SMA, Tapi Menikah

SMA, Tapi Menikah
Episode 15


__ADS_3

Sakit hati bercampur kecewa, Zulfikar meninggalkan kelas pagi yang kebetulan dosen pengampu nya belum datang. Nyatanya, dia telah dibodohi oleh Kulsum. Mencoba untuk menolak kenyataan, Zulfikar yang sudah berada di rumah, mencoba menghubungi Kulsum, mantan kekasihnya.


"Halo, dengan siapa ini?" tanya seorang pria diseberang telepon.


"Aku Assagaf. Kamu siapa? Dimana yang punya ponsel?" tanya Zul. "Maafkan aku, Gaf" batin Zul.


"Aku Ardi, calon suami yang punya ponsel" jawab pria yang namanya Ardi.


Degh!! Calon suami? Apa maksudnya itu?


"Sayang, siapa yang telepon?" tanya Kulsum pada Ardi.


Mendengar suara Kulsum Ummu, Zulfikar segera memutuskan panggilan secara sepihak. Mata pria itu memerah. Pria seperti apa yang Kulsum idamkan? Pikir Zulfikri. Jika uang, cinta dan kasih sayang tak membuat Kulsum setia, lalu apa yang diinginkan wanita itu.


Dua tahun lebih bersama, menghabiskan sebagian hari bersama. Banyak hal yang dikorbankan dan semua itu tidak berarti bagi Kulsum. Duduk dilantai dengan kedua kaki yang ditekuk, Zulfikar menangis di sana.


...


"Assalamualaikum" Azahra mengucap salam saat akan masuk kedalam rumah. Kaki yang hendak melangkah, berhenti untuk memastikan apa yang didengar oleh telinga. Di kamar bagian ruang tamu, terdengar tangis didalamnya. Penasaran, Azahra mendekatkan untuk memastikan.


"Ada apa dengan Kak Zul?" gumam Azahra bertanya tanya.


Cek--lek ...

__ADS_1


Pintu terbuka. Melihat Zul meneguk minuman beralkohol, Azahra segera masuk mengambilnya dari tangan Zulfikar.


"Berikan padaku!!" pekik Zul yang nampak murka.


"Nggak, aku nggak mau" Azahra mundur selangkah ke belakang.


"Berikan padaku! Kau tahu, semua masalah yang terjadi akhir akhir ini karena kamu!" pekik Zul. "Kamu ..." Jari telunjuk Zul terarah pada Azahra. "Kamu membuatku menderita!" sambungnya berapi api.


"Andai kamu mengizinkan Kulsum tinggal di sini maka semua ini takkan terjadi. Aku dan Kulsum nggak akan putus!!" Lirih Zul menangis.


"Keluar dari kamarku sebelum aku membuatmu menyesali tindakanmu!" Zul mengarahkan tangan serta jarinya pada pintu.


Dengan manik berkaca-kaca, Azahra keluar dari kamar Zulfikri. Benarkah mereka putus karena dirinya? Pikir Azahra seiring langkah menjauh.


"Tinggalkan botol itu!" pekik Zul.


Prang !!!


Pecahan beling berserakan di lantai. Minuman di dalamnya pun ikut membanjiri. Menyesali sikapnya, Zulfikri berteriak sekencang kencangnya.


Di kamar bagian ruang tamu, Azahra menangis tersedu-sedu. Setiap hari dia berusaha untuk sabar. Walau dia marah, dia memendamnya sendirian. Bentakan, juga kalimat tadi membuka pikirannya lebar-lebar. Dia, dia dalang dari rasa sakit yang dirasakan Zulfikri. Dia penyebab Zulfikri menjawab orang tuanya. Dia penyebab Zulfikri berkelahi dengan Kulsum. Hingga keduanya putus.


"Papa ... aku mau pulang ..." ucap Azahra disela sela tangisnya. Saat Mama Aira dan Papa Kurniawan pulang, mereka menghubungi Papa Giman di luar Negeri. Hingga keesokan harinya, dia dan Zulfikar menerima pesan dari Papa Giman. Namun isi pesan itu hanyalah kalimat nasehat.

__ADS_1


Tangis Azahra terjeda saat adzan ashar berkumandang. Menarik langkah yang tertatih, Azahra masuk ke dalam kamar mandi. Mengambil air wudhu, menunaikan shalat ashar seorang.


Memanjatkan doa ke langit, Azahra meminta pada sang kuasa, untuk tetap mengujinya, memberinya kesabaran dan menjadikannya wanita yang kuat. Sesudah shalat, Azahra kembali menangis hingga ia terlelap. Saat dirinya membuka mata, waktu tak lagi sore, melainkan malam. Bahkan dia telah melewatkan shalat magrib. Segera ia mengambil wudhu, menunaikan shalat magrib kemudian ke dapur.


Di dalam kamar sebelah, Zulfikar merenung dalam gelapnya kamar. Perut yang belum terisi sejak siang tadi kembali menghadirkan bunyi. Terlebih lagi aroma harum dari arah dapur membuat Zulfikar tak kuasa menahan lapar. Ia ingin segera memberi makan dirinya juga cacing-cacing yang mulai meronta-ronta. Tapi ... dia belum siap bertemu Azahra.


"Kakak, aku udah nyiapin makanan di meja. Ayo keluar makan, nanti aku masuk ke kamar" ucap Azahra berdiri dibalik pintu. Walau Zulfikar membencinya, dia tetap berbakti padanya. Menyiapkan makanan bukanlah hal yang sulit bagi seorang Azahra.


Zulfikar tak menjawab, namun dia menurut. Setelah mendengar Azahra masuk ke kamarnya, Zulfikar beranjak dari tempat tidur. Membuka pintu kamar, pria itu menarik langka ke dapur. Membuka tudung saji, ia menemukan sayur tumis buncis dan ikan goreng serta nasi. Bahkan air pun sudah ada di atas meja.


Menahan lapar sejak tadi, membuatnya menghabiskan sepiring nasi juga sayur yang ada di piring. Sesudah makan, Zulfikar mencuci piring kotor dan membersihkan meja.


Kembali ke kamar, pria itu mengambil ponselnya di atas tempat tidur. Menghidupkan layar, membuka aplikasi whatsapp, dia menscroll story di sana. Dari sekian banyak yang mengunggah story, hanya story Kulsum yang ingin dia lihat. Namun, nama kontak MyBe tak mengunggah aktivitasnya hari ini. Sebelum mematikan layar ponsel, Zul menyempatkan waktu untuk membuka unggahan Azahra.


Video yang dimana memperlihatkan Zahra bernyanyi sambil memainkan gitar, berhasil menarik perhatian Zulfikar. Membuka satu persatu unggahan Azahra, pria itu tak henti-hentinya menatap takjub wanita hebat berstatus istrinya.


Selain mandiri, jago masak, rajin shalat, pandai mengaji, sopan, ramah, suara merdu, Zahra juga bisa memainkan gitar. Penasaran, Zulfikar mencari nama akun media sosial Azahra di Instagram.


"Aviola Azahra" gumam Zulfikar seraya mengetikan nama itu di pencarian. Sedetik kemudian, wajah cantik terbalut jilbab dengan mengenakan hoodie putih dan celana jins putih, serta jilbab navi, semakin membuat jari jemari Zul tak tahan. Segera pria itu melihat lihat unggahan sang istri.


Nyatanya, Zahra pernah endors gamis dari toko terkenal di Jakarta Utara. Dan itu baru dua bulan yang lalu. Dari sekian banyaknya unggahan, ada foto yang berhasil membuat Zulfikar menatapnya lama. Di foto itu, Azahra dan Faisal saling menatap. Waktu itu Zahra masih kelas XI IPA dan Faisal kelas XII IPA. Foto yang diabadikan itu menuai banyak pujian. Bahkan ada yang menjodohkan keduanya.


"Cis! Jadi pria ini yang minta nomor baru Azahra" gumam Zulfikar.

__ADS_1


Malam semakin larut, Azahra sudah terlelap sementara Zulfikar masih menonton video unggahan sang istri sebelum mereka menikah. Selain nonton, Zulfikar juga kerap mengecek story Whatsapp, barangkali Kulsum sedang memposting sesuatu.


Hingga pukul 4 pagi, story dari kontak MyBe tak kunjung ada. "Apa Kulsum mengecualikan aku? Nggak biasanya dia nggak buat story" gumam Zulfikar.


__ADS_2