pegang.


"Sekarang bulan 4, dan terakhir aku haid bulan 2. Ya Allah, semoga saja aku hamil" gumam Azahra.


Azahra meletakkan kalender tadi lalu membuka aplikasi Instagram. Ingin rasanya dia mengirim pesan pada sang suami namun dia malu. Ya, malu. Walau Zul adalah suaminya, tapi Azahra tetap merasa malu bila harus memulai mengirim pesan. Selain malu, dia juga takut mengganggu waktu sang suami.


Mencoba menutup mata namun mata indah itu enggan bersahabat. Kesal, jenuh, Azahra membuka aplikasi Facebook. Dari sekian banyaknya unggahan, ada satu unggahan yang menyita perhatian Azahra. Di unggahan itu, Zulfikar nampak bersama seorang wanita dan dua orang pria di Restoran mewah.


"Bersama teman SMP" gumam Azahra membaca caption di unggahan Zulfikar.


"Ya Allah Zahra ... Ingat kata Papa, nggak boleh berpikiran negatif" ucap Azahra sedikit kesal.


"Tapi tunggu, bagaimana jika aku hamil? Apa Kak Zul akan pulang?" sambungnya bertanya pada diri sendiri.


Cinta, membuat Azahra mencoba menepis semua pikiran jeleknya. Namun, rindu membuatnya ingin menangis sekuat kuatnya. Menangisi pria yang berhasil membuatnya melabuhkan cintanya.


Waktu terus bergulir. Azahra melirik jam pada ponselnya, tak terasa, sudah jam 12 malam. Beberapa jam menunggu, namun Zul tak kunjung mengirim pesan. Azahra memulai obrolan. Berharap Zul membalasnya. Menemaninya berbalas pesan hingga Azahra terlelap. Dimulai dari salam, hingga masuk pertanyaan. Kembali menunggu namun lagi-lagi Zul belum menanggapi, boleh di kata Instagram nya aktif.

__ADS_1


"Mungkin Kak Zul di Kampus" Azahra meyakinkan diri.


Mengantuk, Azahra memilih tidur. Pagi menyapa, Azahra bersiap ke kampus setelah Asna tiba di Toko. Setelah bersiap-siap, Azahra bergegas ke kampus. Di depan Toko, ia bertemu G yang kebetulan akan ke kampus. Keduanya pun pergi bersama.


Di Toko, tinggalah Asna seorang. Calon Mama muda itu kerap mengelus perutnya yang tak lagi rata. Kekehan kecil terdengar keluar dari mulutnya, saat janin yang ia kandung tak henti hentinya bergerak di dalam sana. Asna sempat berpikir tentang janinnya, pasalnya, janin yang ia kandung begitu aktif.


Drtt ... Drtt ... Drtt ...


Ponsel Asna berdering. Pemilik ponsel pun segera menjawab panggilan yang tak lain dari suaminya, Haikal.


"Assalamualaikum, Sayang" ucap Haikal diseberang telepon.


"Waalaikumsalam" jawab Asna.


"Kamu mau makan apa? Nanti aku pesankan" tanya Haikal.


Asna menarik senyum. "Nggak perlu, Sayang. Aku udah makan di sini, tadi Zahra masak sup dan sayur kesukaan aku, buncis campur kecap" jelas Asna.


"Ya sudah, kalau nanti kamu ingin makan sesuatu, kamu hubungi aku ya. Kebetulan aku punya promo. Hehehehehe" ucap Haikal terkekeh diakhir kalimatnya.


Di lain tempat, Azahra tengah menepikan motornya di depan Apotek 24 jam. Lalu bergegas masuk ke dalam membeli tespek. Kemudian ia kembali ke Toko. Setibanya di Toko, ia mendapati Asna tengah melayani pelanggan yang membeli jilbab dalam jumlah yang banyak.


"Biar aku bantu" kata Azahra meletakkan tasnya di atas meja.


"Nggak perlu, Beb. Ini kan udah tugas aku. Mending kamu istirahat, aku tahu kamu lelah" ucap Asna menarik senyum dikedua sudut bibirnya.


Azahra mengangguk. Segera ia menarik langkah ke kamar. Setibanya di kamar, Azahra mengeluarkan tespek yang ia beli, kemudian ke kamar mandi. Tak berapa lama, Azahra keluar.


"Ya Allah, semoga aku positif hamil" batin Azahra berdoa.

__ADS_1


"Beb, tolong lihat hasilnya untukku" Azahra menyerahkan tespek pada sang sahabat.


__ADS_2